Viola

Viola
20


__ADS_3

Ana sudah memanggil Vio dan Rani untuk turun menikmati menu makan siang yang telah dia persiapkan, padahal waktu baru menunjukan pukul sebelas siang.


Vio dan Rani menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan,


"Sini sayang, Ibu dan Mbak Ira tadi masak soto. Ayo makan dulu!!!". Ana melihat gadis gadis itu sudah menghampirinya.


" Iya Bu!!".


"Iya Tante!!". Jawab mereka bersamaan.


" Sebentar, Ibu racik kan untuk kalian!!!". Ana meracik isian soto yang terdiri dari nasi, bihun, tauge, kol, tomat, daging ayam suwir, seledri dan bawang goreng serta bubuk bawang putih goreng kedalam mangkok putih bergambar ayam jago.


"Ini, untuk kuahnya ambil sendiri di magkok besar itu ya!!!". Ana menyerahkan dua mangkok itu kepada mereka.


" Iya Bu!!!".


"Iya Tante!!!". Jawab mereka lagi lagi bebarengan.


" Kalau mau nambah juga boleh kok. Nanti Ibu racik kan lagi!!!". Ujar Ana sambil meracik isian soto untuk dirinya sendiri.


"Iya Bu!!!".


" Iya Tante!!". Jawab mereka barengan lagi.


Dan mereka menyiram isian soto di mangkok mereka masing masing itu dengan kuah soto panas yang berada ditengah tengah mereka secara bergantian.


"Sudah??????".


Kedua gadis itu hanya mengangukkan kepalanya.


"Maharani, silahkan pimpin doa!!!". Ibu memberikan perintah.


" Baik, tante!!!". Rani memposisikan diri untuk memimpin doa makan.


"Mari kita berdoa terlebih dahulu.


Terimakasih, Ya Tuhan...................


..........................


..........................


..........................


Amin!!".


" Selamat makan!!!". Vio bersuara dengan semangat.


Mereka menikmati semangkok soto itu dengan hening.


tiba tiba....


derrtt dertt derttt derttt...


Ponsel salah satu dari mereka berdua bergetar, menandakan ada panggilan masuk.


"Ponsel siapa itu???". Ana menegur mereka yang hanya diam saat mendapati salah satu ponsel yang di letakkan di meja makan bergerak.


" Punya ku , Ibu!!!". Vio mengakui bahwa memang benar ponsel yang bergerak itu miliknya.


"Angkat dulu saja, Sayang!!!. Memangnya siapa yang menelpon?????".


" Biarin saja, Bu!!!". Jawab Vio saat mengetahui bahwa nama 'Kak Andi' tertulis jelas di layar ponselnya.


"Sayang, nggak baik seperti itu!!. Coba angkat, siapa tahu penting!???".


" Iya, Bu!!!".


....


Vio menghentikan acara menikmati semangkok soto yang berada di depannya, lalu menggeser gambar telepon warna hijau di ponselnya.


-"Halo???"- Suara Vio terdengar ragu ragu.


-"Mmm halo Viola!!"- Terdengar suara Andi yang terdengar sangat gugup.


-"Kamu masih bersama Rani, Dek????"-


-"Ohh Rani ya???. Iya ada kok ini di sampingku!!. Mau bicara sama Rani???"- Entah mengapa Viola merasakan kekecewaan kepada Andi.


"Siapa sih Vi??? Kok nanyain aku segala?????". Rani mendengar namanya disebut oleh Vio.


" Sepupu mu, Ran!!!". Vio menjawab pertanyaan Rani.


-"Halo, Dek???"-


-"Iya Kak!!!"-


-"Hmm kamu bisa keluar sebentar tidak sekarang?????"- Andi tidak bisa menyembunyikan ke gugupannya.


-"Bisa sih tapi sama Rani juga!!!"- Vio menjawab tanpa peduli pada Rani yang terkejut namanya di bawa bawa.


-"Harus banget sama Rani juga, ya???"- Nada kekecewaan terdengar sangat jelas keluar dari mulut Andi.


-"Hmmm Iya. Gimana dong????"-


-"Sendiri aja tolong!!!. Hanya sebentar saja!!!"- Andi memelas.


