Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Ujian untuk Elvaro


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Elena tadi sore, malam ini Elvaro pergi untuk menemui Rei untuk berbicara empat mata


Tapi yang membuatnya heran, kenapa tempat pertemuan mereka berada di hutan. Dan yang paling aneh, dirinya diberikan jam tangan dan tidak boleh melepaskannya


Tidak ada rasa curiga, Elvaro akhirnya memasuki wilayah hutan. Tapi baru saja memasuki, mobilnya terasa tidak enak dipakai dan ketika di cek ternyata ban nya bocor semua. Yaps bocor semua, sungguh aneh bukan


[Lapor, perjalanan anda masih 1 kilo meter]


Elvaro terkejut mendengar suara yang berasal dari jam pemberian Elena, bahkan jam itu menampilkan layar hologram dengan gambar peta. Terdapat dua titik , satu titik berwarna merah yang ia yakini itu adalah titiknya, sementara satu nya berwarna biru kemungkinan itu adalah tempat tujuannya


Belum sempat selesai rasa keterkejutannya, sebuah peluru meluncur ke arahnya. Untung saja Elvaro memiliki reflek yang bagus sehingga bisa langsung menghindar


"Sialan" umpat nya langsung berlindung di balik mobil menghindari peluru yang terus meluncur


[Perjalanan anda masih 1 kilo meter] suara dari jam


Elvaro terdiam memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Cukup lama ia berfikir dan firasatnya mengatakan jika apa yang terjadi padanya adalah rencana dari Rei. Tapi apakah Elena juga terlibat? Karena itu dia memberikan jam tangan ini dan memintanya berhati-hati


Hanya ini alibinya yang paling kuat, senyum miring tercetak di bibirnya. Ia bangkit dari duduknya dan meregangkan otot-ototnya


'Baiklah, akan ku layani permainan mu' batinnya


Mata biru lautnya menatap tajam sekitar melihat kondisi, dirasa aman. Elvaro beranjak dari sana menuju tempat tujuan


Tentu saja itu tidaklah mudah, setiap berjalan dirinya selalu merasa di awasi. Tapi ketika melihat sekitar tidak ada siapapun


Baru saja dirinya akan melangkahkan kakinya, instingnya mengatakan ada bahaya. Ia langsung mundur ke belakang, dan benar saja sebuah panah menancap di tanah yang ada ia pijak


'Sepertinya ini tidak akan mudah' batin Elvaro kembali melanjutkannya perjalanannya


Ia sangat bersyukur karena pernah mendapat pelatihan bertahan hidup di alam liar oleh sang daddy. Meskipun dirinya terlahir dengan sendok emas, tapi sang daddy adalah orang yang cukup keras. Sebelum memegang perusahaan, ia mendapatkan pelatihan bertahan hidup di alam liar selama satu bulan. Karena pelatihan itulah, instingnya menjadi tajam dan mengenal hutan serinci rincinya


Di tempat lain, seorang pemuda tersenyum tipis melihat layar monitor didepannya


"Hmm dia memiliki reflek dan insting yang bagus. Bagaimana menurutmu Yon?"


Yon yang berdiri disamping Rei mengangguk "Saya setuju master, dan menurut saya dia seperti sudah terbiasa dengan suasana hutan"


"Kau benar"


Kembali ke sisi Elvaro, ia sudah berjalan cukup jauh mengikuti peta yang ada di hologram. Tentu saja tubuhnya tidak luput dari luka, tapi itu hanyalah luka ringan seperti goresan


[Anda sudah sampai]


Elvaro melihat ke arah depan, dan terlihatlah sebuah rumah kecil yang seperti tidak terurus


Ia langsung memasuki rumah itu, tapi baru saja membuka pintu. Sebuah panah meluncur ke arahnya, ia pun langsung menghindari anak panah itu


Prok prok prok

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kakak ipar bisa menghindari anak panah itu" ucap seorang pemuda yang tidak lain adalah Rei


Elvaro hanya menatap Rei datar "Aku sudah datang, apa yang ingin kau bicarakan"


Rei tersenyum tipis "Yon" panggilnya


Yon langsung datang menghampiri sang Master


"Lakukan tugasmu" setelah itu Rei pergi memasuki salah satu ruangan


Sementara Yon langsung menghampiri Elvaro "Mari saya antar anda untuk membersihkan diri lalu bertemu Master"


Elvaro mengangguk dan mengikuti Yon memasuki ruangan lain. Tidak membutuhkan waktu lama, Elvaro sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang disediakan Rei


"Master sudah menunggu di dalam" ucap Yon membuka pintu ruangan yang dimasuki Rei tadi


Elvaro langsung masuk ke dalam ruangan yang minim cahaya itu, hanya ada satu lampu yang cukup redup


