Viola

Viola
59


__ADS_3

Makan malam telah selesai, di sebuah ruang keluarga sekarang mereka bersenda gurau sambil menonton televisi.


"Besok pagi kalian jangan lupa bangun pagi, Kita berangkat ibadah minggu sama sama. Hmm Vio, kamu biasanya ibadah di gereja mana????". Rima bersuara.


"Gereja Pantekosta yang berada di seberang kantor Ayah, Nek!!!". Jawab Vio singkat.


"Kalau kamu ikut ke gereja kita nggak papa kan, Nak????".


"Iya, Nek. Semua gereja itu sama saja. Hanya tempat dan lokasi serta namanya saja yang berbeda!!!".


"Bagus lah bila kamu bisa berfikiran seperti itu!!!".


"Iya, Nek!!". Vio tersenyum sangat manis. Sekarang Ia sudah sangat akrab dengan mereka tanpa ada rasa canggung sama sekali.


"Sekarang kalian tidur. Dan Andika, jangan macam macam bila kamu tidur sekamar dengan Viola!!!". Dev angkat bicara.


"Iya Ayah!!!". Jawab Andi kemudian.


Akhirnya setelah mereka berpamitan dengan tiga orang dewasa di depannya, mereka bergegas naik menuju ke kamar Andika.


"Sayang, Aku ke Balkon dulu sebenyar ya!!!". Andika menyelipkan sebatang rokok filter berwarna putih di bibirnya.


"Iya, Sayangku!!!". Vio merebahkan dirinya di ranjang itu sambil mengotak atik ponsel barunya.


Satu batang rokok sudah habis, kini batang kedua baru setengahnya sudah Ia buang.


"Serius banget sih sayangku???". Andika ikut naik ke ranjangnya di samping Vio yang sedang serius mengotak atik ponselnya.


"Ini gimana sih, kok sistem nya beda kayak ponsel lamaku???".


"Ini apel sisa, bukan android oopo!!!". Andi menanggapi.


"Ajarin!!!". Vio sudah berani manja manja pada Andi sekarang.


"Aduh, Sayang. Mending kamu ganti pakaianmu dengan piyama dulu. Rok mu nyingkap itu!!!". Andi memalingkan wajahnya kearah lain.


"Iya, sebentar!!!". Vio bergegas mengganti pakaiannya.


"Aneh!!!. Apa jangan jangan aku memang beneran belok ya???". Andi bergumam sendiri sambil bergidik ngeri membayangkan yang tidak tidak.


"Gimana bisa bagian lain dari tubuhku tidak merespon sama sekali saat melihat rok Vio tersingkap dan dengan jelas aku melihat underware nya???. Andi bergumam sambil sesekali mengintip ke arah bagian tubuhnya yang dia maksud.


"Ih beneran loh ini, dua hari berturut turut aku bersamanya, masa iya jiwa laki laki ku tidak nampak sama sekali????". Andi bergumam sambil terus mengintip bagian tubuhnya.


"Apa aku jangan jangan aslinya seorang perempuan yang salah nyangkut ya???". Pikiran Andi malah semakin kemana mana.


"Kok malah aku jadi gini sih???. Aku ini normal nggak ya sebenernya????. Aduh kebanyakan bergaul hanya sama Rey ini pasti. Hingga jiwa laki laki dewasaku tidak mau merespon saat bersama perempuan!!!". Andi masih terus bergumam.

__ADS_1


"Loh Kok malah sampai ke Rey sih????. Masa iya aku suka sama Rey??. Hiiiii!!". Andi malah semakin bergidik ngeri.


"Kalau aku beneran belok gimana?????". Andi bergumam sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kamu belok???". Suara Vio berada tepat di telinga Andi mengagetkannya hingga refleks Andi menjauh dari Vio.


"Eh eng nggak he he!!". Andi tertawa kikuk.


"Huhh... ayo aku di ajarin mengoperasikan ponsel ini!!!". Vio menempelkan dirinya ke tubuh Andi dengan posisi rebahan di ranjang.


"Iya, kan???. Ini kerasa banget loh di lenganku. Masa iya aku nggak reaksi sama sekali!!!". Andi malah bergumam sendiri dengan suara sangat pelan hingga Vio tidak jelas mendengarnya.


"Sayang??????". Vio menepuk pipi Andi dengan pelan.


"Eh iya!!!". Andi kelihatan salah tingkah.


"Kok tadi malah ngomong sendiri???".


"Ehh enggak!!". Andi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ini gimana caranya???". Vio menyerahkan ponsel barunya kepada Andi.


" Gini nih caranya!!.... .... .... ... . ... ... !!". Andi menjelaskan cara cara dasar mengoperasikan ponsel itu.


"Oohh ternyata sama saja ya!!!". Vio tersenyum senang.


"Hemmm sayangku, aku ingin menciummu!!. Apakah boleh???". Andi berkata dengan lirih.


