
Hening, itulah keadaan di ruang rapat. Suhu udara terasa turun drastis hingga sulit untuk bernafas, sementara Will ia sungguh bergedik ngeri di samping Vegas yang sedang dalam kemarahan
"Apakah kinerja dari kalian sudah turun sampai-sampai sistem perusahaan bisa diretas" ucap Vegas dengan sorot mata yang tajam dan dingin
Orang-orang yang ada didalam ruangan merasa terkejut dan saling pandang dengan ucapan Vegas, bagaimana sistem keamanan yang sangat ketat bisa diretas seseorang
Namun, mereka lebih memilih tidak menjawab dan mendengarkan apa yang dikatakan sang CEO dan langsung menunduk ketakutan mendengar kemarahan CEO
Vegas mengambil nafas dan menghembuskan perlahan untuk mengatasi emosinya "sekarang kalian kembali dan saya tidak ingin mendengar data perusahaan diretas kembali atau kalian tau akibatnya"
Mereka pun langsung keluar dari ruangan tersebut
"Fyuhhh untung CEO tidak memecat kita" ucap salah satu orang di antara gerombolan dengan menghembuskan nafas lega
"Sungguh aku tidak habis pikir siapa orang yang berani meretas data milik perusahaan" sahut orang disebelahnya
"Jika CEO tau siapa dia sudah dipastikan dia tidak akan selamat"
Mereka pun menggangukan kepala
"Sudah-sudah cepat kembali bekerja, jika CEO tau kalian akan dipecat"
Mereka pun langsung bergegas ke ruang kerja masing-masing
Tidak mereka sadari jika ada yang menguping pembicaraan mereka 'Siapa yang berani mengusik Elvaro' batin Elena. 'Ah sudahlah itu bukan urusanku' lanjutnya
****************************
...~Ruang CEO~...
"Bagaimana Will dengan hasil penyelidikan mu? Sudah kau temukan mereka?" Tanya Vegas
"Maafkan saya tuan, saya belum mendapatkan informasi sama sekali padahal sudah mengerahkan semua anak buah. Seperti ada yang menutupi keberadaan mereka" jawab Will, sungguh saat ini dia takut jika sang tuan mengamuk
"Hahhhhhh, Elena memang sangat ahli dalam menyembunyikan sesuatu"gumam Vegas mengusap wajahnya kasar
"Kau lanjutkan saja sampai dapat, kerahkan semua orang!" Perintah Vegas dengan menghela nafas pelan
Williams sedikit terkejut dengan perintah dari sang tuan, ia kira sang tuan akan marah-marah namun hanya memberi perintah untuk melanjutkan saja. Menghela nafas pelan "Baik tuan akan saya laksanakan" Will langsung keluar dari ruangan tersebut
Setelah kepergian Will, Vegas menyenderkan tubuhnya pada kursi kebesarannya dan memijit pelipisnya. Sungguh saat ini dia pusing dengan semua kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini dari kemunculan Elena yang mengejutkannya pasalnya ia sudah mencari ke seluruh penjuru dunia tetapi tidak dapat menemukannya, namun karena itulah dia merasa sangat senang akhirnya dipertemukan kembali pada sang istri meskipun kini hubungan mereka renggang dan Elena masih menyembunyikan identitas beserta anak-anaknya. Ya Vegas yakin jika kembar tiga itu adalah anak-anaknya meskipun belum tes DNA, mungkin itu merupakan naluri seorang ayah pada anaknya. Juga masalah seseorang yang berhasil meretas datanya padahal ia sudah membuat pertahanan yang sulit untuk ditembus
__ADS_1
"Hahhh" menghela nafas pelan "aku pasti akan membawa mu kembali ke rumah Elena dan kita akan hidup bahagia bersama anak-anak meskipun kau menyembunyikan identitas mu dan juga keberadaan mereka" lanjutnya penuh tekad
******************
...~Masion Elena~...
