Viola

Viola
14


__ADS_3

Hari ini hari pertama Vio berangkat ke sekolah menggunakan sekuter maticnya. Setelah belajar mengendarai selama beberapa hari, akhirnya Ia lancar menggunakannya. Surat ijin mengemudi untuk pelajar juga sudah berada di genggamannya. Pagi ini Ia berangkat jauh lebih awal, Tidak lupa Ia mengenakan helm standar, Masker, dan sarung tangan untuk alasan keselamatan. Ia ingin menikmati perjalanan pertamanya hari ini. Dengan kecepatan rata rata tidak sampai 40 kilo meter per jam, Ia membelah jalanan di kota itu. Untung hanya satu jalur. Jadi Ia tidak kesusahan dalam menghafal rute perjalanannya.


Jalan raya masih sangat sepi, belum padat aktivitas pengendara yang saling berburu waktu.


Saat baru menempuh Seperempat perjalanan,....


#Bruaaaaakkkkkkkkkk........


" Aduhhh!!". Vio mengaduh kesakitan saat sekuter maticnya tertabrak oleh motor sport Yonda CBR250 berwarna hitam dari belakang. Alhasil Ia terjatuh dan tertimpa sekuter maticnya.


"Maaf maaf!!". Seru pengendara itu kemudian bangkit lalu menolong Vio yang tertimpa sekuter matic.


" Iya, Kak. Nggak papa!!". Vio menerima bantuan laki laki itu.


"Saya minta maaf telah menabrak anda, sebagai ganti rugi, saya akan mengganti sekuter anda dengan yang baru dan saya akan membiayai pengobatan anda!!". Kata pengendara itu sambil membuka helm full facenya.


" Tidak perlu, Kak. Saya baik baik saja!!". Ucap Vio saat mengetahui bahwa yang tidak sengaja menabraknya adalah Andi.


"Tapi, anda terluka!!".


" Tidak perlu merasa bersalah, Kak. Ini adalah kecelakaan. Jadi, bukan karena kesengajaan!!". Vio membuka Helm dan maskernya.


"Kamu Vio???. Siswi Roses International bukan???". Andi terkejut saat mengetahui bahwa ternyata yang tidak sengaja Ia tabrak adalah Vio.


" Iya, Kak!!". Vio menundukkan kepala.


"Aduh, maaf ya dek!!". Andi tamba merasa bersalah melihat Vio dengan tubuh gemetar.


" Iya, Kak. Nggak papa!!".


"Ini, kamu minum dulu!!!". Andi menyodorkan sebotol air mineral dari dalam tasnya.


" Terimakasih, Kak!!!". Vio menerimanya dan langsung meminumnya dengan tangan yang masih bergetar.


" Gini saja, saya minta nomor telponmu. Biar gampang menghubungi kamu. Biar bagaimana pun saya harus bertanggung jawab!!". Andi berkata setelah melihat kondisi Vio yang membaik setelah menghabiskan isi botolnya.


"Iya, Kak. Sebentar!!". Vio mengambil Ponselnya dari tas miliknya.


" Baik. Bacakan!!!". Andi bersiap dengan ponsel di tangannya.


"Kosong delapan satu kosong delapan dua dua dua satu satu tiga tiga". Vio mendikte nomor nomor ponselnya.


" Terima kasih!!".


Vio merasakan ponselnya yang bergetar di genggamannya. Segera Ia melihat apakah ada notifikasi, Namun sederet nomor tidak di kenal mengiriminya chat lewat WA.


+6281022334455


Ini nomor aku, Andi.


save ya 🙂


"Ini nomor Kakak??". Vio menunjukan layar ponselnya.


" Iya!!". Andi menjawab singkat.


"Lebih baik kita langsung berangkat ke sekolah, Kak!!". Vio melihat jam di layar ponselnya


" Kamu duluan saja, aku harus mengganti ban motorku dulu di bengkel terdekat". Andi menyentuh ban motornya yang sudah pecah.

__ADS_1


"Kakak cari lokasi bengkel terdekat saja, nanti motor kakak di taruh di sana, kakak bareng aja sama aku. Toh tujuan nya juga sama, kan???". Vio memberikan ide.


"Benar juga, sebentar. Aku cari lokasinya dulu!!". Andi mulai mengotak atik ponselnya.


" Iya, Kak!!".


"Lumayan jauh, Dek. 100 meter dari sini. Kamu nggak papa bantuin kakak???. Malah ngerasa nggak enak ini aku!!".


" Nggak papa. Sama ini juga mau perbaiki setang sekuter matic punya aku yang sedikit berbelok". Vio menunjukkan Setang sekuternya yang belok ke kanan.


"Maafin kakak ya, Dek!!". Andi tambah merasa bersalah mengetahui kondisi sekuter matic milik Vio yang memiliki kerusakan di bagian setang dan baret baret di sebelah Kiri bagian depan.


" Santai ajah kak!!".


Mereka menuntun kendaraan mereka masing masing sejauh 100 meter dari tempat mereka jatuh.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai ke bengkel sepeda motor yang mereka tuju.


