
"Mamah" teriak Nayra ketika mendapati sang mamah sudah datang menjemput
Elena pun langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang putri
"Bagaimana sekolahnya sayang?" tanya Elena
"Baik mah, hari ini guru memuji ku karena gambar yang ku buat" jawab Nayra dengan mata berbinar
"Ohh ya, hebat sekali anak mamah ini" Elena dengan gemas mencium kedua pipi gembul sang putri
"Mamah" kini Narendra dan Nathan sudah berdiri di samping Nayra, Elena dengan gemas mengacak-acak rambut Narendra dan Nathan
"Kalau begitu karena waktu masih panjang sebelum malam bagaimana kalau kita ke mall?" Ucap Elena dengan senyum lembutnya
Triple twins pun spontan bersemangat, mereka berempat pun langsung memasuki mobil untuk ke mall
~Sore hari di kantor CEO DV Corporation~
Tok tok tok
"Masuk"
Will masuk kedalam ruangan dengan membawa beberapa berkas di tangannya dan menghampiri meja CEO
"Ini dokumen yang anda minta tuan" ucap Will dengan menyodorkan beberapa berkas
Elvaro pun mengambil berkas tersebut dan membukanya
"Elena Thomson, wanita berumur 27 tahun, wanita janda dengan 3 anak kembar. Suaminya meninggal karena kecelakaan ketika ia mengandung anak mereka. Bekerja di salah satu perusahaan di negara Inggris dan kemari untuk menjadi perwakilan perusahaan tersebut. Tidak ada catatan lain selain itu tuan, karena seperti ada yang sengaja menutup tutupi informasi tentang Elena Thomson" jelas Williams
Elvaro yang mendengar pun hanya tersenyum misterius
Sang asisten yang bingung dengan ekspresi sang tuan, tidak sanggup untuk tidak melontarkan pertanyaan kepada sang tuan "Ada masalah tuan? Kenapa anda meminta data tentang Elena Thomson?"
"Kau tau Will, dia adalah Elena El Bacas. Istriku yang kabur 7 tahun yang lalu hanya saja ia mengubah marga dan penampilannya tapi tidak akan bisa menutupi jati dirinya yang asli dihadapan ku"
Will yang mendengar pernyataan sang tuan pun terkesiap kaget, ia tidak menyangka bahwa wanita cupu tadi adalah sang nyonya yang kabur dari tuannya 7 tahun yang lalu
"Benarkah itu tuan?" tanya Will memastikan
"Kau tak percaya padaku" jawab Elvaro mengintimidasi
__ADS_1
"Ti-tidak maksud saya bukan begitu tuan"
"Sudahlah aku mau pulang" Elvaro berdiri dan meraih jasnya keluar dari ruangannya
"Tapi tuan banyak berkas-berkas yang belum anda tanda tangani"
"Kau kirim saja ke masion akan ku tanda tangani disana" ucap Elvaro dan berlalu pergi
"Baik tuan "
~Malam hari di masion Elena~
Triple twins sedang mengerjakan tugas dari sekolah mereka dan Elena yang mendampingi mereka. Melihat triple twins yang hampir menyelesaikan tugas, Elena langsung beranjak dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk membuatkan susu untuk mereka. Itulah rutinitas untuk triple twins sesudah bangun maupun akan tidur yaitu meminum susu
Elena kembali dari dapur dengan nampan yang diatasnya ada 3 gelas susu untuk triple twins
"Ayo sayang minum susunya dan tidur, namun sebelum itu kalian harus gosok gigi dan cuci kaki oke" ucap Elena dengan memberikan gelas susu kepada mereka
Triple twins pun langsung meminum habis susu tersebut dan beranjak akan menuju ke kamar mereka masing-masing
"Mamah mau gendong" ucap Nayra dengan nada manjanya
Setelah melakukan rutinitas sebelum tidur Narendra dan Nathan menuju kamar masing-masing sebelum itu seperti biasa Elena akan memberikan mereka kecupan di pipi gembul mereka
