Viola

Viola
73


__ADS_3

Benar, tidak sampai petang mereka sudah sampai di depan gerbang sebuah kediaman mewah yang bahkan jauh lebih mewah dari istana milik Awan.


"Ibu, apakah ini benar benar rumah kakek dan nenek???". Vio nyatanya tampak ragu dengan pemandangan di depan matanya.


"Benar. Sebentar, Ibu akan turun dan meminta penjaga untuk membukakan gerbang ini untuk kita. Kalian di sini saja!!. Jangan keluar kalau ibu belum memanggil kalian!!!". Ana membuka pintu mobil itu lalu berjalan mendekat ke arah pintu gerbang itu.


"Aku juga akan turun!!!". Awan membuka pintu kemudinya.


"Tidak, kamu juga tetap di dalam mobil, Mas!!". Perintah Ana tegas dan tidak bisa di bantah. Sehingga Awan mau tidak mau dan setuju tidak setuju, hanya bisa diam dan mengalah serta menuruti kemauan istrinya.


..


Ana memencet sebuah tombol kecil yang berada di sisi kanan pintu gerbang itu.


Tak lama kemudian, seorang tinggi tegap berseragam petugas keamanan rumah itu membuka gerbang itu lalu menyapa Ana.


"Mohon maaf, Nyonya!!. Adakah yang bisa saya bantu???". Tanya pria itu dengan sangat sopan.


"Bisakah saya masuk, Pak????". Ana menanggapi pertanyaan pria itu.


"Mohon maaf, Nyonya. Apakah anda sudah ada janji dengan majikan saya???". Tanya kembali pria itu.

__ADS_1


"Belum, Pak!!. Namun, apakah Tuan Andreas dan Nyonya Deandra ada di tempat dan apakah saya bisa bertemu dengan mereka???". Ana malah ganti bertanya.


"Tuan dan Nyonya ada di tempat, Nyonya. Mohon maaf, Nyonya. Saya tidak bisa mengijinkan Anda bertemu, sebab majikan saya tidak mengijinkan orang asing datang menemui mereka!!!".


Ana tersenyum saat mendengar bahwa kedua orangtuanya ada di dalam.


"Tolong hubungi majikan kamu, bahwa saya, Ana Christina datang untuk menemui mereka!!!". Ana berkata dengan lembut di tambah lagi senyuman lima jari yang mengembang.


"Tapi, Nyonya???". Petugas keamanan itu nampak ragu.


"Lakukan saja!!!". Ana lagi lagi berkata dengan lembut.


"Mohon maaf, Nyonya!!!". Pria itu menyapa majikannya.


" Katakan Tio, ada apa???". Suara Deandra dari seberang sana.


"Mohon maaf, ini ada mobil dengan plat luar kota datang dan pengemudinya mengaku bernama Nyonya Ana Christina ingin bertemu dengan Anda!!!". Petugas keamanan rumah mewah itu yang baru kita ketahui bernama Tio melapor pada majikannya.


" Katakan sekali lagi!!!, siapa namanya????". Suara Deandra terdengar sangat senang.


"Nyonya Ana Christina, Nyonya!!!". Tio mengulangi nama tamu di hadapannya itu.

__ADS_1


"Sebentar, aku akan kesana!!!". Deandra mengakhiri sambungan teleponnya.


Beberapa saat kemudian, hmm tidak sampai lima menit. Tuan dan Nyonya besar pemilik rumah mewah itu keluar dan menghampiri Ana kemudian memeluk Ana dengan penuh kerinduan.


"Tina???, kamu pulang, Nak????". Deandra mencium seluruh wajah putrinya, dan jangan lupakan air mata kebahagiaan yang sudah mengalir deras. Begitupun Andreas, Sang Ayah.


"Ibu, Ayah!!!. Aku minta maaf, aku salah!!!. Maaf Bu, Ayah!!!". Ana jatuh di kaki kedua orangtuanya dan bersimpuh memohon ampunan sambil menangis.


"Sudah, ayo kita masuk!!!. Biarkan mobilmu, Tio yang mengurus!!". Deandra membantu putrinya untuk berdiri.


"Ibu, aku tidak datang sendiri!!. Aku membawa keluarga kecilku!!!". Ana memutar badannya lalu mengetuk kaca mobil di belakangnya guna memanggil suami dan kedua gadis manisnya.


"Hermawan????". Andreas mengenali Awan saat Awan baru saja membuka pintu mobil itu.


"Tuan Andreas!!". Awan mencium tangan Andreas.


"Dia suamiku, Ayah!!. Dan mereka adalah kedua putriku, Shasha dan Viola!!!". Ana memperkenalkan mereka satu persatu.


"Cucuku, cantik sekali!!!. Panggil aku, Nenek!!!". Deandra sangat teramat senang saat melihat kedua gadis manis di hadapannya. Lalu memeluk mereka secara bersamaan.


"Kita masuk dulu, biarkan Tio yang membawa mobilmu!!!". Andreas menarik Awan dan Ana untuk masuk ke kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2