-"Masa Rani aku tinggal di rumahku sendirian??? atau nggak, masa Rani aku usir dari rumahku????, Itu kan nggak sopan, Kak!!!!"-


-"Ya nggak gitu juga, Dek!!!"-


-"Lah habisnya gimana, Kak???"-


-"Hmmmm yaudah deh nggak papa"- Andi akhir nya mengalah.


-"Oke"-


"Sayang, makan dulu!!!. Telepon ny nanti lagi!!!". Ana mulai menegur Vio.


" Iya Bu!!!. Aku minta maaf!!!". Vio baru sadar bahwa Ia meninggalkan semangkok soto yang baru berkurang dua suapan.


"Sebentar ya, Bu!!!".


Ana hanya mengangguk.


-" Maaf Kak, teleponnya nanti lagi ya!!"-


-"Iya Dek, aku minta maaf ya , karena aku udah ganggu kamu yang sedang makan!!!"- Andi baru menyadari bahwa Ia menelepon Vio di saat yang tidak tepat.


-"Iya , Kak!!!. Nggak papa santai ajah!!!". Vio menjawab.

__ADS_1


-"Oke, sampai jumpa!!!"- Kali ini Andi tidak mengatakan kalimat penutup seperti sebelumnya.


-"Iya sampai jumpa!!!"- Vio menyahut.


"Ekhemm". Rani berdehem mendengar kalimat yang di katakan Vio dengan orang di seberang telepon.


-" Aku matikan ya Dek, sambungan teleponnya!!!"-


-"Iya Kak"-


tutt tutttt tutttt tutttt


Sambungan teleponnya telah berakhir.


........


Vio melanjutkan makan siangnya lalu beberapa menit kemudian Ia sudah selesai. Kemudian Ia bergegas membantu Ibu membereskan peralatan makan.


"Sayang, udah Ibu aja. Kamu main sama Rani saja sana ke kamarmu!!!". Ana menegur Vio yang sedang berdiri di depan wastafel dapur dengan spoons cuci pinging di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang piring kotor.


" Tapi, kasihan Ibu kalau Ibu beresin ini sendirian!!!!".


"Ada Mbak Ira. Sana, masa temen mu datang, kamu malah di dapur".


" Iya , Bu!!!". Vio akhirnya hanya mencuci tangannnya kemudian menghampiri Rani yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Ran, tadi Kak Andi telepon aku lagi!!!". Vio menempatkan dirinya di samping Rani.


" Terus???". Tanya Rani tanpa menoleh sedikitpun ke arah Vio.


"Dia ngajak bertemu katanya!!!".


" Beneran???".


"Tapi aku malu ketemu sama dia. Temenin aku ya!!!".


"Apa????. Nggak, Aku nggak mau!!!".


" Ihhh Please, Ran!!!". Vio memasang wajah memelasnya.


"Enggak mau!!!".


" Ayolah, Ran!!!!". Vio sedikit memaksa.


"Enggak, Vi!!!. Aku nggak enak sama Kak Andi!!!!".


derrrtttt derrrtt derrrrr derrttt derrrrrttt....


Ponsel Vio bergetar lagi,


Dan lagi lagi nama Andi yang tertulis di layar ponselnya.


Vio menunjukan layar ponselnya pada Rani.


" Angkat aja, aku janji deh. Aku diem!!!". Respon Rani.


"Tapi???". Vio terlihat ragu ragu.


" Angkat aja!!!".


___


-"Iyaa, Kak!!!"- Vio mendekatkan ponselnya pada telinga sebelah kanan miliknya.


-"Kenapa, Kak"-


-"Bisa nggak temuin aku di depan Gang Mawar???"-


-"eeee Iya"- Vio ragu.


-"Iya sama Rani nggak papa kok!!!"-


-"Iya, Kak!!"- Vio menjawab.


-"Aku tunggu ya, aku sudah di sini!!"-


-"Haaaaa.???"- Vio terkejut.


-"Ya sudah, aku tunggu!!!"- Andi kemudian menutup panggilan teleponnya secara sepihak.


_______


"Ran, gimana ini????. Aku malu ketemu Kak Andi!!!".


" Kenapa malu???". Rani memandang ke arah Vio.


