Viola

Viola
30


__ADS_3

Rani mendekati Rey, mengalungkan kedua tangannya ke leher laki laki itu. Lalu menempelkan dahinya, kemudian hidung mereka bersentuhan. Bila di lihat dari wajah mereka yang bersemu merah, mereka memainkan perannya dengan sungguh sungguh. Disaat Rey akan melahap bibir mungil Rani, tiba tiba.......


"Stoppp!!". Andi bangkit berdiri dari duduknya lalu menghampiri Rey dan Rani.


" Apaan sih, Kak????". Rani berteriak memprotes Andi.


"Kamu yang apa apaan??".


" Salah ya???". Rani memasang wajah paling menyebalkan.


"Iyalah... Ya nggak gitu juga kamu sama Rey".


"Kak Rey kan kekasih aku, Kak!!". Rani dengan berani mengakui Reyhan sebagai kekasihnya.


" Hahhh??? . Apa tadi kamu bilang???". Andi terkejut setengah mati. Bagaimana bisa sekertarisnya yang hampir 24 jam bersama dengannya, kok bisa sempat pacaran dengan adiknya.


"Mau bukti???". Rani lalu memeluk Rey kemudian melanjutkan yang tertunda itu di hadapan Andi.


" Reyhan!!!. Lepas atau saya potong habis lehermu???". Ancaman Andi sukses membuat Rey menjauh dari Rani.


"Ampun boss, leher saya jangan di potong habis dong. Boss mau adik boss jadi janda sebelum menikah???". Perkataan Reyhan sukses membuat Andi hampir memukulnya.


" Apa apaan ini??? Apa maksudmu???? Jangan bilang bahwa?????????". Andi sudah sangat geram pada sekertarisnya itu.


"Hahahahahahahahaaaa apaan sih, Kak Andi????". Rani tertawa sangat keras.


" Rani???". Tatapan mata Andi kini tertuju pada adiknya.


"Hahahaha iya iya, aku ngaku. Aku sama Kak Rey memang pacaran. Masih batas wajar kok. Ini tadi aja baru ciuman ketiga kami!!". Kata Rani enteng.


" Hahhh?????. Rey?????". Andi menghampiri sekertarisnya itu.


"Iya Boss. Kami berpacaran sudah mau 6 bulan!!. Tapi saya nggak pernah macam macam. Lah gimana mau macam macam, kalau saya aja 24 jam ada di samping boss?????". Reyhan mengakui hubungannya dengan Rani.


Vio yang melihat adegan di depannya itu hanya diam melihat. Ia bisa menyimpulkan bahwa Andi adalah laki laki yang baik.


" Sayang, aku lapar!!". Vio menghampiri Andi.


"Maaf, Sayang. Tapi, mereka berdua yang sudah membuat masalah!!". Andi menunjuk dua orang di depannya itu.


Mereka menikmati makanan mereka secara bersama sama.


" Sayang, kok kamu cuma makan sayur??". Vio yang memperhatikan Andi dengan lahapnya memakan salad sayur di depannya.


"Aku vegetarian, sayang!!". Andi menjawab.


" Hahh???? Jadi setiap hari hanya makan sayur???".

__ADS_1


"Tidak juga, sesekali makan daging, namun lebih dominan sayuran, sayang!!!". Andi lalu menyuapkan makanan ke mulutnya.


Setelah beberapa menit mereka menikmati makanannya, Mereka hanya duduk santai bersama pasangan mereka masing masing.


" Sayang... Kamu mengantuk???". Andi melihat raut wajah Vio yang terlihat lelah.


"Iya, tapi nggak papa kok!!!". Vio memperbaiki duduknya.


" Tidurlah disini, aku akan menjagamu. Aku tidak akan berbuat macam macam. Percayalah!!". Andi memeluk Vio di sofa besar di ruang keluarga Rani.


Sedangkan Rani dan Rey sudah pergi entah kemana.


Karena Andi juga terlalu lelah, Ia pun akhirnya tertidur di samping Vio dengan kondisi televisi masih menyala.


"Kak Rey, bila di lihat dalam posisi seperti ini, Kak Andi dan Vio memiliki kemiripan ya!!".


" Iya, Andi dan Vio mungkin memang berjodoh. Karena kata orang, bila mirip bearti berjodoh". Rey membenarkan pendapat Rani.


"Mmm Kak Rey!!!". Rani kaget saat Reyhan sudah memeluknya dari belakang.


"Mau lanjut, Sayang???". Rey mendudukan Rani di sampinngnya.


" Mau!!!".


" Kertas , gunting, batu!!!!. batu!!!! batu!!!". Teriak mereka berdua.


"Yes aku menang lagi!!!". Rey berhasil mencubit pipi Rani lagi.


