
Hari ini adalah Hari Senin. Vio dan Shasha mempersiapkan diri mereka masing masing untuk pergi ke Sekolah.
Shasha yang selalu tampil maksimal, telah merias dirinya begitu anggun dan cantik serta sexy. Bagaimana tidak??? Seragam pressbody, Rok sepan di atas lutut, Make up tebal tapi tetap terlihat natural, serta rambut coklat gelap yang lurus tergerai.
Sedangkan Vio, tanpa make up sama sekali.Tampil apa adanya seperti biasanya. Setelah menggendong tas nya, Vio bergegas menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama.
"Lohh.. Putri bungsu Ayah kok nggak pakai make up ke Sekolahnya???". Awan terkejut melihat penampilan Vio yang apa adanya.
" Hmmm Aku nggak terbiasa pakai make up saat ke Sekolah, Yah!!". Vio menjelaskan.
"Oke, yang penting kamu nyaman!!!". Ayah hanya bisa tersenyum.
" Ambil sarapanmu, Sayang!!". Ana meletakkan roti isi daging di piring Vio.
"Terimakasih, Ibu!!!'. Vio lalu melahap rotinya".
" Buu.... Ambilin Sarapan dong!!!". Shasha berteriak manja menuruni anak tangga.
"Iya, Sayang!!!. Duduklah, Ibu suapi!!!". Ana memperlakukan Shasha seperti biasanya, Karena Ana sangat menghafal kebiasaan Putri tirinya itu.
Shasha mendudukkan dirinya di samping Vio. Dan kemudian.......
" Lohhh...????". Shasha terkejut melihat penampilan Vio yang terbilang sangat lusuh.
"Iya, Kak???". Vio menatap Shasha.
" Kamu kok malah kaya Penjual Lumpia SMP Intra!!!!". Shasha mengomentari Vio sambil menerima suapan dari Ana.
"Iya memang aku jualan lumpia di sana, Kak!!!". Vio menjawab dengan enteng.
Refleks Shasha terbatuk batuk keselek makanan yang di kunyahnya.
" Apa??? Jadi kamu bocah tengil dan belagu itu????". Ujar Shasha setelah meminum segelas air putih yang di sodorkan Ana padanya.
"Shasha!!!!!". Awan mengintrupsi.
" Maaf, Yah!!". Shasha menundukan kepalanya.
"Sha, tidak baik bicara seperti itu!!!". Ayah menasihati.
" Iya, maaf. Aku refleks tadi".
"Karena Sekolah kalian berlawan arah. Jadi, Shasha kamu bawa mobil sendiri sedangkan Vio bareng Ayah saja!!".
" Baik, Ayah!!!". Jawab mereka bersamaan.
"Ibu, Aku berangkat dulu, dadah Ayah!!!". Shasha pergi begitu saja.
" Ibu, Aku berangkat dulu, ya!!". Vio mencium tangan Ibunya sebelum berangkat ke Sekolah.
"Iya Sayang, hati hati di jalan ya!!!". Ana mengecup singkat kening Vio.
________________
Di perjalanan, sangat hening. Vio hanya memandang keluar jendela, tanpa ada kata kata yang terucap dari bibir mungilnya.
" Sayang, nanti kamu pulangnya di jemput Pak Supri ya, pulang jam berapa nanti kamu????". Awan membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Iya Ayah. Aku pulang sekolah jam 14.00". Vio menjawab singkat.
" Oh iya, ini uang saku kamu. Dan ini nomor telpon rumah. Kamu hubungi nomor ini kalau ada apa apa!!!". Awan memberikan selembar uang senilai 100.000 dan sebuah kartu nama.
"Ini terlalu banyak, Ayah!!!". Vio tidak menerima uang itu.
" Vio, dengerin Ayah!!!. Setiap hari Ayah akan memberikan uang saku untukmu. Bila di rasa terlalu berlebihan, kamu bisa tabung sebagian dari uang sakumu ini!!!".
"Iya Ayah. Terima kasih!!!". Vio kemudian menerima uang tersebut.
__________________
Mobil mewah milik Awan berhenti tepat di depan gerbang masuk sekolah. Banyak pasang mata menatap kagum ke arah mobil itu.
" Aku Sekolah dulu ya, Yah!!". Vio mencium tangan Awan.
"Iya Sayang, hati hati ya!!!". Awan mencium kening anak tiri yang sudah di anggap sebagai putri bungsunya itu.
Awan pun langsung berlalu bersama mobil mewahnya.
Vio memasuki gerbang sekolahnya dengan wajah yang ceria. Menengok ke arah jam dinding yang berada di dalam pos satpam, ternyata waktu baru menunjukan pukul 06.18. Ia langsung menuju ke ruang kelasnya yang ternyata masih sepi. Sambil menunggu Rani datang, Vio memakai kaca mata minusnya lalu membuka lembar buku pelajarannya.
Beberapa menit kemudian...
"Selamat pagi Viola!!!". Rani berteriak mengganggu aktivitas bacanya..