"Aku eee anu, eemm gimana ya.. eeeee gini lohh, aku malu ketemu sama Kak Andi!!!". Vio terlihat jelas bahwa Ia sangat gugup dan salah tingkah.


" Kenapa??? Kamu beneran suka ya sama Kak Andi??? Malu ketemu sama Kak Andi gara gara kamu tadi denger suara Kak Andi kalau dia suka sama kamu?????". Rani menebak isi pikiran Vio.


"Eeeeehhh eeemmm yaaa ee anu, heee aku gak tahu!!!". Vio terlihat gugup dan tersipu malu lalu menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


" Dia nunggu aku di Gang Mawar depan!!!!. Aku harus gimana????". Vio bingung.


"Ya samperin aja lah!!!".


" Tapi aku nggak berani, Ran. Aku takut, aku malu!!!".


"Ya elaaahh... yaudah ayo siap siap. Aku anterin. Tapi aku cuma nunggu di mobil ya!!!".


" Makasih ya, Ran!!!".


"Iya, ayo kita perbaiki penampilan kamu!!!". Rani menarik Vio menuju kamar Vio.


________


Sesampainya di kamarnya, Vio bergegas menuju ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Vio untuk sekedar mandi seperlunya saja, cukup memakan waktu 10 menit Ia sudah selesai.


Beberapa saat kemudian, Vio sudah keluar dari ruang gantinya sambil mengenakan kaus oblong yang di tutup oleh hoodie dengan size sedikit longgar warna merah maroon kemudian di padukan dengan celana panjang jeans warna hitam.


"Vio????". Rani terkejut setelah melihat wajah Vio yang bersih tanpa make up yang di aplikasikan ke wajahnya.


" Iyaaa???". Vio bergegas menuju meja riasnya untuk memulai memoleskan make up di wajahnya.


"Kamu bening banget tanpa make up!!!". Rani saja terpesona, apa lagi kaum adam!..


" Biasa aja kok!!". Vio menyahut dengan cuek.


.....

__ADS_1


.....


.....


Beberapa saat kemudian,


"Lohhh loohhh.. kok kamu dandannya kaya gitu lagi???". Rani heran, melihat kemahiran Vio mengubah wajah yang semula cantik bisa menjadi dekil hanya berkat alat make up.


" Kamu diem aja. Aku lebih pede berdandan seperti ini bila bertemu orang lain!!!".


"Tapi, itu keterlaluan, Vi!!!". Rani memprotes.


" Aku 1000 kali lebih nyaman bila berdandan seperti ini. Dengan ini Aku tidak akan pernah mendapat tatapan yang melecehkan dari laki laki, seperti yang di dapat oleh saudari tiriku bila keluar rumah!!!!". Vio menjelaskan alasannya.


"Iya sih, siapa juga yang mau kedip mata sama cewek dekil???". Rani membenarkan perkataan Vio.


" Yukk, aku sudah selesai!!!". Vio mencangklongkan sling bag hitam berisi ponsel dan dompetnya di bahu sebelah kirinya.


_____________


Tidak lupa juga Vio mencari keberadaan Ana untuk meminta ijin keluar rumah.


"Ibu, Aku ijin keluar dulu sebentar ya, Bu!!!". Vio mencium tangan Ana dan di ikuti Rani di belakangnya.


" Iya, tapi kalian mau kemana????".


"Mau keluar bentar, Bu. Jalan jalan!!!". Jawab Vio sekenanya.


" Iya udah, hati hati di jalan. Jangan aneh aneh dan jangan pulang larut. Inget, hargai Ayah Awan!!!.. Jangan seenaknya sendiri!!!!". Ana mengingatkan.


"Iya, Ibu!!!. Aku berangkat!!!". Vio mencium pipi Ana sekilas, sedangkan tanya tersenyum sambil menunduk.


" Iya, hati hati ya, Nak!!!".


"Iya Bu!!".


" Iya Tante!!!". Jawab mereka bersamaan.


______________


Tidak sampai 10 menit, gadis gadis itu sampai di depan gang komplek perumahan itu. Dan nampaklah di seberang jalan itu, sebuah mobil mewah yang Rani yakini bahwa itu milik Andi.


"Vi?????, Ayo turun. Itu mobil Kak Andi di sana!!!!!". Rani menunjuk ke arah mobil itu.


