Viola

Viola
24


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama dalam bulan ini. Seperti biasanya Viola berangkat lebih awal dan memarkirkan sekuter matic nya di lahan parkir yang telah di sediakan oleh sekolah itu.


Melangkah dengan santai sambil membaca buku tebal di tangannya, Ia menaiki anak tangga demi anak tangga untuk sampai ke kelasnya. Ruang kelas tempatnya belajar masih kosong belum berpenghuni, Ia duduk di bangkunya sambil terus membaca buku tebal di tangannya. Hari ini, ada ulangan mata pelajaran Kimia. Maka dari itu, Vio sangat keras dalam belajar. Nilai sempurna adalah targetnya saat ini.


"Serius banget sih kamu, Vi!!!!". Feli yang tiba tiba duduk di sampingnya.


" Ehhh, enggak juga kok!!". Vio menolehkan kepalanya ke arah Feli.


"By the way.... laper nih aku, ke kantin yukk... mumpung masih sepi!!!". Feli menarik tangan Vio.


"Kamu aja ya Fel, yang makan. Aku temenin kamu!!". Vio menutup bukunya lalu menemani Feli ke kantin yang letaknya tidak jauh dari ruang kelasnya.


___________________


.Kantin Sekolah.


Suasana di tempat ini sangat sepi. Belum ada seorang siswa pun yang berada di sini. Yaaa memang masih sangat pagi, waktu baru menunjukan pukul 06.08 WIB. Menu sarapan juga baru aja selesai di angkat dari tempat memasaknya, jadi masih sangat panas.


" Selamat pagi, Bu Susi!!!". Feli menegur penjaga kantin yang sedang mengelap mangkok di tempatnya.


" Selamat pagi juga, Neng. Mau sarapan apa???". Bu Susi menghentikan aktivitasnya lalu menghampiri dua siswi yang berdiri di depannya.


"Bubur ayam satu sama minumnya teh manis hangat!!". Feli menyebutkan makanan yang ingin Ia makan.


" Baik. Kalau Eneng yang satu???". Bu Susi menatap Vio, hendak menulis pesanannya.


"Mmm saya teh tawar hangat saja, Bu!!". Vio menyebutkan pesanannya.


" Baik Neng, tunggu sebentar ya!!!". Bu Susi lalu mengambilkan pesanan mereka.


Tiga menit kemudian,


Pesanan mereka telah sampai di meja depan mereka. Vio melanjutkan belajarnya, membaca berulang ulang hingga Ia menghafal materi dan rumus rumus yang tercatat di buku tebal itu.


"Vi!!!. Serius banget sih kamu???". Feli yang sedari tadi mengamati wajah Vio yang terlihat serius.


" Kalau aku nggak bisa dapat nilai bagus, beasiswaku bisa di cabut, Fel!!!". Vio menjelaskan.


"Haaaahhh??? Kamu anak beasiswa?????". Feli heran, sebab Rani pernah berkata bahwa Vio anak orang berada.


" Iya, aku anak beasiswa!!". Vio menjawab singkat.


"Ohh ok!!!". Feli menyahut singkat.


_______________


.Di roftop gedung 1.


Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda.


Andi, Reyhan, Jojo, Dio, Yoga dan Rio sedang berkumpul di roftop gedung 1. Mereka enam bersahabat itu tengah bergurau sambil sesekali menyesap sebatang rokok yang mereka selipkan di jari tangan kanan mereka. Andi???? Andi pun sama, namun tidak sampai kecanduan.


"Bro, Shasha itu kurang apa sih???? Tiap hari nempel tapi kamu tolak mentah mentah terus". Jojo bertanya pada Andi.


Andi hanya menghendikkan bahunya cuek.


" Buat kamu aja, Bro!!". Andi bangkit berdiri untuk menikmati pemandangan Roses International dari atas gedung itu.


"Sebenernya kamu itu normal nggak sih, An???. Cewek secantik Shasha kok kamu cuekin!!". Kini giliran Rio berkomentar.


