Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Rencana Rei


__ADS_3

~Tokyo Jepang~


"Mamah"


Elena tersenyum lebar melihat triple twins menyambut dirinya, rasa lelah karena pekerjaan langsung menghilang melihat wajah triple twins


Seperti biasa, Nayra akan langsung meminta digendong oleh sang mamah


"Kalian tidak nakal kan?"


Triple twins menggeleng "Hari ini kami menjadi anak baik. Mamah tau, kami tadi juga ikut membuat kue bersama Oma dan Aunty"


Elena tersenyum lalu duduk di sofa ruang keluarga, diikuti oleh Narendra dan Nathan


Dengan antusias, triple twins menceritakan kegiatan mereka hari ini


Dan dengan sabar, Elena mendengarkan mereka bahkan juga ikut tertawa kala sang putri Nayra menceritakan hal konyol yang terjadi pada kedua kakaknya


Sudah genap satu minggu Elena bekerja di AE Corporation. Semakin hari, kinerja nya semakin bagus bahkan Elena sudah mulai menghandle meeting saat Rei pergi ke luar negeri karena urusan bisnis


Semenjak Elena mulai sedikit demi sedikit mengambil alih, Rei sering pergi ke luar negeri karena urusan bisnis. Elena akan menghandle perusahaan ketika Rei pergi, tapi sampai sekarang Elena belum menerima jabatan CEO. Karena itulah CEO AE Corporation tetap Rei


"Bagaimana kabarmu kak?" tanya Rei yang baru saja memasuki ruangan CEO


"Kau sudah pulang Rei" sambut Elena langsung berdiri dari kursinya dan meminta Rei dan untuk duduk di sofa dan diikuti dirinya


Rei mengangguk "Kakak mengalami kesulitan?" tanya nya melihat wajah lelah dari sang kakak


Elena menghela nafas, bohong jika dirinya tidak lelah. Bahkan ia juga berfikir, seberapa lelah sang adik yang menghandle perusahaan sebesar ini ditambah harus pergi keluar negeri untuk proyek. Sungguh ia tidak bisa membayangkan, dirinya saja sudah kelelahan padahal hanya berada di perusahaan


"Hanya sedikit lelah Rei, tapi tidak apa" jawab Elena, ia tidak bisa mengeluh dan tidak boleh pantang menyerah karena ini adalah janjinya


"Jangan terlalu memaksakan diri kak"


Elena mengangguk "Ayo makan siang" ajaknya karena memang sudah memasukkan jam makan siang


Mereka berdua pun pergi ke lantai bawah dan makan siang di cafe yang depan perusahaan


***

__ADS_1


Senyum tipis terbit di bibir Rei setelah melihat layar komputernya "Sepertinya sudah cukup, sekarang waktunya aku bertindak" gumamnya


Dengan lincah, jari jemari Rei bermain di atas keyboard


"Yon" panggil nya cukup keras


Yon langsung memasuki ruangan kerja Rei "Ada yang bisa saya bantu Master?"


"Siapkan masion kita yang ada di pulau Kyushu, dan satu lagi. Jangan ada satu pun pelayan disana. Pergilah"


"Siap Master"


Setelah kepergian Yon, Rei langsung menelepon San "Kembalilah ke Jepang" lalu ia langsung mematikan sambungan telepon


Sementara di sisi San, ia hanya bisa mendengus kesal dengan sifat sang atasan yang dingin dan singkat


Tapi apa yang bisa ia lakukan, dirinya hanyalah seorang bawahan. San menghela nafas pelan lalu kembali mengangkat ponselnya menghubungi seseorang


"Selamat siang tuan Will, saya Fujitora sekretaris pribadi tuan Rei"


[Siang tuan Fuji, ada yang bisa saya bantu?] sahut Will di seberang sana dengan ramah


"Baiklah, waktunya pulang" gumam San


***


"Kak, besok siang bisa menghandle meeting dengan klien?" tanya Rei menatap sang kakak yang sedang berkutat dengan berkas-berkas di sofa


"Kau mau kemana?" tanya Elena menghentikan kegiatannya


"Aku ada urusan yang penting, jadi tidak bisa"


Elena mengangguk "Baiklah, akan kakak handle. Nanti kamu kirimkan lokasinya"


Rei mengaguk 'Semoga semuanya berjalan dengan lancar' ucapnya dalam hati


***


Seperti permintaan Rei kemarin siang, kini Elena sudah sampai di restoran Sakura, Tokyo

__ADS_1


"Permisi, saya ingin tau dimana ruangan atas nama Nakamura Rei" ucap Elena ramah pada resepsionis


"Anda nona Elena?" tanya si resepsionis mematikan


Elena menganggukkan kepalanya, lalu ia di tuntun oleh resepsionis tadi menuju lantai 2 dan memasuki sebuah ruangan privat


Ruangan tersebut terlihat sangat sepi, hanya ada dirinya. Ia pun duduk dan membuka berkas-berkas yang diperlukan, memastikan tidak ada yang tertinggal


Sementara di luar ruangan, resepsionis tadi langsung menghampiri seorang pria "Semuanya sudah siap tuan, hanya tinggal menunggu target satunya" lapornya dengan berbisik


Tidak lama kemudian, seorang pria tampan datang diikuti oleh satu laki-laki di belakang


Sang resepsionis dan pria itu saling memberi kan kode


"Permisi tuan" cegah si pria pada laki-laki kedua yang akan memasuki ruangan sementara laki-laki satunya sudah masuk


William yang dihentikan oleh pelayan mengenyitkan dahinya "Ada apa?"


Dengan cepat, si pria langsung memukul tengkuk William yang langsung membuat William pingsan. Bagaimana tidak pingsan jika pukulan itu tidak main-main, bahkan William yang menguasai bela diri bisa langsung dibuat pingsan


Suasana restoran sangat lah sepi, bahkan hanya ada si pelayan dan resepsionis tadi. Tidak lama kemudian, datanglah sekelompok pria yang berpakaian ala ninja


"Lakukan sesuai perintah master" ucap si pelayan


"Baik" jawab si ketua kelompok itu langsung membawa William dari sana


Setelah kepergian sekelompok orang itu, si resepsionis kembali ke tempatnya sementara si pelayan pergi ke lorong yang sangat sepi


Si pelayan sampai di sebuah ruangan yang berada di ujung lorong. Ia mengetuk pintu, setelah mendapatkan izin langsung memasuki ruangan itu


"Lapor Master, rencana sudah dimulai" lapornya


Pria yang dipanggil master tidak berbalik badan dan terus menatap layar komputer di depannya. Ruangan ini adalah ruangan cctv


"Lanjutkan" titahnya dengan dingin


Si pelayan langsung pergi dari sana, sementara pria yang dipanggil master tersenyum penuh arti


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2