Viola

Viola
66


__ADS_3

Viola telah kembali ke rumahnya. Setelah semalaman tidur bersama Andika, Pagi ini Vio minta untuk di antarkan pulang.


Hanya tidur!!!. Tidak aneh aneh dan tidak neko neko!!!.


"Mampir dulu ya!!!". Vio berkata kepada Andika, setelah mobil mewah itu memasuki halaman kediaman keluarga Awan.


"Cie.. masih pengen deket deket aku!!!". Andi mengacak rambut halus Vio.


"Isshh!!!". Vio menepis tangan Andika dengan kasar lalu membuka sendiri pintu mobil itu setelah berhenti tepat di depan rumah mewah itu. Setelah itu Vio berlari masuk ke dalam.


"Sayang!!!". Teriak Andika.


Andika ikut berlari menyusul Vio yang sudah keburu masuk ke dalam rumah.


"Selamat pagi, Bu!!!". Andi menyapa Ana yang sedang duduk di teras sambil membaca sebuah novel.


"Ehhh Nak Andika!!!". Ana menyambut uluran tangan Andi yang menyapanya.


"Kenapa Vio tadi, Nak???". Ana memperhatikan putrinya yang masuk rumah dengan buru buru seperti di kejar Anjing gila.


"Hehe biasa lah, Bu!!!. Ngambek setelah aku ledekin!!!". Jawab Andika sambil nyengir.


"Ck!!. Kamu itu. Ya sudah, kamu susuli aja dia!!!". Ana menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menahan ketawanya.


"Iya, Bu!!!". Andika masuk ke rumah mewah itu lalu menuju kamar Vio.


...


...


..


"Loh, Andi???". Shasha menegur Andi saat laki laki itu hendak mengetuk kamar Viola.


Andi diam dan tidak menolehkan kepalanya sedikit pun.


Tok tok tok tok


"Sayang!!!. Buka pintunya!!!". Andi malah menggedor pintu kamar itu.


"An, semalam memang Vio tidur bersamamu ya???". Shasha terlihat ingin tahu.


"Kenapa???". Jawab Andi dengan ketus tanpa melirik sedikit pun ke arah Shasha.


"Eh enggak sih!!. Hehe". Shasha tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu masuk kembali ke kamarnya.


Tok tok tok tok


"Sayang, iya aku nggak maksud gitu. Buka pintunya!!!. Violaku, Cintaku ayolah buka pintunya!!!. Aku minta maaf, Iya aku tadi cuma bercanda. Jangan marah lagi!!!. Kita kan baru aja baikan!!!. Nanti manisnya hilang loh!!!". Andi mencoba merayu kekasihnya.


Tidak ada sahutan dari Vio.


"Sayang, buka pintunya!!!". Andi menggedor pintu kamar itu lagi.


.


.


"Sayang!!!". Andi masih berusaha berbicara pada Vio.

__ADS_1


.


.


.


Vio datang dari luar, masih dengan hoodie yang menembel di badannya dan sepertinya setibanya dia di rumah, tidak langsung naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


"Sayang????, dari tadi kamu nggak ada di dalam???". Andi tercengang saat mendapati fakta bahwa ternyata dari tadi Viola tidak ada di dalam kamar.


Vio menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu membuka pintu kamarnya kemudian masuk dengan cepat tanpa lupa menutup pintu dan meninggalkan Andi yang masih mematung di luar.


"Sayang???". Andi mengetuk pintu itu kembali.


.


.


"Aku minta maaf, sayang!!!. Jangan seperti ini!!!!!".


"Aku kan cuma bercanda tadi!!!". Kata Andi lagi.


Ceklek!!!


Vio membuka kembali pintu itu.


"Sayang!!!". Andi meraih tangan Vio dan menahannya agar tidak kabur lagi.


"Iya!!!". Jawab Vio singkat.


Grepp


Andi langsung memeluk Vio namun tidak di balas.


"Ekkhem!!!". Suara Shasha mengagetkan mereka sehingga Andi menguraikan pelukannya.


"Apaan sih, Kak???". Vio menunduk malu dengan wajah merahnya.


Andi menatap Shasha dengan tatapan yang menusuk.


"Santai aja kalik, An!!!". Shasha mengerti tatapan mematikan itu.


"Sayang, ke bawah yuk!!!". Andi menarik tangan Vio.


"Sebentar!!!. Kamu tunggu di bawah, aku mau ganti pakaian dulu!!!". Kata Vio.


"Iya, tapi cepat ya!!". Andi mengecup kening Vio singkat.