"Mas, tolong benerin setang ini. Sedikit belok ke kanan. Dan juga tolong tutup baret baret ini dengan stiker panjang ya, Mas!!". Kata Andi kepada montir.


" Baik, Kak. Silahkan tunggu sekitar 10 menit!!".


"Iya, Mas!!". Vio dan Andi duduk di kursi tunggu.


Tidak sampai 10 menit, Sekuter matic Vio sudah selesai di perbaiki.


" Ini, Kak. Semuanya 250 ribu!!". Montir tadi menyerahkan notanya.


"Terimakasih, Mas. Ini uangnya!!!". Kebetulan Vio membawa uang cash dengan jumlah yang pas di dompetnya. Sebenarnya memang Awan yang menyuruh Vio untuk menyiapkan uang 250 ribu untuk jaga jaga di perjalanan.


" Lohh.. kok sudah di bayar???". Seru Andi yang baru kembali dari toilet.


" Ya sudah, nanti kakak ganti!!".


"Mas sekalian motor saya, tolong ban belakang di ganti ya, dengan merk dan model yang sama persis. Nanti sore saya kesini buat ambil!!". Andi menyerahkan kunci motornya.


" Iya, Kak!!". Montir tadi menerima kunci motor Andi lalu menuntun motor itu ke dalam untuk di perbaiki.


"Makaih ya, Mas. Saya tinggal dulu!!". Andi mengenakan Helm Fullface miliknya.


" Iya, Kak!!". Seru montir itu dari dalam.


______________


Andi mengendarai Sekuter matic milik Vio dengan posisis Vio membonceng menyamping di belakangnya.


Berkendara dengan kecepatan pelan. Karena Ia tahu pasti Vio sangat trauma dengan kejadian yang tidak di sengaja itu. Setelah beberapa puluh menit, akhirnya mereka memasuki gerbang megah di sekolah elit itu. Situasinya masih sangat sepi. Padahal ini sudah memasuki pukul 06.25.


Sesampainya di tempat parkir kendaraan.....


"Kaki kamu terluka, kamu kakak obati dulu!!". Andi berniat membawa Vio ke UKS.


" Cuma luka kecil ini!!". Vio menolak.


"Dek, setidaknnya luka di kaki mu harus di bersihkan!!".


" Iya, Kak!!". Vio mau tidak mau harus menuruti perkataan Andi.


_______________

__ADS_1


.UKS.


"Kamu tahan ya, Dek!!. Ini pasti akan perih. Kamu bisa berteriak sekeras mungkin karena ruangan ini kedap suara!!". Andi mulai mengobati Kaki Vio menggunakan Revanol dan obat merah serta menutupnya menggunakan Kain kasa dan handsaplast.


Vio hanya meringis, menahan nyeri dan perih akibat Kapas yang mengandung Revanol menyentuh luka di kakinya.


" Maaf, ya!!". Andi melihat raut kesakitan dari wajah Vio.


"Perasaan apa ini, Tuhan????". Andi merasakan nyeri di hatinya ketika melihat raut kesakitan di wajah Vio.


" Iya, Kak!!". Vio mencoba tersenyum.


"Sudah, kamu sekarang ke kelas ya!!". Andi mulai membereskan isi kotak P3K yang tadi sempat Ia buat berantakan.


" Kakak juga terluka, sekarang gantian Aku yang mengobati luka Kakak!!". Vio menghentikan pergerakan Andi.


"Iya, Terimakasih!!!". Andi menaikan sedikit celananya, agar Vio bisa dengan mudah mengobatinya.


" Perasaan apa ini??? mengapa rasanya berbeda bila berdekatan dengan Kak Andi seperti ini????". Vio bergumam dalam hati.


"Apa aku jatuh cinta???". Andi bertanya pada hatinya.


" Sudah selesai Kak!!". Vio membereskan obat obat tadi ke tempat semula.


"Terima kasih, Dek!!!". Andi tersenyum tulus.


" Iya, Kak. Sampai jumpa lagi!!". Vio melambaikan tangannya dan di balas oleh Andi.


________________


Andi bukannya masuk ke kelasnya, tapi malah tiduran dan melamun sendirian di tempat itu.


"Jadi namamu adalah Vio???, Gadis cantik penjual lumpia yang tidak sengaja ku tabrak di Halaman SMP Intra saat itu????".


" Mengapa rasanya aku nyaman berada di dekatmu??".


"Apakah ini rasanya jatuh cinta kepada seorang perempuan???".


" Ya Tuhan, mengapa Senyumnya sangat menawan seperti aku pernah melihatnya????".


"Salahkah aku saat ini???".


" Viola, ingin rasanya aku merengkuhmu ke dalam dekapanku!!".


*Ting!!!


Suara pesan masuk menyadarkan Andi dari lamunannya.


Viola


*Gimana keadaan kakak???


^^^Kakak baik baik saja 😉^^^


Syukurlah 😇


...iya 😁*...


____________________

__ADS_1


...****************...


__ADS_2