"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanyanya dengan wajah datar melihat Rei yang membelakanginya


Rei membalikkan tubuhnya dan menatap kedua manik mata milik Elvaro "Mari ikuti saya"


Ia pun pergi ke arah rak buku yang berjejeran dan menarik salah satu buku, lalu menempelkan ibu jarinya pada layar pendeteksi


[Selamat datang Master] suara sistem


Rak buku terbelah menjadi dua dan memperlihatkan lorong yang cukup gelap dengan penerangan yang remang-remang


Sepanjang lorong terisi dengan kesunyian, Elvaro menatap sekitar yang hanya ada tembok putih polos tanpa ruangan


Rei berhenti dan menghadap tembok putih polos itu lalu menempelkan tangannya pada tembok


[Selamat datang Master] suara sistem yang menggema di lorong


Tembok yang berada di depan Rei terbuka, ia langsung memasuki ruangan yang seperti ruangan kerja diikuti Elvaro


"Siapa kau?" tanya Elvaro yang sudah sangat penasaran


Rei tersenyum miring lalu duduk di sofa single yang berada di sana "Duduklah"


Elvaro duduk di sofa yang langsung berhadapan dengan Rei. Keheningan melanda di ruangan itu


Elvaro terus menatap Rei dengan penuh selidik dan wajah datarnya "Siapa kau?" sekali lagi ia menanyakan hal yang sama


Rei tersenyum miring menatap pria didepannya "Anda sangat ingin mengetahui siapa saya sebenarnya?"


"Apakah saya bisa mempercayai anda jika saya mengungkapkan identitas asli saya?" lanjutnya


"Itu terserah anda tuan Nakamura, saya hanya penasaran apakah anda memang benar adik kandung istri saya. Tapi yang saya tau Elena hanya memiliki adik kandung perempuan yang sudah tiada" papar Elvaro

__ADS_1


"Baiklah jika anda memang ingin tau, tapi sebelum itu apakah anda mencintai kakak saya dan rela mengorbankan nyawa anda demi kakak saya?"


"Saya mencintai Elena dan saya akan melindunginya bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa. Saya tau pasti anda sudah menyelidiki saya bukan"


Rei tersenyum tipis, memang benar dirinya selalu mengawasi Elvaro selama ini. Bukan hanya minggu atau bulan, bahkan ia sudah mengawasi Elvaro semenjak membawa Elena pergi


Hal ini ia lakukan untuk mengetahui ketulusan dari suami sang kakak


"Saya memang adik kandung kak Elena, bukankah hal ini bisa dibuktikannya dengan warna mata saya"


"Tapi sekali lagi, adik Elena adalah perempuan dan dia sudah tiada" kukuh Elvaro


Rei menatap Elvaro dengan senyum miringnya "Bukankah saya perempuan"


Kening Elvaro mengeyit tidak mengerti, setahunya didepannya adalah seorang laki-laki


Bola matanya langsung membulat menatap Rei yang melepaskan wig sehingga terlihatlah rambut panjang berwarna biru tua


"Apakah ini bisa membuktikan jika memang saya adalah seorang perempuan?"


Elvaro semakin dibuat kaget dengan suara yang berubah menjadi suara seorang perempuan


"Siapa kau sebenarnya?"


Rei tersenyum tipis "Al" panggil nya pada seseorang yang tidak ada disana


Tidak lama kemudian, seorang pemuda masuk melalui pintu yang sama


Pemuda itu langsung duduk di sofa samping Rei


"Apa maksudnya semua ini?" tanya Elvaro yang semakin bingung dengan maksud pria ah ralat perempuan didepannya


"Saya akan memperkenalkan diri secara resmi bersama adik saya dan juga adik kandung kak Elena"


"Saya Nayra Putri El Bacas, adik perempuan kak Elena yang anda bilang sudah tiada"


Elvaro terkejut mendengar hal ini


"Saya Aldebaran Rafassya El Bacas, adik laki-laki kak Elena" tambah pemuda yang dipanggil Al


Kini di dalam otak Elvaro banyak sekali pertanyaan, ia menatap kedua orang yang berada didepannya dengan pandangan sulit diartikan


Bersambung~


Wuhuuuuu akhirnya terungkap juga siapa sosok Rei, eitss nggak sampai disitu bestie. Akan ada hal lain yang terungkap nantinya, hmm afaan tuh thor?


Oh ya jelas, akan terungkap jikalau Rei eh bukan. Ehhh nggak boleh spoiler, jadi silahkan menunggu update dari author saja🤭


Jadi terus pantengin aja update author, tiap hari saat sore hari ya bestie 😉

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See you 😘


__ADS_2