
Ceklek....
Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan lima orang sahabat Andi dari balik pintu. Andi yang kaget refleks melepaskan ciumannya lalu memandang lima orang yang baru datang itu dengan raut wajah tidak bersahabat, sedangkan Vio hanya menutup wajahnya menggunakan tangannya.
"Maaf Boss, mereka membuka pintu secara paksa dan saya sudah mencoba menghalangi mereka!!". Rey yang mengetahui sifat Andi, seketika meminta maaf.
"Kirain kamu nggak doyan perempuan, Bro!!!". Rio dengan tidak tahu situasi, meledek Andi.
"Cantik banget kan cewek Andi????". Dio bersuara.
"Gila... Pantas saja cewek secantik Shasha di cuekin!!". Jojo menanggapi.
Andi menatap mereka tajam.
" Maaf Boss, saya sudah mencoba menghentikan mereka. Tolong jangan potong gaji saya!!!". Rey terlihat memelas.
"Cukup, Rey!!". Andi malah pusing mendengar suara Reyhan.
" Mau apa kalian kesini???". Andi memandang empat orang di depannya dengan raut wajah mematikan.
"Penasaran aja sama kamu yang katanya nggak suka perempuan, eh sekarang lagi mojok sama perempuan!!". Jojo bersuara.
Andi menghela nafas dengan kasar,
"Bisakah kalian mengetuk pintu???".
" Iya, maaf maafin kita!!". Dio, Yoga, Jojo dan Rio meminta maaf pada Andi.
Andi kembali menghela nafas dengan kasar.
Mau bagaimanapun kelakuan mereka, mereka adalah sahabat yang selalu ada di suka maupun duka.
Andi membuka tangan Vio yang di gunakan untuk menutupi wajah. Ia lalu mengelap bibir manis Vio yang basah akibat ciumannya tadi menggunakan ibu jarinya.
"Sayang, mereka sahabat sahabatku selain Rey. Ini Jojo, lalu itu Dio, sebelahnya Rio terus yang terakhir Yoga. Kenalin ini Vio!!!!". Andi mengenalkan Vio pada mereka.
"Halo Cantik, salam kenal. Kalau kamu bosen sama manusia es ini, jadian sama aku ya!!!". Rio berseloroh, alhasil Ia pun mendapatkan tatapan tajam dari Andi.
"Kelas mana ini, Bro???. Kok kita baru lihat ada cewek secantik ini di sekolah ini!!!". Jojo bertanya.
"Mau apa tanya tanya??". Andi menjawab dengan nada jengkel.
" Enggak, Bro. Hehehe pinter juga kamu cari modelan kaya gini!!!". Jojo memandang kearah Vio dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Hmmm!!". Andi menjawab singkat.
"Kamu kok mau sih, Cantik. Sama es batu kayak gini???. Mending sama aku ajah!!!!". Rio mendekati Vio yang berdiri di samping Andi.
"Sudah kan???. Sekarang pergi!!!. Dan kamu, Rey... tetap di sini!!!". Andi membuat perintah.
"Iya". Mereka berempat lalu keluar dari ruangan itu.
" Ampun Boss, jangan pecat saya!!!. Boss, Saya sungguh sudah mencegah mereka yang mau memergoki boss di sini!!!!". Rey gemetar.
"Diam kamu, Rey!!. Sekarang kamu pikirkan, gimana caranya Vio bisa keluar!!". Andi memberikan perintah.
" Maksudnya, Boss???". Rey tidak paham.
"Aku tidak ingin wajah kekasihku menjadi santapan serigala macam mereka tadi!!". Andi mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
Rey memandang wajah Vio yang memang terlihat sangat cantik. Dengan wajah bersemu merah alami dan bibir yang manis. Lebih manis dari Rani. Bahkan tanpa make up sedikit pun.
"Rey, jauhkan matamu dari kekasihku!!!". Andi mengeluarkan aura mematikan.
"Iyy yya, Bos. Maaf!!". Rey menundukan kepala.
"Sayang, maaf ya pasti kamu tadi nggak nyaman???". Andi membelai pipi Vio tanpa menghiraukan adanya Rey di sana.
"Ada Kak Rey, sayang!!". Vio menyingkirkan tangan Andi dari wajahnya.
" Ssstttt..... biarkan saja!!". Andi kembali mencium Vio dengan ganas.
"Ekkhhemm... Bosss!!!". Rey melihat pemandangan langka di depannya.
Andi melepaskan ciumannya lalu berbalik menghadap Rey.
" Apa???". Andi menatap Rey dingin.
"Aku punya ide, Boss!!".
"Apa??".
"Vio nanti pulangnya naik apa????". Malah Rey gantian bertanya.
" Aku tadi di antar ayah, dan nanti aku di jemput sopir rumah!!". Vio menjawab.
"Lebih baik nanti kamu bareng Rani. Dan si Boss bisa antarkan Mereka berdua menggunakan mobil Rani. Aku akan membawa mobil Boss. Kita meninggalkan sekolah ini saat keadaan sudah sangat sepi.". Rey mengungkapkan idenya.
"Gimana, Sayang???". Andi menatap wajah manis kekasihnya itu.
" Aku ikut aja!!".
....
...
...
"Rey, nanti kamu langsung ikut aku ke kantor. Huhh pekerjaanku sudah numpuk disana".
