
Hari yang ditunggu akhirnya tiba, hari ini Elena izin ke kantor karena ada acara. Setelah itu pergi ke masion untuk bersiap-siap
Cukup lama ia bersiap-siap, menggunakan drees selutut berwarna peach yang ia beli beberapa hari yang lalu. Lalu menggulung rambut nya menyisakan beberapa helai rambut dengan sedikit hiasan. Lalu memakai make up tipis, sehingga kecantikan natural nya terlihat. Dirinya memang bersiap-siap sendiri, karena lebih memuaskan. Lalu memakai high heels setinggi 5 cm berwarna putih dengan ada tali yang melingkar di kakinya
Elena tersenyum puas melihat penampilan nya di cermin, terkesan dewasa dan elegan tapi juga manis secara bersamaan
Tidak membuang waktu, Elena langsung pergi ke kampusnya. Sesampainya disana, ia langsung pergi ke ruangan yang digunakan mahasiswa yang akan wisuda. Ia membuka lokernya dan langsung memakai toga, setelah itu bergabung dengan yang lain
Sementara di perusahaan, Elvaro sedang berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk
"Tuan sebentar lagi anda ada jadwal untuk mengikuti acara wisuda yang ada di universitas Lomonosov" lapor Will
"Apakah bisa dibatalkan Will? Masih banyak pekerjaan yang belum selesai" ucap Elvaro tanpa menoleh
"Maaf tuan, karena ini undangan langsung dari kepala universitas nya"
Elvaro menghela nafas lalu menutup laptopnya "Siapkan mobil"
William pun langsung pergi menyiapkan mobil. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Elvaro bersama William telah sampai di kampus Lomonosov
"Kak" Elvaro langsung menoleh dan melihat Alexa berlari ke arahnya
"Apa yang kakak lakukan disini?"
"Menghadiri acara, kau sendiri?"
"Aku menjadi panitia disini, ayo kuantarkan ke tempat acaranya"
Elvaro pun pergi mengikuti Alexa ke tempat acara begitupun William. Sesampainya di depan pintu, ia langsung disambut oleh petinggi universitas lalu dibawa ke tempat yang sudah disediakan
Rangkaian acara sudah dilaksanakan, dan saat ini saatnya pembacaan nama-nama para wisudawan. Elvaro sendiri hanya menatap datar ke arah panggung, sungguh dirinya merasa bosan. Berbeda-beda dengan Alexa yang duduk di tempat para panitia, merasa tidak sabar mengetahui identitas asli mahasiswa misterius
[Wisudawan berikutnya, mahasiswa yang sudah menorehkan banyak prestasi untuk universitas. Dari jurusan Arsitektur dengan gelar Summa Cum Laude Elena El Bacas]
Elena naik ke atas panggung dengan senyum manis di bibirnya. Semua orang terpana melihat kecantikan Elena yang sangat natural
Bahkan Elvaro terkejut mendengar nama sang istri disebutkan. Sungguh dirinya tidak tau akan hal ini
Sementara Alexa memekik kegirangan melihat kakak iparnya lah yang ternyata mahasiswa misterius itu. Sungguh ia tidak menduga hal ini. Ia langsung mengambilkan bucket bunga yang dibelinya tadi, memang sengaja karena dirinya merupakan fans dari mahasiswa misterius itu
"Will, belikan bunga" titah Elvaro tersenyum tipis melihat sang istri berpidato di atas panggung
"Baik tuan" langsung saja William pergi membelikan bucket bunga
__ADS_1
Baru saja Elena turun dari panggung, ia sudah diserbu oleh juniornya yang bertugas menjadi panitia acara. Dengan senyum manisnya, Elena menerima bucket dari beberapa junior. Bahkan ada yang memberinya cokelat, sementara yang lain memberikan selamat
"Kami adalah pengagummu kak, selamat atas kelulusannya" ujar seorang laki-laki memberikan bucket bunga
Elena tersenyum, ia tidak menyangka jika dirinya diidolakan oleh juniornya. Padahal tidak ada yang tau identitas aslinya, mungkin karena identitas nya yang misterius itulah dirinya memiliki pengagum
"Terimakasih" ujarnya menerima bucket bunga itu
"Kak El" teriak Alexa berlari sembari membawa bucket bunga Lily "Selamat atas kelulusannya kak, aku sungguh tidak menyangka kakak ipar ku ini adalah mahasiswa misterius" lanjutnya memberikan bucket bunganya
Elena pun menerima nya "Terimakasih Lexa"
Semua yang berada disana terkejut mendengar jika Elena adalah kakak ipar Alexa. Jika benar begitu, Elena adalah istri dari Elvaro yang merupakan kakak Alexa
