
Empat hari sudah Viola mengikuti masa orientasi siswa baru, yang melingkupi pemahaman visi misi sekolah dan tata tertib sekolah, Pengenalan ekstrakulikuler, Pengenalan kegiatan dan rutinis di sekolah, Pembagian kelas, pengenalan guru guru yang mengajar, Organisasi sekolah, fasilitas sekolah, dan lain sebagainya.
Hari ini adalah hari kelima, tepatnya Hari Jumat. Selama itu Vio selalu mendapat hinaan dan perlakuan tidak menyenangkan lainnya. Selama itu pula Shasha seperti orang asing baginya. Hari ini pembagian kelas, Di Sekolah ini kelas di bagi berdasarkan nilai kelulusan.
Berangkat pagi pagi, Viola buru buru merapat ke papan pengumuman. Dilihatnya data siswa untuk mengetahui dimana Ia akan masuk kelas. Mencari namanya dari 665 siswa yang terbagi menjadi 15 kelas, 5 kelas untuk jurusan IPA, 5 kelas untuk IPS dan 5 kelas untuk kelas Bahasa.
"Vi, Kamu masuk di kelas apa???". Rani mengagetkan Vio yang tengah fokus mencari data dirinya di papan pengumuman di depannya.
" Belum tahu ini, Ran!!". Vio masih memfokuskan matanya.
"Aku di kelas IPA 3, Coba aku bantuin cari!!!". Rani memposisikan dirinya untuk membantu Vio.
" Aduh tulisannya kecil kecil banget ya, Ran???". Vio mengucek matanya berulang kali.
"Kacamatamu kemana, Vi????".
" Kacamataku patah. Aku belum bisa beli lagi!!!".
"Ya sudah, kamu tunggu saja di belakang. Aku akan mencari namamu!!!".
" Makasih ya, Ran!!!". Vio memundurkan langkahnya dan tanpa melihat kebelakang.
Tiba tiba......
"Aduh!!!. Maaf maaf saya nggak sengaja!!!". Vio menyenggol seorang siswa di belakangnya.
" Iya, nggak papa!!". Jawab siswa tadi dengan cuek.
"Kak Andi!!". Vio terkejut setelah mendapati bahwa yang Ia tabrak adalah Andi.
" Iya!!".
Vio kemudian menuju kursi panjang yang berada tepat di samping papan pengumuman untuk menunggu Rani.
"p**erasaan apa ini??'" Vio bertanya di dalam hatinya.
"Seperti tidak asing, kenapa seperti nya aku sangat dekat dengannya???". Vio mulai melamun.
" Vi!!!!". Hentakan Rani menyadarkan Vio dari lamunannya.
"Ehh.. iya Ran????". Vio masih belum fokus.
" Kamu masuk di kelas IPA 1, kita pisah kelas dong. Huhuhuhuu". Rani memasang wajah cemberut.
"Makasih ya, Ran. Kamu udah bantuin aku!!!".
__ADS_1
" Iya, sama sama. Kamu besok kalau udah dapat teman baru, jangan lupain aku ya!!!". Rani memeluk Vio tanpa melihat tatapan mata sinis dari sekelilingnya.
"Kamu ngomong apa sih???". Vio mencubit pipi Rani gemas.
" Yuk ke kelas!!!". Rani menarik tangan Vio untuk menaiki anak tangga, menuju lantai dua dimana ruang kelasnya berada.
_______________
Agenda hari kelima ini hanya pembagian ruang kelas di lanjutkan acara santai dan di akhiri dengan upacara penutupan Masa Orientasi.
Vio memasuki ruang kelasnya yang terletak di pojok Utara di lantai dua. Terpasang papan kayu berukuran 10 x 30 Cm bertuliskan 'KELAS 10 IPA' di pintu bagian atas.
"Ihhh... kamu masuk kelas ini???". Seorang siswi memandang jijik Vio yang baru melangkahkan kaki memasuki ruang itu.
" Aduhhh... kenapa anak kampungan ini bisa satu kelas sama aku???". Ujar siswi yang lain.
"Salah masuk kelas kalik kamu!!!". Ujar siswi yang baru masuk kelas.
