
Sore ini, Andi mengantarkan kekasih yang baru di pacarinya beberapa jam yang lalu itu hingga sampai di depan pintu gerbang di sebuah rumah mewah tempat tinggal Vio. Tidak ada interaksi apapun selama perjalanan pulang, memang keduanya masih merasa canggung satu sama lain.
"Mmmm Kak, terimakasih telah mengan ....!". Vio mencoba melepaskan sabuk pengamannya saat Andi menghentikan laju mobilnya.
" Ssstttt... !!!". Andi memotong perkataan Vio, lalu membantu melepaskan sabuk pengaman itu.
"Kaaakk???". Vio sangat gugup saat kedua mata mereka bertemu.
" Sudah sepantasnya aku mengantarmu pulang, sayang. Dan satu lagi, jangan panggil aku dengan sebutan kakak, bila kita hanya berdua!!!". Ujar Andi dengan lembut.
"I i iya, mmmm maksud aku, saay yaa aang!!". Vio sangat gugup pada posisi seperti ini.
Andi hanya tersenyum mendengar suara Vio yang terdengar sangat gugup.
" kak, mmm maksudku ee sayang aku turun dulu. Kamu jangan ikut turun. please!!!". Vio mencoba mengikis jarak di antara mereka.
"Baiklah.. pelan pelan.. sampai ketemu lagi!!!". Andi melepaskan Vio.
" Iya, Sampai ketemu lagi!!!". Vio melambaikan tangannya.
"I love You!!". Andi lalu memutar arah mobilnya tanpa mengiraukan ekspresi Vio yang seperti orang linglung itu.
Baru sekitar Lima puluh meter mobil Andi berjalan, Ia berpapasan dengan mobil Shasha.
" Shashaaa????".
"Rumahnya di wilayah ini juga???".
__________________
Shasha yang baru sampai, langsung memarkirkan kendaraannya. Menghampiri satpam rumahnya untuk menanyakan satu hal.
" Pak, Tadi ada tamu ya????". Shasha mengintrogasi Pak Satpam itu.
"Ada, Non". Jawab Pak Satpam jujur.
" Siapa Pak, tadi yang datang??".
"Oohh temennya Non Viola, Non!!!".
" Cowok???".
"Bukan. Cewek. Yang kemarin nganterin tasnya Non Vio, Non!!". Jawab Satpam itu dengan jujur.
" Yang baru aja dateng siapa, Pak???".
"Yang baru aja dateng, ya Non Viola. Tadi siang pergi main sama temen nya itu. Terus tadi barusan di anterin pulang!!". Jawab Pak Satpam sekenanya.
" Cowok yang anter, Pak???".
"Cewek tadi itu, Non. Namanya sih saya lupa. Tapi cantikk banget, ya sebelas dua belas lah bila di bandingin sama Non Shasha!!!". Jawab Pak Satpam yang memang mengira bahwa Viola pulang bersama Rani.
" Pak Satpam yakin???". Shasha masih meragukan informasi dari Penjaga keamanan rumahnya itu.
"Yakin. 1000000 persen saya yakin!!. Tanya saja sama Ibu kalau nggak ya tanya saja sama Non Violanya langsung!!!!".
" Ya sudah!!". Shasha langsung pergi begitu saja.
"Aneh.. Tapi tunggu, sepertinya tadi yang nganter pulang Non Vio mobilnya beda deh. Apa mungkin beda orang yang nganter???. Ahhh mungkin temannya yang lain!!!". Pak Satpam bergumam sendirian tanpa ada yang mendengar.
________________
" Ibuuuu!!!". Shasha memasuki rumah itu sambil memanggil Ana
"Buuuuuuuuu!!!". Tapi Ana tidak menyahut.
" Mbak Ira, Ibu kemana???". Shasha bertanya pada asisten rumah tangganya yang Ia temui sedang memasak di dapur.
"Nyonya di taman belakang, Non. Sama Non Vio!!!". Jawab Ira singkat.