" Mau buktiin aku itu normal apa nggak???? hemmm????". Andi melangkah perlahan dengan lembut ke arah Rio sambil memainkan kancing bajunya.


"Gila kamu, An!!!... Hiii!!!". Rio bergidik ngeri membayangkan yang tidak tidak.


"Lah katanya mau buktiin???. Ayo sini buktiin!!". Andi berseru pada Rio dan di iringi gelak tawa oleh ke empat temannya yang lain.


" Ganteng ganteng kok belok!!!".


"Kekasih Andi jauh lebih cantik bila di bandingkan dengan Shasha!!!!". Kini Rey menyahut.


Reyhan adalah satu satunya orang yang mengetahui hubungan antara Andi dan Vio, sebab Andi selalu meminta tolong padanya bila ingin memberi sesuatu pada kekasihnya itu. Bila di hitung dari tanggal jadiannya, hubungan mereka sudah hampir menginjak 4 bulan. Dan selama itu hanya Rey yang mengetahui.


" Hahh???". Jawab mereka serempak.


"Apa???. Masih curiga kalau aku belok????". Sahut Andi dengan judes.


" Anak mana, Rey????". Tanya Jojo penasaran.


"Rey diam atau gaji kamu saya potong sampai habis??". Teriak Andi tegas.


" Ooo jangan dong boss!!!". Rey sangat ketakutan mendengar teriakan boss nya itu.


Bagaimana tidak???? Rey adalah sekertaris pribadi Andi bila Ia membantu mengecek data perusahaan milik Ayahnya. Dengan bekerja dengan Andi, Rey bisa bersekolah di tempat elit itu. Selain itu juga, Rey adalah Sekertaris Andi di organisasi sekolah itu. Rey adalah tangan kanan Andi dimana pun Ia berada.


"Ahhh nggak asyik nih, Si bossnya galak!!". Jojo meledek. Dan hanya mendapatkan tatapan membunuh dari Andi.

__ADS_1


" Laper nih, Bosss. Makan yuk!!!". Rey menyenggol Andi yang sedang menyesap rokok.


"Bentar, nanggung ini!!". Andi mengacungkan sebatang rokok yang belum habis setengahnya itu.


" An, Rani sepupumu itu udah punya pacar belum ya????". Dio yang sedari tadi diam sekarang mengajukan pertanyaan yang membuat semua mata tertuju padanya, kecuali Andi.


"Mana ada cowok yang mau sama dia. Judes dan cerewet!!!". Andi menjawab pertanyaan Dio dengan santai.


" Menarik!!!. Boleh nggak buat aku, An???". Sahut Dio.


"Kalau dianya mau, ambil sana!!". Jawab Andi.


" Lebih cantik temennya!!!". Celetuk Yoga tiba tiba, hingga membuat Andi tersedak asap rokok yang baru di nikmatinya.


"Siapa???". Rey yang tahu dengan situasi boss nya itu, bertanya tanpa di curigai yang lain.


" Itu si Feli!!!". Jawab Yoga dengan santai.


"Kirain si dekil itu!!!". Sahut Rio spontan. Yang membuat Andi lagi lagi tersedak asap rokoknya.


" Yeeeee... bukan level aku itu, Jelek dan dekil kaya gitu!!!". Yoga menghina kekasih Andi.


"Rey, jadi laper nggak?????". Kuping Andi terasa panas mendengar ejekan untuk Vio dari kedua temannya itu.


" Jadi dong bosss!!!. Kalian mau ikut nggak nih???". Ujar Rey yang mengetahui situasi Bossnya itu.


"Ayok lahhh!!." Keempat temannya yang lain itu menyahut bersamaan.


________________


.Kantin Sekolah.


Rani dan Bella sudah bergabung dengan Viola dan Felicia. Berada di kursi pojok kantin, mereka bergurau dan di selingi tawa, kecuali Vio. Ia masih setia dengan buku tebal yang sedari tadi Ia baca.


"Guys, Hari Sabtu ada acara nggak???". Celetuk Feli tiba tiba.


