
Sudah terhitung beberapa minggu ini, Viola menjalani harinya tanpa Andi sama sekali, mereka seperti dua sekarang hanyalah orang asing yang tidak saling bertegur sapa. Rentetan perlakuan tidak menyenangkan yang di alami Vio juga tidak berhenti. Dan malah semakin menjadi. Di bully, di teror dan di ancam selalu dia hadapi sendirian. Tanpa ada Andi yang menenangkannya.
Hari ini, Viola dan orangtuanya di panggil oleh pihak sekolah sebab nilainya tidak mencukupi kriteria sebagai penerima beasiswa prestasi. Karena sebuah keputusan tanpa pikir panjang yang diambilnya, dan kini Ia menyesalinya membuatnya terpuruk dan berdampak pada nilainya yang jatuh.
" Jadi, Anda Orangtua atau wali Viola Aristi Devana???". Ucap pengawas beasiswa di hadapannya yang di ketahui bernama Bu Dini terkejut mendapati Awan yang bersama Viola duduk di hadapannya.
" Iya , Bu Dini. Viola adalah putri bungsu kesayangan saya!!!!". Awan menjawab dengan jelas.
"Jadi saya memanggil anda di tempat ini adalah, untuk mengonfirmasi bahwa benar nilai yang pihak sekolah kirimkan sebagai syarat lanjut pertimbangan untuk terus mendapatkan beasiswa prestasi di Sekolah ini. Dari data yang sudah saya terima, Nilai akademik putri anda mengalami kemerosotan secara drastis dan tidak hanya satu atau dua mata pelajaran, namun semuanya!!!. Mohon maaf, kami harus memutuskan bahwa mulai bulan depan beasiswa prestasi yang Viola dapatkan resmi di hentikan!!".
"Baik, terimakasih. Saya akan membayarnya hari ini juga!!". Jawab Awan.
" Sekali lagi, saya mohon maaf, Pak!!". Bu Dini menunduk takut.
"Baik, terimakasih. Saya permisi!!". Awan menggandeng tangan putrinya keluar dari ruangan itu.
__________________
" Ayah, maaf. Aku mengecewakan Ayah!!". Vio menangis di pelukan Ayahnya.
"Sayang, hapus make up di wajah kamu. Melangkahlah dengan tegak dan jangan menunduk. Kamu adalah anak Ayah!!!". Awan mengelus rambut putrinya yang berada di pelukannya sekarang.
" Tapi, Ayah???". Vio masih ragu ragu.
"Rentetan peristiwa yang kamu hadapi, akan ayah selidiki. Ayah mohon, hargai Ayah dengan cara jadilah diri sendiri!!!".
Vio menganggukan kepalanya.
" Sekarang hapus make up itu dan kita mulai dari awal. Ayah tidak rela bahwa anak ayah menjadi korban bully hanya karena kamu tampil sederhana seperti itu!!!".
"Ayah tahu semuanya???". Vio menatap Ayahnya heran.
" Apa yang tidak ayahmu ketahui, sayang????, Bahkan teror yang menyebabkan hubunganmu dengan Florentinus Andika berakhir pun Ayah tahu!!!".
"Ayah!!!". Vio malah menangis sejadi jadinya di pelukan Awan.
"Sekarang, hapus make up kamu dan bergantilah dengan setelan seragam yang lebih layak, Ayah sudah menyiapkan semuanya di ruangan itu!!". Awan menunjuk sebuah ruang yang di ketahui adalah ruang dewan operasional.
" Tapi, Ayah????". Vio menatap Awan dengan ragu.
"Tenang saja, sekertaris ayah sudah menyiapkan segalanya. Ruangan itu adalah, ruang kerja ayah di sekolah ini!!".
" Jadi???".
"Ayah adalah ketua dewan operasional, sayang. Selain bekerja di perusahaan milik ayah sendiri, Ayah membantu sahabat ayah mengurusi yayasan ini!!". Jelas Awan.
" Mengapa aku baru tahu, Ayah???".
"Shasha pun juga tidak tahu, bahwa ayahnya berada di sini setiap waktu!!!".
" Maaf, Ayah. Aku membuat ayah kecewa!!!".
"Sekarang, masuk dan perbaiki penampilanmu!!!. Ayah sendiri yang akan mengantarmu masuk ke ruang kelasmu!!!".
__ADS_1
" Baik, Ayah!!!". Viola pun masuk ke ruangan itu.
Beberapa saat kemudian, Viola keluar dengan style and look yang berbeda.
"Ayah!!". Viola mendekati Awan yang berdiri tidak jauh dari tempat itu.
"Sudah???, ayo Ayah akan antarkan kamu ke ruang kelasmu!!!".
_______________
Sesampainya di depan ruang kelas Vio,
" Ayah, aku ragu!!!". Vio menghentikan langkahnya.
"Sayang, melangkah hadap depan. Jangan sesekali kamu menundukan kepalamu!!!. Ada ayah yang melindungimu!!!". Awan menguatkan Viola.
tok tok tok..
Awan mengetuk pintu ruang kelas yang tertutup itu.
