
Ini hanya side story ya, tidak ada hubungannya dengan cerita asli!!!!!!
Hawa dingin masuk melalui celah gorden, mengusik dua insan yang terlelap diatas ranjang
Elena mulai terusik dengan hawa dingin yang menyentuh kulitnya. Mulai menggerakkan tubuhnya kesamping dengan lengan memeluk pinggang Elvaro. Mencari kehangatan dengan mendusel pada dada bidang suami
Elvaro yang menyadari pergerakan sang istri langsung membekap dengan erat untuk memberikan kehangatan
"Jam berapa sekarang?" Tanya Elena mendongakkan wajahnya melihat sang suami
"Hmm sekitar jam 7 mungkin" jawab Elvaro dengan senyum menawan "Morning kiss" Lanjutnya
"Kau ini" Elena memukul dada bidang sang suami
Cup
Kecupan singkat mendarat di bibir Elvaro
Elena merubah posisinya "Sudah ayo cepat bangun, bukankah hari ini hari spesial. Oh tidak aku belum beli hadiah untuk anak-anak" ucapnya menepuk dahinya
Elvaro memeluk perut rata Elena dan memangku dagunya di bahu "Aku akan menyuruh Williams untuk membeli hadiah"
"Tidak tidak, harus aku sendiri yang membeli untuk anak-anak. Sudah lepaskan aku"
Akhirnya Elvaro melepas pelukannya, sementara Elena pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah itu akan pergi ke mall membeli hadiah
********
Semua pelayan tampak sibuk untuk menyambut hari spesial ini. Hawa dingin sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka
Elena mulai turun dari tangga dan menuju garasi
Dilihatnya pohon besar di halaman yang sudah dihiasi dengan lampu kerlap-kerlip dan hiasan-hiasan lainnya. Hiasan-hiasan cantik juga terpasang di pintu utama dan masih banyak hiasan lain yang menambah kemeriahan
Elena mulai melajukan mobilnya keluar masion
********
Sore menjelang malam, terlihat dihalaman masion sangat ramai
Ditambah dengan adanya triple twins yang terlihat sangat menggemaskan menggunakan pakaian musim dingin
"Om Jayden!!" Nayra langsung berlari menghampiri Jayden dengan merentangkan kedua tangannya
Hap, Jayden langsung menangkap keponakan dan mulai menggendongnya. Ia kecup pipi gembul Nayra "Keponakan Om tambah cantik aja nih"
Nayra tertawa kecil yang memberikan kesan menggemaskan "Iya dong Om, ah Nayra hampir lupa. Dimana kakek?" Tanyanya mengerjakan pandangan ke segala arah
__ADS_1
Jordan baru saja keluar dari mobilnya dengan tongkat di tangannya "Apakah kakek tidak mendapatkan pelukan?"
