
"Beneran kamu mau buktinya, Sayang???". Andi tersenyum jahil.
Vio kembali menganggukan kepalanya.
Andi menarik napas lalu menghembuskan dengan kasar sampai berulang kali.
"Aduhh.. Viola ku sayang. Kalau aku belok, aku nggak akan jatuh cinta sama kamu. Pasti aku sudah jatuh cinta pada Rey. Gini, Belok itu seperti penyuka sesama jenis. Bernafsu pada sesama laki laki. Aku ini laki laki normal dan bermoral, sayang!!".
" Jadi???". Vio ternyata belum paham dengan perkataan Andi.
"Huuuhhh.... Aku laki laki tulen. Mencintai kamu sepenuh hati. Juga mempunyai hasrat ingin berbuat dosa pada kamu. Tapi, Aku punya Iman dan aku adalah manusia bermoral. Dan satu lagi, Aku tahu apa itu dosa, larangan dan perintah agama!!". Andi menjelaskan sejelas jelasnya pada Vio.
" Huhhh syukurlah tidak seperti yang mereka katakan!!". Vio menghela nafas lega.
"Mereka????. Siapa yang kamu maksudkan, Sayang????. Hemmm???". Andi masih setia mengelus puncak kepala kekasihnya itu sambil sesekali mengecupnya.
" Huhhh... Kalian berdua hanya duduk di situ dan cuma berpelukan kaya gitu, apa nggak pegel???". Rani mengagetkan mereka dari belakang. Sehingga mereka menguraikan pelukannya.
"Apaan sih kamu, Dek????".
" Laper aku, kak!!!. Beliin makanan!!!". Rani merengek di rumah tidak ada makanan. Sebab Mbak Inah di liburkan oleh Andi.
"Iya, Kamu mau makan apa???". Andi menoleh ke arah Rani.
" Ayam geprek jumbo. Sama camilan jugaa!!!".
"Iya!!".
" Kalau kamu mau makan apa, Sayang???". Andi menoleh ke arah kekasihnya itu.
"Samain aja!!". Vio menjawab singkat.
" Oke sebentar, aku pesenin makanan dulu!!".
Andi mengotak atik ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Setelah dering ke empat, barulah seseorang di seberang sana mengangkat teleponnya.
"Rey, antarkan 2 ayam geprek jumbo dan satu salad sayur ke rumah Rani. Sekarang!!!. Satu lagi, camilan yang banyak. Sama kalau kamu mau pesan ya silahkan!!". Perintah Andi pada Reyhan.
" Uangnya mana, boss???".
"Akan aku transfer ke rekeningmu".
" Siap boss!!".
Setelah sambungan telepon terputus, Andi kemudian membuka aplikasi m-banking untuk mentransfer uang ke rekening Reyhan.
Sambil menunggu pesanan, mereka bertiga mengobrol.
"Kak Andi inget nggak sama cewek bar bar yang labrak aku kemarin???". Rani membuka suara.
" Shasha????". Andi menjawab.
"Cewek itu ternyata anaknya Om Awan. Saudari tiri Vio!!".
" Hahh???. Bukannya anaknya Om Awan itu namanya Shaphira???". Andi tidak percaya.
"Iya, Shaphira itu si Shasha itu!!!. Aku aja kaget, tadi pagi dia nongol di rumah Om Awan".
" Jadi, Shasha itu saudari tiri kamu, sayang???". Andi menatap Vio.
"I iya". Jawab Vio singkat.
__ADS_1
" Hmmm pantesan waktu itu aku berpapasan sama dia di gang masuk perumahan tempat tinggalmu".
"Pantesan semua orang di Rumah di tanyain sama dia!!".
" Tanya gimana sayang??". Andi menatap Vio.
"Yaa.... siapa yang datang, terus cewek apa cowok, terus katanya juga Kak Andi cariin dia kenapa gitu sihh!!!". Vio menjelaskan.
" Ngapain juga aku cari dia. Aku udah punya kamu, Sayang!!!". Andi mengacak rambut Vio gemas.
"Dulu bearti sebelum ada aku, kakak cariin dia ya???. Hayo ngaku!!!". Vio menatap Andi jahil.
" Enggak sayang. Sejak aku bertemu denganmu, Itulah hatiku untukmu. Sebelum itu aku tidak mengerti cinta sayang. Beneran, aku mencintaimu sejak satu tahun yang lalu!!!". Andi berkata dengan sungguh sungguh.
"Benarkah????". Vio mencari kebohongan di mata Andi.
" Bukankah Tuhan itu saksi, Sayang????".
"Jadi, kalian sudah pernah bertemu sebelumnya????". Rani menyahut.
" Iya, kami bertemu di halaman SMP Intra. Aku nggk sengaja menabrak dia saat itu!!!". Andi menjelaskan.
"Jadi, cowok ganteng tinggi putih beraroma citrus yang buat kamu histeris teriak teriak kayak orang gila itu, Kak Andi????. Kenapa dunia ini sempit sekali???". Rani menatap Vio.
Blusshhh...
Vio tersipu malu mendengar perkataan Rani.
" Apaan sih, enggak gitu juga yaa!!". Vio membela diri sambil memalingkan wajahnya.
"Kamu tergila gila sama aku, sayang????. Heemmm???". Andi memeluk Vio dari belakang.
" Enggak gitu!!!. Ahhh aku malu!!!". Vio menenggelamkan wajahnya ke dada Andi.
