
"Apa kamu suka konfirmasi tempatnya?" tanya seorang pria paru baya pada asisten nya
"Mereka sebentar lagi sampai tuan"
Pria paruh baya itu sedikit gugup untuk pertemuan kali ini. Genggaman sebuah tangan pada tangannya sedikit mengurangi rasa gugup
"Papi tenang aja, semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar" ucap seorang gadis yang duduk di samping pria paruh baya itu
"Terimakasih Key, kamu mau temenin papi"
"Sama-sama pi"
Pintu ruangan terbuka dan seorang wanita cantik berpakaian ala kantor memasuki ruangan dengan senyum manisnya
"Selamat datang nona" sambut pria paruh baya itu yang meyakini wanita yang masuk adalah CEO yang ia tunggu
Kening Elena mengeyit tidak mengerti dan menatap Arta yang disampingnya
"Maksud nya, beliau menyambut anda"
Elena mengangguk dan tersenyum kembali "Thank you Sir"
"Maaf tuan, CEO kami tidak bisa datang. Dan hari ini diwakilkan oleh kakaknya nona Elena, dan beliau tidak bisa bahasa Indonesia. Jadi disini saya akan menjadi penerjemah" jelas Arta
"Baiklah silahkan duduk"
"Ada apa Key?" tanya nya pada putrinya yang melamun
Gadis yang dipanggil Key itu langsung tersadar dari lamunannya dan menatap sang papi "Tidak apa-apa pi" lalu ia mengulurkan tangannya
"Selamat datang nona Elena" ucapnya menggunakan bahasa Inggris
Elena tersenyum dan menyambut uluran tangan tersebut "Terimakasih nona.."
"Ah maaf, seharusnya saya memperkenalkan diri. Saya Keysa Reyna Vandyke dan ini adalah papi saya Arka Vandyke"
Setelah perkenalan yang singkat, mereka mulai membahas kerja sama yang diajukan Elena. Dan juga mengajukan proyek pembangunan yang akan di serahkan pada PT. Bhakti Jaya
Elena memberikan rancangan proyek yang diberikan San sebelum datang kemari dan menyerahkannya pada Arka untuk membangunnya. Dan disini tentu saja yang paling diuntungkan adalah Arka mengingat perusahaan nya di ambang kebangkrutan
"Apakah anda tidak merasa rugi memberikan proyek besar ini pada perusahaan kami yang berada di ambang kebangkrutan nona?" tanya Arka. Dia bukanlah orang munafik yang akan memanfaatkan kerjasama ini untuk meraih keuntungan yang lebih besar
__ADS_1
Elena tersenyum dan menatap pria paruh baya itu "Tidak tuan Arka, karena ini adalah permintaan adik saya yang ingin mengajak perusahaan anda melakukan kerja sama. Dan saya percaya jika adik saya sudah melakukan hal yang benar mengingat sudah banyak proyek besar yang berhasil anda raih"
Arka dibuat bingung bagaikan bisa seorang pemilik perusahaan besar seperti AE Corporation melakukan kerjasama pada perusahaannya yang hampir bangkrut. Tapi mendengar penjelasan dari Elena ia menjadi paham
"Baik terimakasih sudah mempercayakan proyek ini pada perusahaan kami" ucap Arka mengulurkan tangannya
"Sama-sama tuan Arka, senang bekerjasama dengan anda" balas Elena menyambut uluran tangan tersebut
"Bagaimanapun jika kita makan siang bersama nona Elena, jika anda tidak merasa keberatan" ajak Arka
Elena berfikir sejenak, tapi jika dipikir kembali. Ia bisa mencari tau tentang adiknya melalui keluarga angkatnya. Mungkin dengan ini ia mendapatkan sedikit petunjuk "Baik tuan Arka"
Mereka pun makan siang di restoran yang dekat dengan gedung perusahaan
***
"Mamah" suara teriakan anak kecil langsung mengalihkan perhatian Elena
Ia berdiri dari duduknya dan merentangkan tangannya menyambut putrinya yang sepertinya ingin digendong "Kamu disini, lalu yang lain mana?"
