Unfinished Story

Unfinished Story
NAMA


__ADS_3

Masih di hari yang sama


[ 15:10 ]


Hari semakin petang, tetapi kami masih ingin meluruskan semua hal yang terjadi hari ini, sayangnya 20 menit lagi sekolah di tutup jadi mau tidak mau kami harus berpindah tempat


" Nanti kita lanjutkan " Saranku


" Jadi mau di mana ini? " Tanya Oza


" Aku terserah kalian aja " Jawab Erga


Di susul aku dan Wafa yang mengangguk tanda setuju


" Di perpustakaan daerah aja gimana? " kata Wafa memberi saran


" Kan disana ada private room buat meeting tuh " lanjutnya


" Iya bener udah disana aja ya, toh dekat juga " Jawabku


" Oke "


15 Minutes later


Perpustakaan Daerah


[ 15:25 ]


" Jadi apa Za? " Tanya Wafa kepada Oza


" Nama " Jawabnya ringan


" Hah? " Sontak kami setengah tidak paham


" Jadi maksudnya nama kamu sama dia sama? Atau terbalik? Atau bukan terbalik bukan juga sama, tapi semua komponen huruf di nama kamu, ada di nama dia gitu kah? Hahahaha ada-ada saja " Tebak Erga


" Genius " Jawab Oza singkat


" Lah tiba-tiba? " Sahutku kemudian


" Maksudnya genius? Ada 3 kemungkinan tadi yang disebut Erga, yang bener yang mana? " Lanjut Wafa


" Yang terakhir " Jawabnya setengah terkekeh


" Hah jadi beneran? " Tanya Erga yang masih belum paham


" Iya bener, nih ya aku jelasin "


" Jadi, Coba ya kan namaku Oza, ada huruf O, Z, A nya "


" Nah sedangkan nama dia itu Zao masa? Bener kan ada semua huruf dari namaku? " Jelasnya

__ADS_1


" Kok aku jadi penasaran ya siapa namanya? " Gumamku


" Maksud kamu? Nama Doppelganger kamu siapa gitu? " Tanya Wafa


" Doppelganger itu apa? " Sela Erga ditengah pertanyaan Wafa kepadaku


" Doppelganger itu kembaran kamu, tapi lebih tepatnya kalau doppelganger itu terlalu identik, sampai Sidik jari kamu pun bisa sama seperti doppelganger kamu " Jelasku


" Padahal ya, aku kemarin baru selesai lihat drama tentang Doppelganger tau, eh kenapa jadi begini ya? " Kata Wafa kemudian


" Oh pantas kamu tau apa itu Doppelganger " Sambungku


" Terus kamu tau dari mana Ze? Tanya Oza


" Ya kemarin juga aku mau lihat drama yang dilihat Wafa itu, tapi ga ada waktu " Jawabku


Kami semua kembali termenung untuk sesaat


" YouTube gimana YouTube? " Mulai Oza kembali


" Oh iya, aku bawa kameranya tapi dari tadi kita belum mulai Syuting ini gimana dong? " Jawab Erga


" Udah masalah tadi kita lupakan dulu aja gimana?, Takutnya kalau kita larut terus di masalah tadi, YouTube gaakan jalan " Kataku memberi saran


" Iya tau, sudah lah anggap saja gada " Sambung Wafa


" Terus sekarang mau ngapain, Syuting atau pulang? " Tanya Erga


" Gimana kalo kita syuting sebentar di Alun-alun situ sambil jajan?, Mumpung juga masih di tengah kota ini " Saran Oza


[ 17:40 ]


2 Jam berlalu setelah kami melaksanakan syuting pertama kami, kini saatnya membuat foto untuk Thumbnail Video pertama kami


Sejenak kami benar-benar terlupa


" Siapa yang mau fotokan, kan semua harus ikut masuk " Erga mendahului


" Minta tolong orang aja atuh, kan banyak eta orang mah " Jawabku


" Sini aku yang minta tolong " Kata Wafa seraya mengambil kamera dari tangan Erga dan berjalan menuju Kakak-kakak yang sepertinya terlihat sudah cukup umur untuk kuliah dan memintanya untuk memfotokan kami


" Permisi ka, boleh minta tolong fotokan kami? " Tanya nya sopan


" Oh iya boleh " Jawabnya


" Ini ka, terimakasih ya ka "


" Siapp? " Tanya Kaka itu meminta kita untuk bersiap


" Sebentar ya ka " Jawabku sergap

__ADS_1


" Hei tadi sudah diatur kan Flash nya? Udah petang ini takutnya malah gelap " Tanya Oza ditengah persiapan kami


" Iya sudah " Jawab Wafa


" Siap ya, 1 2 3 "


Saat itu


CKRIK!! FLASH!! Bersamaan


Yap benar apa yang ada difikiran kalian


Terjadi lagi, namun yang berbeda kali ini kami bukannya melihat kejadian yang bergerak di hadapan kami, melainkan hanya melihat cuplikan gambar apa yang kami lakukan tadi siang sepulang sekolah, detail sekali seakan seperti ada yang dengan sengaja membuntuti kami


Dari ketika aku melihatkan hasil foto bersama kami di depan sekolah kepada Wafa yang tertinggal dalam memahami keadaan, kejadian ketika aku mendobrak meja saat perdebatan antara Wafa dan Erga berlangsung, hingga kejadian saat kami berpindah lokasi ke perpustakaan daerah


Benar sekali!! Luar biasa, bagaimana bisa akan terjadi hingga sedetail ini?


Sama persis, tapi tentu saja yang kami lihat itu bukan kami, melainkan seseorang yang di sana mirip sekali seperti kami


" Dek!! " Panggil Kaka yang tadi


" Oh iya maaf ka, maaf kami kurang fokus, bisa di ulang sekali lagi ka? " Jawab Oza Sigap yang ingin cepat mengakhiri prosesi foto ini


Yang juga secara langsung membungkam kami yang juga terkejut akan kejadian barusan


" Oke, siap ya? 1 2 3 "


Kali ini lancar


" Terimakasih banyak ya ka, hasilnya bagus " Kata Oza lagi


" Iya sama-sama, Sukses ya dek " Jawab Kakak itu


" Siap ka " Jawabku


Setelah kakak tersebut pergi, kami secara langsung saling menatap satu sama lain


" Semuanya liat kan? " Tanyaku mendahului


" Iya " Jawab mereka bersamaan


Dan pandangan kami pun tak bisa lepas dari menatap kamera itu, apa yang salah? Jadi selama ini kamera penyebabnya? Atau apa?


Ini serius, yang lebih buruknya lagi, tidak ada satupun anak yang sadar lalu melihat nama yang tertera pada name tag dari setiap anak


Kami benar-benar harus menunggu kejadian selanjutnya, fikirku, atau lebih tepatnya menciptakan kejadian itu secara sengaja


Sekarang aku tau peraturan nya, Setiap kali ada perfotoan, maka akan terjadi hal seperti ini


Berlanjut ke Ep. 5

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 🌼


Terimakasih sudah manpir


__ADS_2