
Beberapa bulan sudah berlalu. Hubungan Vio dan Shasha sangat harmonis. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Ana dan Awan memberikan cinta dan kasih sayang kepada mereka dengan adil, tanpa membedakan status mereka sebagai anak tiri atau anak kandung. Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah sudah Vio selesaikan. Tinggal menunggu pengumuman kelulusannya.
"Sayang, kamu berencana mau melanjutkan Sekolah dimana???". Awan menghampiri Vio yang sedang menonton serial kartun di ruang keluarga.
" Ehh Ayah!!". Vio menggeser tempat duduknya.
"Viola Sayang, Kamu mau melanjutkan Sekolah Menengah Atas dimana???". Awan mengulangi pertanyaannya.
" Hmmm belum tahu nih, Yah!!!".
"Kamu mau lanjut ke Menengah Atas atau ke Menengah Kejuruan??".
" Menengah Atas mungkin, Yah!!".
"Lohhh... kok jadi ragu sih Anak Ayah????". Awan mengacak rambut Vio gemas.
"Aku hanya berharap, nilai Ujian Nasional ku mumpuni untuk mengejar beasiswa di Sekolah yang aku inginkan, Ayah!!!". Vio mengungkapkan isi hatinya.
" Memangnya Sekolah incaran kamu dimana, Sayang???".
"Aku ingin bersekolah ke Roses Internasional dengan jalur beasiswa, Ayah!!!". Vio menjelaskan dengan mata berbinar binar.
" Ohh Bagussss!!!! Ayah setuju. Sekolah itu terkenal melahirkan para siswa berprestasi. Kakakmu juga bersekolah disana. Kamu tanpa mengejar beasiswa pun, pasti Ayah bisa membiayai kamu bersekolah di sekolah itu, Sayang!!!".
"Tidak, Ayah. Aku harus ikut tes masuk lewat jalur beasiswa. Aku tidak ingin membebani Ayah terlalu banyak!!!". Vio menolak tegas niat Awan.
" Baik, bila itu keinginan kamu. Asalkan kamu nyaman saja dan Ayah siap untuk membiayai kamu sampai lulus Perguruan Tinggi. Lalu, bila kamu gagal dapat beasiswanya, rencana opsi kamu selanjutnya dimana, Sayang???".
"Aku ingin mengikuti tes jalur beasiswa di SMA Negeri 2 XX, Ayah!!!. Aku hanya tidak ingin membebankan biaya sekolahku pada Ayah". Vio menegaskan keinginannya lagi.
" Ingat, kamu jangan sungkan untuk meminta bantuan apapun pada Ayah!!".
"Iya, Ayah!!".
" Ini adalah buku rekening, Ayah akan transfer uang sakumu lewat rekening. Dan ini adalah kartu ATMnya. Besok ajaklah Ibumu untuk mengajarimu mengoprasikannya!!!". Awan menyerahkan buku rekening berwarna biru tua dan sebuah ATM berwarna senada.
"Tidak perlu Ayah. Ini terlalu berlebihan. Berikan aku uang saku yang sewajarnya saja!!!". Vio menyerahkan kembali dua benda itu kepada Awan.
"Sayang, kamu adalah anak Ayah. Terima ini. Ayah akan transfer sejumlah uang di setiap minggunya. Dan di buku ini ada uang jajanmu yang pertama, senilai 5 juta. Dan minggu depan akan Ayah transfer dengan nominal yang sama dan seterusnya. Pergunakan untuk belanja kebutuhanmu dan uang sakumu serta kalau bisa, sisihkan sedikit sebagai uang tabunganmu. Hitung hitung, ini adalah salah satu cara Ayah mendidik kamu, agar kamu belajar untuk mengelola keuangan. Shasha juga memiliki ini, dengan jumlah yang sama!!". Awan memaksa Vio untuk menerima permberiannya.
"Tapi, Ayah????". Vio ragu ragu.
" Iya, Sayang kenapa???".
"Ini terlalu berlebihan!!!".
" Tidak, Sayang. Ini tidak berlebihan. Bila kamu rasa ini berlebihan, sisihkan sepuluh persen untuk kamu pergunakan sebagai perpuluhan di Gereja setiap Hari Minggu!!!".
"Terimakasih, Ayah!!!". Vio akhirnya menerima pemberian Awan.
" Lalu, kamu mau menggunakan kendaraan apa besok kalau sudah di terima di sekolah yang kamu inginkan???. Atau mau bawa mobil sendiri seperti Shasha???? Nanti Ayah ajari cara mengemudi!!!".
"Tidak perlu berlebihan, Ayah!!!. Aku akan naik angkutan umum saja!!!".
__ADS_1
"Atau mau barengan Shasha???".
" Tidak, Ayah. Bila boleh, aku akan menggunakan uang saku pertamaku untuk membeli sepeda baru!!". Terlintas sebuah ide di kepalanya.
"Baik, bila itu mau kamu. Ayah akan membelikan kamu sepeda, kamu ingin model yang sepergi apa????. Jangan gunakan uang sakumu!!!!".
" Iya, Ayah. Terimakasih!!!".
__________________
.Sekolah Menengah Pertama Negeri XX
Beberapa hari kemudian, Pengumuman hasil Ujian telah keluar. Awan dan Ana selaku orangtua sangat bangga ketika salah satu putrinya di panggil untuk naik ke atas podium dengan menyandang predikat juara 1 dari keseluruhan 160 siswa. Dengan perolehan nilai rata rata 97,5. Hampir sempurna!!!!.
