Unfinished Story

Unfinished Story
KEMARIN


__ADS_3

Masih di hari yang sama


[ 14:50 ]


Sepulang sekolah kami yang masih berada di dalam kelasku melanjutkan diskusi kami, yang secara tidak sengaja terbentuk karena cerita mendadak dari Wafa sebelumnya


" Maksudnya? " Tanyaku


" Jadi maksudku itu, apa yang tadi waktu Perfotoan kita lihat itu Cermin " Jawab Oza


" Ko jadi ke cermin sih Za, orang jelas beda 180° sama kita "


Sela Wafa menyangkal


" Dengerin dulu makanya tenang, Aku juga kaget ga cuma kalian "


" Apa kita salah makan sesuatu ya? Masalahnya seakan hanya kita ber Empat saja yang merasakan, lihat deh anak lain, mukanya ga se pucat kita sekarang "


" Gimana menurutmu Ga? " Tanya Oza kemudian pada Erga


" Sebentar, aku masih speechless, apa si ini sebenernya? Emang kalian paham? " Jawab Erga


" Ya siapa si Ga yang paham, makanya ini kita cerita, mau tau gimana maksudnya " Sahut Wafa ketus


Kami berdebat, lalu terdiam untuk sesaat karena Ketua kelas yang kembali ke kelas, demi mengabarkan kepada kami bahwa hasil foto untuk kelas IPS sudah bisa diambil diruang guru


" Okay, thanks ya infonya Han " Jawabku


Aku menghela nafas panjang yang kemudian teringat tentang Cermin yang tadi digambarkan oleh Oza


" Za, maksud Cermin tadi apa? " Tanyaku tanpa basa-basi


" Nah iya cermin, Kalian masa ga ada yang perhatikan? "


" Ga ada kenapa emang? " Jawab Wafa yang masih dalam keadaan setengah kesal


" Tadi itu aku sebenarnya bukan kaget atau gimana, ya memang aku kaget, pastinya kaget, tapi di awal aja, habis itu aku malah penasaran " Jelas Oza


" Gini ya coba kalian ingat, pasti kalian ingat di Poin paling utama aja deh, Background foto kita tadi apa? " Lanjut Oza selagi bertanya kepada kami semua


" Depan sekolah " Jawabku


" Nah kalian perhatikan ga warna cat nya? " Tanya nya lagi


" Oiya " Jawabku dan Erga bersamaan


Erga yang juga baru saja kembali dari ruang guru, terlihat memandangi foto bersama kami tadi di depan sekolah dengan seksama namun juga tersirat raut khawatir di mukanya


" Wih kok aku merinding ya " lanjut Erga


" Kenapa warna nya emang? " Tanya Wafa yang belum menyadari


" Coba liat Fa, liat baik-baik " perintahku selagi menunjukkan hasil foto kami


" Maaf aku masih ga paham "


" Nih ya fa, Komponen utama cat sekolah kita kan Abu-abu, tapi ada tambahan warna Biru muda di setiap detil kecilnya, tapi tadi kalau kamu ingat ga, waktu Perfotoan apa yang kita lihat di... "


" Oh iyaa " Jawabnya memotong penjelasan ku


Wafa saat ini telah berdiri keluar dari meja tempat kami berunding, jalan seperti orang yang sedang berfikir keras, sambil mengatupkan kedua tangannya di depan kepala tanda memahami statement kami


" Ingat kan kamu fa? " Tanyaku kemudian

__ADS_1


" Iya, Oh jadi kebalikan nya ya? Warna komponen utama sekolah kita kan Abu-abu ditambah biru mudah, sedangkan sekolah itu Komponen utama nya Biru muda + abu-abu gitu? " Tanya nya sambil menjelaskan ulang


Kami bertiga mengangguk bersama tanda setuju


" Wah kita ini tokoh utama drama apa gimana sih ceritanya?, Ko bisa mendadak jadi kaya gini kenapa ya? "


Ujar Wafa yang masih belum 100% memahami keadaan ini


" Ya kamu, juga sukanya nonton drama yang aktornya kata kamu ganteng-ganteng itu, padahal ya biasa aja kataku mah " Jawab Erga


" Lah kenapa jadi aku yang disalahin? Lagian ya Ga, kan mereka cowo wajar dong aku bilang mereka ganteng, kan aku mah cewe yang aneh itu kalo kamu yang bilang "


" Hei!! " Sela Oza berusaha memecah perdebatan mereka berdua


Sia-sia


Mereka berdua ini selalu saja yang paling depan jika masalah perdebatan, jadi tidak heran jika mereka selalu saja menjadi Juara 1 di kompetisi perdebatan dulu sewaktu kami SMP


Aku lagi-lagi menghela nafas berat, sambil menarik ujung kepalaku yang rasanya juga mau pecah