"Kakek!!" Nayra langsung turun dari gendongan Jayden dan berlari menghampiri sang kakek
Dipeluknya sang cucu, melepas rindu selama ini
"Ayo kakek, semua sudah menunggu di sana" tunjuknya pada semua orang yang sedang berkumpul
*********
"Selamat malam semuanya" sapa Jordan dan Jayden bersamaan
"Kakek kau sudah datang" Elena langsung memeluk dengan erat melepas rindu
Setelah melepas rindu dengan sang kakek Elena mulai menghampiri Jayden "Kak Jay, bagaimana kabarmu?" Tanya disela pelukan
"Baik"
Tiba-tiba tangan kekar menarik Elena yang membuatnya terlepas dari pelukan Jayden
Dilihatnya si pelaku yang ternyata Elvaro, sepertinya ia cemburu melihat sang istri yang berada dipelukan laki-laki lain meskipun itu adalah kakaknya
"Hey apa yang kau lakukan? Aku masih ingin melepas rindu dengan kakakku" protes Elena mencoba melepaskan diri
Bukannya menjawab Elvaro semakin mengeratkan tangan kekarnya pada pinggang sang istri "Aku tidak suka lihat kamu peluk-peluk laki-laki lain meskipun itu kakakmu"
"Sudahlah El. Aku tahu bagaimana posesifnya suamimu itu" ucap Jayden
*****
Suasana malam Natal sangat meriah, dengan dihadirinya orang-orang terdekat
Terdengar gelak tawa dari triple twins yang bermain lempar salju
"Narendra, Nathan, Nayra kemarilah" panggil Elena
Triple twins langsung menghentikan permainan dan berlari menghampiri sang mamah
"Mamah sama papah punya sesuatu buat kalian"
Wajah triple twins langsung berseri dengan mata berbinar "Apa itu mah" tanya serempak
"Tada, selamat hari Natal" Elena langsung menyerahkan kado pada triple twins
"Om dan kakek juga punya hadiah untuk kalian" Jayden mulai menghampiri triple twins dan dibelakangnya ada asisten yang membawakan hadiah
"Tante juga ada" Alexa menimpali
__ADS_1
Jadilah semua orang berkumpul juga ada Reynard dan Caroline yang ikut memberikan hadiah untuk triple twins
"Terimakasih semuanya" ucap triple twins serempak dengan senyum yang sangat menggemaskan
Suasana semakin meriah, ditambah gelak tawa dari triple twins yang kembali bermain lempar bola salju
Tuk, Nathan mengerjab lalu melihat bajunya terkena bekas tumpukan salju
Tuk, Kembali baju Nathan terkena tumpukan salju. Nathan menoleh dan menemukan Nayra sedang membuat bola salju lalu melemparinya
Tidak hanya dirinya saja, Narendra juga terkena serangan bola salju dari Nayra
Narendra dan Nathan saling memberi kode untuk membalas Nayra, saling menganggukan kepala dan mulai membuat bola salju
"Jangan kabur Nayra" Narendra dan Nathan mulai mengejar Nayra yang malah berlari ke arah sang papah
"Tidak akan kena wleeee" ucapnya dan menjulurkan lidahnya mengejek "Papah lindungin Nayra dari monster"
Narendra dan Nathan mendelik mendengar panggilan monster dari Nayra "Kami bukan monster Nayra" ucap serempak
Elvaro hanya bisa geleng kepala melihat tingkah triple twins, apalagi Nayra yang suka sekali menjahili kakak-kakaknya
Semua tertawa melihat tingkah triple twins yang sangat menggemaskan, dimana Narendra dan Nathan yang berusaha mengejar Nayra dengan membawa bola salju di tangan. Dan dengan gesitnya Nayra menghindar dari serangan-serangan sang kakak
Acara malam Natal dinikmati dengan mengadakan barbequean bersama dan menyalakan kembang api menambah suasana meriah
*****
Hari semakin malam, saat ini Elena berada dikamanya lebih tepatnya berdiri di balkon menikmati suasana malam dengan mata memandang langit yang penuh bintang
Tap! Elena menoleh dan menemukan Elvaro sedang memberikan jubah hangat ke bahunya
"Cuaca mulai dingin, kau akan kedinginan jika tidak memakai jubah hangat" ujar Elvaro
"Terimakasih" balas Elena. Matanya kembali melihat langit
Elvaro memeluk Elena dari belakang dengan menopang dagunya di bahu Elena "Apa yang kau pikirkan?"
"Hmm tidak ada"
Membalikkan tubuh sang istri "Aku memiliki hadiah untukmu" ujar Elvaro mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin warna biru laut seperti warna matanya
Elvaro mulai memasangkan di leher jenjang sang istri "Kau suka?" Tanyanya
Mengangguk pelan "Aku suka" diciumnya bibir sang suami sebagai tanda terimakasih
Elvaro membalas ciuman tersebut dan mulai menutup matanya menikmati suasana romantis yang ditemani sinar rembulan dan ribuan bintang
__ADS_1