" Aku sih free kayanya!!". Bella menyahut.


" Kalau aku belum ada rencana, palingan cuma gangguin sepupuku kalau dianya nggak sibuk". Rani menjawab.


"Kalau kamu, Vi????". Tanya Feli pada Vio.


" Aku??? hmmm mungkin bisa kalau Rani mau jemput!! hehehhehe!!." Vio melirik Rani sekilas.


" Kita mau kemana memangnya???". Bella bertanya.


"Jalan jalan ke mall yukk!!". Ajak Feli bersemangat.


" Oke!!!". Jawab mereka bertiga serempak.


Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa siswi dengan segelas minuman di tangan mereka. Entah di sengaja atau tidak, salah satu dari mereka menumpahkan segelas minuman dingin itu ke arah Vio.


"Uppsss maaf, aku nggak sengaja!!". Ujar siswi itu dengan wajah menyebalkan.


Vio hanya diam.


" Apa apaan sih kamu. Mentang mentang situ kakak kelas, jangan semena mena gitu dong!!". Rani tersulut emosinya melihat seragam Vio yang basah.


"Apa sih???? idihhh!!!". Jawab siswi tadi dengan enteng.


" Tanggung jawab!!!". Rani berteriak.


"Apa??. Hahaha... Tanggung jawab????. Oke, Nih ambil. Buat beli seragam baru yang lebih oke sana!!!. Di koperasi banyak!!". Siswi tadi melemparkan beberapa lembar uang pecahan 50 ribu ke arah Vio.


"Aku nggak butuh uangmu!!". Vio berkata dengan tenang dan tanpa penekanan sambil menyerahkan uang itu kepada yang punya.


" Cih!!!. Sombong!!!!. Udah miskin, jelek, dekil, sombong!!!". Ujar siswi itu.


Tidak jauh dari tempat itu, Andi memberikan perintah pada asistennya itu.


"Rey, ambil hoodie ku di loker. Cepat!!". Andi berbisik pada Rey.


" Iya, boss!!". Rey langsung berlalu melakasanakan perintah bossnya itu.


"Kalian mau makan apa??? aku akan bayar. Cepatlah pesan, aku tunggu di sebelah sana!!". Andi berlalu menuju tempat yang tidak jauh dari Vio.


" Iya, boss!!!". Jawab mereka berempat kegirangan.


Andi melihat semua yang terjadi pada kekasihnya itu. Ingin sekali Ia menghampiri lalu memeluk tubuh kekasihnya yang pasti sedang kedinginan itu. Ia juga mendengar hinanaan mereka dan pelecehan yang mereka lakukan. Namun, kekasihnya hanya diam tanpa emosi.


Beberapa saat kemudian, Rey datang lalu menghampiri Vio yang sedang di pojokan itu.


"Pakai ini dan pergilah ke UKS untuk meminjam seragam di sana!!!". Rey memberikan hoodie itu kepada Vio sambil sesekali melihat ke arah Andi yang mengamatinya.


" Terimakasih Kak!!". Vio langsung menerima hoodie itu sebab ia mengetahui bahwa hoodie itu dari Andi.

__ADS_1


"Sama sama!!". Rey pergi bergabung dengan Andi dan yang lain. Sedangkan Rani dan kedua temannya menatap interaksi tersebut dengan curiga.


" Ran, temani aku. Kalian di sini saja!!". Vio bangkit dari duduknya sambil menggandeng tangan Rani.


"Iya, sana... cepet balik ya!!!". Feli dan Bela melanjutkan sarapan mereka.


Dilain sisi,


" Rey, aku ke ruang OSIS sebentar. Ini buat bayar sarapan mereka, sisanya buat kamu!!". Andi menyerahkan 3 lemar uang pecahan seratus ribuan.


"Oke, boss!!". Rey sudah tahu tujuan boss nya itu kemana.


_________________


.UKS.