" Ehhhhh iyaaa???". Ternyata fokus Vio kalah dengan rasa gugup dan malunya.


"Viooo... Coba kamu telepon Kak Andi, kalau kamu sudah sampai!!!".


" Aku malu, Ran... Pulang saja yukkk!!!". Vio menutupi wajahnya dengan sling bag yang Ia bawa.


"Enggakkkk!!!".


" Ayo turun!!!".


"Tapi, kalau itu bukan Kak Andi gimana???". Vio ragu ragu.


" Itu 1000 persen memang milik Kak Andi. Aku yakin. Aku kan sering jalan jalan sama dia naik mobil itu!!!". Rani menyakinkan Vio.


"Tapi, aku malu!!!".


" Huuuhhhh... Ya sudah sebentar!!!". Rani mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang di seberang jalan.


-"Halo!!. Kakak ini Vio nggak mau turun dari mobilku!!!"- Rani menghubungi Andi.


-"Iya, aku lihat mobilmu, Aku ke situ sekarang ya!!!"- Terlihat dari dalam mobil Vio bahwa Andi membuka pintu kemudinya dan turun dari mobil.


-"Cepetan!!!!"-


-"Ini lagi jalan!!"- Andi menuju ke arah mobil Rani.


Tanpa memutukan sambungan telepon nya, Andi mengetuk pintu samping kemudi.


tok tok tok tok..


Vio yang melihat kedatangan Andi, menjadi salah tingkah.


"Itu Kak Andi, Vi!!!". Rani menunjuk kearah luar.


" Aku malu, Ran!!!".


"Udah nggak papa. Palingan cuma mau klarifikasi soal kata katanya tadi di telepon".


" Tapi, Ran?????".


"Sekarang aku tanya, kenapa kamu malu ketemu Kak Andi???". Pertanyaan Rani membuat wajah Vio bersemu merah.


" Lohhhh kok kamu jadi salah tingkah????. Oke, sebelum kamu keluar. Jawab dulu pertanyaanku tadi!!!".


"Sebenernya, aku malu. Eeeee sebenernya sih eee anu eee anu itu , eeee aku kaget denger pernyataan Kak Andi saat dia telpon kamu tadi. Tapi, eemm aku ahhh entahlah Ran!!!". Vio tidak bisa merangkai kata kata dalam kalimatnya.


" Sebenarnya kamu suka kan sama Kak Andi???".


Deggggg


Jantung Viola seperti berhenti berfungsi dengan baik.


"Iya kan, Vi???". Rani melihat Vio tambah salah tingkah.


" Aku nggak tahu. Di dekat dia dan mendengar suaranya saja aku merasa nyaman!!!". Vio tidak sadar akan apa yang di katakannya. Sebab kata kata itu mengalir begitu saja dari mulut Vio.


Vio tidak menyadari bahwa Rani belum memutuskan sambungan teleponnya dengan Andi yang berada tepat di luar mobilnya.


"Sekarang kamu keluar, ya!!!. Kasihan Kak Andi kepanasan di luar!!!". Rani menunjuk ke arah Andi yang berdiri di samping mobilnya.


" Tapi, Ran!!!!". Vio tidak mau bergerak sedikitpun.


"Bukankah kamu nyaman berada di dekatnya?? Kenapa kamu enggan bertemu dengannya???". Rani mencoba membujuk Vio, sedangkan Andi mendengarkan percakapan kedua gadis itu lewat sambungan telepon dengan diam.


" Emm aku, aku!!!. Vio sangat gugup.


"Keluar sekarang, atau tidak sama sekali????". Rani menyudutkan Vio.


Huuuuuuhhhhhhhh uuuuuhhhhh huuuuuuuuhhhh.. Vio mengatur napasnya, lalu membuka pintu mobil Rani.


" Kak Andi???". Vio hanya menunduk.


"Bisakah kita bicara di sebelah sana???". Andi menunjuk ke arah mobilnya yang terparkir.


" emmmmm ee i iya". Vio menjawab dengan gugup.


"Hmm Rani, Kakak pinjam sahabatmu sebentar ya!!!". Andi mengedipkan mata ke arah sepupunya itu.

__ADS_1


" Iya, sana!!!". Rani mengacungkan kedua jempol tangannya.


__ADS_2