" Masuk!!!". Sahut seorang guru dari dalam ruangan itu.
"Selamat pagi, Pak Joko!!!". Awan mendekati guru itu lalu berjabat tangan.
" Pak Hermawan???. Mohon maaf, ada perlu apa Anda berkunjung di ruang kelas ini???".
"Saya mengantarkan putri saya!!". Awan menoleh ke samping dan tidak mendapati Vio di sampingnya.
"Sebentar!!!". Awan melangkah keluar yang kemudian di ikuti oleh Pak Joko dan mereka mendapati Vio masih berdiri di luar ruang itu dengan menundukan kepala.
" Angkat kepalamu, sayang!!!". Awan menyentuh dagu putrinya itu.
Awan kemudian menggandeng tangan putrinya lalu kembali masuk ke dalam ruang itu.
" Viola!!!". Seru Feli spontan yang membuat seluruh isi kelas menoleh ke arah sumber suara.
"Sayang, kembalilah ke tempat dudukmu!!". Awan mempersilahkan Vio untuk duduk.
"Mohon maaf Pak Joko, saya harus kembali!!!". Awan meninggalkan Vio di ruangan itu.
________________
Di sebuah Ruangan yang begitu elit di sekolah itu yang di ketahui milik ketua yayasan, Awan sedang berbincang dengan yang empunya ruang itu.
" Apa yang terjadi dengan putrimu???". Tanya seorang pria yang seumuran dengan Awan.
"Nilainya turun. Beasiswa prestasinya di cabut!!!". Jawab Awan singkat.
" Hahahahaahaha kamu itu adalah ketua dewan disini dan juga bos properti yang sukses, kenapa putrimu ikut seleksi beasiswa???, betapa pelitnya kamu, Wan!!!. Mentang mentang hanya anak sambung!!!".
"Sembarangan kamu kalau ngomong, Dev. Dia sendiri yang ngotot ingin mendapat beasiswa itu. Aku sudah melarangnya tapi dia begitu keras kepala!!. Aku ini orang kaya asal kamu tahu!!!. Aku juga tidak membedakan antara Viola dan Shasha!!!!". Jawab Awan tidak terima.
" Hahahahaaa... memang unik anak sambungmu itu!!!".
__ADS_1
"Dia putri bungsuku, Dev. Walaupun dia memang hanya anak sambung, tapi aku mencintai dia dengan penuh kasih sayang layaknya seorang Ayah pada anak kandungnya, asal kau tahu!!!".
"Hahahahaaa baik baik, maaf!!!. Bagaimana bisa nilainya turun, Wan????".
" Dia adalah putriku yang bisa membuat aku bangga dengan perolehan prestasinya. Namun beberapa bulan ini, dia sangat terpuruk sehingga membuat nilainya jatuh!!". Awan berkata dengan lirih. Sejujurnya Ia pun kecewa melihat pencapaian prestasi putrinya itu turun derastis.
" Hahahahaha jangan katakan bahwa alasan putrimu terpuruk adalah karena anakku???".
"Aku tidak tahu!!. Namun yang pasti, mereka sudah tidak berhubungan sejak beberapa minggu yang lalu". Jawab Awan singkat.
" Apa????".
"Dia menangis sepanjang malam, berdoa agar bisa kembali bersama anakmu itu!!!. Betapa dia tergila gila pada putramu!!!".
tok tok tok tok..
Pintu Ruangan itu di ketuk dari luar.
" Masuk!!". Seru yang empunya ruangan dari dalam.
"Ayah, kenapa ayah memanggilku???, Ini masih jam pelajaran!!!". Seorang siswa membuka pintu sambil ngedumel.
" Kamu tidak ingin menyapa ayah mertuamu dulu, hemm???".
"Paman!!". Siswa itu mencium tangan Awan dengan sopan.
" Andika, bagaimana kabarmu???".
"Baik, Paman!!".
" Nak, Bagaimana?????, Apakah sudah ketahuan siapa otak dari pembullyan putriku???". Awan bersuara.
"Setiap siswi yang tertangkap, selalu menutup rapat mulutnya, Paman!!!".
" Hmmm... Selidiki terus, lalu bawa ke hadapanku. Aku sendiri yang akan memberinya pelajaran!!!".
"Iya, Paman!!". Andi menundukan kepalanya.
" Nak, apakah kamu benar benar mencintai putriku??". Awan menyentuh bahu Andi.
"Iya, Paman. Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Saya selalu menjaganya dari kejauhan, sebab karena menjalin hubungan dengan saya, Vio merasa tidak aman!!". Andi menjelaskan.
"Setelah aku mendapat pelakunya, aku akan memperbaiki hubunganku dengannya, Paman!!". Sambung Andi kemudian.
" Jaga terus putriku. Dia sangat mencintaimu. Namamu selalu ada di setiap doa malamnya. Dia selalu menangis di sepanjang malam, hingga nilainya sekarang jatuh!!".
"Maafkan aku, Paman. Tapi dengan cara seperti ini, mereka yang membully Viola tidak akan mencurigai aku!!".
" Aku percaya padamu, Nak!!!".
_____________________
...****************...
__ADS_1