"Kayak Angsa dong????". Andi mencubit hidung Vio dengan gemas.


"Iya!!!". Vio menjawab singkat.


Andi menangkup kedua pipi Vio dengan posisi berbaring berhadapan.


"Aku sangat mencintaimu, sayangku. Aku bahagia kita terus sama sama. Berjanjilah sayang, kita terus bersama apapun yang terjadi!!!". Andi mulai menyatukan keningnya dengan Viola.


"Aku tidak akan pernah berjanji, sayang. Bila Tuhan berkehendak, kita pasti akan terus bersama!!!". Jawab Vio sambil tersenyum.


"Amin. Aku percaya dengan kehendak Tuhan. Dengan kehendak Tuhan pun aku bisa mencintaimu dengan tulus tanpa ada napsu sedikit pun!!!". Andi tersenyum saat kata kata Viola menyadarkannya, bahwa mungkin benar ini kehendak Tuhan yang tidak mengijinkannya berbuat dosa bukan karena dirinya belok atau pun tidak normal.


"Sayang, Aku ingin melakukan doa malam, malam ini. Apakah kamu ingin bergabung denganku???". Vio bertanya pada Andi.


"Tentu. Aku pun selalu melakukannya, hanya tadi malam saja aku tidak melaksanakannya!!".


"Kita melakukan puji pujian yuk, Yang. Kamu bisa main gitar kan???. Tadi aku nggak sengaja melihat ada gitar di samping lemari itu!!!". Vio menunjuk ke arah samping lemari.


"Boleh. Ayo kita ke luar!!!". Andi menarik Vio untuk mengambil gitar itu lalu mengajaknya ke balkon kamarnya.

__ADS_1


Akhirnya, sambil menunggu waktu doa malam. Mereka menyanyikan lagu pujian.


__________________


Pagi hari, sebelum matahari terbit. Vio sudah terlihat cantik dengan long dress warna kopi susu yang di belikan oleh Andi kemarin dan Make up tipis tipis yang terlihat natural serta tidak lupa parfum aroma Vanila Ia semprotkan semestinya. Sedangkan Andika masih bobok cantik di tempat tidur.


"Sayang, bangun!!!". Vio menepuk nepuk pipi Andi.


"Hmmmm!!!". Andi mulai menggeliat.


"Ayo bangun. Kita ibadah minggu pagi!!!". Vio menyingkap bed cover yang di gunakan Andi untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya udara pagi.


"Sebentar lagi!!!!". Andi menjawab masih dengan mata tertutup.


"Udah siang ini!!!. Ibadah pagi di mulai jam 6 pagi!!!". Vio menepuk kembali wajah Andi.


"Iya, iya!!!". Andi akhirnya beranjak dari tempat tidurnya kemudian menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Andi telah keluar menggunakan pakaian dengan warna senada dengan dress yang Vio kenakan.


"Sudah siap???". Andi mendekati Vio sambil melipat lengan bajunya.


"Ayok!!!". Vio memasang jepit rambut berbentuk pita berwarna putih.


Tangan Vio di gandeng oleh Andi dan mereka pun menuju ruang utama untuk menunggu yang lain.


"Woah.. Cantiknya menantuku!!!". Dev memuji kecantikan Viola yang baru tiba bersama Andika.


Vio hanya menundukan kepala sambil tersenyum saat mendengar Dev memuji penampilannya.


"Viola???. Andika????". Rima terkejut saat melihat mereka berdua sudah siap dan berdandan rapi.


"Iya, Nenek??". Jawab mereka serempak.


"Bila di lihat lihat saat kalian dandan rapi seperti ini. Banyak kemiripannya ya!!!. Dari hidung, bibir, mata, senyumnya terus hmmm rambutnya juga, bentuk wajah hmm apa lagi ya????". Rima mulai membandingkan dua sejoli di hadapannya.


"Kata orang, bila banyak kemiripan itu tandanya kita berjodoh!!!". Jawab Andi enteng.


"Hahaha terserah kamu lah!!!. Hmmm Dev, coba kamu lihat mereka berdua!!!".


"Iya, mereka memang cocoknya jadi saudara kembar!!". Dev menanggapi komentar Ibunya tentang putranya dan calon menantunya.


"Jangan dong. Kalau jadi saudara kembar, aku nggak bisa menikah dong sama Viola!!!". Andi tidak terima.


"Iya udah, ayo berangkat!!!". Dev melangkah menuju pintu keluar.


"Kakek mana, Ayah??". Andi bertanya sebab Kakeknya tidak terlihat bersama mereka.

__ADS_1


"Oh iya, yaudah kalian duluan saja. Ayah akan menunggu kakek!!".


"Iya Ayah. Sampai bertemu di sana!!!". Andi menggandeng tangan Vio menuju mobilnya yang sudah siap untuk di kendarai.


__ADS_2