Belum sempat menanyakan kebenaran ini, perhatian mereka langsung teralihkan pada seorang pria yang membawa bucket bunga mawar
"Selamat atas kelulusannya istri ku" ucap Elvaro tersenyum tipis memberikan bucket bunga nya
Sudah terjawab lah sekarang jika memang benar Elena adalah istri dari Elvaro
"Terimakasih" sahut Elena menerima bucket bunganya. Kini di tangannya sudah penuh dengan bucket bunga
Wartawan yang memang meliput kegiatan wisuda disana langsung menghampiri Elvaro dan Elena menanyakan tentang hubungan mereka
Elvaro menjelaskan jika mereka sudah menikah. Sebenarnya ini adalah rencana nya nanti tapi sepertinya momen ini pas untuk memberi tahukan kepada dunia jika Elena adalah istrinya. Dan tidak boleh ada laki-laki yang mendekatinya karena Elena hanya milik nya seorang
Setelah kepergian wartawan, Elena berpamitan untuk berfoto bersama dengan satu angkatan yang lulus hari ini
"Panggil kan fotografer terbaik" titah Elvaro. Ia ingin mengabadikan hari ini
Akhirnya setelah sesi foto bersama, Elena langsung diajak Elvaro untuk berfoto berdua. Dan dengan senang hati, Elena menyetujuinya
Banyak pose yang diambil, lalu Alexa datang dan juga ingin berfoto bersama
Berita tentang istri seorang Elvaro De Vegas langsung tersebar dengan cepat
Sementara di sebuah apartemen, seorang wanita menggeram marah menatap layar tv yang memberitakan tentang istri dari Elvaro De Vegas
"Sial, aku harus mendapatkan nya" gumam wanita itu tersenyum licik
***
Elena terkejut karena Elvaro memeluknya dari belakang. Namun rasa senang muncul di hatinya
__ADS_1
"Kau sengaja menyembunyikan semua ini hmm" ucap Elvaro mencium tengkuk Elena
"Bukankah ini yang dinamakan kejutan" sahut Elena langsung memutar tubuhnya hingga kini berhadapan dengan Elvaro dengan jarak yang sangat dekat
"Kau memang penuh kejutan" Elvaro langsung mencium bibir Elena
Angin malam menambah suasana romantis pasangan pengantin baru. Elvaro langsung menggendong Elena ala bridal style tanpa melepas ciuman mereka dan membawanya ke atas ranjang
"El, bolehkah aku" pintanya dengan tatapan sayu menahan sesuatu yang bergejolak
Elena tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Elvaro "Aku akan menyerahkannya padamu, karena kamu suamiku" ujarnya dengan pipi yang memerah
Ia memang bertekad akan memberikan kesuciannya pada orang yang dicintainya dan merupakan suaminya
"Kau sudah pernah melakukannya dengan wanita lain?" ketus Elena merasa sakit karena alibinya sendiri
"Kau yang pertama dan satu-satunya. Aku tidak pernah melakukannya dengan wanita lain, tapi memang kuakui aku pernah menjalin hubungan dengan wanita lain.Namun tidak sampai di tahap ini, percayalah" Elvaro mulai frustasi karena Elena tidak membiarkan nya memulainya
Elena mengangguk, ia mengerti karena setiap orang memiliki masa lalu masing-masing "Baiklah, kupikir kau sudah pernah melakukannya"
"Tap-" jari telunjuk Elvaro langsung menyentuh bibir sang istri
"Aku tidak akan mengkhianati mu El" lanjutnya langsung mengukung tubuh kecil Elena di bawahnya
Detik berikutnya, Elena sudah tidak bersuara sementara Elvaro melakukan tugasnya
Meskipun dia tidak pernah melakukannya, tapi tubuhnya secara naluri melakukan tugas dengan baik
Setelah puas mengecup bibir Elena, Elvaro mencium leher jenjang Elena hingga meninggalkan bekas
Lalu semuanya berjalan lancar tanpa gangguan. Elvaro melakukan tugasnya sedangkan Elena menikmati permainan sang suami yang begitu memabukkan
Akhirnya keduanya mendapatkan apa yang mereka inginkan. Elvaro puas dengan malam panjangnya. Namun tidak berencana berhenti
Melihat Elvaro kembali berada diatasnya, Elena menatap suaminya terkejut "Lagi?"
"Hmm, aku tidak berencana membiarkan mu tidur malam ini" ucapnya tersenyum licik pada Elena
Dan akhirnya Elena hanya bisa pasrah, ia harus melayani suaminya dengan baik
Bersambung~
Gimana nih chapter kali ini? Komen ya๐
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