" Emangnya tadi aku bilang mereka ganteng? "


Perdebatan masih berlanjut


" Tadi bilang tuh buktinya!! " Jawab Wafa


" Kan itu aku bilang kalo kamu yang suka bilangin mereka pada... "


" Haisshhh! Sikkeureo!¹ " Teriakku sambil mendobrak meja di depan mereka berdua


" Aduh kaget!! Apaan si Ze main dobrak-dobrak meja, ga sakit apa itu tangan? "


" Wih bahasa asing nya keluar! " Ledek Oza


Perdebatan berhenti


" Ya kalian, orang mah lagi rundingan malah debat Soal aktor Korea yang ganteng! Kamu juga Erga, Suka sama Wafa kah, Sampe segitunya? " Kataku menegaskan


" Gausa ngada-ngada Ze please " Jawab Wafa ketus


" Makanya, udah galak, ngada-ngada lagi " Lanjut Erga setengah meledek


" Jugulle?³ " Jawabku setengah memandang sinis Erga


" Udah Astaga kalian bertiga ini!! " Sela Oza


" Iya maaf " Jawab kami bertiga


***


" Yasudah kita lanjutkan soal tadi " Mulai Oza kembali


" Poin kedua, Oza yang tadi pagi kamu ceritakan ke Erga itu bukan mimpi kan? " Tanya nya


" Iya, itu foto yang di kasih Wafa ke aku kemarin Sabtu " Jawabku sambil mengeluarkan fotonya


" Ya Tuhan Ze, Maaf aku ga sadar " kata Wafa yang sudah mengatupkan satu tangannya di depan mulutnya


" Orang yang di foto ciri-cirinya sama kaya yang di depan kamu tadi ga Ze? " Tanya Oza lagi


Aku mengangguk


" Berarti kamu sudah tau apa bedanya kamu sama orang itu, Nah hal sama juga ada di aku, tadi aku perhatikan, orang seberang sana yang mirip aku itu... Hahahaha " Jelasnya yang terpotong karena teringat akan sesuatu lalu kemudian tertawa

__ADS_1


" Lah malah ketawa si? " Tanyaku


" Maaf-maaf tau ga si? Kayanya kita berempat disana itu grup punk deh? Hahahaha " Katanya yang dilanjutkan dengan tertawa lagi


" Ko bisa gitu? " Tanya Erga dan Wafa yang masih belum paham


Aku yang sudah paham secara langsung ikut tertawa


" Rambutnya semiran pasti? " Tanyaku pada Oza


" Iya dong, blonde lagi🤣🤣 yaampun! Mana di celana nya ada rantai udah kaya mau konser punk kan? "


" Iya tau " Erga dan Wafa yang mulai mengerti, membuka mulut mereka secara bersamaan


" Masa aku semiran merah, udh panjang banget lagi rambutnya "


" He aku juga tau, rambutnya berdiri dong kaya model-model jaman dulu gitu😭😭 " Wafa dan Erga satu persatu menjelaskan


Lalu kita semua tertawa lagi


" Udah-udah ketawanya, yang terakhir ini, aku khawatir kalian tidak perhatikan " Mulai Oza lagi


" Apa emang, apa? " Tanyaku penasaran disusul kedua sahabat di belakang ku yang juga mulai menyimak


Dan benar saja kami tidak ada yang memperhatikan,


Jika sudah seperti ini kami harus menunggu kejadian selanjutnya, untuk mengetahui hal apa yang kami lewatkan.


Karena jika tidak kami tunggu atau bahasa lain kami biarkan saja kejadian tidak masuk akal ini terjadi, maka kami semua tidak akan tahu apa maksud dari semua hal yang terjadi akhir-akhir ini.


Itu statement pertama, yang Kedua


Lagi-lagi strategi kami salah, saat itu ketika kami dibuat penasaran akan hal yang kami lewatkan, seharusnya kami berhenti mencari tahu...


Karena bukannya semakin jelas dan terlihat jawaban yang kami inginkan, kami malah di dorong untuk meneliti semua itu lebih jauh


Kami tertarik ke Dunia antah berantah...


Semua terlihat sama namun juga secara tidak langsung 180° berbeda


Apa ini? Permainan?


Jika benar permainan, permainan macam apa ini?


Lalu bagaimana ketentuan nya?


Ketentuan yang bisa mengembalikan kami ke dunia asal kami..


Berlanjut ke Ep 4


Terimakasih sudah mampir


Semoga hari kalian menyenangkan 🌼


_____________________________________________________


¹ Sikkeureo! : Diam!!


² Jugneunda! : Ku hajar kau!


³ Jugulle? : Mau mati kau?


Bahasa bercanda semua ya diatas^^

__ADS_1


__ADS_2