"Iya, Boss!!". Rey terlihat sangat patuh.
"Kamu kerja di kantor???". Vio menatap Andi.
"Iya, dan Rey adalah sekertarisku. Huhh Ayahku memiliki banyak kantor cabang, dan beliau memintaku untuk membantunya mengurus kantor pusat. Aku bisa mendapatkan uang sendiri dan juga menggaji Rey. Selain itu, yayasan sekolah ini juga milik Ayahku dan aku yang mengurusnya sekarang. Namun, ketua yayasan masih tetap ayahku". Andi menjelaskan.
"Sudah berapa lama??". Vio kembali bertanya.
" Sudah dua tahun ini. Saat aku masuk sekolah ini, usiaku sudah akan menginjak tujuh belas tahun, dan aku sudah layak untuk membantu ayahku bekerja". Jelas Andi.
"Maaf, bila aku mengganggu waktumu!!!". Vio menundukkan kepalanya.
" Tidak. Justru aku yang harus minta maaf padamu, aku belum pandai dalam membagi waktu!!". Andi kembali mendekati Vio.
"Berarti sekarang ayahmu ada di sini???".
"Iya, ayahku sedang memimpin rapat laporan enam bulanan. Jadi, seluruh pengajar dan tata usaha serta karyawan di tempat ini harus mengikuti pertemuan ini. Seharusnya pun aku dan Rey juga ada di sana, sebab seluruh anggota kepengurusan organisasi juga wajib hadir. Namun aku malas mendengar suara ayahku yang terus berbicara tanpa henti. Aku bisa membaca kesimpulan rapat hari ini nanti di rumah!!!". Andi menjelaskan secara rinci.
"Vi, Andi adalah pemilik sekolah ini. Jadi kenapa kamu takut bila hubungan kalian di ketahui orang lain????". Rey bersuara.
__ADS_1
" Kekasihku ini memiliki banyak penggemar, lihat saja isi ponselnya melebihi asrama putri. Aku tidak ingin mempunyai masalah di tempat ini, Kak Rey!!".
"Iya benar juga sih!!!". Rey mengangguk setuju.
"Sayang, berarti Rani juga sama sepertimu???". Vio penasaran.
"Om Sandy, adalah saudara kembar ayahku. Namun, Beliau mendapatkan tanggung jawab untuk mengurusi perusahaan properti yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak termasuk yayasan ini. Sebab Yayasan ini, ayahku sendiri yang merintisnya dari nol!!".
"Ohhhhh". Vio mengangguk mengerti.
"Iya, kamu ingin apa???. Aku akan turuti semua yang kamu inginkan!!!". Andi berbisik di telinga Vio sambil sesekali meniup wajah cantik di depannya itu.
" Ti dak... A aku ti dak ing ngin ap pap pun!!". Vio tidak bisa menyembunyikan kegugupannya di depan Andi.
"Kamu kenapa????". Andi tersenyum jahil.
Vio hanya menggelengkan kepalanya.
"Heeemmmm??????". Andi mengikis jarak diantara mereka.
"Sayang, ada Kak Rey!!!". Vio berbisik sambil mencoba mendorong wajah Andi untuk menjauh dari wajahnya.
"Boss, bagaimana bila saya keluar saja???. Saya tidak ingin menjadi obat nyamuk!!". Rey yang risih melihat pemandangan di depannya, kemudian menutup laptop di depannya lalu bangkit dari duduknya.
"Iya!!". Jawab Andi singkat.
"Bila Boss mencari saya, saya ada di rooftop bersama yang lain. Pekerjaan ini saya akan saya selesaikan di sana!!!". Rey membawa serta laptop itu.
"Iya, sana!!!". Andi mengusir Reyhan.
....
....
...
"Sayang, aku keluar sebentar ya, pintu aku kunci dari luar dan kamu di sini!!". Andi mengecup Vio singkat kemudian bangkit lalu berjalan menuju pintu.
"Iya!!". Vio hanya tersenyum.
Andi keluar lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar.
________________
Dilain sisi,
"Aku sebenarnya nggak tega, tapi aku harus lakuin!!". Jawab seorang siswi berkuncir kuda yang sempat Andi Introgasi sekitar satu jam yang lalu.
"Maksud kamu???". Tanya siswi berambut pendek.
"Aku butuh uang, daddy aku udah nggak mau pakai aku lagi. Terpaksa aku harus cari uang sebelum aku dapat daddy baru!!". Siswi berkuncir itu menjelaskan.
"Kamu di bayar berapa cuma untuk mengguyur anak dekil itu???". Tanya siswi berkacamata.
" Lumayan, 1 juta untuk hari ini!!!". Siswi itu tersenyum senang.
"Gila kamu!!!. Nanti kalau ketahuan gimana???. Terus siapa yang bayar kamu???". Siswi berkacamata itu penasaran.
"Untuk itu, aku harus tutup mulut. Atau aib aku akan di sebar oleh dia!!".
__ADS_1
"Kasihan tauk, dia nggak pernah buat salah sama kita lohh. Walaupun dia penampilannya dekil tapi dia anak baik. Aku udah beberapa kali ngobrol sama dia, dia kan sekelas sama aku!!!". Siswi berambut pendek itu bersuara.