
Yoga datang mengunjungi Shasha, kekasihnya. Malah mendapati pemandangan yang tidak layak untuk di pertontonkan untuk anak usia dini.
"Anjir!!!!. Berani juga kamu, An!!!". Yoga menyenggol Andi yang kini sudah duduk di sofa.
"Apaa????". Andi tersenyum miring.
"Itu tadi main sosor!!!".
"Hahahaha kenapa juga takut????". Andi malah balik bertanya.
"Gila kamu, An!!!".
"Hahahahaahahaha!!!". Andi malah tertawa.
"Sayang!!!". Yoga berdiri lalu menghampiri Shasha yang baru tiba dari kamarnya.
Shasha hanya tersenyum semanis mungkin.
"Berangkat sekarang????, Hemm??". Yoga membelai wajah kekasihnya singkat.
"Iya!!". Jawab Shasha singkat.
"Aku duluan ya, An!!!". Yoga berpamitan dengan Andi, namun hanya di balas dengan anggukan kepala singkat.
__________
"Nak Andika???, Violanya mana???". Ana menegur Andi yang sedang memainkan ponsel sambil merebahkan diri di sofa besar itu.
Karena di kejutkan oleh suara Ana, Andika bangkit dari rebahannya.
"Vio di atas, Bu!!. Dia sedang ganti pakaian dan aku tunggu di sini!!!". Jawab Andika.
"Kalian mau pergi lagi nanti???". Tanya Ana kemudian.
"Tidak, Bu!!. Di sini saja hehehe".
"Yasudah, Ibu mau masuk dulu ya, Nak!!!". Ana berpamitan kemudian berlalu.
"Iya, Bu!!!". Andika menanggapi.
_______________
Menunggu lumayan lama, Andika sampai bosan. Entah apa yang kekasihnya lakukan, kenapa lama sekali.
"Sayang!!!". Suara Vio tepat di telinga Andi yang sedang terlelap.
"Eh!!!". Andi kaget lalu bangun.
"Maaf ya lama!!". Kata Vio.
"Iya, nggak papa!!. Eh tunggu tunggu!!!!". Andi mengamati penampilan Vio yang tergolong minim tapi manis dan masih layak di pandang.
"Kenapa???". Vio heran mengapa Andi menatapnya seperti itu.
"Kok itu sudah hilang???". Andi menunjuk ke arah leher Vio.
"Apa???". Vio belum paham dengan arah kata Andika.
"Merah merah di lehermu, Sayang!!". Andika menyentuh leher Vio yang tadinya terdapat kissmark yang lumayan banyak.
"Oh itu???, aku tutupin pakai bedak!!!". Jawab Vio singkat.
"Bisa ya???".
"Nyatanya juga bisa!!!". Kata Vio jengkel.
"Aku buat lagi ya, kemarin kan aku nggak nyadar apa yang aku lakuin". Andi berkata dengan santai lalu mendekat ke arah Vio.
__ADS_1
Blusshh. Vio tersipu malu dengan wajah semerah kepiting rebus.
"Ciee ciee merona, kamu beneran mau????". Andi menyentuh pipi Vio lalu tersenyum jahil.
plakk.
Untuk ketiga kalinya, Vio menampar pipi Andika di tempat yang sama dalam waktu dekat.
"Aku kan cuma bercanda sayang!!!". Andi mengelus pipinya yang terasa nyut nyutan.
"Kamu kenapa, Nak???. Sakit gigi???". Awan tiba tiba datang.
"Ayah, Vio menamparku ini!!!". Andi mengadu pada Awan.
"Ayah, dia yang mau kurang ajar sama aku tadi!!!". Vio membela diri.
"Benarkah???". Awan tersenyum jahil ke arah sepasang kekasih itu.
"Tidak!!!".
"Iya!!". Jawab Andika dan Vio bersamaan.
"Yasudah, lanjutkan saja!!!. Bila perlu ajak Andi masuk ke kamarmu sana!!!". Awan berlalu sambil tersenyum jahil.
"Enggak Ayah!!!".
"Ayo!!!". Jawab Vio dan Andika bersamaan.
"Kok kamu sekarang jadi mesum sih sayang???". Vio protes.
"Hhaha enggak enggak, aku cuma bercanda!!!". Andi mengacak rambut Vio.
"Jangan di gituin, nanti rambutku acak acakan lagi!!". Vio menepis tangan Andi dari puncak kepalanya.
"Iya iya maaf!!". Andi menarik Vio kedalam dekapannya lalu mengecup puncak kepala gadis itu berulang kali.
"Iya sayangku, janji besok lagi paling banyak tiga botol saja!!!". Jawab Andi dengan sungguh sungguh.
