
Peluh dan keringat serta panas matahari membuat penampilan Vio semakin kusut. Mengayuh sepeda dengan jarak 20 kilo meter, membuat tenaga Vio terkuras habis. Siang ini, Vio memasuki halaman rumah Awan dengan langkah gontai.
"Selamat siang, Non!!!". Pak Teguh, Satpam rumah itu menyapa dengan ramah.
" Selamat siang juga, Pak!!!.
" Mbok besok bawa mobil saja, Non!!!".
" Iya besok saya pikirin lagi deh, Pak. Mari!!!".
"Iya, Non!!!".
Vio memarkirkan sepedanya di garasi belakang.
" Ibu!!!". Vio menghampiri Ana yang sedang memasak makan siang di dapur.
"Udah pulang, Nak??".
" Iya, Bu!!!". Vio mencium tangan Ibunya.
"Sayang, bersihkan tubuhmu!!!. Lalu makan siang".
" Iya, Bu!!!". Vio bergegas menuju kamarnya.
Sesampainya Ia di kamar nya, Ia langsung menutup pintu di lanjutkan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Memakai hotpants dan kaus oblong serta make up tipis yang membuat Vio terlihat sangat cantik dengan rambut panjang ikal gantungnya.
"Sini Sayang, makan siang dulu. Kamu mau pakai sayur apa cuma lauk???". Ibu yang sedang menata menu makan siang di meja melihat Vio menuruni anak tangga.
" Iya, Bu. Aku ambil sendiri saja!!!". Vio bergegas mengambil piring.
"Iya terserah kamu saja!!!".
Vio hanya memamerkan deretan gigi putih bersihnya.
" Shasha mana, Sayang????".
"Nggak tahu aku, Bu. Palingan main sama teman temannya!!". Vio menjawab dengan cuek.
" Kamu nggak ada masalah kan, Sayang???? Dengan Shasha???". Ana menangkap raut mencurigakan di wajah putrinya.
"Hahahahaa enggak Ibu. Kami nggak ada apa masalah apa apa kok. Hanya saja kami jarang ketemu bila di Sekolah. Terus Kak Shasha juga suka main keluar sama teman temannya!!!". Vio menjelaskan panjang lebar.
" Hmmm baiklahh. Ibu percaya kok sama kamu!!!".
"Hehehe iya, Bu!!". Vio melanjutkan aktivitas makan siangnya.
" Nak, Kamu memangnya nggak capek kalau mengayuh sepeda???". Pertanyaan Ana membuat Vio berhenti memasukan nasi ke mulutnya.
"Hmmm gimana ya, Bu. Sebenarnya aku baru mengumpulkan uang untuk membeli skuter matic".
" Nanti biar Ibu bilang sama Ayah, tidak perlu merusak tabunganmu!!".
"Tidak Ibu!!!. Ayah terlalu baik, Aku tidak mau kesannya memanfaatkannya!!".
" Baiklah, memangnya sudah terkumpul berapa uangmu, Nak???".
"Ayah memberikan uang saku 4 kali, dengan nominal 5 juta. Bila di total menjadi 20 juta. Tapi aku menggunakan untuk membeli atribut Orientasi kemarin 200 ribu dan sedikit untuk perpuluhan di Gereja. Di tabungankku ada kurang lebih 17 juta, Bu!!!". Vio menghitung pengeluarannya.
" Memangnya kamu ingin Skuter Matic yang merk apa Sayang. Nanti bila uangmu kurang Ibu tambah!!!".
"Bit saja, Bu. Aku kemarin lihat harga yang setengah pakai tidak terlalu mahal!!".
" Terserah kamu saja, Sayang. Besok pagi Ayahmu libur. Ajak dia untuk mengantarmu membeli Skuter matic!!".
__ADS_1
"Iya, Ibu". Vio melanjutkan menghabiskan makanannya.
" Ibu, aku pulang!!!". Suara nyaring nan cempreng teriakan Shasha memenuhi seisi rumah.
"Iya, Sayang. Jangan teriak teriak. Kasihan nanti pita suaramu bisa terluka!!". Ana menggelengkan kepalanya.
" Hhehehe, Ibu aku mau ke mall sama Luna dan Cindy!!!".
"Makan dulu, Sayang!!!. Ibu ambilkan ya???".
" Tidak perlu, Bu. Nanti aku mau makan di cafe milik temenku saja. Mereka sudah nungguin aku di luar". Shasha bergegas masuk ke kamarnya untuk bersiap siap.
_______________
Malam harinya di kamar utama, Ana membicarakan rencana Vio yang ingin membeli sepeda motor dari uang saku yang Ia kumpulkan kepada Awan.
"Mas, Uang di rekening Vio ada sekitar 17 juta!!".
" Lalu???". Awan menatap Ana serius.
"Dia ingin membeli skuter matic setengah pakai, Mas!!".
" Aku bisa membelikan Skuter matic yang baru dengan harga termahal. Kenapa malah Vio ingin memakai uang sakunya????".
