
#Flashback.
Di sebuah Penthouse yang sangat berantakan. Andi bersama Reyhan yang menemaninya.
"Boss, mengapa kok tadi Viola datang malah di cuekin????". Rey memberanikan diri bertanya setelah melihat kondisi Andi tidak semengerikan tadi.
" Tiba tiba saja otak pintarku memberiku sebuah ide, Rey!!!". Jawab Andi sambil memainkan kepulan asap rokok dari mulutnya.
"Apa itu, Boss???".
" Aku mencurigai satu hal, beberapa kejadian yang Vio alami adalah salah satu bentuk pembullyan bukan ketidaksengajaan!!!".
"Aku juga merasa seperti itu, Boss!!!". Rey menanggapi.
" Ketidaksengajaan itu terjadi mungkin hanya sekali, dan setelah itu tidak terjadi lagi yang lain. Namun ini, hingga ada teror yang menyangkut pautkan dengan aku!!".
"Lalu kita harus bagaimana, Boss???". Rey menyimak apa rencana Andi sambil sesekali menyesap rokok.
" Bantu aku menyelidikinya, setiap Viola di bully, aku akan mengintrogasi pelakunya dan bertindak sebagai ketua organisasi kesiswaan".
"Baik, boss!!".
" Aku harus menjaga jarak dari Viola, dengan mengawasinya dari kejauhan maka aku akan mendapatkan lebih banyak informasi!!!".
"Lalu aku harus bagaimana???".
" Hmmm... tugasmu adalah mengikuti secara diam diam siswa yang tertangkap telah melakukan aksi pembullyan itu dan dapatkan informasi dari sana!!".
"Baik, Boss!!!". Rey sudah paham dengan tugasnya.
" Aku juga sebenarnya sudah mencurigai seseorang!!". Seulas senyum di wajah Andi membuat Rey bergidik ngeri.
"Siapa, Boss????".
" Shasha!!".
"Bagaimana mungkin Shasha pelakunya, Boss???. Sedangkan Viola mengatakan bahwa Shasha adalah saudari tirinya dan hubungan mereka baik baik saja!!".
" Beberapa waktu lalu, Aku dan Viola berpapasan dengannya saat hendak makan di restoran seberang jalan itu, walaupun Vio sudah berusaha menutupi wajahnya namun sepertinya Ia menyadari bahwa yang saat itu bersamaku adalah Viola!!". Andi memutar memori otaknya.
"Hmmmm.... masuk akal sih, Boss!!!".
" Satu lagi, hanya Shasha yang selalu kecentilan hingga membuatku jijik dengan tidak tahu malunya bila di dekatku!!".
"Iya sih bener, Boss!!".
" Tugasmu adalah, awasi gerak gerik Shasha dan ketiga temannya. Aku akan membelikanmu sebuah unit apartemen yang berada di tempat ini bila kamu bisa mendapatkan apa yang aku inginkan!!!".
"Baik, Boss. Saya akan selidiki mereka berempat!!".
" Bagus, langsung laporkan apapun yang kamu dapatkan!!!!".
"Siap, Boss!!".
#Flashback Off.
______________
.Kantin Sekolah.
Vio dan Feli duduk sambil menunggu Rani dan Bella yang belum datang. Banyak pasang mata laki laki yang memandang Vio dengan takjub. Bagaimana tidak???, Viola mengubah tampilannya menjadi sangat cantik dan baju seragam yang pas di tubuhnya. Sebenarnya Ia sangat risih mendapatkan tatapan itu. Tidak jauh dari sana, Andi dan Rey sedang menuju meja yang tepat di belakang Vio yang sudah diisi oleh keempat sahabatnya yang lain. Dengan mengotak atik ponselnya, Andi berlalu begitu saja tanpa melihat kearah Vio sama sekali. Sejujurnya Ia tidak terima bahwa wajah mantan kekasihnya itu di nikmati oleh banyak pasang mata laki laki.
" Lohhh, kamu Ivy kan???". Dua orang siswi berparas cantik mendekati Vio.
"Iy ya, Kak!!".
__ADS_1
" Kamu inget aku nggak???". Siswi mengajak Vio basa basi.
"Temennya Kak Shasha???". Vio menjawab ragu.
" Iya, aku Cindy. Ayo gabung kesana. Kamu baru pindah ya???, Kok aku baru lihat kamu!!!". Cindy dengan wajah ramahnya berbasa basi sambil menunjuk sebuah meja dengan kursi kosong di pojok kantin.
"Iy ya, Kak!!".
" Ayokk, ajak juga temenmu. Bentar lagi Shasha juga dateng kok!!!". Cindy mulai menarik tangan Vio.
"Tidak, Kak. Aku di sini saja!!".
" Nggak papa, nggak usah malu. Kita kesana, tapi kok Shasha nggak bilang kalau kamu pindah sekolah di sini???". .
"Hehehehe Aku disini saja, Kak!!!".
" Yasudah, nanti kita ngobrol ngobrol ya!!!. Akan aku ajak kamu berkeliling sekolah ini!!!".
"Iya Kak Cindy!!". Jawab Vio singkat.
" Bye bye, Ivy!!!". Cindy berlalu.
"Iya!!". Vio tersenyum sekilas.
Pemandangan itu, tidak lepas dari perhatian Reyhan dan Andi yang terkejut melihat tingkah salah satu teman Shasha yang bernama Cindy itu.
