Viola

Viola
52


__ADS_3

Andi memasuki kamarnya yang berada di mansion itu. Namun dia di kejutkan dengan gadis pujaan hatinya yang sedang duduk manis menunggunya.


"Sayang!!". Andi memeluk kekasihnya itu.


"Kamu dari mana???". Vio mengangkat wajahnya menatap Andi.


"Aku dari ruang kerja Ayah!!!". Andi mengecup berulang kali kening Viola.


"Mandi dulu sana, aku tunggu disini!!!". Vio menguraikan pelukannya.


"Iya sayangku!!!". Andi mengacak rambut Vio lalu menuju ke kamar mandinya.


Vio keluar menuju balkon kamar Andi, melihat taman bunga mawar yang mengelilingi mansion itu.


Dering ponsel di genggamannya, mengagetkannya.


" Rani???". Vio bergumam saat melihat nama Rani tertulis jelas di layar ponselnya.


"Halo???". Vio menggeser gambar kamera ke atas di layar ponselnya.


"Viola???". Teriak Rani dari seberang sana.


"Iya???".


" Keluar yuk!!!".


"Maaf aku nggak bisa!!!". Jawab Vio dengan lesu.


" Jangan katakan bila kakakku mendahuluiku mengajak kamu keluar???".


"Tidak, Rani!!".


" Kamu ada dimana???, sepertinya kamu tidak sedang berada di kamarmu!!".


"Hemm ehh ini iya, aku memang tidak berada di rumah saat ini!!!".


" Tunggu tunggu... sepertinya aku kenal dengan model kamar itu!!".


"Hah???". Vio sedikit gelagapan.


"Siapa, sayang???". Andi mengagetkan Vio.


"Maharani". Jawab Vio singkat.


" What!!!. Kak Andi?????". Rani berteriak saat melihat kakaknya mendekat dengan rambut basah.


"Apa???". Sahut Andi.


" Jangan katakan bila kalian ada di kamar kak Andi ???". Rani menatap dua sejoli di layar ponselnya.


"Kenapa memangnya???". Sahut Andi.


" Sepagi ini????".


"Memangnya kenapa???". Andi bertanya balik.


"Gila kamu, kak!!!. Belum apa apa udah main ajak masuk kamar!!!".


" Kenapa memangnya???". Sahut Andi lagi.


"Awas aja kalau Vio yang polos itu kakak nodain!!!".


"Terserah kakak!!. Dia kekasih kakak!!!". Jawab Andi cuek sambil mengecup wajah Vio yang tertunduk malu.


" Kak Andi munafik!!!".


"Siapa bilang???".


" Itu sudah cukup membuktikan!!!". Rani melihat Andi yang mengecup wajah Vio berulang kali.


"Pergi bersama Rey sana. Kamu mengganggu hari liburku!!!".

__ADS_1


" Bilang aja kalau kakak nggak tahan pengen berduaan sama Vio!!".


"Iya, dan kamu ganggu kakak!!!".


" Aku akan kesana dan akan melaporkannya pada nenek!!!". Rani mengancam Andi.


"Silahkan. Nenek saja sudah tahu kalau Vio disini dari semalam!!".


" What???. Kalian udah tidur berdua???".


"Kenapa???".


"Gila kamu Kak!!!!".


"Tidur berdua itu tidak salah. Yang salah itu berbuat macam macam!!".


" Jadi????".


"Kakak masih suci!!".


" Hahahahaa suci apanya???, suci kok main sosor!!". Rani malah tertawa mendengar kalimat Andi.


"Diam nggak???". Andi sarkas.


" Iya udah, nanti aku kesana!!!".


"Jangan kesini. Ganggu!!!".


" Iya udah, nggak jadi!!!". Jawab Rani singkat lalu memutuskan sambungan teleponnya.


__________________


"Sayang, aku malu!!!". Vio menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Singkirkan tanganmu!!!". Andi menyingkirkan tangan kekasihnya dari wajah cantik itu.


"Aku bahagia bersamamu, sayang!!!". Andi mengecup kening Vio singkat. Kemudian Andi mengecup pipi kanan Vio, lalu mengecup bibir manis tanpa polesan gincu milik gadis itu.


Aneh!!. Ini yang di pikirkan oleh Andi saat ini.


Kenapa???.


Bagian tubuhnya yang lain, lagi lagi tidak merespon rangsangan itu sama sekali.


Ciuman itu masih berlanjut, bahkan Andi seperti bukan Andi yang berlaku sopan pada Vio. Masih dengan posisi yang sama, Andi mengelus leher jenjang Vio, lalu ciuman itu perpindah pada leher yang sedari tadi mencuri perhatiannya itu. Hanya mengecup, dan sesekali menggigit. Tidak sampai meninggalkan bekas kemerahan yang akan menghebohkan semua orang.