Tanpa menjawab sepatah kata pun, Shasha melenggang menuju taman belakang. Dan nampaklah Ana disana yang sedang duduk santai dengan Vio.
" Ibuuuu... Aku cariin dari tadi nggak ketemuuuuu!!!". Shasha memeluk Ana dengan manja.
"Ibu di sini, ngadem sama Vio. Kamu baru pulang, Sayang????". Ana bertanya pada Shasha.
" Iyaaaa... Aku baru pulang... tadi yang berkunjung kemari siapa, Bu???". Shasha penasaran.
"Maharani. Temennya Viola. Kenapa memangnya???. Tumben kamu tanya gitu, Sayang???".
" Enggak kok, Bu. Hmmm cuma aku tadi di depan sana berpapasan dengan mobil orang yang aku kenal. Tapi,,, ahh sudahlah. Kirain dari sini nyariin aku!!!". Shasha menjelaskan. Tanpa melihat ekspresi Vio yang sedikit merasa tidak nyaman.
"Ya sudah, sana kalian mandi dulu biar wangi. Bau polusi!!!". Ana mengusir kedua putrinya.
" Lohhh kamu juga baru datang, Dek???". Shasha mencurigai Vio.
"Iya, Kak!!". Jawab Vio singkat tanpa berbasa basi. Takutnya ketahuan Shasha.
" Dari mana sama siapa???". Shasha menatap Vio.
"Dari rumah Maharani. Sama Maharani, Sayang!!!". Ana menyahut.
" Ohhh, Kirain".
"Kirain apa Kak????". Vio menyembunyikan ketakutannya.
" Kirain sama Andi. Aku tadi berpapasan sama dia di depan sana!!!". Shasha to the point.
__ADS_1
"Hahahha apaaan sih, Kak!!". Vio tertawa garing. Padahal jantungnya seakan mau copot dari tempatnya.
" Siapa Andi sayang???". Ibu menatap Shasha curiga.
"Andi itu mmmmm teman sekelasku, Bu. Kirain kesini mau ambil tugas kelompok!!". Shasha berbohong.
"Sudah.. Kalian masuk ke kamar, langsung mandi!!!". Ana menarik tangan kedua putrinya.
Akhirnya Shasha dan Vio naik ke lantai dua dan menuju kamar mereka masing masing tidak lupa menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
____________________
Tiga puluh menit kemudian, Vio sudah selesai ritual mandinya. Tubuhnya terasa bersih dan segar. Ia sangat cantik dengan kostum santainya. Memoleskan make up natural ke wajah nya dan rambut di gerai dengan jepit pita sebagai pemanisnya.
Ponsel Vio bergetar, tanda ada panggilan WA masuk ke nomor ponselnya.
"Rani???". Vio bergumam
Nama Rani tertulis dengan jelas pada layar ponselnya
"Halo, Ran???". Vio mengangkat telepon.
" Gimana tadi????, maaf yaaaa aku tadi ada urusan sama mama. Jadi aku nggak bisa nungguin kamu!!!". Rani bersuara dari seberang sana.
"Iya nggak papa kok, Ran!!!". Vio menjawab dengan santai.
" Cerita dong, tadi ngapain aja sama Kak Andi???". Rani memang rasa keingintahuannya terlalu tinggi.
"Ya nggak ngapa ngapain, cuma ngobrol kok!!". Suara Vio terdengar gugup.
" Kok cuma ngobrol sih????".
"Ya mau ngapain lagi???". Vio takut keceplosan.
" Huuuhhh nggak bener nih Kakak satu!!!". Rani ngedumel di seberang sana.
"Apanya yang nggak bener sih Ran???". Vio mati matian mengontrol nafasnya.
" Ya, ngapain gitu hahhahaha!!!".
"Ran, memangnya Kak Andi itu orangnya gimana sihh???" Vio memberanikan diri untuk bertanya.
