Viola

Viola
33


__ADS_3

"Siapa nama temanmu yang tidak sengaja dia tabrak???. Bagaimana keadaannya sekarang?????. Aku akan memanggilnya nanti untuk dimintai keterangan". Tanya Andi tanpa membuat siswi yang terlibat adu mulut dengan Rani merasa curiga.


"Viola kalas 10 IPA1. Rambut serta wajahnya kotor dan lengket. Sekarang dia di bawa ke toilet untuk membersihkan dirinya". Rani menjelaskan.


Degghh...


Seketika hawa di ruangan itu berubah.


"Saya akan menindak lanjuti perkara ini. Kalian berdua pergi dari sini!!!". Aura Andi terasa sangat mengerikan.


Di rasa mereka sudah menjauh, Andi bergegas mencari keberadaan Vio.


________________


Masih diwaktu yang sama,


Rambut serta wajah Vio terlihat sangat kotor dan lengket. Di dalam bilik toilet, Ia membersihkannya hingga bersih.


Tok tok tokk... "Ini baju seragammu, Vi!!!". Teriak Feli terdengar.


"Iya, Fel". Vio lalu membuka pintu bilik toiletnya sedikit.


Seragam beserta underware yang masih baru telah Ia dapatkan. Bergegas memakainya, namun Ia bingung sekarang. Bagaimana tidak???? Ia tidak membawa peralatan make up nya untuk menutupi wajahnya.


"Siaaaallll... Bagaimana aku akan menutupi wajahku????". Vio mencari ide di kepala nya, namun nihil.


tok tok tok tok


" Vi????. Udah belum?????". Teriakan Bella dari luar.


"Iyy iyyaa, Bel!!". Vio menyahut.


" Aku harus menghubungi Rani!!". Vio bergumam lalu memainkan ponselnya.


Namun Rani tidak mengangkat panggilan teleponnya.


"Bagaimana ini??????". Vio semakin kebingungan.


" Vi????, apa kamu butuh bantuan???". Feli berteriak dari luar bilik itu.


"Tidak, Fel!!".


" Apa Viola berada di dalam???". Vio mendengar suara Andi yang sedang berteriak.


"Iy iya, Kak!!!". Sahut Feli.


" Bila sudah selesai, saya tunggu dia di ruangan saya. Untuk dimintai keterangan. Sampaikan padanya!!!". Andi berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban dari mereka.


"Udah belum, Vi???". Feli memanggil dari luar.


Kleeeekkkk..


Pintu bilik toilet itu terbuka, menampilkan Vio yang menutupi sebagian wajahnya menggunakan baju seragamnya yang kotor.


"Kenapa Vi????". Feli menatap curiga.


"Wajahku iritasi!!!". Vio menjawab dengan asal.


"Hah???". Bella menyahut heran.


"Yaudah, ayo aku antar ke UKS, lalu kamu harus ke ruang OSIS untuk dimintai keterangan!!!". Feli menyambar tangan Vio.

__ADS_1


"Jam Istirahat hampir habis, kalian balik aja ke kelas, aku akan kesana sendiri. Fel, tolong ijinkan ke guru yang masuk nanti ya, kalau aku di panggil ke ruang kesiswaan!!".


"Beneran kamu nggak papa???, aku akan temani!!". Feli ragu.


"Iya, nggakpapa!!!". Vio menjawab. Akhirnya mereka kembali ke kelas dan Vio menuju ke ruang OSIS masih dengan sebagian wajahnya tertutup baju seragamnya yang kotor.


__________________


Sesampainya di sebuah ruangan dengan sebuah pintu tertanda 'Ruang OSIS' Vio langsung mengetuk pintu yang tertutup.


Tok tok tok..


"Masuk!!!". Seru Andi dari dalam.


Viola memasuki ruangan itu


"Sayang????. Kenapa wajahmu kamu tutupi dengan baju kotor????". Andi mendekati Viola sambil menutup pintu, tidak lupa menguncinya.


" Buka ya, di sini nggak ada siapa siapa!!". Andi yang paham, lalu menyingkirkan baju kotor itu dari wajah Vio dengan perlahan.


Vio hanya diam.


"Kamu cantik, sayang!!!". Andi terpesona melihat kecantikan wajah Vio yang natural tanpa make up sedikit pun.


"Bagaimana ini, Sayang????". Vio kebingungan.


"Apanya yang bagaimana???".


" Aku nggak bawa alat make up, dan bagaimana aku bisa pergi dari sini????".


"Itu kita pikirkan nanti. Sekarang, biarkan aku menjalankan tugasku!!!". Andi mulai profesional dalam menjalankan tugasnya dengan mengoperasikan laptopnya.


"Maksud kamu??".


"Aku tidak tahu, tiba tiba ada siswi yang tidak sengaja menumpahkan isi nampannya kepadaku. Dia langsung meminta maaf padaku karena tidak sengaja". Vio memberikan penjelasannya.