Sesampainya mereka di UKS, Vio lalu masuk ke salah satu bilik itu dan tidak lupa menguncinya. Sedangkan Rani membelikan satu stel seragam baru di koperasi sekolah yang letaknya tepat di seberang UKS itu.


tok tok tok..


Suara pintu bilik UKS itu ada yang mengetuk dari luar, sedangkan Rani baru saja pergi.


derrtttt... dertttt... derrrtt.... derttt. Ada panggilan telepon masuk.


" Halo, sayang??". Jawab Vio.


"Buka pintunya!!. Aku di depanmu!!". Andi bersuara dengan singkat lalu mematikan sambungan teleponnya, tepat pintu bilik itu terbuka.


Andi masuk ke bilik itu, lalu menutup pintu tanpa menguncinya kembali.


" Kamu nggak papa????". Andi menenggelamkan Vio kedalam dekapannya, sambil mengecup puncak kepala Vio berulang kali.


"Aku nggak papa!!". Jawab Vio singkat.


" Maaf aku nggak bisa nolongin kamu!!!".


"Terimakasih, Hoodie ini sangat membantu aku tadi!!!".


" Aku merindukanmu, sayang!!!!". Andi tidak melepaskan Vio.


"Aku juga rindu kamu!!!". Vio sangat menikmati pelukan itu, hingga tanpa mereka sadari, Rani sudah kembali dan kini Ia berada tepat di belakang Andi dengan pintu kembali terkunci melihat interaksi mereka dalam diam.


" Maaf, aku hanya bisa diam. Maaf, aku selalu menggunakan Rey untuk menolongmu. Maafin aku, yang hanya bisa melihat tanpa melakukan apapun bila orang orang itu menghina dan melecehkanmu, sayangku!!!!". Andi tulus meminta maaf pada kekasihnya itu hingga air matanya menetes.


"Aku bisa mengerti itu, Kamu tidak perlu meminta maaf!!. Terimakasih, Ini juga permintaanku agar hubungan kita tetap rahasia. Cukup Kak Rey yang tahu". Ujar Vio yang masih menikmati aroma citrus kesukaannya itu.


" Aku mengerti alasan kamu, sayang!!!".


"Terimakasih, Sayang!!. Cepatlah keluar sebelum Rani datang, Sayang!!!".


" Biarkan saja dia tahu, aku masih merindukanmu!!. Bukankah kamu juga merindukan aku???".


"Sangat, aku sangat merindukan rasa nyaman dan wangi Citrus ini!!". Jawab Vio sambil lebih menenggelamkan wajahnya pada dada Andi, untuk menghirup wangi citrus yang terasa sangat menyejukan itu.


" Aku sangat mencintaimu, sayang!!". Andi mengelus rambut panjang Vio.


"Ekkheemm!!". Suara Rani mengagetkan mereka. Sontak mereka melepaskan pelukannya.


" Ehh Rani???". Vio salah tingkah.


"Sekarang Kakak jawab, apa hubungan kalian???. Sepertinya bukan lagi fase pendekatan.


" Eee Rani, aku bisa jelasin!!". Vio yang bersuara sedangkan Andi hanya diam.


"Vio diam. Aku tanya pada Kakak ku satu satunya ini!!". Rani menatap tajam ke arah Andi.


Andi menarik nafas lalu menghembuskan dengan kasar.


" Vio adalah kekasih Kakak!!". Andi menatap adiknya itu dalam.


"Sudah berapa lama????". Rani mengintrogasi.


" Empat bulan!!". Jawab Andi singkat.


"Hahhhhh????". Rani terkejut mendengar jawaban Andi. Namun, beberapa saat kemudian Ia tertawa bahagia.


" Sssttt tolong rahasiakan ini, ya!!!". Vio memohon pada Rani.


"Santai santai.... , Vio kamu ganti baju dulu. Dan Kakak ikut aku!!". Rani menyerahkan seragam baru itu pada Vio, lalu menarik Andi keluar.


Rani sudah sangat siap dengan berbagai macam pertanyaannya.


__________________


...****************...

__ADS_1


__ADS_2