"Apa rencana selanjutnya kak?" Tanya Nathan pada Narendra
"Sini kalian mendekatlah"
Nathan dan Nayra pun langsung mendekat dan mendengarkan rencana dari sang kakak
"Bagaimana menurut kalian?" Narendra meminta pendapat pada kedua adiknya itu
Nathan dan Nayra pun saling berpandangan dan detik berikutnya menganggukan kepala tanda setuju
"Bagus, kita laksanakan besok" Narendra pun mengulurkan tangan kedepan diikuti Nathan dan Nayra
"Harus berhasil, yes" sorak mereka bertiga
"Wah ada apa ini anak-anak mamah, semangat banget" dari arah belakang Elena menghampiri triple twins, dia baru saja pulang dan mendapati anak-anaknya sedang bersemangat seperti ingin menjalankan suatu rencana
Triple twins yang melihat kedatangan Elena pun terkejut, membuat mereka salah tingkah
"Oh benarkah, apa perlu bantuan mamah" tanya Elena, kini ia sudah duduk disamping triple twins
"Itu tidak perlu mah, kita sudah besar bisa melakukan sendiri" jawab Narendra
"Aduh ternyata anak-anak mamah sudah besar ya, sampai tidak perlu bantuan mamah" Elena menampilkan raut lesu, sebenarnya ia hanya ingin mengerjai triple twins
(Haduh ada-ada aja nih mama Elena~author)
Triple twins yang melihat raut wajah sang mamah pun merasa bersalah "bukan begitu maksudnya mah, kami pasti akan meminta bantuan jika kami kesulitan" kini Nathan yang berbicara
"Mamah tidak marah kan" tanya Nayra dengan menampilkan menggemaskan dengan pupy eyes nya
Elena yang melihat rasa bersalah triple twins menjadi tidak tega "ah mamah hanya bercanda sayang, jangan sedih oke" ujarnya dengan mencium pipi gembul mereka satu persatu
"Sudah, sebaiknya kalian naik dan pergi kekamar mandi. Mamah akan menyiapkan makan malam"
Triple twins pun menggangukan kepala mereka dan mulai kembali ke kamar masing-masing
__ADS_1
Elena pun beranjak ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk dirinya dan triple twins
*****************
"Anak-anak makan malam sudah siap, kalian turunlah" teriak Elena memanggil triple twins
"Iya mah" sahut triple twins bersamaan
Makan malam berjalan dengan lancar dan hanya terdengar suara dentingan diatas piring, tidak lupa dengan celotehan dari Nayra menambah kesan harmonis dalam keluarga
"Kalian sudah menyelesaikan tugas sekolah?" Tanya Elena, mereka sudah berada di ruang tengah
"Sudah mah" sahut triple twins bersamaan
"Baiklah, lebih baik kalian cepat kekamar dan tidur agar tidak bangun kesiangan"
"Baik mah" sahut triple twins bersamaan lagi
Sebelum kembali ke kamar, mereka mendapat kecupan selamat malam dari sang mamah
"Selamat malam sayang, mimpi indah" ucap Elena pada triple twins
"Malam mah, mamah juga mimpi indah"
Seperti biasa triple twins melakukan ritual sebelum tidur yaitu menggosok gigi dan cuci tangan dan kaki
Setelah itu mereka pun beranjak ke ranjang dan pergi ke dunia mimpi masing-masing
Elena pun naik ke lantai atas dan ke kamar triple twins memastikan mereka sudah tertidur
Setelah memastikan triple twins sudah tidur, ia pun kembali kekamar dan mengistirahatkan tubuhnya
Halo author kembali, maaf sebelumnya kepada para readers karna saya menghilang hampir 3 Minggu dan baru up episode baru hari ini 🤧
Sebenarnya karena banyak tugas sekolah, dan juga author kehilangan ide ditengah jalan untuk melanjutkan novel ini. Ada niatan berhenti aja, tapi diurungkan jadi jangan hujat author ya yang lama update episode
Maklum masih awal bikin novel, juga ada kesibukan sekolah
Author usahakan bisa update lebih sering
Jangan bosen ya sama novel ini 😉
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian
See you 😘