Viola

Viola
15


__ADS_3

Viola bergegas memasuki ruang kelasnya setelah selesai gantian mengobati Andi yang juga terluka pada bagian kakinya. Ia juga telah mengganti kaus kaki panjangnya yang kotor dengan kaus kaki baru yang Ia beli di koperasi sekolah yang terletak tepat di depan UKS. Ia menaiki anak tangga demi anak tangga dengan menahan perih dan nyeri luar biasa pada betis sebelah kirinya.


"Ahhh masih sepi ternyata!!!". Vio memasuki ruang kelasnya dan tidak mendapati seorang pun di sana.


" Kaki ku perih bangettt. Kenapa nyerinya kerasa sampai atas lutut sihh???" Vio mengolesi kaki kirinya yang tidak terluka menggunakan minyak aroma terapi fres ker yang tergantung di saku tasnya.


Sambil mengoleskan minyak, Vio merasa khawatir pada sosok yang menabraknya tadi.


Entah dorongan dari mana, Vio memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat padanya.


Kak Andi


^^^Gimana keadaan kakak???^^^


Kakak baik baik saja 😉


^^^Syukurlah 😇^^^


iya 😁


_________________


"Syukur deh, dia baik baik saja!!". Vio merasa lega saat mendapatkan kabar bahwa Andi baik baik saja.


" Dia siapa, Vi????". Suara Feli mengagetkan Vio.


"Heehehe, enggak kok, Fel!!".


" Cowok ya???". Feli mulai menggoda Vio.


"Enggak kok!!!". Vio menghindari kontak mata dengan Feli.


" Ihh merahhh.. mukanya merahhhh!!!". Feli malah semakin membuat Vio salah tingkah.


"Apaan sih kamu, Fel???". Vio menutup wajahnya menggunakan tangannya.


" Hahaahhahahahaahahhahahaha......". Suara tawa Feli memenuhi ruang kelas itu.


___________________


Bel tanda dimulainya aktivitas di sekolah itu telah di bunyikan. Para penghuni kelas mulai menampakkan dirinya dari arah luar.


"Katanya Kak Andi kecelakaan???". Teriak Gita, salah satu siswi kelas itu.


" Terus sekarang gimana keadaannya???". Yuna menanggapi.


"Katanya sekarang tiduran di UKS!!". Jawab Gita.


" Aduhh.. ternyata manusia dingin itu bisa kecelakaan juga??". Ujar Vanya ikut nimbrung.


"Biarin saja lah!!!". Ujar Jova cuek.


Mendengar celotehan teman sekelasnya itu, Vio merasa tambah khawatir pada Andi. Ingin mengirim Chat tapi dia takut di kira macam macam. Tapi, di fikirannya hanya ada Andi sekarang.


Beberapa saat kemudian, Guru yang mengampu mata pelajaran Fisika telah memasuki ruangan itu. Seketika celotehan celotehan itu berhenti.


__________________


.Di Kantin Sekolah.


Vio duduk di kursi kantin dengan ketiga temannya. Mereka menikmati menu andalan di tempat itu, yakni Ayam geprek. Terkecuali Vio.

__ADS_1


Vio hanya melamun tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Vi!!!. halooo!!!! Sepada!!!!!!!!!". Rani melambaikan tangannya di depan wajah Vio.


Namun Vio tidak menanggapi.


" Vioo!!!!". Kini Feli dan Bela yang mengagetkannya hingga Ia sadar dari lamunannya.


"Ehhh.. iya???".


" Kamu kenapa sih, Vi????". Rani bertanya.


"Ehh.. enggak kok!!. Aku ke toilet dulu sebentar, ya!!!". Vio bangkit dari duduknya kemudian menuju toilet yang letaknya lumayan jauh dari tempat itu.


" Vio kenapa, Fel???". Bella bertanya pada Feli.


"Enggak tahu, mungkin lagi ada masalah!!". Feli menjawab sekenanya.


" Aneh, nggak biasanya!!!. Dulu saja saat Ibunya akan menikah lagi, Ia tidak se murung itu!!!". Rani mencurigai sesuatu.


"Tadi, Aku sempet denger dia bilang gini 'syukur dia baik baik saja'. Aku curiganya sih mungkin soal cowok!!!". Feli berargumen.


" Tapi aku nggak sengaja lihat tadi, Dia jalannya sedikit pincang!!!!. Atau jangan jangan dia di siksa sama Ayah tirinya???". Ucapan Bella membuat Rani tersedak makanan yang di kunyahnya.


"Sembarangan!!!". Rani proter tidak terima.


" Lah kan tadi kamu yang bilang kalau Ibunya Vio menikah lagi!!!". Bella membela diri.


"Ya nggak gitu juga kalik. Om Awan itu Sahabat dan rekan bisnis Papaku. Beliau sangat lemah lembut dan juga penyayang. Aku juga tahu gimana hubungan keluarga mereka!!!". Rani mematahkan argumen Bella.


" Wkwkwkwk.... peace!!!! becanda, Ran!!!". Bella tertawa tanpa dosa.


"Hmmmmm... bearti Vio bukan seperti kelihatannya ya??". Bella bertanya dengan lirih.


"Maaf ya, tapi penampilannya bukan kayak hmmm... anak orang kaya!!". Bella semakin memelankan suaranya.


" Vio itu apa adanya, tidak sombong sedikit pun. Aku bersahabat dengannya sudah sangat lama!!". Rani menjelaskan.


"Jadi???". Feli yang dari tadi hanya menyimak, kini ikut penasaran.


