
Double up, kemarin author nggak bisa up karena ketiduran 🤧
Happy reading!!!!!!!(≧▽≦)
Tok tok tok
"Masuk" titah seseorang didalam ruangan
Pintu dibuka memperlihatkan seorang resepsionis "Permisi tuan, direktur pemasaran perwakilan dari kantor cabang sudah datang" ucap si resepsionis
Elvaro menyunggingkan senyumnya "Suruh dia masuk" perintahnya
Sang resepsionis pun mengangguk dan mempersilahkan Elena masuk, lalu ia menutup pintu kembali ke tempat ia bekerja
"Permisi tuan, saya direktur pemasaran perwakilan salah satu cabang di beri perintah untuk mengirimkan dokumen ini kepada anda" ucap Elena profesional. Meskipun Elvaro adalah suaminya, namun itu hanyalah suami sebagai status. Dan ia harus tetap profesional dalam bekerja
Elvaro menatap wajah Elena kemudian ia menerima dokumen tersebut "Kenapa kamu memanggil suami sendiri dengan sebutan 'tuan'? Tanya Elvaro
__ADS_1
Elena membelalakkan matanya, langsung saja ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan "Shtttt jangan bicara sembarangan, jika ada yang tau bagaimana? Ingat kita menyembunyikan status pernikahan kita" ucap Elena setengah berbisik dan menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya dan terus menoleh kanan kiri takut ada yang mendengar.
Elvaro menyunggingkan senyum, tanpa Elena sadari ia mendekat kan wajahnya dengan Elena hingga tinggal beberapa centi saja "Disini hanya kita berdua" bisik Elvaro tepat di daun telinga Elena
Elena langsung menoleh dan matanya langsung terbelalak ketika wajah Elvaro berada tepat di wajahnya. Hanya menyisakan beberapa centi, nafas hangat Elvaro menerpa daun telinganya yang membuat ia langsung membeku ditempat hingga membuatnya lupa cara bernafas
"Ada apa? Apakah kamu kagum dengan ketampanan ku, atau kamu ingin aku melakukan yang kemarin malam" tanya Elvaro menggoda karena sejak tadi Elena diam
Blussssss
Wajah Elena bersemu merah seperti kepiting rebus, langsung saja ia membuang mukanya "Ti-tidak" ucapnya gugup
"A-apa tidak aku tidak mau, masih banyak pekerjaan di perusahaan" bantah Elena lalu hendak pergi
"Jika kamu tidak mau, aku akan melakukan hal semalam bahkan lebih" ancam Elvaro
Elena terdiam di tempat lalu membalikkan badan menatap Elvaro tajam. Akhirnya ia terpaksa melakukan permintaan Elvaro, ternyata perasaannya sebelum pergi memang benar. Ada hal tersembunyi kenapa ia dipanggil menghadap CEO. Dan ternyata inilah yang terjadi, ia disuruh menemani suami menyebalkannya itu. Dengan keadaan kesal Elena pergi duduk di sofa yang sudah disediakan
__ADS_1
Elvaro terkekeh melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan, lalu ia kembali mengerjakan pekerjaannya.
*************
Bukannya semakin fokus dengan pekerjaan karena ditemani sang istri, justru Elvaro selalu mencuri-curi pandang dengan sang istri
Ia pun beranjak dari kursi kebesarannya dan menghampiri Elena "Ayo makan siang" ajaknya pada Elena dengan muka datarnya
Elena yang sedang fokus dengan hp nya pun mengalihkan pandangan menatap Elvaro yang kini sudah duduk disampingnya. Kening mengenyitkan tanda tidak mengerti dengan ucapan Elvaro
"Ck, sekarang sudah waktu jam makan siang" ucap Elvaro kesal
Elena melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya dan memang benar saat ini sudah memasuki jam makan siang "Makan siang dimana?" Tanyanya menatap Elvaro.
Bukannya menjawab Elvaro malah mengambil hp nya dan menelepon seseorang "Will pesankan makanan untuk juga istriku" tanpa menunggu jawaban Elvaro langsung memutuskan sambungan sepihak
Wajah Elena bersemu merah mendengar Elvaro menyebutnya istri, meskipun ini hanyalah pernikahan paksa namun hal itu tidak bisa menyangkal jika Elena adalah istr dari Elvaro.
__ADS_1
Singkat cerita makanan sudah datang dan mereka berdua makan dengan khidmat tanpa ada perbincangan