" Selamat pagi Maharani!!!". Vio membalas sapaan temannya itu.
"Vi, bawa lumpia nggak???.Aku mau dong!!". Rani mengeluarkan uang pecahan 10.000.
" Looh kok gitu???".
" Kita sebentar lagi Ujian kelulusan, Jadi aku mau fokus belajar, Ran!!!". Alasan Vio tidak sepenuhnya berbohong.
"Iya sih.. Kamu bener!!!". Rani kemudian memasukan kembali uangnya ke dalam sakunya.
"Iya!!".
" Vi, besok kamu rencananya mau lanjut Sekolah dimana???".
"Belum tahu aku, Ran. Kalau kamu sendiri???".
" Papaku ingin Aku lanjut ke Roses International High School!!". Rani sangat lesu.
"Sekolah di sana itu kebanyakan berisi siswa berprestasi dan dari kalangan elit, Ran".
" Lahh makanya dari itu, Aku tidak mau berpisah sama kamu, Vi!!!".
"Udahlah, masih lama juga kan???. Mending kita belajar aja untuk persiapan. Siapa tahu besok aku bisa sekolah di sana dari jalur beasiswa". Vio bersemangat.
" Aku baru mau ke sana asalkan kamu juga disana, walaupun pakai jalur beasiswa, Vi!!!". Rani sebenarnya tidak ingin berpisah dengan sahabatnya itu.
Bel tanda di mulainya aktifitas belajar telah berbunyi.
"Nanti kita makan di kantin yuk, Ran. Sesekali aku gantian traktir kamu!!!".
" Widih... buka tabungan nih .. wkwkkkwkkk..!!!".
__ADS_1
"Hehehe iya, nih aku punya uang banyak, Ran!!!". Vio menunjukan selembar uang seratus ribu dari sakunya.
" Wah mantap nih!!!". Seketika Rani berbinar binar.
Rani memang sahabat Vio dari mereka belajar di Taman Kanak kanak. Rani berasal dari orang tua yang berada, bagaimana tidak???? Papa Rani adalah pemilik perusahaan besar di kota itu.
____________________
Jam menunjukan pukul 14.00 tandanya bel berakhirnya waktu belajar di Sekolah telah usai. Vio sengaja mengulur waktunya agar tidak ada yang mengetahui bahwa Ia kini menaiki mobil mewah.
"Aduh pak, Mohon maaf ya. Saya tadi harus belajar di Perpustakaan terlebih dahulu!!". Vio meminta maaf kepada Sopir Awan.
" Iya, Non. Santai saja. Yang penting Non Vio aman. Saya juga aman. hehehehehe". Pak Supri kemudian melajukan kendaraan itu.
"Makasih ya, Pak!!. Mending Pak Supri jemputnya Jam 14.00 dari rumah, jadi pas gitu!!".
" Wahh saya nggak berani, Non!!!".
"Santai ajah, bilang saja pada Ayah. Kalau saya selalu mampir ke perpustakaan sekolah mencari buku buat belajar!!!". Vio tidak sepenuhnya berbohong. Ia menunggu sekolah itu sepi sambil mencari buku di Perpustakaan.
" Iya Non. Besok Pak Supri coba!!".
Mereka melaju dengan keheningan.
______________
Sesampainya di rumah, Vio bergegas menuju kamarnya dengan membawa dua buah buku besardi tangannya.
"Vi!!!". panggil seseorang yang menghentikan langkahnya.
" I iya, Kak!!!". Vio membalikkan badannya dan mendapati Shasha tepat di belakangnya, rupanya Shasha juga baru pulang.
"Mmmm Vi, Aku tunggu kamu di taman belakang ya!!!". Shasha malah berlari mendahului Vio yang berhenti di 2 pertiga tangga.
" Iya, Kak!!!". Vio kemudian melanjutkan langkahnya.
Sesampainya di kamar, Vio merebahkan tubuhnya yang penat beberapa menit, dilanjutkan membersihkan diri kemudian memakai make up tipis tipis sesuai yang di ajarkan Ibunya. Lalu tidak lupa juga menyemprotkan parfum beraroma Vanila ke tubuhnya.
Bergegaslah Ia menemui Shasha di taman belakang rumah mewah itu.
_______________
Ternyata, Shasha telah menunggu Vio dengan segelas air jeruk di tangannya.
"Maaf Kak, Kakak nunggu nya lama!!".
" Iya, Vi. Nggak papa!!!".
"Hmmm gini, Aku mau minta maaf soal tadi pagi. Bukan maksudku untuk menghina apalagi merendahkan kamu!!!. Maaf ya Vi, Aku refleks tadi. Mau ya maafin aku???". Shasha memohon dengan sungguh sungguh.
" Iya Kak, Aku ajah sudah lupain kok!!!". Jawab Vio sambil tersenyum.
"Makasih ya, Vi!!!". Shasha memeluk adik tirinya itu penuh kasih sayang.
Semenjak hari itu, Hubungan mereka sangat dekat.
________________
__ADS_1