"Viola fake nerd????". Bela membisikan kata katanya, agar tidak di dengar oleh orang lain yang ada di sana.


" No!!!. Dia masuk di sekolah ini karena berjuang lewat jalur beasiswa. Tanpa membebankan kedua orangtuanya. Itulah sebabnya Viola bisa masuk kelas unggulan IPA 1. Viola hanya suka hidup sederhana, apa adanya dan biasa saja. Dia juga suka menolong orang. Dia baik kepada semua orang tanpa memandang sikap mereka ke dia!!!!. Tapi dia bukan pura pura miskin dengan maksud tertentu!!!". Rani menjelaskan dengan berbisik tanpa memberi kesempatan orang lain untuk mendengar.


"Wah.. hebat banget, aku jadi malu sama dia!!".


" Kalau kamu tahu, berapa kemarin nilai rata rata Ujian Nasional milik Vio???". Feli penasaran.


"Kamu ketik saja nama Viola Aristi Devana, di laman pencarian Google!!!". Rani menatap kedua teman yang di depannya.


........


" Hahhh????. Juara 1 tingkat kota???".


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda.


"Heh anak miskin!!!". Tiga orang siswi dengan atribut kelas bertuliskan kelas 11 menghadang Vio.


" Maaf, Kak. Saya mau lewat!!!".


"Beliin makanan dong, nanti aku kasih kamu upah seribu perak!!!!". ujar salab satu dari mereka.

__ADS_1


" Maaf, Kak. Saya buru buru!!!". Vio mencoba menerobos jalan namun hasilnya nihil.


"Nggak boleh lewat sebelum kamu beliin kami makanan. Ujar salah satu yang lain lagi.


" Maaf kak, saya tidak bisa!!!". Vio membalikkan badannya, namun sebelum Ia melangkah, Mereka mencekal pergelangan tangan dan kerah bajunya.


"Kurang ajar ya kamu???. Udah miskin aja belagu!!!". salah satu dari mereka menghina Vio.


" Bawa aja guys!!!". Ujar salah satu yang lain.


Kemudian mereka bertiga menggiring Vio menuju toilet sekolah di lantai dua. Mereka menyekap Vio disana dan menguncinya dari luar, tidak lupa pula papan tulisan 'Toilet Rusak' terpasang pada pintu masuk tempat itu.


"Hahhahaahaha rasain kamu!!!. Merusak pemandangan saja !!!!. Dekil, Miskin, Culun, Jijik banget aku!!!". Salah satu dari mereka mengibas kan tangannya di depan pintu masuk toilet yang terkunci itu.


_______________


Rani, Feli dan Bella sudah selesai dengan makan siangnya. Namun Vio belumkunjung kembali.


"Kok Vio lama banget ya????". Feli mulai khawatir.


" Ayo kita susul dia aja, guys!!!". Bella bangkit dari kursinya.


Mereka bertiga bergegas menyusul Vio ke toilet siswa yang berada di lantai dua bangunan itu.


Namun, sesampainya di sana, di depan pintu terpasang papan bertuliskan 'Toilet Rusak'.


Mereka mencari Vio ke ruang kelasnya, tapi kelasnya kosong.


"Atau mungkin dia tidak sehat???. Terus dia ke UKS???". Bella mengeluarkan isi pikirannya.


" Bisa jadi tuh, Ran. Dari pagi dia murung dan melamun!!!". Feli bersuara.


"Yaudah kita ke sana sekarang!!!!". Rani mendahului langkahnya menuju UKS yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Sesampainya mereka di sana, Mereka memasuki UKS yang terdiri dari 4 Bilik itu tanpa permisi. Di bilik pertama, kosong. Lalu bilik kedua, juga kosong. Lanjut mereka membuka pintu bilik ketiga, namun malah Andi yang mereka temui.


"Ehhh Rani??". Andi terkejut saat Rani yang diikuti kedua temannya itu membuka pintu dengan sedikit kasar.


" Kak Andi, maaf!!!". Rani buru buru menutup pintu itu dan langsung menuju pintu bilik terakhir. Namun Vio tidak berada di sana.


Andi yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan sepupunya itu, Ia kemudian keluar pelan pelan dari bilik UKS yang Ia gunakan untuk beristirahaat.


"Ada apa, Ran???. Kok kamu panik banget???".


" Vio menghilang, Kak!!!".


Andi sebenarnya khawatir saat mengetahui bahwa Vio menghilang, namun Ia berusaha untuk menutupinya.


"Di Telpon coba!!!". Andi memberi saran.


" Ohhh iya lupa!!!". Rani kemudian mengambil ponsel dari saku rok Span nya.


"Ponsel Vio aku yang bawa!!!. Tadi aku temuin di meja kantin!!!". Feli menunjukan benda pipih berwarna silver itu kepada mereka.


" Tadi dia pamitnya kemana????, Bukankah kalian berempat selalu sama sama???". Andi masih menyembunyikan kepanikannya.


"Ke toilet, Kak!!!!, Tapi saat kami mencarinya disana, ternyata toiletnya rusak!!!". Rani menjelaskan.


" Haahhh??? nggak mungkin. Karena tidak ada pemberitahuan di grup kesiswaan!!!". Andi menunjukkan grup Chat dari ponselnya.


"Bisa jadi???". Feli berlari menuju toilet yang katanya rusak tadi dan di susul oleh ketiga temannya, sedangkan Andi menyusul jauh di belakang dengan tertatih.

__ADS_1


___________________


...****************...


__ADS_2