"Kakak tahu nggak???, Vio pernah ngajak aku ke toko parfum buat cari aroma parfum yang sama kaya milik Kakak, tapi nggak nemuin sampai sekarang!!". Perkataan Rani semakin membuat Vio malu, hingga Ia lebih mengeratkan pelukannya.
"Tahu gitu, mending aku bawa langsung Viola ke apartemen Kakak. Daripada mencari di semua toko parfum di kota ini!!".
" Kamu masih minat nggak, sayang????. Aku bawa kok parfumnya. Ada di kamarku. Atau biar Rani ambilkan???". Andi menggoda Kekasihnya yang sedang bersembunyi di dada bidangnya itu karena malu.
"Aku ambilin deh, biar Vio seneng!!". Rani beranjank ke kamar Andi yang berada di rumah ini.
" Sampai segitunya kamu tergila gila sama aku, sayang???. Hemmm?????". Andi menangkup kedua pipi Vio lalu menempelkan hidung mereka.
"Ekkhemm....". Suara laki laki mengagetkan mereka.
" Rey!!!". Andi menatap Reyhan dengan sinis, sedangkn Viola menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Hehhehe maaf boss, ini pesenan nya. Lohhh ini cewek baru boss????. Yang kemarin mana???". Rey mengamati Vio yang menutup wajahnya, dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Kak Andi punya pacar lain???". Vio kini menatap Andi curiga.
" Enggak, bukan gitu sayangku... Kamu yang pertama, utama dan satu satunya , Sayang!!".
"Tapi kok Kak Rey ngomong kaya gitu???".
Andi menghela nafasnya kasar.
" Rey, dia Viola!!".
"Hahhh???". Rey menatap Viola dengan tidak percaya.
" Kenapa???". Andi menatap Rey yang terpesona dengan kecantikan gadis di depannya.
__ADS_1
"Cantikk bangettt.. beda sama yang di foto dan juga beda dari yang biasa di lihat di.sekolahhh!!!". Rey memuji kekasih bossnya itu tanpa ingat bahwa bossnya bisa saja
memenggal kepalanya tiba tiba.
" Rey.... Mau gaji kamu saya potong sampai habis atau dua matamu saya goreng???". Ucap Andi mengingatkannya akan kedudukannya.
"Ampun bossss, jangan kaya gitu!!". Rey memundurkan langkahnya lalu meletakkan beberapa kantong plastik ke meja yang berada di hadapan mereka.
" Lohhh Kak Rey!!!". Rani menghampiri Reyhan.
"Halo manis, ambilkan piring dan sendok ya!!". Reyhan meminta tolong pada Rani.
" Oke, bentar ya. Kak, ini parfumnya!!". Rani menyerahkan sebotol parfum ke Andi.
"Ini sayang, untukmu!!". Andi menyerahkan sebotol parfum yang tinggal setengahnya itu kepada Vio.
Vio dengan malu malu menerima pemberian Andi, kemudian membuka penutupnya lalu mengirup aroma yang keluar.
" Ini tidak sama!!!". Viola memprotes ,
"Itu beneran parfum aku yang biasa aku pakai, sayang!!!".
" Beda, aromanya beda. Ini mah parfum yang pernah di tunjukin Rani dulu!!". Vio ingat bahwa Rani pernah memberikan parfum dengan aroma Citrus seperti ini, namun aromanya berbeda dari aroma tubuh Andi.
"Sayang, beneran ini yang biasanya aku pakai. Bahkan tadi juga pakai ini!!".
" Nggak sama dengan wangi citrus di tubuhmu!!!!". Vio kembali menenggelamkan wajahnya ke dada Andi tanpa peduli ada Reyhan di tempat itu
__________________
Beberapa saat kemudian, ponsel Andi berdering. Tanda ada panggilan masuk.
Saat itulah Vio yang masih berada di pelukan Andi melihat nama pemanggilnya adalah 'Shasha'.
"Rey, angkat ini telepon!!!!". Andi menyerahkan ponselnya pada Reyhan.
" Halo!!". Reyhan yang mengerti tentang apa yang harus Ia kerjakan, langsung mengangkat sambungan telepon itu.
"Halo, Rey. Mana Andi???". Suara Shasha terlihat kesal saat tahu yang mengangkat teleponnya adalah Reyhan.
" Ada, ini lagi tiduran sama aku!!!". Rey menjawab sambil menahan tawa.
"Apaaahhhhh???? jadi Andi beneran belok???". Suara teman teman Shasha terdengar histeris.
" Udah ya. Kalian ganggu aja!!!". Reyhan kemudian menutup sambungan telepon itu.
__________________
" Jangan jangan yang bilang kalau aku belok juga dia, Sayang???".
"Haahhh??? Kak Andi Belok??????. Pantesan aja alergi sama cewek.. Sekarang udah punya pacar, tapi nggak pernah cium bibir". Rani yang baru kembali dari dapur, seperti di sediakan jalan untuk menertawakan kakaknya itu
" Apaan sihhh???". Andi berlagak nggak peduli dengan perkataan Rani.
"Mau aku kasih tahu sesuatu nggak ini???". Rani menyeringai mencurigakan.
" Apaaan????". Andi terlihat malas.
"Oke oke, Bentar!!". Rani kemudian mendekati Rey, kemudian membisikan sesuatu dan di balas anggukan.
" Kakak lihat ya, dan kalian berdua harus memperhatikan!!". Rani menunjuk kearah Andi dan Viola.
satu
__ADS_1
dua
tiga