Tangan kecil Nayra menunjuk pintu restoran yang baru saja dibuka
"Aduh Nay, kenapa kamu lari-lari sih. Kan tadi papah udah kasih tau jangan sampai tersesat" omel Nathan pada adiknya itu
"Hehe tadi Nayra liat mamah, jadi kesini deh" cengirnya tanpa rasa bersalah
"Honey" panggilan itu mengalihkan perhatian Elena
Senyum manisnya terbit melihat suaminya "Kenapa tidak menunggu di hotel saja?"
"Anak-anak katanya ingin jalan-jalan. Urusan mu sudah selesai?"
"Aku baru saja selesai, dan sekarang aku sedang makan siang" lalu ia beralih menatap Arka "Maaf tuan, apakah suami dan anak-anak saya bisa bergabung?" tanyanya
"Oh tentu nona Elena, jangan terlalu sungkan" jawab Arka
Elvaro dan triple twins ikut bergabung makan siang bersama, untung saja meja mereka cukup besar sehingga ada kursi kosong
"Jadi, anda adalah suami nona Elena?" tanya Arka membuka pembicaraan
Elvaro menatap Arka dengan wajah datarnya "Perkenalkan saya Elvaro De Vegas" ujarnya
__ADS_1
"Saya Arka Vandyke dan dia adalah putri saya Keysa Reyna Vandyke. Sungguh saya tidak menyangka jika nona Elena ternyata sudah menikah"
Elena tersenyum menanggapinya. Sementara triple twins saling pandang, apa benar jika dia adalah Keysa yang mereka ingin cari tau
"Hai, tante boleh kenalan sama kalian? Sebelumnya kenalkan nama tante Keysa" tanya Keysa dengan senyum manisnya
Nayra tersenyum "Boleh tante, nama aku Nayra terus mereka berdua kembaran ku kak Narendra dan kak Nathaniel"
Keysa terkejut mendengar nama Nayra dan itu dapat ditangkap oleh Narendra yang sejak tadi diam mengamati "Ada apa tante?" tanyanya dengan wajah datarnya
Bahkan Elena sendiri hanya bisa menghela nafas melihat sikap Narendra. Hahh sepertinya itu tidak bisa dirubah mengingat Narendra sangatlah mirip dengan Elvaro
"Eh tidak, tidak ada apa-apa. Tante hanya teringat dengan saudari tante, dia juga memiliki nama yang sama"
"Wah, jadi saudari tante juga punya nama kayak Nayra. Kalau boleh tau nama panjangnya siapa tante?" sebisa mungkin ia harus mencari tau
Dan hal itu dilihat oleh Elvaro, kenapa ia merasa triple twins seperti mencari informasi. Mungkin nanti akan ia tanyakan pada mereka
"Namanya Nayra Putri Vandyke"
"Nama depannya sama dengan milik Nayra, lalu sekarang tante Nayra dimana?" tanya Nathan
Tatapan mata Keysa menjadi sendu, sungguh sesak jika ia harus mengatakannya. Tapi sepertinya tidak masalah, ia juga tidak mempersalahkan nya karena memang anak kecil memiliki keinginan untuk mengetahui yang besar
"Dia sudah kembali ke sisi penguasa" sebisa mungkin Keysa menahan air matanya tapi sepertinya tidak bisa
"Maafkan anak-anak saya tuan Arka, mereka tidak sengaja melukai hati putri anda" ucap Elena merasa sangat bersalah
"Tidak apa-apa nona Elena. Maaf jika ini tidak sopan, saya ingin membawa Keysa pulang"
"Sekali lagi maafkan anak-anak saya"
Arka mengangguk dan pamit pergi dari sana membawa Keysa
"Mamah, maafkan Nayra. Sungguh Nayra tidak bermaksud membuat tante Keysa menangis" ucap Nayra yang mulai menangis
Ia sangat takut dimarahi oleh sang mamah
Elena membawa Nayra ke pangkuannya "Lain kali Nayra harus berhati-hati ketika menanyakan sesuatu hmm. Tidak apa-apa, nanti kita ke rumah tante Keysa untuk minta maaf. Nayra dan Nathan mau kan?"
Keduanya mengangguk dan melanjutkan makan siang mereka
__ADS_1
Bersambung~