
"Bagaimana?"
Elvaro yang baru saja selesai berkutat dengan laptopnya langsung memberikan nya pada sang istri
Elena mulai membaca setiap kata yang ada di layar laptop dengan seksama "Kenapa ada yang janggal?" gumamnya
"Aku juga merasa begitu, berita ini memberitakan tentang penculikan dan terbakarnya rumah di daerah Bandung dengan korban 3 orang selamat dan 1 orang tiada dengan keadaan yang tidak bisa dikenali. Dan korban yang meninggal adalah putri kedua keluar Vandyke"
"Di tahun ini aku bertemu dengan Putri untuk pertama kalinya" tunjuk Elena pada tanggal yang tertera
"Jadi benar jika identitas adik ipar sebelumnya adalah putri kedua keluarga Vandyke"
"Aku juga merasa begitu, saat melihat foto tadi pagi. Mereka berdua memiliki wajah yang sama dan hanya warna mata yang berbeda"
"Tapi apa alasan adik ipar memalsukan kematiannya?"
Elena menghela nafas pelan "Dia selalu mengatakan jika semua ini demi keselamatan ku saat aku bertanya apa rahasia yang dia sembunyikan"
Elvaro memeluk sang istri "Biarlah waktu yang menjawab semuanya honey, mungkin saat ini adik ipar belum bisa menceritakan nya tapi seiring berjalannya waktu pasti rahasia yang dia sembunyikan akan terkuak"
'Aku harus meminta bantuan pada mereka' batin Elvaro yang bertekad untuk mengungkap semuanya
***
"Lapor tuan, organisasi kita yang berada di Indonesia telah tertangkap" lapor seorang pria paruh baya pada sang atasan yang duduk di kursi kebesarannya
Gigi pria paruh baya yang merupakan atasan bergemelatuk tanda ia marah dan kedua tangannya menggenggam erat
Brakk
"Bagaimana bisa mereka tertangkap hah?" teriaknya menatap nyalang sang asisten
"Saya mendapatkan laporan jika mereka ditangkap oleh anggota militer"
"Seharusnya jika memang hanya anggota militer mereka tidak mampu menangkap. Pasti ada seseorang di belakang mereka yang mambantu"
"Saya akan menyelidiki hal ini tuan"
Sang atasan mengibaskan tangannya tanda mengusir sang asisten
Setelah kepergian sang asisten, pria itu kembali duduk di kursi kebesarannya memijat kepalanya yang terasa sangat berdenyut
Akhir akhir ini rencananya tidak berjalan sesuai rencana. Ada sebuah organisasi yang selalu menggagalkan rencananya
Ditambah ia juga harus hati-hati agar kegiatan ilegalnya tidak diketahui oleh pemerintah
***
[Saya akan menghubungi anda secepatnya Sir]
Elvaro mengangguk dengan wajah datar dan dinginnya menatap layar laptop yang tersambung dengan seseorang "Apa ada perkembangan?"
[Sama sekali tidak ada Sir, 'mereka' sangatlah licin untuk ditangkap. Tapi kami memiliki berita jika ada sebuah organisasi yang membantu pemerintah negara. Tidak satu negara saja tapi beberapa negara lain yang menurut laporan merupakan sasaran 'mereka']
Kening Elvaro mengenyit tapi ia kembali menunjukkan ekspresi dinginnya "Apa maksud mu organisasi itu sengaja untuk menghalangi 'mereka'?"
[Untuk sementara hanya itu dugaan kita. Dan kami meminta tolong pada anda untuk menyelidiki organisasi itu]
"Apa kau mengetahui lokasi mereka atau nama organisasi mereka?"
[Saya baru mendapatkan laporan jika organisasi itu baru saja membantu militer negara Indonesia menangkap kelompok pemberontak. Dan ternyata kelompok itu masih dalam naungan 'mereka' tapi sampai saat ini belum ada informasi apapun dari pelaku yang ditangkap. Pemimpin organisasi itu saat ini berada di Indonesia karena dia turun tangan langsung dalam misi kali ini. Nama organisasi itu adalah Angel Night]
"Angel Night" gumam Elvaro "Aku akan menyelidiki hal ini dengan Sir Will"
__ADS_1
[Baik Sir]
Setelah itu sambungan telepon terputus
Elvaro langsung menghubungi William untuk mencari informasi tentang organisasi Angel Night
"Lakukan dengan baik jangan sampai ketahuan" pesan Elvaro
[Baik tuan]
Elvaro memandang langit malam yang terlihat indah dengan banyaknya bintang yang bertebaran. Sungguh ia tidak menyangka jika dirinya akan meminta bantuan pada mereka setelah sekian lama sudah tidak terlalu aktif
Tapi mereka masih menganggap nya sebagai anggota. Tidak ada yang tau hal ini kecuali dirinya sendiri dan kedua sahabatnya
***
"Bagaimana?"
