Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Sampai di Indonesia


__ADS_3

Brakk


"Kenapa laporan nya berbeda" ucap Arta dengan nada suara yang sangat dingin melempar dokumen laporan keuangan ke tengah meja


"Ba bagaimana mungkin, saya sudah merekap laporan dengan benar. Sesuai dengan data yang masuk" sela seorang pria paruh baya yang merupakan manager keuangan sekaligus yang membuat laporan keuangan


"Silahkan anda melihat sendiri laporan itu" saat ini dirinya mencoba untuk bersabar dan tidak mengeluarkan emosinya. Sungguh ia merasa kecewa karena kecolongan oleh tikus


Manager keuangan itu mulai membaca laporan yang ia buat dan membandingkan dengan dokumen yang diberikan oleh Arta


"Ba bagaimana bisa laporan ini berbeda" lalu ia menatap sang atasan "Maafkan saya karena kurang teliti dalam membuat laporan" lanjutnya membungkukkan badannya


Arta hanya bisa menghela nafas kasar, kini dirinya merasa sangat pusing karena kerugian yang didapat cukuplah besar. Ditambah ia harus mencari tikus yang sebenarnya


Prok prok prok


Atensi semua orang langsung beralih pada sumber suara


Tubuh Arta langsung menegang melihat siapa yang ia lihat. Dengan cepat ia berdiri dan membungkuk kan badannya "Master"


Rei menghampiri Arta "Tidak perlu seperti ini, hmm kulihat ada tikus yang membuat masalah"


"Maafkan keteledoran ku master, sehingga membuat perusahaan mengalami kerugian" sesal Arta, sungguh ia sangat kecewa pada dirinya


"Tidak apa-apa" lalu ia beralih menatap para karyawan dengan dingin dan datar


Suhu ruangan menjadi sangat dingin dan kembali menegang


Para karyawan penasaran dengan sosok di depan mereka tapi tidak berani menanyakan. Arta yang mengetahui kebingungan para karyawan langsung mengambil tindakan


"Dia adalah pemilik perusahaan ini, cepat berikan salam kalian" titah Arta tegas


Kini para karyawan tersadar jika pria didepan mereka adalah pemilik perusahaan. Dilihat dari sang atasan yang sangat hormat dan memanggil dengan sebutan Master


"Selamat datang Master" seru semua karyawan


Rei hanya bisa menghela nafas dan memutar bola matanya malas. Sungguh ia tidak memerlukan formalitas seperti ini "Kalian kembalilah bekerja" usirnya


Para karyawan langsung pergi meninggalkan ruangan rapat, karena jujur saja mereka tidak tahan dengan aura dingin yang ada disana


Kini di dalam ruangan hanya ada Arta dan Rei saja

__ADS_1


"Kenapa anda tidak mengabari saya jika datang ke negara ini master"


"Hanya ingin memberikan kejutan saja" balas Rei santai


"Maafkan saya karena tidak menyambut anda dan malah membuat anda melihat kejadian yang tidak mengenakkan tadi"


"Sudahlah, kau tidak perlu meminta maaf. Sudah hal yang wajar jika ada tikus di dalam perusahaan, jadi sebaiknya kau semakin teliti dan waspada" peringat Rei


"Baik master, saya akan segera menangkap tikus itu"


"Kau tau jam berapa Sei pulang dari kampusnya?" tanya Rei mengganti topik pembicaraan yang lebih santai


Arta menatap jam yang berada di layar ponselnya "Sebentar lagi nona selesai dengan pembelajaran di kampus"


Rei mengganguk dan berdiri dari duduknya "Kembalilah bekerja, aku akan pergi menjemput Sei"


"Baik master, saya akan mengantarkan anda ke bawah"


Mereka berdua berjalan berdampingan dan mengobrol ringan. Sepanjang perjalanan para karyawan saling berbisik siapakah pria yang berada di samping sang atasan