"Cieeehhh tadi saja gayanya nggak mau ketemu. Ehhh sekarang nanyain!!!". Rani menggoda Vio.
" Apaaan sih. Ya kan aku tanya, masa nggak boleh sih!!!".
"Iyaa iyaa bolehhhh bolehh banget!!. Kak Andi itu baik, cerewet, perhatian, penyayang, lembut, sabar, tapi nggak ke semua orang dia kaya gitu!!! Dia juga serba sempurna, dia sangat pintar dan tidak neko neko. Dia juga sudah membantu Ayahnya mengurusi perusahaannya, walaupun hanya sebatas mengecek data. Jadi dia sudah berpenghasilan di usia yang baru menginjak delapan belas tahun.
" Maksudnya nggak ke semua orang itu gimana???". Vio bingung dengan pernyataan Rani.
" Dengan orang lain apalagi di luar rumah, dia akan kebalikan dari sifat aslinya. Ya seperti punya kepribadian ganda gitu. Dia itu cuek dan dingin!!".
" Contohnya saja di sekolah. Banyak cewek cewek yang deketin dia, tapi dia malah cuek, kaku, dingin dan galak. Yaitu sifat dia kalau di luar rumah!!!". Rani menjelaskan.
"Tapi, waktu dia telepon kamu pagi tadi, itu langka banget tauk... Nggak biasanya dia sok manis kaya gitu ke orang lain, apalagi ke perempuan!!!. Dan satu lagi, dia itu tidak suka di bohongi oleh siapapun". Sambung Rani kembali.
" Ohhh oke, terimakasih!!!". Jawab Vio singkat.
"Santai. Memangnya kamu beneran suka sama dia?????". Pertanyaan Rani membuat Vio gugup setengah mati.
" Haloo... Vio????. Kok diem????"
"Ehh, iya Ran. Kenapa???". Vio pura pura tidak mendengar.
" Kamu beneran suka sama Kak Andi????". Rani mengulang pertanyaannya.
"Enggak tahu, aku hanya ngerasa nyaman dan tenang bila di dekatnya!!!". Vio mulai terbuka dengan perasaannya.
" Hahahha itu tandanya kamu suka sama dia. Seandainya dia bukan saudaraku, aku juga udah naksir berat sama dia. hahahahahahah!!!". Rani malah curhat.
"Hahahhaa bisa aja kamu. Oh iya, kalian sangat dekat ya dari kecil sampai kamu tahu sifat detailnya???".
" Iya lah, apalagi Ibunya dia udah nggak ada. Dia itu udah anggap Mamaku ya Mamanya dia. Dia Kakak sepupu sedarah denganku. Ayahnya itu kakak kandung Papaku!!".
"Jadi, Ibunya sudah meninggal???".
" Iya, waktu dia masih berusia 2 tahun, katanya sih ada orang yang menyabotase mobil yang di kendarai Ibunya Kak Andi!!".
"Kasihan banget sih Kak Andi!!! Terus Ayahnya sudah menikah lagi gitu????". Vio menanggapi.
" Enggak, ya karena sebelas dua belas lah sifatnya kayak anaknya!!!".
"Oohhh...!!".
" Iya, mmm btw tadi kamu kemana aja sama Kak Andi???".
"Nggak kemana mana, cuma ke taman kota. Ngobrol terus makan terus pulang!!". Jawab Vio yang tidak sepenuhnya berbohong.
" Kalau dia ngajak pacaran, terima ajah!!!". Suara Rani terdengar serius.
"Apaan sih, Ran?????". Vio tersipu malu.
" Hahahahaha iya mungkin. Yaudah, aku mau mandi dulu. bye!!!".
"Iya udah sana, aku mau tiduran dulu!!!, bye!!!". Vio memutuskan sambungan teleponnya.
___________________
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,
deerrrrttt derrttt derttt derrrrrrtttttt
Ponsel Vio bergetar tanda ada panggilan telepon yang kembali masuk.