"Itu terlalu banyak!!!". Vio memprotes.
"Tiga botol bukan apa apa buatku, Sayang!!!. Tenang aja!!". Andi masih mengeratkan pelukannya.
"Lantas kemarin kamu habis berapa botol???". Vio menyelidik.
"Hehe lupa sayang, mungkin lebih dari tiga dan terdiri dari dua jenis minuman keras yang aku cicipi!!!".
"Cicip cicip kok sampai lebih dari tiga botol!!!". Vio menanggapi dengan ledekan.
"Hehehehe!!!". Andi menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.
"Sayang??". Vio menatap Andi lembut.
"Hmm???". Andi membalas tatapan mata Vio.
"Kok hemm sihh???". Vio memprotes.
"Iya, Sayang!!!!". Andi menangkup kedua sisi pipi Vio dan hendak menyambar bibir manis di hadapannya itu.
Namun, tiba tiba....
Awan menghampiri kedua sejoli itu lalu berdehem pelan.
Refleks Andi melepaskan tangannya dari pipi kekasihnya.
"Ehh hehe!!". Sepasang kekasih itu terlihat salah tingkah.
"Teruskan saja, aku nggak bakal ganggu juga kok!!!". Awan tersenyum jahil.
__ADS_1
Andika dan Viola malah semakin salah tingkah.
"Florentinus Andika, apa rencanamu setelah kamu lulus???".
"Kuliah sambil mengurus kantor pusat, Ayah!!!". Jawab Andi dengan mantap.
"Hmm hm hm bagus bagus!!!". Awan mengangguk setuju.
"Nanti malam, ajak Ayah serta Kakek Nenekmu kemari!!. Kita makan malam bersama". Kata Awan kemudian.
"Kakek dan Nenekku sedang berada di italia, Ayah. Kalau Ayahku, mungkin bisa!!!". Jawab Andika.
"Baiklah, tidak papa!!!". Awan menghela nafas kecewa.
__________________
Malam ini sesuai waktu dan tempat yang telah di sepakati, Keluarga Awan mengundang Dev untuk menjalin silahturahmi sebagai calon besan. Katanya!.
"Dev, selamat datang!!!. Aku akan memperkenalkan istriku pada mu sebelumnya, Dia Ana. Dan Ana, dia Dev sahabatku serta Ayah dari Andika!!". Awan menyambut kedatangan Calon besannya.
"Salam kenal!!!". Ucap Ana dan Dev bebarengan sambil saling menjabat tangan.
"Mari Tuan Dev, silahkan masuk!!!". Ana mempersilahkan Dev untuk masuk.
"Sudah siap kan, An????". Awan berbisik di telinga Istrinya.
Ana menganggukan kepala.
"Langsung saja, kita ke meja makan setelah itu kita baru bicara!!!!". Awan menggiring mereka ke meja makan.
.
.
"Ayah Awan, Violanya mana???". Andi buka suara karena sedari tadi kekasihnya tidak menampakkan diri.
"Sabar, Nak!!!. Sebentar lagi juga dia turun!!!. Kayak nggak ketemu tiga tahun aja, padahal juga baru tiga jam yang lalu berpisahnya". Awan menjawab sambil tersenyum jahil pada Pemuda jangkung di hadapannya.
Andika tidak menanggapi ucapan calon Ayah mertuanya, dan malah menundukan kepalanya karena malu.
"Ibu akan panggilkan dia, Nak!!!". Ana bangkit dari duduknya lalu bergegas naik ke atas.
.
.
Beberapa saat kemudian, Vio datang dengan long dress model sabrina berwarna merah muda dan dengan rambut yang di gerai. Satu lagi, pita berwarna putih menghiasi rambut panjang bergelombangnya.
Andika sangat kagum dengan kecantikan kekasihnya, sampai sampai dia tidak berkedip sedikit pun.
"Andika, awas itu mata nanti loncat dari tempatnya!!!". Dev menyenggol tangan putranya.
"Apaan sih, Ayah!!!". Andi lalu mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya.
"Viola sayang, salim dulu sama Paman Dev!!!". Ana berbisik ke telinga putrinya.
Vio dengan sangat sopan menyapa lalu mencium tangan Dev kemudian duduk di samping Ana dan tepat berhadapan dengan Andika.
"Lah aku????". Andi protes, sebab Ia tidak di sapa oleh kekasihnya.
Hahahahahahahaha..
Celetuk Andika membuat tiga orang dewasa yang ada di sana tertawa terbahak bahak. Sedangkan gadis cantik itu hanya menundukan kepala karena malu.
_________________
...****************...
__ADS_1