
"Rei, Nakamura Rei. Dia CEO paling berpengaruh di Asia. Hanya itu yang ku tau karena perusahaannya akan bekerjasama dengan perusahaan ku"
Ting
Elvaro memeriksa pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya. Tangannya menggenggam erat ponselnya membaca apa isi pesan itu
"Ada apa kak? Pesan dari siapa" tanya Alexa
"Pengadilan" ucap Elvaro memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan emosi
"Lakukan apa yang kau bisa Varo, dan berusahalah agar kalian tidak bercerai" pesan Reynard
"Ya dad, aku tidak akan melepaskan Elena" tekad Elvaro
***
Pagi ini Rei sarapan bersama sang kakak dan juga triple twins
"Aku datang kak" teriak seorang pemuda
Rei dan Elena langsung menoleh, senyum lebar Elena terbit dibibirnya sementara Rei hanya memasang wajah datarnya
"Al" sambut Elena langsung memeluk sang adik
"Aku kangen kakak" ucap Al semakin mengeratkan pelukannya
Elena melepaskan pelukan diantara mereka lalu menatap sang adik "Bukankah kamu sedang ujian akhir sekolah, kenapa kesini?" tanyanya dengan tatapan penuh selidik
"Tentu saja aku sudah menyelesaikan nya kak"
Elena menghela nafas lalu mencubit hidung Al "Kau ini, kenapa terburu-buru hah. Umurmu masih 17 tahun tapi sudah lulus"
Al menyebikan bibirnya "Tapi kan, kak Putri juga seperti itu. Bahkan sudah menyelesaikan S3 nya diusia 22 tahun"
Rei yang dibicarakan hanya diam tidak menyahuti, malah asik dengan makanannya
Elena hanya bisa menepuk dahinya, apakah ini gen keluarga mereka untuk menyelesaikan pendidikan lebih cepat "Lalu sekarang rencanamu akan kuliah dimana?"
"Entahlah kak, aku belum memikirkannya" Al pun duduk di meja makan mulai ikut sarapan
Elena pun beralih pada seorang gadis yang ikut bersama dengan Al "Bagaimana kabarmu Sei?"
Gadis yang dipanggil Sei tersenyum lalu mendekat pada Elena "Aku baik kak, bagaimana dengan kakak?"
Elena tersenyum "Baik juga, ayo bergabung sarapan bersama kami"
***
Al dan Sei terkejut setelah mendengarkan cerita dari Elena yang akan berpisah
"Apa kakak yakin dengan keputusan ini?" tanya Sei
"Aku yakin, mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kami" ujar Elena
"Kalian antarkan twins ke sekolah dan menemani mereka bermain sampai kami pulang dari pengadilan. Setelah semua selesai, kita akan kembali ke Jepang" ujar Rei
"Mamah, kami sudah siap" teriak Nayra menghampiri sang mamah yang berada di ruang tamu
"Wah putri mamah sudah cantik"
__ADS_1
Nayra tersenyum manis "Iya dong, ayo mah antar kami ke sekolah" pintanya menarik tangan Elena
"Maafkan mamah sayang, hari ini diantarkan uncle Ryuu dan aunty Sei ya"
"Mamah sibuk ya hari ini?" tanya Nathan
Elena mengangguk "Maafkan mamah ya, tidak apa-apa kan diantarkan mereka?" ucapnya menunjuk Al dan Sei
Twins mengangguk "Tidak apa-apa mah" ujar Narendra
Akhirnya triple twins pergi diantarkan Al dan Sei
"Sebaiknya kakak bersiap-siap" ujar Rei
Setelah kepergian Elena, Rei pergi ke taman samping menemui asisten dan sekretaris pribadinya "Yon kau ikut denganku sementara San beri penjagaan ketat untuk keponakan ku" titahnya pada dua orang pria yang berada didepannya
"Siap Master" ujar keduanya
Kini Elena dan Rei sudah siap. Kali ini Rei tidak memakai pakaian formalnya dan hanya berpakaian santai
"Master, mobil sudah siap" lapor Yon
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya keduanya sampai di depan pengadilan
Rei langsung menggenggam tangan sang kakak yang terasa dingin "Tenanglah kak, aku ada disini" ujarnya menuntun Elena memasuki ruangan
Suasana hening ketika mereka berdua memasuki ruangan. Elena langsung menduduki kursi yang sudah disediakan sementara Rei duduk di kursi yang lain
Elvaro yang melihat Elena datang bersama Rei kembali kesal. Bisa dikatakan dirinya cemburu, karena itulah ia bertekad tidak akan melepaskan Elena
Kali ini dirinya di temani oleh kedua orang tuanya dan Alexa
