Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Jepang


__ADS_3

"Opa Oma" teriak Nayra menghampiri pasangan suami istri yang berdiri menyambut nya


"Cucu opa semakin cantik saja" puji pria itu langsung menggendong Nayra


"Paman bibi" sapa Elena


Pasangan itu tersenyum "Bagaimana perjalanan mu El?" tanya sang bibi bernama Nakamura Meiko, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya


Elena tersenyum lalu memeluk sang bibi "Aku baik bi, bagaimana bibi dan paman?"


"Bibi baik, tapi tidak dengan pamanmu"


"Kenapa bi?" tanya Elena merasa heran, bukankah seharusnya pamannya itu sudah tidak bekerja lagi karena perusahaan sudah diambil alih oleh Rei


Sang bibi menghela nafas "Adikmu Rei, pergi meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke Rusia. Karena itulah pamanmu yang mengambil alih semuanya"


Elena semakin tidak mengerti, apa sang adik tau jika dirinya pergi ke Rusia? Tapi saat mereka bertemu, kalau tidak salah Rei memiliki urusan bisnis dengan Elvaro. Entahlah, nanti akan ia tanyakan saat mereka sudah bertemu


"Aunty Aoi" teriak Nayra langsung memeluk seorang gadis yang sedari tadi diam bersama pasangan suami istri


Gadis yang bernama Nakamura Aoi langsung memeluk sang keponakan "Bagaimana kabarmu cantik?"


Nayra tersenyum lebar "Baik aunty, nanti kita main bareng ya"


"Apapun untuk keponakan aunty"


"Sebaiknya kita lanjut mengobrol di rumah" celetuk pria paruh baya yang bernama Nakamura Akio


Cukup lama mereka dalam perjalanan ke rumah, hingga akhirnya memasuki sebuah per desaan yang sangat asri. Lalu memasuki sebuah rumah yang bisa disebut masion karena memang berukuran besar


Triple twins langsung keluar dari mobil dengan antusias dan melihat sekitar. Mereka sangat senang berada di sini karena memang udaranya yang terasa sangat sejuk


"Ayo sayang kita masuk" ajak Sei langsung menggandeng mereka memasuki masion


Baru saja memasuki bagian depan, para pelayan dan bodyguard langsung berbaris "Selamat datang tuan dan nona muda" ucap mereka serentak


Triple twins sedikit canggung dan hanya tersenyum kikuk lalu mengikuti langkah Sei


***


[Lapor, ada pesan dari Shichi]


Rei yang sejak tadi fokus dengan laptopnya langsung membuka ponselnya, karena nama kontak itu sangat lah penting


Senyum tipis terbit di bibirnya "Akhirnya aku bisa perlahan menepati janjiku" gumamnya

__ADS_1


"Yon segera persiapkan keberangkatan ke Jepang dan San tetaplah disini. Kau akan tetap disini mengurus kerja sama dengan DV Corporation" titahnya


"Baik master" jawab keduanya langsung keluar dari ruangan


Tengah malam itu, Rei pergi ke Jepang bersama Yon


Sementara di Jepang, Sei terus berjalan kesana kemari dengan cemas "Apa aku harus mengatakannya? Tapi bagaimana jika Rei belum mengizinkan" gumamnya


Keesokan harinya, suasana sarapan ramai karena keberadaan triple twins yang menambah kebahagiaan


"Kak Sei kak Elena bagaimana jika kita pergi berbelanja setelah sarapan" usul Aoi


"Setuju" jawab keduanya


"Nayra tidak diajak ya?" tanya Nayra dengan wajah melasnya


Aoi yang merasa gemas langsung mencubit pipi gembul sang keponakan "Tentu saja diajak, tapi ini hanyalah acara para wanita. Jadi para laki-laki dirumah"


"Yeyy, kasihan nya kak Narendra dan kak Nathan tidak diajak" ejeknya pada kembaran nya


Nathan langsung cemberut tapi tidak dengan Narendra yang malah fokus dengan makannya. Ia memang memiliki sifat yang dingin karena itulah tidak terlalu peduli


