Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Kebetulan bertemu 'dia'


__ADS_3

Disisi Putri, ia menghela nafas langsung menatap tajam sang adik Al. Gadis dengan dua warna mata berbeda terus menatap sang adik yang seperti tidak merasa bersalah sama sekali


Ia hanya bisa menghela nafas "Kembalilah ke kamar, dan istirahat. Sebentar lagi kau ada ujian akhir sekolah"


Al menatap sendu sang kakak "Jangan terlalu memaksakan diri kak, banyak orang yang masih menyayangimu" lalu ia pergi dari ruangan sang kakak


Putri terus menatap kepergian sang adik hingga tak terlihat lalu menghela nafas. Ia langsung bersandar pada kursinya menutup matanya dengan lengannya. Air mata keluar dari sudut matanya "Ada janji yang harus ku tepati. Maaf, tapi aku harus menyelesaikan semua masalah ini" gumamnya


Cukup lama Putri merenung lalu pergi ke kamarnya


***


Keesokan harinya


Cahaya matahari masuk melalui celah gorden dan mengganggu tidur seorang wanita cantik, dengan perlahan-lahan ia membuka matanya. Dengan mengumpulkan semua nyawanya ia meraih jam yang berada diatas nakas, seketika matanya langsung melebar kala melihat sekarang sudah jam 06.30


Dengan tergesa-gesa ia langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Dengan gerakan cepat kini ia sudah selesai dengan ritual mandinya dan berganti pakaian. Wanita cantik itu adalah Elena


Dengan segera ia keluar kamar dan hendak menuju lantai dua untuk membangunkan anak-anaknya, namun sebuah suara yang sudah ia kenal terdengar


"Mamah" teriak Nayra yang sekarang sudah berada di meja makan dengan kakak-kakaknya dan Jasmine


Elena pun langsung menghampiri mereka dan mengucapkan selamat pagi


Elena pun duduk di sebelah Nayra dan mengecup puncak kepala putrinya


"Mamah kok telat bangun?" Tanya Nathan penasaran


"Maafkan mamah sayang, mungkin karena terlalu lelah" jawab Elena dengan senyum yang lembut


"Iya mah tidak apa-apa" jawab Nathan dengan senyumnya


Mereka pun mulai sarapan

__ADS_1


Setelah sarapan Elena mulai memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil


***


"Aku pasti sangat merindukanmu El" Jasmine dengan wajah sendunya yang seperti tidak mau jika ditinggal Elena, ia juga ingin ikut Elena ke negara Rusia tetapi di sini ia masih mempunyai tanggung jawab mengurus butiknya


Melihat wajah sedih Jasmine Elena pun memberi pelukan hangat "Kau bisa kesana saat semua urusanmu selesai ok"


Jasmine pun mengganguk dan melepaskan pelukan. Kini mata Jasmine melihat tiga kembar dan mulai bersimpuh di depan mereka untuk menyamakan tinggi badannya dengan si kembar


"Tante pasti merindukan kalian, tante janji akan segera menyelesaikan urusan disini dan menyusul kalian ke negara Rusia" Jasmine pun mencium pipi gembul mereka satu persatu


"Baik tante" jawab mereka serempak


Kini Elena dan triple twins memasuki area bandara dan menunggu jadwal penerbangan mereka. Elena pun menyuruh si kembar untuk selalu bergandengan tangan agar tidak terpisah


"Sayang kalian jangan sampai melepas gandengan dan terpisah ok" ucap Elena dengan lembut


"Baik mah" jawab serempak


Kenapa Elena hanya membawa 1 koper? Karena koper yang lainnya dibawa oleh pengawal bayangan suruhan kakeknya dan mereka sudah terbang duluan ke negara Rusia membawa barang-barang si kembar dan Elena


Saat berjalan menuju pesawat Elena tanpa sadar sudah menabrak seorang pria karena ia yang sedang fokus melihat si kembar karena takut mereka terpisah


"Maafkan saya tuan" ucap Elena dengan menundukkan kepalanya. Saat mengangkat kepalanya dan melihat wajah si pria ia langsung terkejut tubuhnya langsung kaku tatkala melihat laki-laki tersebut