Suasana semakin memanas karena perdebatan keduanya
Sementara Rei hanya menjadi pengamat saja, senyum tipis terbit di bibirnya melihat Elvaro yang kekeh tidak ingin diceraikan
"Sidang akan ditunda 2 minggu" putus hakim mengetuk palu didepannya
Rei langsung menghampiri sang kakak menawarkan air mineral "Minumlah dulu kak" ujarnya menyerahkan air mineral
Elena menerimanya dan meminumnya setengah lalu bernafas lega. Sungguh energi yang ia keluarkan untuk sidang kali ini cukup banyak
Mereka berdua pun pergi meninggalkan pengadilan. Sementara disisi Elvaro, ia terus menatap kepergian Elena dengan sendu
Sebelum benar-benar keluar dari ruangan, Rei tersenyum mengejek ke arah Elvaro
Yang membuat Elvaro langsung merasa kesal. Ia bertekad akan mendapatkan Elena lagi dan tidak ada kata pisah diantara mereka
Sebuah tepukan dibahunya menyadarkan dirinya dari lamunan "Perjuangkan Varo, dan luruskan segala kesalahpahaman ini" ujar Reynard menyemangati sang putra
"Baik dad"
***
"Kau akan ke Jepang sore ini kak, untuk pekerjaan mu aku sudah meminta Yon mengajukan pengunduran dirimu. Sekarang aku ingin kakak mulai mengurus perusahaan ayah" ujar Rei yang masih fokus mengemudikan mobilnya
"Kau akan kemana Putri? Bukankah seharusnya kamu yang mengurusnya"
Rei menoleh sebentar lalu kembali fokus "Aku harus pergi untuk menyelesaikan masalahku kak"
__ADS_1
Elena mengangguk mengerti, dihatinya ia merasa sedih dengan kehidupan dan masalah yang didapatkan sang adik sebelum bertemu kembali dengannya
Meskipun tidak bisa membantu, setidaknya ia bisa mengurangi sedikit beban di pundaknya
Sore harinya Elena, triple twins, Al dan Sei pergi ke Jepang
"Uncle kenapa tidak ikut?" tanya Nayra dengan wajah cemberut nya
Rei tersenyum dan mensejajarkan tinggi dengan sang keponakan lalu mengelus rambut Nayra "Maafkan uncle ya, tapi uncle punya urusan yang harus diselesaikan. Nanti setelah selesai uncle janji akan ke Jepang"
Nayra hanya mengangguk lalu kembali pada sang mamah
"Cepatlah kembali ke Jepang jika urusanmu sudah selesai Rei" pinta Elena
"Baiklah kak"
Akhirnya mereka masuk ke pesawat pribadi yang sudah disediakan Rei
Setelah memastikan pesawat Elena lepas landas, Rei langsung pergi dari sana
"Kau sudah membuatkan janji?" tanya Rei pada sang asisten Yon
"Sudah master, mereka sudah berada di tempat yang dijanjikan"
Tidak membutuhkan waktu lama, Rei dan Yon sampai di sebuah restoran. Mereka langsung memasuki ruangan privasi yang sudah dipesan
"Kau tunggulah di depan" titahnya
"Baik master"
Rei pun memasuki ruangan itu, dan ada pasangan paruh baya yang sudah duduk disana
"Selamat sore tuan Reynard, nyonya Caroline" sapanya lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan mereka
"Sore" sahut keduanya
"Ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan kami?" tanya Reynard to the point
Rei tersenyum miring menatap pria paruh baya di depannya "Memang anda orang yang langsung pada intinya. Baiklah sebelum itu, saya akan memperkenalkan diri agar kalian tidak bingung dengan identitas saya"
"Saya tau anda sudah mencari informasi tentang saya tapi tidak ketemu kan" tebak Rei yang tepat sasaran
"Tidak perlu kaget seperti itu" lanjutnya terkekeh pelan melihat keterkejutan pasangan didepannya
"Siapa kau?" tanya Caroline
Rei tersenyum tipis lalu menatap Caroline "Bukankah hal ini bisa membuktikan identitas saya" tunjuk nya pada mata kanannya yang berwarna violet
Reynard dan Caroline terkejut melihatnya "Ka-kau" gagap Caroline
Bersambung~
Hello reader, balik lagi sama author ๐ค
Mau ingetin nih novel kedua author berjudul Nayra Putri (Mencari Jati Diri) masih ada hubungannya dengan salah satu karakter disini. Hayo tebak karakter siapa nih?
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐ dan vote novel ini agar author semakin bersemangat update
Happy Reading (โงโฝโฆ)
__ADS_1
See you ๐