"Selamat malam sayang mimpi indah" ucap Elena
"Malam mah" ucap Narendra dan Nathan bersamaan
Sementara Nayra masih belum ingin tidur dan meminta Elena untuk menidurkannya
Setelah beberapa saat terdengar dengkuran halus dari sang putri pertanda Nayra sudah tertidur pulas
Elena dengan hati-hati menyelimuti Nayra dan mengecup kening putrinya "Selamat malam sayang mimpi indah"
Setelah itu Elena beranjak keluar dari kamar Nayra dan menuju kamarnya untuk tidur
"Huffff hari yang melelahkan" ucap Elena ketika ia sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur dan perlahan-lahan ia memejamkan matanya dan terbang kedunia mimpi
***
Di kamar lantai 2 terlihat sesosok anak kecil yang mengendap-endap memasuki kamar Nathan, ia adalah Narendra. Setelah membangunkan Nathan, Narendra melanjutkan untuk membangunkan Nayra
__ADS_1
Dan kini triple twins sudah berada di kamar Narendra, lebih tepatnya di depan komputer
"Kak, kenapa kakak bermain komputer malam-malam nanti mamah marah lo" tanya Nayra, ia sama sekali tidak tau alasan kenapa dibangunkan malam-malam oleh sang kakak
"Kakak tidak bermain komputer untuk game, tapi kakak akan mencari tau tentang informasi papah" jawab Narendra tanpa menoleh ke Nayra dan fokus pada layar komputernya
Nathan dan Nayra sontak membuka mata lebar-lebar kala mendengar ucapan sang kakak
"Apakah kakak sudah mencari tau nama papah?" Tanya Nayra
"Sudah"
"Apa?? Kenapa kakak tidak bilang pada kami sebelumnya" pekik Nathan dan Nayra
"Shttttttt, jangan keras-keras nanti mamah dengar" Narendra langsung menoleh pada Nathan dan Nayra
Nathan dan Nayra sontak menutup mulut mereka dengan tangan mungilnya
Narendra menghela nafas dan mulai bercerita "kakak sudah mencari tau nama papah dari beberapa hari yang lalu. Kalian masih ingat kan mamah selalu kaget dan melarikan diri dari laki-laki yang pernah berpapasan di bandara dan mall?"
Nathan dan Nayra terlihat sedang mengingat kejadian waktu itu, beberapa saat mereka pun menggangukan kepala
"Apakah kalian merasa kalau aku dan laki-laki itu mirip? Kakak merasa seperti melihat diri kakak versi dewasa" ujar Narendra
Nathan dan Nayra berfikir sejenak, lalu mereka menggangukan kepala
"Karena itulah kakak mencoba mencari tau tentang laki-laki itu lewat rekaman cctv yang kakak retas dari bandara dan mall, dan baru kemarin kakak menemukan informasi tentangnya, kakak merasa kalau laki-laki itu papah kita, tapi sebelum itu kita harus memastikan apakah memang benar dia papah kita" lanjutnya
Nathan dan Nayra pun terlihat bahagia. "Lalu siapa namanya kak?" tanya mereka bersamaan dengan mata berbinar
"Namanya adalah Elvaro De Vegas, CEO dari DV Corporation dan juga perusahaan dimana mamah sekarang bekerja. Tapi kakak belum bisa memastikan apakah ia benar papah kita oleh karena itu kakak malam ini akan meretas dan mengambil data pribadi miliknya termasuk foto-foto masa kecil"
"Lalu kenapa mamah tidak bersatu lagi dengan papah? Padahal mereka bekerja di satu perusahaan yang sama. Apakah papah tidak tau tentang mamah dan kita?" tanya Nayra beruntun
Bersambung~
Jangan lupa kalian tinggalkan like dan komen kalian, dan masukkan novel ini ke favorit kalian ๐
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐
__ADS_1