"Bagaimana jika kalian berdua berlatih bersama uncle" celetuk seorang pemuda yang langsung bergabung dengan mereka


"Tentu saja, uncle akan mengajarimu bela diri" jawab Rei


"Uncle juga akan mengajari ku IT?" tanya Narendra masih dengan wajah datar dan dinginnya tapi jika dilihat lebih dalam ada binar semangat


"Tentu" jawaban dari Rei membuat Narendra tersenyum tipis, terlihat binar di matanya tapi tertutupi dengan wajah datar dan dinginnya


***


"Ada apa kak?" tanya Rei tanpa menoleh pada Elena yang baru saja masuk ke ruang kerjanya


Elena langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Rei "Apa kau tau jika aku pergi ke Rusia?" tanyanya to the point


Rei meletakkan dokumen yang ia baca dan menatap sang kakak "Seharusnya kakak tau jika tidak ada yang bisa disembunyikan dariku bukan"


"Apa kakek memberi tau mu?"


"Tentu saja tidak, aku tau jika kakak pasti memintanya untuk tidak memberi tau aku. Tapi sekali lagi, tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku kak"


Elena hanya bisa menghela nafas lalu tersenyum "Kau tidak berubah"


Rei bangkit dari duduknya dan berjalan menatap jendela yang langsung memperlihatkan taman yang cukup luas. Senyum tipis terbit di bibirnya melihat kebahagiaan keponakan dan keluarganya "Hanya ini yang bisa kulakukan untuk melindungi mu kak"

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk"


"Apa aku menggangu kalian, jika begitu aku pergi dulu"


"Tidak perlu Sei, aku sudah selesai. Jika ada yang ingin kalian bicarakan aku pergi dulu" cegah Elena lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari ruangan itu


Sei menutup pintu lalu berdiri di belakang Rei, jari-jarinya saling bertaut karena rasa cemas


"Aku tau apa yang ingin kau katakan"


Sei terkejut mendengarnya lalu tersenyum, memang tidak ada yang bisa ia sembunyikan dari Rei "Jika kamu sudah tau, lalu apa keputusan mu"


Rei kembali duduk di kursi kerjanya "Duduklah"


Sei menuruti dan duduk di kursi yang digunakan Elena sebelumnya


"Aku mengizinkan, sudah waktunya kau kembali"


Sei terkejut, senyum lebar terbit di bibirnya "Be-benarkah?"


Rei bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Sei, ia memegang kedua bahu Sei "Sudah waktunya Rayna, meskipun dirimu belum bisa menemui mereka dengan identitas aslimu. Tapi setelah semua masalah selesai, kau akan kembali ke keluarga mu"


Sei langsung memeluk Rei, air mata nya mengalir di pipinya "Terimakasih atas semuanya"


"Aku hanya memenuhi janjiku. Persiapkan dirimu, sore nanti kau akan terbang ke negara Indonesia. Aku tau kau sudah tidak sabar"


Sei mengangguk lalu pergi dari sana "Lalu bagaimana dengan masalah mu?" tanyanya sebelum membuka pintu


"Kau tenang saja, dan ya. Disana ada Shichi, Ni, Go dan Roku yang akan membantumu. Lakukan semuanya dengan tenang karena disana sudah aman" ujar Rei kembali membaca dokumen nya tadi


Sei mengangguk lalu pergi dari ruangan itu. Setelah kepergian Sei, Rei menghela nafas "Sepertinya sebentar lagi aku akan mengadakan pertemuan langsung untuk pertama kalinya dengan anggota inti organisasi" gumamnya


***


Hello reader, balik lagi sama author ๐Ÿค—


Mau ingetin nih novel kedua author berjudul Nayra Putri (Mencari Jati Diri) masih ada hubungannya dengan salah satu karakter disini. Hayo tebak karakter siapa nih?


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐Ÿ˜‰ dan vote novel ini agar author semakin bersemangat update


Happy Reading (โ‰งโ–ฝโ‰ฆ)


See you ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2