Mata violet nya menatap iris mata laki-laki yang berwarna biru laut. Terjadi kontak mata sebentar, hingga Elena langsung memutuskan kontak mata tersebut


Suara pengumuman terdengar, Elena pun langsung menggandeng tangan si kembar dan menyeret kopernya meninggalkan laki-laki tersebut. Si kembar pun mengikuti Elena meskipun ada beberapa pertanyaan yang muncul di kepala mereka, namun mereka simpan ketika melihat wajah sang mamah yang terlihat emosi setelah bertemu lelaki tadi


***


Vegas hanya terdiam dan tercengang kala melihat wanita yang menabraknya, lidahnya terasa kelu saat akan berbicara. Sedangkan wanita yang menabrak Vegas seketika terkejut melihat wajah Vegas

__ADS_1


Dengan gerakan yang cepat wanita tersebut langsung meninggalkan Vegas, wanita tersebut adalah Elena


Vegas yang menyadari Elena akan pergi dengan segera akan menghentikan langkah Elena, saat kurang sedikit Vegas memegang pergelangan tangan Elena tiba-tiba saja terjadi keramaian yang membuat Vegas kehilangan jejak Elena


Hal tersebut Elena manfaatkan untuk cepat pergi dari Vegas, dan dengan lincahnya Elena langsung masuk ke dalam keramaian sehingga Vegas tidak dapat menemukannya


"Ah sial, aku kehilangan jejak nya" Vegas mengumpat dalam hati, ia tak menyangka akan kehilangan kesempatan untuk membawa Elena pulang


"Tuan ada apa?" tanya sang asisten yang baru sampai. William bingung dengan ekspresi Vegas yang tampak kesal, dia berpikir siapa manusia yang berani menyinggung tuannya yang terkenal kejam dan dingin ini


Vegas yang melihat William pun segera memasang wajah dinginnya "Will segera kau blokir bandara dan semua penerbangan!" perintah Vegas dengan tegas


Hal itu membuat Will mengerutkan dahinya dan bingung dengan perintah sang tuan, namun ia tidak bertanya karena takut menjadi korban kekesalan sang tuan.


"Baik tuan" Will langsung pergi dan menelepon pihak bandara untuk memblokir bandara beserta penerbangannya


Sementara Elena saat ini sudah berada dalam pesawat dan bernafas lega karena terhindar dari Vegas, dan untuk keramaian tadi itu bukanlah murni keramaian melainkan keramaian yang dibuat oleh penjaga bayangan milik kakek Elena. Elena sangat bersyukur karena penjaga bayangannya dengan cepat tanggap membuat keramaian sehingga ia bisa melarikan diri dari Vegas


Namun kelegaan dalam diri Elena tidak bertahan lama tatkala mendengar pemberitahuan


"Selamat pagi, mohon maaf karena adanya pemeriksaan rutin mohon para penumpang dan pengunjung bandara untuk tetap di tempat masing-masing, terimakasih"


Elena yang mendengar hal itu seketika panik, ia tahu jika pemblokiran bandara dan penerbangan adalah ulah Vegas dan bukan murni adanya pemeriksaan rutin. Elena segera mengambil handphone nya dan menghubungi sang kakek, setelah beberapa saat tersambung lah panggilan telepon tersebut


Entah apa yang dibicarakan oleh Elena dan sang kakek namun setelah sambungan telepon tersebut putus, Elena langsung menggandeng tangan triple twins dan keluar dari pesawat


Elena meminta bantuan pada Jordan, awalnya Jordan kaget dengan permintaan Elena. Namun setelah mendengar semuanya Jordan pun memenuhinya. Tak butuh waktu lama Jordan langsung meminta asisten pribadinya untuk menyiapkan pesawat pribadi untuk perjalanan Elena


Sang asisten langsung menyanggupi dan segera melaksanakan tugas dari tuannya


Bersambung~


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian tentang novel ini😉

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See You😘


__ADS_2