"Kamu yakin, bila dia tidak sengaja???".


"Situasi di kantin saat itu sangat ramai, banyak siswa berdesak desakan. Kebetulan aku duduk disana, jadi bisa saja dia tersenggol dan nampannya tumpah ke arahku!!!".


"Baik, terimakasih!!!". Andi menutup sesi Introgasinya.


Tok tok tok.. Pintu di ketuk dari luar.


"Siapa????". Andi berseru.


"Dio!!!". Seru seseorang dari luar.


" Aduh bagaimana ini???". Viola sangat ketakutan.


"Bersikaplah biasa saja. Jangan buat dia curiga!!!". Andi mengelus wajah Vio yang nampak halus itu.


"Sebentar!!". Andi menuju pintu lalu membukanya.


"Wuisss pantesan lama bukanya, ada cewek cantik ternyata!!!". Dio mendekati Vio.


Andi dan Vio hanya diam.


"Siapa, An???". Tanya Dio penasaran.


"Cewekku!!". Jawab Andi cuek.

__ADS_1


"Ohhhhh... Hahhh???? Apa?????". Dio terkejut dengan perkataan singkat Andi.


"Kenapa???. Nggak percaya????". Andi mendekati Vio dan Cuppppppp... Bibir Vio di sambar oleh Andi.


"Gilaaaa kamu!!!". Dio berteriak.


"Ngapain kamu kesini????". Andi menatap Dio sinis.


"Gini An, memang bener kalau Rani sudah punya pacar, dan itu Rey???". Dio mulai mengutarakan maksud dan tujuannya dia menemui Andi.


"Hmmm!!". Andi malah menyalakan sebatang rokok.


"An, beneran????". Dio mencari kebohongan di mata Andi.


"Iya!!!".


"Udah Berapa lama, An???". Dio penasaran.


"Tujuh bulan!!!". Jawab Andi singkat.


"Hahhhhhhh????. Aku telat dong????". Wajah kecewa tergambar jelas di wajah Dio.


" Udah kan????. Sana pergi dan panggil Rey kemari!!!". Andi mengusir Dio dari ruangannya.


Pintu kembali di tutup lalu Andi kembali mendekat ke arah Vio.


"Kamu nggak papa kan kalau aku merokok disini???". Andi menyesap rokoknya berulang kali.


"Tidak!!". Vio menjawab singkat.


"Sayang, kamu kenapa???". Andi merasa Vio sedikit berubah.


"Kakak kok gitu sih, cium aku di depan orang!!!". Vio protes.


"Ohhh.. jadi kamu mau di cium kalau nggak ada orang???". Andi mendekati Vio dengan asap yang mengepul di hidungnya.


"Minggir!!!". Vio mendorong bahu Andi.


Andi yang peka, Ia langsung mematikan rokoknya kemudian memeluk Vio dengan erat.


"Sayang, iya aku minta maaf. Daripada Dio tadi banyak tanya, dia juga nggak ngenalin kamu kan???".


" Aku kan malu!!!". Vio menenggelamkan wajahnya ke dada Andi.


"Iya, aku ngerti. Aku minta maaf ya!!". Andi mengecup puncak kepala Vio berulang kali.


Vio hanya menganggukkan kepalanya.


Masih di pelukan Andi, Vio menikmati aroma citrus itu hingga tidak ingat waktu.


"Sayang, kita harus kembali ke kelas!!!". Vio menguraikan pelukannya.


" Ssstttt... Nggak ada kelas saat ini. Para Guru rapat sama ketua Yayasan. Sekarang jam kosong dan temani aku di sini!!!". Andi menjelaskan.


"Bagaimana bila mereka curiga bila aku tidak kunjung kembali???".


"Kamu tenang saja, mereka mungkin berfikir bila kamu sedang di introgasi sama badan konseling".


Vio kembali menganggukan kepalanya.


Andi sangat gemas dengan kekasihnya itu. Di tangkupnya kedua pipi kekasihnya, lalu perlahan namun pasti, Ia kembali menyambar bibir manis di hadapannya itu. Hembusan nafas yang bersahutan, dan detak jantung yang terasa tidak normal mengiringi mereka. Kecupannya berubah menjadi *******, hingga lidahnya menerobos masuk kedalam mulut Vio, mereka bertukar saliva dan lidah mereka saling membelit tidak lupa juga gigitan gigitan kecil pada bibir Vio yang membuatnya terbuai. Ini adalah deep kissing pertama bagi mereka. Jangan di kira Andi tidak bisa melakukannya, Ia sejenak melupakan pedoman moral dalam hidupnya. Tengkuk Vio di tahan oleh tangannya dan semakin lama semakin dalam ciuman mereka hingga mereka lupa, bahwa pintu ruangan ini hanya tertutup dan tanpa terkunci.

__ADS_1


Ceklekk.....


__ADS_2