" Tidak, aku tidak salah. Ini benar kelas 10 IPA 1 kan???". Vio langsung menuju tempat duduk yang masih kosong.
Beberapa saat kemudian, Ruang kelas sudah di penuhi oleh penghuninya. Vio duduk sendiri di meja nomor 3 di barisan ke 2. Tidak ada seorang siswi pun yang mengisi satu tempat yang masih kosong di sampingnya. Vio sedih namun sekuat tenaga Ia menyembunyikan kesedihannya. Ia menyimpulkan didalam hati, bahwa seorang teman yang menerima dirinya yang apa adanya hanyalah Rani. Buktinya, lima hari Ia memasuki sekolah ini, tapi tidak satu pun yang mau berteman dengannya.
"Ekheem... Halo, boleh nggak aku duduk di sini???". Seorang siswi menyadarkan Vio dari lamunannya.
" Iya, boleh!!!". Vio menggeser kursinya agar siswi di sebelahnya bisa duduk dengan nyaman.
" Aku Vio!!. Namamu siapa???". Vio membalas uluran tangan Siswi itu.
"Halo Vio, Kenalin aku Felis!!. Salam kenal ya!!!". Felis memperkenalkan diri dengan senyum tulus mengembang di wajahnya.
" Iya!!". Vio membalas dengan senyuman.
" Berasal dari sekolah mana kamu???".
"SMP Negeri XX, Fel".
" Ohhhh SMP Negeri XX itu yang letaknya di deket perempatan yang arah ke taman kota itu bukan???".
"Iya, bener banget. Kalau kamu sendiri dari sekolah mana kemarin???".
" Aku pindahan dari kota ZZ, tapi aku dulunya pernah sekolah di SMP Intra, 6 bulan lah di kelas 7. Lalu Ayahku pindah tugas ke ZZ, aku ikut pindah deh!!!". Feli dan Vio mulai akrab.
"Ohhhh gitu!!". Vio hanya mengangguk tanda paham.
" Boleh nggak aku minta nomor kontak mu???".
__ADS_1
" Boleh boleh!!!". Vio mengeluarkan ponsel android Opo seri a37 miliknya.
" Bacakan nomormu, aku akan menghubungi kamu!!".
"Kosong delapan satu kosong delapan dua dua dua satu satu tiga tiga!!". Vio mendikte sedangkan Feli mengetikkan nomor yang di bacakan oleh Vio pada ponsel pintarnya dan langsung mengubungi vio via WA.
" Udah, itu nomo WA aku. Bisa buat sms juga bisa telepon!!".
"Iya, Fel!!".
" Keluar, yuk!!!. Kita ke taman belakang. Agenda hari ini kan hanya santai terus upacara penutupannya juga masih lama!!!".
"Sebentar ya, Fel. Aku hubungi temen aku dulu!!".
^^^ Ran, ke taman belakang yuk, aku tunggu di depan ruang kelasku!!^^^
Maharani
iya, otewe 😉
"Ayok, Fel. Temanku ada di depan!!!".
" Oke!!".
Mereka berdua keluar untuk menemui sahabat Vio.
___________________
"Emmm Ran, kenalin ini Feli. Fel, ini Rani!!!". Vio mengenalkan.
" Rani!!".
"Feli!!". Mereka saling menyambut uluran tangan.
" Ayo kita ke taman belakang, guys!!". Feli menarik tangan mereka berdua.
" Tunggu dulu sebentar, tunggu temen aku dulu, dua menit!!!". Rani menghentikan langkah Feli.
Beberapa saat kemudian,
"Ran, maaf ya lama!!". Ujar salah satu siswi yang baru datang.
" Iya nggak papa kok, Bel!!. Oh iya, kenalin. Ini Vio dan yang ini Feli!!!". Rani mengenalkan mereka berdua pada temannya yang baru datang.
"Halo, kenalin aku Isabella. Panggil Bella saja ya!!!". Bella berkenalan dengan Vio dan Feli.
__ADS_1
" Udah kan??? Ayo ke taman belakang!!!". Rani mendahui langkah mereka.
...****************...