Karena lelah, mereka berdua akhirnya ikut tertidur.


__________________


Waktu sudah menunjukan pukul dua siang.


Vio terbangun dari tidur nya yang singkat. Mengerjapkan matanya dan mendapati seorang laki laki yang sedang memeluknya sambil tertidur dengan posisi duduk. Tidak jauh dari tempatnya, Rey dan Rani juga dengan posisi yang tidak jauh berbeda dengannya.


"Kak Andi, bersamamu aku merasa nyaman. Bersamamu juga hatiku tenang!!!". Vio bergumam sambil membelai wajah kekasihnya itu.


"Sayang, aku pun merasakan hal yang sama denganmu!!". Andi tiba tiba menyahut perkataan Vio.


" Sejak kapan kamu bangun??".


"Sejak aku merasakan tangan halusmu menyentuh bibirku!!".


" Aku bosan sayang, ayo pindah tempat!!!". Vio bangkit berdiri.


"Ke apartemenku gimana???". Andi memberikan penawaran.

__ADS_1


" Hahh???? Maksudmu??".


"Kita ke apartemenku, nggak jauh kok dari sini. Kalau mau, Ayokk sekalian jalan jalan!!".


" Iya!!".


Vio dan Andi keluar dari rumah Rani. Dengan mengendarai mobil mewahnya, Andi mengajak Rani ke tempat pribadinya.


Sesampainya di sana,


"Lohhh... kok sepi, sayang???".


" Iya memang sepi, kan ini milikku pribadi, sayang!!. Kalau mau istirahat, di kamarku saja. Aku akan ke balkon sebentar!!". Andi menuju balkon dengan sebungkus rokok dan korek api di tangannya.


"Bolehkah aku ikut, sayang???".


" Apa kamu tidak papa bila melihat asap keluar dari mulut dan hidungku???". Andi mulai menyelipkan sebatang rokok pada sela sela jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Lakukan, sayang. Aku tidak melarangmu!!!". Vio duduk di sebelah Andi.


" Maafkan aku, Aku memang perokok. Walaupun begitu, aku tidak sampai pada level kecanduan". Andi memberikan penjelasan.


"Sejak kapan kamu merokok, sayang???".


" Sejak aku bertemu denganmu!!. Aku frustasi mencarimu, hingga alkohol dan Rokok aku gunakan sebagai pelampiasanku. Tapi tenang saja, aku bukan pecandu alkohol. Aku masih bisa mengeremnya!!". Andi menjelaskan.


"Sayang, kamu beneran tidak belok kan????". Vio menanyakan kembali pertanyaan yang sudah pernah ia sampaikan.


" Mumpung kita hanya berdua, bagaimana kalau kamu buktikan sendiri saja??. Ayo masuk ke kamarku, Kita tuntaskan rasa penasaranmu!!". Andi membuang puntung rokoknya lalu menarik Vio masuk ke dalam kamarnya.


"Apa yang akan kamu lakukan????". Vio mengindar namun Andi memojokan Vio ke dinding dan mengunci Vio dengan kedua tangannya.


" Rasakan detak jantungku dengan telapak tanganmu!!!".


Setelah Vio menuruti kata katanya, Ia kemudian menyatukan dahinya, kemudian hidungnya bersentuhan hingga mereka bertukar nafas. terakhir bibir mereka akhirnya beradu. Vio menikmati sesapan demi sesapan serta gigitan gigitan kecil yang Andi lakukan. Rasanya begitu memabukan. Andi menyudahi ciumannya lalu menatap Vio intens.


"Sayang, bisakah kamu merasakan detak jantungku yang berbeda dari biasanya???".


Vio hanya menganggukkan kepalanya.


" Itu tandanya aku normal. Aku juga laki laki yang tergiur untuk menyesap bibir mu yang manis ini!!!. Jangan dengarkan kata orang lain yang menganggao aku belok!!!". Andi menyentuh bibir kekasihnya menggunakan ibu jari kanannya.


"Usiamu berapa sayang????". Vio mengalihkan pembicaraa.


" Hmmm 19 tahun di akhir tahun ini. Kalau kamu???".


"Aku 17 tahun di tahun ini".

__ADS_1


" Hmmm.... bolehkah aku menciummu lagi saywng, seperti yang baru saja selesai aku lakukan???. Setelah itu kita kembali ke rumah Rani. Atau kamu mau menginap di sini bersamaku???". Andi menatap mata Vio.


"Iya, sayang!!". Setelah mendapatka ijin dari Vio, Andi mulai menyesap bibir itu mula mula dengan lembut, Namun kemudian sedikit kasar hingga terlihat bengkak.


__ADS_2