"Iya!!!". Vio masuk kembali ke kamarnya dan langsung menutup pintu tanpa lupa menguncinya, meninggalkan Andi yang berdiri di depan pintu kamarnya.


Andi langsung turun ke lantai bawah untuk menunggu di sana.


____________________


Shasha mengekor Andi tanpa di ketahui. Hingga Andi duduk di sebuah sofa yang terletak di ruang keluarga rumah itu. Jangan salah, dan bukannya Andi begitu lancang. Memang Andi sudah mendapatkan lampu hijau dari Ana dan Awan. Jadi, sudah seperti rumah sendiri. Bahkan sudah memanggil Ana dan Awan dengan sebutan Ibu dan Ayah.


"An????". Shasha menyapa teman seangkatannya itu.


Andi hanya diam tanpa menoleh sedikit pun.

__ADS_1


"Isshh!!!". Shasha sewot sendiri.


"Apa???". Jawab Andi singkat tanpa menoleh.


"Yoga besok mau lanjut kuliah dimana, An???". Tanya Shasha.


Andi menjawab hanya dengan menghendikan bahunya.


"Kalau kamu, An???".


Lagi lagi Andi hanya menghendikan bahunya.


"Jangan cuek cuek dong, An!!!. Kamu tahu kan kalau aku ini calon kakak iparmu????. Kamu mau kalau aku nggak merestui kamu jadi suami adikku???". Shasha mengoceh.


"Kakak mana yang membully adiknya sendiri???". Jawab Andi tanpa menoleh sedikit pun dari Shasha.


"Aku kan sudah minta maaf!!!". Shasha tidak mau bila di pojokkan.


"Kakak mana yang menteror adiknya sendiri???". Andi tidak mau kalah.


"Kan aku udah mengatakan, bila aku sudah minta maaf!!!". Shasha mulai sewot.


"Cih!!!". Andi berdecih.


"Kakak konon!!!". Andi kemudian malah tersenyum penuh dengan ejekan.


"Aku ini calon kakak iparmu, Ingat!!!". Shasha malah menunjuk wajah Andi dengan geram.


"Jangan pernah kamu menunjuk wajahku dengan tanganmu!!!. Aku tidak peduli siapa pun kamu!!!. Kecuali kamu mau aku mematahkan tanganmu, tanpa peduli kamu orang lain bahkan kakak dari kekasihku, aku tidak peduli!!!". Andi mencengkeram tangan Shasha yang di arahkan padanya.


"Apa apaan sih kamu, An???". Shasha tidak mau kalah, Ia malah meninggikan suaranya tepat di wajah Andika.


"Kamu benar benar menantangku???". Andi sangat geram hingga kilat matanya berwarna merah dan manik matanya yang sebelumnya adalah coklat kini berubah jadi hitam pekat.


Degg!!. Seketika Shasha mengingat peristiwa sekitar setahun yang lalu, dimana Andika berubah menjadi iblis yang membuat pipi mulusnya menjadi buruk.


"Tidak. Maaf, An aku cuma main main. Tidak bermaksud menyinggungmu!!!". Shasha menundukan kepalanya.


"Kak Floren, sayang!!!". Vio yang baru saja sampai, melihat Andika yang memancarkan aura dingin, bergegaslah Ia memeluk tubuh Andi dari belakang.


"Sayang, Kak Floren. Tenang ya!!!. Aku tambah takut bila kamu seperti ini!!!". Vio mengeratkan pelukannya. Sedangkan Andika masih memancarkan manik hitam matanya.


"Aku tidak segan segan akan membunuh orang yang telah berani menantangku!!!". Suara Andika terdengar sedikit lebih berat dari biasanya.


"Kak Floren, Cintaku????. Aku mencintaimu sungguh!!!'. Vio bergetar ketakutan.


Floren yang sudah menguasai pikiran Andi, hanya diam tidak bergeming.


"Kak Shasha pergi!!!". Vio sudah merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Andi.


" I iya!!!". Shasha pergi dari tempat itu.


.


Dengan sedikit berjinjit, Vio mengecup bibir yang sempat membuat bibirnya sariawan.


Akhirnya, kecupan itu menjadi lebih dalam. Floren menahan tengkuk Vio agar tidak menjauh dari jangkauan lummatannya. Semakin lama semakin dalam dan semakin dalam. Mereka memejamkan matanya tanpa peduli apakah nanti akan kepergok orang atau tidak.


Lama dan lama.....

__ADS_1


"Anjir!!!!. Masuk kamar sana!!". Suara Yoga mengagetkan mereka.


...****************...


__ADS_2