"Ada organisasi yang membantu mereka tuan, dan pemimpin mereka lah yang turun tangan langsung" lapor sang asisten memberikan tablet pada atasannya
"Ini adalah foto pemimpin mereka yang berhasil diambil oleh dia, tapi foto itu tidak memperlihatkan dengan jelas"
Bola mata sang atasan membola sesaat melihat foto itu. Memang wajahnya tidak terlihat semua tapi warna mata itu sama dengan
Tunggu itu tidak mungkin, ia sudah yakin jika gadis itu sudah tiada
"Tangkap gadis ini, dengan itu organisasi itu tidak memiliki pemimpin dan sekalian gadis ini gunakan sebagai bahan eksperimen" titahnya
"Baik tuan"
***
Senyum sinis terbit di bibir seorang gadis yang saat ini berhadapan dengan komputer "Mau menangkap ku hmm?"
"Saatnya bermain" lanjutnya tersenyum senang
Ia meregangkan otot-otot tangannya lalu kembali berkutat dengan komputer mengirimkan pesan pada seseorang
"San, ke ruanganku" titahnya melalui telepon dan langsung memutusnya
Tidak lama kemudian, San memasuki ruangan "Ada yang bisa saya bantu master"
"Siapkan pesawat, kita pergi Surabaya"
"Baik" setelah itu San keluar dari ruangan
Putri pun juga keluar dari ruangan tapi sebelum itu ia memakai penyamaran nya sebagai Rei
Baru saja melangkah kan kakinya keluar dari ruangan, ia berpapasan dengan asisten William
"Anda mau kemana asisten Will?"
"Saya ingin jalan-jalan ke daerah kota tuan"
Rei mengangguk lalu pergi meninggalkan William
William langsung bisa bernafas lega, sungguh jantungnya berdetak dengan kencang karena terintimidasi dengan tatapan Rei
Sungguh tatapan Rei sama dengan tatapan tajam Elvaro, mereka sama-sama seperti kulkas
Tidak ingin membuang waktu, William segera keluar menggunakan mobil yang ada di garasi. Entah milik siapa tapi ia diperbolehkan untuk memakainya oleh San
Ia harus segera menyelesaikan penyelidikan nya tentang organisasi Angel Night dan pemimpin nya
__ADS_1
***
Seorang pria paruh baya terlihat tergesa-gesa membawa mobilnya hingga sampailah di depan gerbang sebuah masion
Ia keluar dari mobil dan menghampiri satpam yang berjaga "Permisi, bisa saya masuk karena ada yang ingin saya sampaikan pada pemilik masion"
"Akan saya sampaikan pak, dengan bapak siapa?"
"Setya Abimana"
Sang satpam mengangguk lalu kembali ke pos menelepon sang majikan
Tidak membutuhkan waktu lama, sang satpam kembali dan memperbolehkan Setya untuk masuk ke masion
Keringat membasahi dahinya, segera setelah memarkirkan mobilnya ia langsung menuju ke pintu masuk
Beberapa kali ia menekan bel hingga akhirnya pintu dibuka oleh seorang gadis "Ada apa paman?" tanya Sei
"Bisa kita bicara, berdua saja karena ini adalah hal yang sangat penting"
Sei yang mengerti langsung mempersilahkan Setya memasuki ruangan dan pergi ke sebuah ruangan lain yang ada disana
Setelah memastikan pintu terkunci rapat dan tidak ada siapapun yang akan mendengarkan pembicaraan mereka. Sei pun duduk di sofa yang tersedia di ruang kerjanya
"Ada apa paman? Apakah ada sesuatu yang sangat genting hingga paman seperti ini?" tanya Sei yang ikut khawatir karena melihat raut wajah Setya
Ia cukup terkejut ketika mendapatkan telepon dari satpam jika seorang pria paruh baya ingin menemui pemilik masion. Kemungkinan hal yang akan disampaikan adalah hal buruk
"Dimana master?"
"Dia sedang pergi paman, ada hal apa sehingga paman terlihat sangat cemas?"
"Pergi kemana?" dalam hati ia berharap jika yang menjadi jawaban bukanlah hal yang membuatnya khawatir. Namun tidak ada yang tau tentang keinginan nya yang ada di lubuk hati terdalam
"Surabaya"
Pria paruh baya itu terkejut dan mengusap wajahnya kasar "Kenapa harus seperti ini"
Raut wajah Sei ikut cemas "Ada apa paman, cepat beritahu aku" desaknya
"Dia mengirimkan anak buahnya untuk menangkap master"
"Bagaimana bisa?" Sei sungguh sangat terkejut mendengar hal ini "Bukankah seharusnya tidak ada yang tau identitas master"
Setya menghela nafas dan menatap gadis didepannya dengan serius "Saat master melakukan misi kemarin malam, ternyata ada mata-mata yang ada di militer Indonesia dan berhasil mengambil foto master"
"Paman tau darimana?"
"Putri paman baru saja menangkap mata-mata itu dan saat di interogasi dia bilang tuannya akan segera menyelamatkan nya dan membunuh panglima dan juga pemimpin Angel Night"
"Jangan bilang dia sudah mengirimkan anak buahnya dan sekarang-" dugaannya langsung dijawab dengan anggukan kepala Setya
Seketika tubuhnya terasa lemas, ini tidak boleh dibiarkan karena akan membahayakan Rei
"Apa yang harus kita lakukan paman"
"Aku dengar Yon saat ini sedang berada di Surabaya. Hubungi dia untuk menjaga keamanan master dan semakin memperketat penjagaan pada yang lain"
Sei mengangguk dan langsung menghubungi Yon
'Sungguh akting yang bagus' batin Sei mulai menghubungi Yon
Bersambung~
__ADS_1