"Kaakkk!!. Hentikan!!!". Vio semakin merasa tidak nyaman dengan posisi ini.


"Maaf!!". Andi melepaskan Vio lalu mengelap bibir manis yang baru saja di nikmatinya itu menggunakan ibu jarinya. Setelah itu Andi mendekapnya dalam sebuah pelukan.


"Maafkan aku, sayang!!!". Andi semakin mengeratkan pelukannya.


Vio hanya menganggukan kepalanya dan malah menikmati aroma Citrus di tubuh Andi yang sangat Ia sukai itu.


Ceklek!!!.


Pintu kamar itu terbuka dan mengagetkan sepasang kekasih yang sedang menyalurkan rasa cinta itu.


"Kak, sudah di tunggu di ruang makan!!!". Rani berteriak lalu pergi begitu saja.


Ck.


"Iya!!!". Andi lalu menggandeng tangan Vio dan mengajaknya keluar.


________________


Sesampainya di ruang makan, mereka sudah di tunggu oleh Kakek, Nenek dan Ayah Andi serta Rani yang tersenyum jahil ke arah sepasang kekasih itu.


"Baik. Andika, sebelum kita makan lebih baik kekasihmu itu kamu perkenalkan dulu kepada kakek!!". Tuan besar yang sangat di hormati di keluarga itu angkat bicara.


"Dia Viola Kakek!!". Jawab Andi singkat.

__ADS_1


"Viola. Kekasihmu itu sangat cantik dan manis. Entah mengapa wajahnya seperti wajah nenekmu saat muda". Kakek menatap gadis manis yang baru datang bersama Andi dengan kepala yang menunduk.


"Duduklah kalian dan mari kita sarapan bersama!!!". Nenek angkat bicara.


Andi mengajak Vio untuk duduk di samping Rani dan menghadap ketiga orang dewasa di hadapannya.


"Perkenalkan dulu Nak, ini adalah kakek Andi, namanya Kakek Rendra, dan di sebelahnya adalah nenek Andi namanya Nenek Rima!!". Dev memperkenalkan kedua orang tuanya kepada Viola.


"Iya, Paman!!!". Vio tersenyum ke arah Dev lalu tersenyum kearah dua manusia lanjut usia yang berada di depannya.


"Sudah. Sekarang ambil sarapanmu, Sayang!!". Andi kini bersuara.


"Iya, silahkan. Nanti kita ngobrol ya, Nak!!". Nenek bersuara kemudian.


"Maharani, cucuku yang tercantik. Silahkan pimpin doa!!!". Kakek tersenyum melihat ke arah Rani.


" Iyalah, Kek. Orang cucu kakek cuma Kak Andi dan aku. Otomatis aku yang tercantik!!!". Rani memprotes kakeknya.


"Sudah, ayo pimpin doa!!". Rendra hanya tersenyum.


"Sebelum kita menikmati sarapan pagi ini, mari kita satukan hati di dalam doa.


Puji syukur, Tuhan... ...


....


....


....


...


.... Amin!!". Rani dengan lantang memimpin doa.


"Selamat makan!!". Kata Rendra.


Dengan keheningan, mereka menikmati sajian sarapan yang sudah di persiapkan oleh para asisten rumah tangga. Beberapa menit kemudian, Mereka sudah selesai.


" Ina!!!". Rima memanggil salah satu pelayan di rumah itu.


.


.


.


Beberapa saat kemudian, Ina datang.


"Iya, Nyonya Besar. Adakah yang Anda butuhkan???". Ina menunduk hormat.


" Ambilkan lumpia buatan Vio dan bawakan juga minuman ke ruang keluarga!!". Rima memberikan perintah.


"Baik, Nyonya Besar!!!". Ina bergegas kembali ke dapur.


"Kita sambung mengobrol di ruang keluarga, ya!!!".


Mereka pun menuju ruang keluarga, dengan Andi dengan setia menggandeng tangan Viola.


" Ck. Kak Andi, bisa tidak kamu melepaskan genggamanmu dari tangan sahabatku sebentar saja???". Rani melepaskan genggaman Andi dengan paksa.


"Apa apaan sih kamu, Ran????". Andi sangat kesal tiba tiba ada Rani yang mengecoh harinya.


"Pulang sana, kamu hanya mengganggu!!!". Andi melirik Rani dengan tajam.


"Kakek, Kak Andi mengusirku!!!!". Rani mengadu pada kakeknya.


"Andika!!!". Kakek menatap cucu laki lakinya dengan tajam.


______________________


...****************...

__ADS_1


__ADS_2