
"Lepaskan aku" teriak Elena mencoba melepaskan pelukan Elvaro yang malah semakin mengerat
Air mata tidak bisa dibendung, rasa sesak terus mendera. Sakit hati yang sudah lama hilang kini kembali lagi
"Pergilah kau bersama selingkuhan mu, jangan pernah datang kembali di kehidupan ku. Lepaskan!!" Elena terus berusaha melepaskan pelukan Elvaro
"Semuanya hanyalah salah paham El, kumohon biarkan aku menjelaskannya" ucap Elvaro dengan nada rendah
Triple twins yang melihat sang mamah menangis, juga ikut menangis "Mamah" teriak mereka memeluk sang mamah
Akhirnya Elvaro melepaskan pelukannya dan membiarkan Elena memeluk putra mereka
"Ayo sayang, kita pulang" ajak Elena menggandeng tangan ketiga anaknya
Elvaro langsung mencekal tangan Elena, mencegah untuk pergi "Jangan pergi El" pintanya dengan sendu
Tok tok tok
Pintu ruangan terbuka memperlihatkan William bersama seorang laki-laki "Tuan, CEO dari AE Corporation sudah datang" lapor William
Elena terpaku melihat laki-laki yang datang, sungguh ia sangat mengenalnya "Rei" gumamnya "Bantu aku pergi Rei" pintanya
William terkejut melihat Elena berada disini, meskipun ia tau jika alibi Elvaro. Elena Thomson adalah Elena El Bacas yang selama ini hilang. Tapi yang membuatnya bingung, apakah Elena mengenal CEO yang sangat berpengaruh di Asia ini?
Begitupun Elvaro, rasa marah hinggap dihatinya karena melihat Elena sepertinya sangat dekat dengan pria didepannya
Rei mendekati Elena dan langsung melepaskan cekalan tangan itu "Yon, bawa anak-anak" titahnya pada asisten pribadinya
Lalu ia pergi membawa Elena. Namun tidak semudah itu karena Elvaro langsung mencekal tangan Elena kembali sehingga sekarang Elena menjadi tarik-tarikan di tengah
"Lepaskan istriku" tegas Elvaro
Rei tersenyum sinis lalu melayangkan pukulan tepat di pipi Elvaro "Laki-laki bajingan sepertimu tidak layak" desis nya ingin kembali memukul Elvaro
Tapi langsung dicegah oleh Elena "Tenanglah Rei, sebaiknya kita pergi" pintanya pada sang adik
Akhirnya Rei pergi bersama Elena dengan menggendong Nayra, sementara Narendra dan Nathan di gandeng oleh Elena. Tidak ada pemberontakan dari triple twins karena sudah di iming-imingi oleh Rei sehingga mereka menurut
__ADS_1
Sebelum benar-benar pergi, Elena menatap Elvaro "Kita akan bertemu lagi di pengadilan" lalu ia benar-benar pergi dari sana
Setelah kepergian Elena, Elvaro mengamuk di dalam ruangan. Bahkan berkas-berkas di atas meja langsung berhamburan
"Will, cari tau siapa laki-laki itu dan apa hubungannya dengan Elena" titahnya
William langsung pergi dari ruangan menjalankan perintah Elvaro
"Akan kupastikan kau tidak akan pernah bisa pergi dari ku El" gumamnya tersenyum miring
Sementara di mobil, suasana sangatlah canggung antara Elena dan Rei. Hanya mereka berdua karena triple twins dibawa oleh Yon menggunakan mobil lain
Akhirnya Rei sampai di depan masion yang ditempati Elena
"Nanti malam kita bicara kak" ucap Rei dingin langsung pergi memasuki masion
Elena terus menatap sang adik, sungguh ia merasa bersalah karena tidak memberitahukan nya tentang kepindahannya. Raut kecewa dan dingin bisa ia lihat di waja Rei selama perjalanan
"Mamah, uncle kenapa seperti marah?" tanya Narendra yang merasa heran dengan perubahan raut di wajah Rei
"Tidak apa-apa sayang, mungkin sedang lelah. Sebaiknya kalian kembali ke kamar" ucap Elena tersenyum lembut
Malam pun tiba, setelah makan malam bersama. Kini Elena berada di taman samping masion menemui sang adik
"Rei" panggil nya
"Panggil aku seperti biasa kak, tidak ada orang lain disini" pinta Rei melepaskan rambut pasangan dan alat di lehernya
Elena langsung memeluk sang adik "Maafin kakak, Putri" pintanya mengeluarkan air matanya
Putri membalas pelukan sang kakak yang tingginya se dadanya saja "Sebenarnya aku ingin marah, tapi apa yang bisa kulakukan. Aku tidak bisa mengatur hidup mu"
"Sungguh aku merasa sakit mendengar cerita mu waktu itu kak. Ingin rasanya aku menghajar pria bajingan itu tapi apa yang bisa kulakukan. Kau terlalu mencintai nya" lanjut Rei
Elena melepaskan pelukan dan menatap kedua manik sang adik "Sekarang sudah tidak, kakak sudah mengambil keputusan untuk bercerai darinya" tekadnya
"Kak, setelah semua ini. Ikut aku ke Jepang dan mengurus perusahaan ya"
__ADS_1
"Kau mau kemana?"
"Aku harus pergi untuk menepati janjiku pada mamah"
"Baiklah, tapi sebelum itu. Aku ingin kamu menepati janji membawaku ke makam makam ayah dan mamah"
Putri mengangguk "Aku akan melakukannya kak, sebaiknya kakak kembali ke kamar dan beristirahat"
Elena pun pergi dari sana memasuki masion meninggalkan sang adik sendirian
"Bagaimana penyelidikan mu Raphael?" gumam nya menatap layar ponselnya yang tiba-tiba menyala
[Lapor, saya sudah mendapatkan datanya. Anda bisa memeriksa nya]
Putri membaca setiap kalimat yang tertera di ponselnya. Senyum tipis terbit di bibirnya "Akhirnya aku mengetahui kebenarannya" gumam nya
"Sepertinya aku bisa merasa lega karena kakak akan menemui kebahagiaan nya setelah mengetahui jika semua ini hanyalah kesalah pahaman" lanjutnya lalu memasuki masion
'Tapi sebelumnya, aku ingin melihat bagaimana usahanya' batinnya tersenyum miring
Sementara di masion, Elvaro langsung memberitahukan kepada kedua orang tuanya dan adiknya jika ia sudah menemukan Elena
Tapi yang menjadi masalah, Elena akan menceraikan nya. Lalu menceritakan tentang seorang laki-laki yang bernama Rei
"Apa kau sudah mendapatkan data siapa laki-laki itu?" tanya Reynard
Elvaro menggelengkan kepalanya "Aku tidak bisa menemukan data tentangnya. Dia bukanlah orang sembarangan dad" ujarnya merasa frustasi
Padahal ia sudah mengerahkan kemampuan IT nya tapi sampai saat ini masih belum berhasil mendapatkan identitas Rei. Bahkan William juga sudah mengorek informasi dari orang yang mengenal Rei tapi sosok Rei sangat tertutup
"Siapa namanya Varo?" tanya Caroline
Bersambung~
Jangan lupa mampir ke novel kedua ku Nayra Putri (Mencari Jati Diri)๐
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian, dan jangan lupa berikan vote agar author semangat update ๐
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