Banyak para karyawan wanita yang kagum dengan wajah tampan Rei. Wajah Rei tipikal pria cantik yang berkarisma di mata para karyawan


"Selamat jalan master" ucap Arta membungkukkan badannya


Sementara di lantai bawah sedang terjadi kehebohan, mereka sangat penasaran siapakah sosok Rei dan kenapa bisa bos mereka terlihat sangat hormat


"Pria itu sangat tampan" ucap salah satu karyawan wanita


"Kau benar, lihatlah kulit nya yang putih dan wajahnya yang tegas tapi menyimpan kecantikan tersendiri" sahut teman yang berada di sebelahnya


"Sepertinya aku jatuh cinta padanya, tapi siapa dia?"


"Entahlah, tapi bos seperti hormat padanya"


"Sudah jangan bergosip dan segera selesaikan pekerjaan kalian" tegur seorang pria paruh baya


Salah satu wanita tadi maju "Pak, saya mau tau siapa pria yang diantar bos tadi?"


"Kalian tidak tau siapa pria itu?" tanya pria paruh baya yang merupakan manager keuangan


"Karena kami tidak tau karena itu lah pak, kami bertanya pada anda"

__ADS_1


Manager keuangan mengganguk, wajar jika para karyawan tidak mengetahui karena dia baru pertama kali datang ke perusahaan "Dia pemilik perusahaan ini, kalian tau kan jika perusahaan ini adalah salah satu cabang perusahaan besar yang bernama AE Corporation. Dan dia adalah pemilik AE Corporation"


Para karyawan wanita yang mendengar ini langsung heboh. Bagaimana tidak heboh jika di depan mereka melihat seorang pria yang tampan muda dan ditambah lagi pemilik perusahaan besar


**


"Sei, hari minggu kamu ada acara?" tanya seorang pria yang terus mengikuti langkah Sei


Bahkan Sei sendiri sudah jengah dengan hal ini. Dari keluar kelas dirinya diikuti dan ditanya ini dan itu


"Aku sibuk" ketusnya mempercepat langkahnya


Tapi sepertinya Azka tidak menyerah dan kembali bertanya padanya


'Hahh rasanya pengen ku racun nih orang' batin Sei yang sudah jengah


Di tengah rasa kesalnya, matanya langsung berbinar melihat seorang laki-laki berkacamata hitam yang berdiri bersandar pada mobil sport


Ia mengenali laki-laki itu dan rindu padanya karena sudah berbulan-bulan tidak bertemu


Sei langsung berlari dan melambaikan tangannya "Rei" panggil nya dengan senyum cerah di bibirnya


Rei yang masih fokus pada ponselnya langsung menyimpan ponselnya dan merentangkan tangannya


Kehebohan siswa siswi yang berada disana langsung terdengar. Para gadis yang sedari tadi mengagumi ketampanan dan juga karisma Rei, langsung memberengut kesal karena Rei memeluk Sei


Yaps sedari tadi Rei menjadi pusat perhatian para mahasiswa terutama para gadis


"Aku kangen sekali, kenapa tidak memberitahu ku jika ke negara ini"


"Surprise untuk mu"


Senyum Sei tidak berkurang dan kembali memeluk Rei dengan sedikit mendongak karena tingginya hanya sebagai bahu Rei saja. Memang setinggi itu Rei seperti para laki-laki


Perhatian nya beralih pada Azka yang tidak jauh dari sana "Bantu aku pergi, aku jengah dengan dia" bisiknya


Rei menyetujuinya dan membawa Sei memasuki mobil. Setelah memastikan Sei duduk nyaman, dirinya memasuki kemudi


Sebelum benar-benar masuk, Rei menatap Azka dengan senyum meremehkan


Lalu beralih pada kumpulan gadis-gadis, dengan jahilnya ia menurunkan kacamata hitamnya dan mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


Tentu saja para gadis menjadi heboh sendiri


Bersambung~


__ADS_2