" Kak Andi, Video call???". Vio menatap layar ponselnya dan masih enggan untuk menggeser tombol biru bergambar kamere itu keatas.
Sampai ponsel itu bergetar lagi,
"Aduhhh.. gimana ini???". Vio bertanya pada dirinya sendiri.
" Aku malu!!!".
"Angkat nggak ya?????".
Dan bergetar lagi yang ketiga kalinya. Akhirnya Vio menjawab panggilan video dari kekasihnya itu.
" Ha lo??". Vio menjawab sambil memasang earphone di telinganya.
" Lagi sibuk ya, sayang??". Suara Andi membuat Vio merona.
"Ti tidak". Mata Vio masih enggan untuk melihat wajah Andi yang begitu tampan di layar ponselnya.
" Kamu cantik!!!".
Deeeggggg
Jantung Vio berdetak sangat cepat dan tidak karuan.
"Iy ya, terimakasih!!!".
" Aku sangat merindukan mu, sayang!!".
"Uhhhh Kenapa tiba tiba ada banyak sekali kupu kupu berada di perutku????". Vio berkata dalam hati.
"Ehmmm iya!!". Vio seperti tidak bisa merangkai kalimatnya.
" Besok ada acara tidak, Sayang???".
"Emmm e Kak, Maksudku eee sss saayyy aayang, belum tahu. Eehh memangnya ada apa????".
"Hmmm eee enggak sihh, eee aku boleh main ke rumahmu nggak???".
" Haaaahh???? emmm maksudku, aku tidak berani bawa teman laki laki main kesini!!".
"Hmmm baiklah, aku ngerti!!".
" Ada yang lebih menarik ya di samping kananmu??? kok dari tadi nggak lihat aku???". Andi memprotes pandangan Vio.
"Emmm ehhh enggak kokk!!". Vio masih memalingkan wajahnya.
" Coba lihat sini, sayang!!".
Dan Vio melihat ke arah ponselnya dengan wajah bersemu merah.
"I iyaaa!!". Vio sangat gugup, karena belum terbiasa dengan status mereka.
" Love you!!".
"Sampai jumpa kembali!!".
" Lohh kok sampai jumpa kembali???". Andi mengernyit bingung.
"Lah katanya kemarin maksudnya sampai jumpa???". Vio berkata dengan lancar tanpa gugup sedikitpun.
Deeeggg
" Maksudku, emmm aduhh apaaa yaaa???. Enggak gitu!!!". Kini malah giliran Andi yang kehabisan kata kata.
"Terus???".
" Oke, iyaa.. Aku takut aja bila kamu menjauh dari aku, sayang!!!. Bila kamu tahu kalau aku jatuh cinta sama kamu!!". Jawab Andi jujur.
Vio hanya diam
"Sayang, aku minta maaf. Aku gagal membuat hari jadian kita berkesan. Sebenarnya, Hari ini belum waktunya. Tapi, yasudah lah. Yang penting kamu mau jadi kekasihku!!!!".
" Iya!!". Jawab Vio singkat.
tokk tokk tokkk
"Sebentar, Say yang. Ada yang mengetuk pintu!!".
" Iya, sayang!!!".
-"Vio, waktunya makan malam. Kamu sudah di tunggu di bawah!!!". Teriak seseorang dari luar pintu.
"Iya, Kak. Sebentar!!!". Sahut Vio tidak kalah berteriak.
" Siapa sayang???". Andi seperti mendengar suara Shasha.
"Saudari tiriku!!". Jawab Vio singkat.
" Ohh ya sudah, sana makan malam dulu. Nanti aku telepon lagi!!!. I Love you!!!".
"Ehhh hmmm iya!!". Vio gelagapan.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Viola!!".
" Aku juga emmm eee mencintaimu Kak Andi!!!". Vio membalas pernyataan Andi dengan malu. Dan panggilan telepon telah berakhir.