" Puji Syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa. Terimakasih untuk Ibu yang telah membesarkan saya. Terimakasih juga saya ucapkan kepada Ayah Awan yang memberikan semangat kepada saya. Terimakasih kepada Bapak Wali kelas, serta para Guru pendidik di Sekolah Menengah Pertama Negeri XX yang saya hormati. Saya bisa berdiri disini berkat bimbingan kalian semua. Penghargaan perolehan prestasi ini saya persembahkan kepada Kalian semua. Terimakasih!!". Vio yang terlalu gugup dan menangis bahagia, sampai kehilangan kata katanya.
Tepuk tangan para hadirin yang hadir sangat riuh terdengar. Mereka semua sangat bangga pada Vio. Bagimana tidak???. Sepanjang sejarah SMPN XX, Nilai yang di peroleh Vio adalah nilai yang tertinggi dari sekolah ini berdiri. Selain itu pula, Viola mendapat peringkat 1 di kotanya.
"Sayang, Ibu dan Ayah kembali kesana ya!!!". Ana menunjuk pada kursi hadirin.
" Iya, Bu!!!". Vio melepaskan gandengan tangan Ibunya.
"Viola, selamat ya!!!". Rani dan seluruh teman teman sekelasnya menjemput Vio yang baru saja turun dari podium.
"Terimakasih semuanya!!!". Vio membalas uluran tangan teman temannya.
Mereka semua saling berpelukan, menyalurkan rasa bahagianya telah menamatkan jenjang Sekolah Menengah Pertama di tempat ini.
" Semoga kita bertemu lagi ya, Vi!!!". Seru salah satu siswi.
" Lanjut kemana kamu????". Beberapa siswi bertanya pada Vio.
"Roses International!!". Jawab Vio dengan riangnya. Sebab Ia yakin bisa bersekolah di sana.
" Mantap!!!. Aku juga disana loh!!".
"Wahh asyik aku bakal ketemu Vio lagi. Yesss!!!".
Jawab 2 siswi perempuan dengan riangnya.
" Beneran kamu lanjut kesana, Vi???". Kini giliran Rani yang bertanya.
"Iya, Aku akan masuk jalur beasiswa!!". Vio sangat bersemangat. Sebab dirinya kemarin baru saja mengikuti tes itu dan belum ada seorang pun yang menggeser posisinya.
_____________
.Perkumpulan para wali murid.
Di tempat yang tidak jauh dari sana, Ana dan Awan bercengkrama dengan para wali murid yang lain.
" Selamat ya , Bu, Pak. Anaknya jadi juara umum tingkat kota. Saya ikut bangga!!!". Salah satu Orang tua siswa memberikan selamat pada Ana dan Awan.
"Terimakasih, Bu!!". Ana hanya tersenyum ramah.
__ADS_1
" Rahasianya apa sih, Bu???? Kok anaknya bisa pinter banget????". Tanya salah satu orang tua yang lain.
"Memang gen pintar kali, Bu!!!". Sahut wali murid yang lain.
Awan dan Ana hanya tersenyum tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Awan???". Sepasang suami istri menghampiri mereka.
"Sandy, Apa kabar kamu???".
" Baik, aku baik. Kamu gimana???".
"Ya seperti inilah aku. Oh iya, kenalin. Ini Ana, Istri aku!!". Awan mengenalkan Ana pada sahabatnya.
" Saya, Ana. Salam kenal ya!!!". Ana memperkenalkan dirinya.
"Saya Sandy. Dan ini istri saya, Tia!!!".
" Salam kenal, ya!!!". Tia bersuara.
"Wah, anak kamu hebat banget, Bro!!!". Sandy memberi selamat.
" Thanks, Bro!!". Jawab Awan dengan bangga.
"Mau lanjut Sekolah dimana ini nanti anakmu???".
" Roses International kalau tidak berubah. Kalau anakmu???".
"Aku sebagai orang tua, inginnya juga Dia bersekolah di Roses, tapi ahh entahlah, Bro. Anak itu keras kepala!!!". Sandy memudarkan senyumannya.
" Biarkan mereka memilih, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung, Bro!!". Awan menyahut.
"Eh, sebentar. Kamu kapan menikah lagi??? Kok undangannya nggak sampai ke kita???". Sandy baru menyadari.
" Hahahaha udah mau setahun, kami memang nggak pernah menyebar undangan. Cukup pemberkatan. Toh masing masing kami juga sudah punya anak". Awan menanggapi.
"Tunggu tunggu!!!! Sebenarnya yang kalian dampingi tadi anak dari siapa???". Sandy menyela.
" Vio itu putri bungsu kami. Walau aku hanya Ayan sambungnya, tetapi dia adalah putri bungsuku yang paling segala galanya, bila di banding dengan putri sulungku!!!". Awan menjawab dengan senyum kebanggaannya.
"Mas, nggak boleh membandingkan mereka seperti itu. Shasha juga sama seperti Vio!!!". Ana tidak terima bila Shasha di bandingkan dengan Viola.
" Hahahahahaha sudah sudah, gitu ajah kok malah mau berantem!!!". Tia menertawakan sepasang suami istri itu.
"Cantik banget ya anakmu, seperti mirip siapa yaaa????. Hmmmm mirip siapa ya, Sayang???". Sandy mengingat ingat wajah cantik Vio mempunyai kemiripan dengan seseorang, namun ia tidak ingat siapa.
" Iya, aku tadi waktu lihat Vio di atas podium, Aku merasakan Vio kaya mirip seseorang yang Familiar banget!!. Tapi siapa ya???". Tia membenarkan ucapan suaminya.
" Yang pasti, Vio secantik Ibunya!!!". Perkataan Awan membuat Ana merona.
"Apaan sih kamu, Mas???". Ana menutupi wajahnya menggunakan handbag yang berada di genggamannya.
Viola mirip dengan siapa ya??????
__ADS_1
Teman teman adakah yang bisa menebaknya???
_____________________