
Seorang pria paruh baya terus melihat ruangan yang selama ini ia tempati dengan tatapan sendu. Sudah bertahun-tahun dirinya membangun perusahaan ini tapi pada akhirnya perusahaan jatuh juga
Ia hanya bisa pasrah karena memang ini adalah takdir nya. Lalu ia mengambil foto yang selalu ia pajang di meja kerjanya
Menatap seorang gadis yang ada di foto tersebut, senyum nya terbit "Nayra, putri papi. Seandainya kamu disini nak, papi ingin memelukmu. Kamu tau, Keysa selalu rindu padamu bahkan sampai dia mogok makan. Syukurlah ada Alvan yang membantunya bangun dari keterpurukan, bahkan sekarang Alvan juga sedang membantu papi untuk memperbaiki perusahaan. Dia calon menantu yang baik, dan juga menghargai kami meskipun sekarang kami sudah tidak memiliki apa-apa. Lalu mami, kesehatan nya sempat menurun tapi sekarang sudah sehat kembali. Papi rindu sama kamu Nay, kamu yang tenang ya disana. Setelah ini papi akan menjenguk mu bersama dengan mami dan Keysa"
Ia mencium foto keluarga nya dengan sayang lalu mulai membereskan barang-barangnya
Brakk
"Astaga, kenapa kau tidak membuka pintu dengan pelan saja" sentak pria paruh baya itu pada asistennya yang selama ini menemaninya mengurus perusahaan
"Maafkan saya tuan, tapi saya memiliki kabar baik"
"Apa maksud mu?"
Sang asisten mendekat "Saya baru saja mendapatkan telepon dari CEO PT. Nefarma"
"Bukankah itu perusahaan farmasi, tapi ada apa mereka menelepon kemari"
"Itulah yang menjadi kabar baiknya tuan, anda tau kan jika perusahaan itu di bawah naungan perusahaan besar bernama AE Corporation. Dan CEO perusahaan PT. Nefarma mengatakan jika bos nya ingin menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaannya kita. Nanti siang mereka akan kemari"
"Ba bagaimana mungkin" sungguh ia tidak menyangka di saat dirinya jatuh, ada yang akan membantunya. Bahkan perusahaan besar yang akan menjalin kerjasama
Sementara di sebuah ruangan yang seperti ruangan kerja, terlihat seorang pria terus menatap layar komputernya
"Maafin Nay papi, semua ini Nay lakukan karena terpaksa. Nay mohon untuk menerima bantuan yang putri papi ini berikan" gumam Rei dengan tatapan sendu
Tok tok tok
Buru-buru Rei menghapus air matanya yang keluar "Masuk"
Pintu terbuka, dan memperlihatkan Elena yang menghampiri meja Rei "Ada apa kamu memanggilnya kakak?" tanya Elena sembari duduk di kursi depan meja
__ADS_1
"Kak, maaf aku belum bisa membawa kakak ke ayah dan mamah. Aku ingin meminta tolong kakak"
Wajah khawatir langsung terlihat di wajah Elena, menatap sang adik dengan dalam "Ada apa? Kamu ada masalah?"
Rei tidak menjawab dan memberikan map "Aku ingin kakak pergi menemui pemilik perusahaan ini dan mengajukan kerja sama. Kakan akan di dampingi kak Arta dan juga Yon"
Elena membuka map itu dan membaca dokumen yang ada "Perusahaan ini sudah diambang kebangkrutan, tapi kenapa kamu mengajukan kerja sama?"
"Bisakah kakak membantuku?" kilah Rei
"Putri, jujur pada kakak. Apa perusahaan, bukan pemilik perusahaan ini ada hubungan denganmu hingga kamu ingin membantu nya?"