"Biarkan saja, Mas. Dari pada di paksakan dan dia malah nggak suka???".
" Ahhh dasar anak itu!!!". Awan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tolong besok antarkan dia ya, Mas. Sekalian carikan surat ijin mengemudinya!!!".
" Iya, An. Besok pagi aku akan bawa anak itu ke dealer motor milik Sahabatku. Nanti bila uangnya kurang, aku akan menggenapinya".
"Iya, Mas!!".
_________________
Keesokan paginya, Mereka berempat berkumpul di meja makan untuk bersarapan bersama. Seperti biasa, Ana menyuapi Shasha yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Hmmmm Ayah, Eee... anu, eee.. aku punya sedikit uang, Eeeeee Bisakah Ayah menemani aku membeli sekuter matic setengah pakai???".
Awan mengangkat wajahnya menatap Vio, Shasha pun juga ikut menatap Vio.
" Uangmu ada berapa, Sayang???".
" 17 juta, Ayah".
"Memangnya kamu mau sekuter matic yang seperti apa sayang???".
" Bit kalau nggak ya Pario, Ayah!!.
"Kenapa nggak cari yang baru, Ayah rasa harga sekuter matic Bit baru nggak sampai 17 juta. Kalau Pario ya uangmu masih kurang sedikit". Awan memberikan pendapatnya.
" Tapi kalau setengah pakai malah lebih murah, Ayah. Harga Bit setengah pakai itu sekitar 10 juta, sedangkan Pario 14 juta. Aku lihat di Website kemarin".
"Iya sudah, setelah Sarapan kita berangkat ya!!".
" Iya, Ayah!!!".
_______________
Setelah sarapan, Vio bersiap siap untuk pergi bersama Awan. Dress biru selutut bermotif bunga sakura dan rambut di cepol ke atas serta flatshoes di kaki jenjangnya, menjadikan Vio semakin manis saja saat di pandang.
Duduk di ruang tengah, sambil menunggu Awan keluar.
"Kak Shasha mau kemana kok cantik bangettt???". Vio memuji penampilan Shasha yang super cantik.
__ADS_1
" Ini kakak mau ke acara ulang tahun temen kakak!!".
"Loh Sha, acara nya pagi????". Ana menegur Shasha.
" Ini mau beli kado dulu sama temen, Bu. Terus langsung berangkat!!!".
"Memang nya acaranya jam berapa, Sayang???".
" Jam 11, Bu!!".
"Ya sana berangkat. Nanti keburu siang. Lihat sudah jam 9!!!". Ana menunjuk jam dinding di tembok depannya.
" Heehehe iya, Bu. Nanti nunggu temen Shasha dulu!!!".
"Iya sudah!!".
" Sudah siap sayang???". Awan mendekati Vio yang sibuk dengan ponselnya.
"Iya, Ayah. Ayo berangkat!!". Jawab Vio.
" Ayah, transfer uang buat beli kado ulang tahun temen dong. 2 Juta ajah. Please, Ayah!!!". Shasha memasang wajah memelas.
"Uang kamu udah habis, Sha???. Senin kemarin Ayah transfer uang saku kamu, lalu kamis kamu minta lagi 2 juta buat ke salon, terus ini minta lagi????". Awan menggelengkan kepalanya.
" Hehehehehe... iya Ayah!!!". Shasha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yasudah. Ayah transfer 1 juta!!". Ayah mengotak atik ponsel pintarnya.
" Iya Ayah, Thanks!!". Shasha sangat senang.
"Iya, Sayang". Awan mencubit hidung mancung putri sulungnya.
" Ayo berangkat sekarang saja, Nak!!". Awan ngajak Vio.
"Tunggu!!!". Ibu berlari dari kamarnya.
" Iya, Bu???".
"Ini bawa, Pakai bila uang kamu kurang!!". Ibu menyerahkan gulungan uang senilai 5 juta kepada putrinya.
" Tidak, Ibu!!!". Vio menolak pemberian Ibunya.
"Ambil dan sekalian gunakan untuk mengurus surat ijin mengemudi, Sayang!!".
" Tapi, Bu????".
"Ambil atau tidak usah berangkat!!". Ana memaksa.
" Ambil saja, Nak!!!". Awan menatap Vio.
"Baik, Bu. Terimakasih. Nanti pasti akan aku pergunakan secukupnya!!". Akhirnya Ia menerima uang pemberian Ibunya.
" Iya, Sayang".
"Ibu, aku dan Ayah berangkat dulu ya!!". Vio mencium tangan Ibunya.
" Iya, sayang. Hati hati!!". Ana mengecup kening putrinya.
"Kak, aku duluan ya!!!". Vio menyapa Shasha yang tengah sibuk dengan ponselnya.
" Iya, hati hati!!". Shasha menyahut tanpa memutuskan pandangan dari ponsel nya.
____________________
...****************...
__ADS_1