" Rey, kamu dengar tidak?????". Andi bebisik kepada Rey yang berada di sampingnya agar keempat sahabatnya yang lain tidak mendengar.
"Ivy kan ya tadi, Boss???".
" Betul. Shasha mengenalkan Vio sebagai Ivy!!!. Selidiki Shasha, Rey!!!". Andi masih berbisik.
"Baik, Boss!!!".
___________________
" Boss, aku pergi dulu!!!". Rey pamit dengan bossnya itu dan hanya di sahut dengan sebuah anggukan kepala. Kemudian Ia bergegas mengikuti langkah Shasha.
"An, itu mantan pacar kamu kan???". Dio menunjuk kearah Vio.
" Hmmmm". Jawab Andi cuek dengan wajah datar.
"Cantik banget, baru kali ini aku lihat dia makan di kantin ini bareng sama temennya adikmu itu!!". Yoga ikut berkomentar.
"Biarin!!!". Andi melirik kearah Vio yang sedang mengaduk aduk makanannya.
"Masih punya nomor kontaknya nggak, An???". Tanya Yoga lagi.
" Nggak!!". Lagi lagi Andi menjawab singkat.
"Yaudah, aku mau minta sendiri!!!". Yoga berdiri kemudian mendekati Vio dan Feli.
" Halo cantik!!!. Masih ingat aku nggak???". Yoga mulai berbasa basi namun Vio tidak menggubrisnya sama sekali.
"Aku Yoga, temen Andi. Boleh nggak minta nomor ponselmu???". Yoga tanpa basa basi.
" Maaf!!". Jawab Vio singkat dan Yoga pun kembali bergabung dengan Andi kembali.
.
.
.
.
__ADS_1
"Vioo???". Rani dan Bella yang baru sampai, terkejut melihat penampilan Vio yang berubah.
" Ayahku yang menyuruhku!!!". Vio menjawab singkat.
"Om Awan????".
" Iya, Siapa lagi ayahku jika bukan Ayah Awan?????". Vio menjawab dengan malas.
"Lohh... apa alasannya Om Awan menyuruhmu menghapus make up kamu???". Tanya Rani.
" Beasiswaku di cabut. Ayahku di panggil ke sekolah pagi tadi!!!".
"Hahhh????, terusss???". Rani memaksa Vio untuk bercerita.
" Ayah ingin aku berubah dan harus menjadi diri sendiri. Ayah juga sudah melunasi biaya pendidikanku hingga aku lulus!!!". Vio menjelaskan.
"Tunggu, kamu adalah putri dari Tuan Hermawan Perwira si pemilik Perwira group yang mengantarmu pagi tadi???". Feli bertanya pada Vio dengan suara pelan.
" Iya!!". Jawab Vio singkat.
"Gilaaa... kamu putri orang terkaya nomor 3 di kota ini???". Sambung Bella dengan suara yang lirih.
" Bukan, aku hanya anak sambungnya. Ayah kandungku aku pun tidak tahu ada dimana!!!". Jawab Vio sedih.
"Sudahlah Vi!!. Ayo makan dulu!!!". Rani mulai menyendokan makanan ke mulutnya dan di selingi canda tawa mereka. Kecuali Vio. Ia hanya murung dan sesekali curi curi pandang ke arah Andi yang duduk tidak jauh darinya menghadap kearahnya sedang memainkan ponsel.
Kantin semakin ramai, banyak siswa berdesak desakan, tiba tiba....
Prangggg.... Seorang siswi dengan sengaja menyenggol seorang siswi lain yang sedang membawa nampan berisi semangkok sop panas. Semangkok sop itu jatuh mengenai tubuh Vio kemudian mangkok itu pecah berkeping keping di lantai.
"Vio!!!". Rani berteriak.
" Ambil ini, lalu obati ke UKS!!!". Rey yang datang terlambat berlari sambil membawa sebuah Hoodie berwarna hitam dan langsung menutupi tubuh Vio.
"Kak Rey, terima kasih!!!". Vio tersenyum sekilas lalu dengan menahan panas di tubuhnya, Vio diantar oleh Feli ke UKS.
.
.
.
.
" Kamu sengaja, ya???". Rani membentak seorang siswi berambut pendek dengan sebuah kaca mata bertengger di hidungnya.
"Maaf, tadi ada yang mendorongku dari belakang!!!". Jawab siswi itu gemetar.
" Jangan banyak alasan kamu!!!". Rani membentak siswi itu.
"Sungguh, aku merasa ada yang mendorongku, sehingga makananku jatuh dari nampan!!". Siswi itu berkaca kaca.
" Jangan coba coba kamu berbohong!!!, Kamu ingin merasakan panasnya Sop itu di tubuhmu!!!". Rani sangat emosi.
" Sudah!!". Andi berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu, ikut saya!!!". Andi menunjuk seorang siswi lain yang berada beberapa langkah di depannya.
" Kenapa saya, Kak???". Jawab siswi itu.
"Rey!!!". Andi memanggil sekertarisnya itu.
"Baik, Boss!!". Rey menarik tangan siswi itu menuju ruang Andi.
" Kamu, dan Kamu. Ikut saya!!!". Andi menunjuk ke arah Rani dan gadis berkacamata itu.
__ADS_1
____________________