Rei menghela nafas pelan dan menatap sang kakak "Kakak ingat, aku pernah bilang jika sebelum bertemu denganmu aku tinggal di panti asuhan lalu diangkat oleh keluarga sahabat ku"
Bola mata Elena membesar dan menatap sang adik dengan wajah terkejut "Jadi pemilik perusahaan ini yang menjadi keluarga angkat mu"
Rei mengangguk "Jadi aku mohon kakak membantuku"
"Kak, aku mempunyai alasan untuk hal ini. Maaf aku tidak bisa mengatakan nya, mungkin nanti kakak bisa mengetahui nya setelah bertemu dengan keluarga angkat ku"
Elena hanya bisa menghela nafas "Baiklah kakak akan membantumu"
"Terimakasih kak, nanti siang kakak akan bertemu dengan pemilik perusahaan itu"
Elena mengangguk dan pergi dari sana, tapi saat membuka pintu ia berhenti dan menatap Rei "Kakak harap kamu bisa terbuka dengan kakak, Putri" lalu ia keluar dari ruangan
"Maafkan aku kak, tapi ini semua kulakukan untuk melindungi mu dan yang lain" gumam Rei
***
"Kamu kenapa honey?" Elvaro bingung melihat wajah sang istri yang khawatir dan langsung menghampirinya Elena
Elena menghela nafas dan menatap sang suami "Apa yang harus kulakukan Varo" air matanya mulai keluar
__ADS_1
Dengan sigap Elvaro langsung memeluk tubuh sang istri dan mengelus punggung nya "Ada apa hmm?"
"Aku seperti kakak yang tidak berguna Varo" tangisnya yang merasa sesak di dadanya
Elvaro melepaskan pelukannya dan menatap kedua manik mata Elena "Hei hei, kamu itu kakak yang baik. Jangan seperti itu hmm"
"Tapi kenapa aku tidak bisa membantu meringankan beban Putri. Seolah semua tanggung jawab ada di pundaknya. Aku tau dia menyembunyikan sesuatu, tapi kenapa dia tidak bercerita. Aku seperti kakak yang tidak berguna karena tidak bisa meringankan beban Putri" selama ini ia terus merasa ada yang disembunyikan Putri darinya, tapi ia tetap diam sampai Putri sendiri bercerita
Tapi seiring berjalannya waktu, ia bisa merasakan tanggung jawab sang adik semakin besar. Namun tidak pernah bercerita dan saling membantu untuk meringankan tanggung jawab yang dipikul
Dan karena itulah dirinya merasa gagal sebagai kakak yang tidak bisa membantu sang adik
Elvaro kembali memeluk sang istri. Sungguh ia tidak bisa jika melihat air mata keluar dari mata sang istri. Ingin sekali meringankan pikiran sang istri dengan mencari tau tentang adik iparnya. Tapi sama sekali tidak ada celah
"Kamu adalah kakak yang baik honey, mungkin Putri membutuhkan waktu untuk cerita ke kamu"
Tangisan Elena mulai mereda dan menatap sang suami "Mungkin aku bisa mencari tau dari keluarga angkat nya"
Kening Elvaro mengenyit tidak mengerti "Apa maksud mu honey?"
"Putri meminta ku untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan keluarga angkat nya yang di ambang kebangkrutan. Tapi saat kutanya kenapa tidak dirinya yang mengajukan kerjasama dan bertemu dengan mereka. Putri bilang jika ia tidak bisa memberikan alasannya dan aku akan tau nantinya setelah bertemu dengan keluarga angkat nya. Oleh karena itu aku akan pergi dan mencari tau"
"Aku akan ikut dan membantumu honey"
"Lalu bagaimana dengan anak-anak"
Elvaro tampak berfikir sejenak "Anak-anak akan ikut, kamu tenang saja aku yang akan menjaga mereka"
"Baiklah, aku akan bersiap-siap" lalu ia pergi memasukkan kamar mandi
Sementara Elvaro pergi untuk memberi tahukan hal ini pada triple twins
Bersambung~
__ADS_1