Viola

Viola
22


__ADS_3

"Mmm kita mau kemana, Kak????". Bertanya saat Andi membukakan pintu mobilnya untuk Vio.


" Lahh kamu maunya kemana?? Hemm?????". Andi tersenyum sangat manis, hingga Vio merasa ada jutaan kupu kupu yang ada di perutnya.


"Kok diem????". Andi ternyata sudah berada di balik kemudi.


" Emmm eee Kak Andi???". Vio sangat gugup.


"Yaaa Vioolaaaa???". Andi sebenarnya sangat gugup, namun saat melihat Viola yang terlihat sangat gugup hingga keringat mengucur deras di dahinya padahal ini mobil mewah ber AC.


" Emmmm ee". Vio merasakan jantungnya berdebar tidak karuan. Hingga berulang kali menarik napas lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Hemmm??????". Andi mengelap keringat dingin Vio menggunakan tissu kering yang Ia ambil dari laci mobilnya. Lalu melajukan mobilnya.


Selama di perjalanan, Mereka hanya diam dengan kegugupannya masing masing.


Selama beberapa puluh menit perjalanan, sampailah mereka di sebuah taman kota.


Andi memarkirkan mobilnya lalu membukakan pintu untuk Viola.


" Kita duduk di sana, Yukk!!". Andi mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Vio.


"Ii iyaa, Kak!!!". Vio berambah gugup, ohh astaga ini adalah kali pertama dalam hidup Vio tangannya di genggam oleh seorang laki laki.


Sesampainya di sebuah kursi panjang,


" Kita duduk di sini sebentar, ya!!!!!".


"I iya, Kak!!".


" Gimana kakimu??? Sepertinya sudah kering ya, buktinyaa udah berani pakai celana panjang denim!!!!". Andi membuka obrolan agar tidak terlihat gugup.


"Sudah kering, Kak. Tinggal nunggu pulihnya aja!!!". Vio sedikit menghilangkan rasa gugupnya.


" Syukur deh!!!". Andi tersenyum lega.


"Kaki kakak gimana???". Vio mengalihkan pandangannya ke arah mata kaki Andi.


" Masih sedikit nyeri sih ini. Tapi udah kering kok!!!". Andi menunjukan kakinya.


"Aku punya obat nyeri, Kak. Kemarin dari Rumah sakit. Kalau mau nanti aku ambilkan!!". Vio sudah melupakan kegugupannya.


" Nggak perlu lah, Dek. Hehehehe Kakak sebenernya juga punya. Tapi belum kakak minum lagi!!!".


"Lohh kok gitu????. Gak suka minum obat yaa???". Vio tersenyum mengejek.


" Ya gitu deh!!". Andi menjawab singkat.


Andi menetralkan dulu rasa gugupnya, dengan berulang kali mengatur nafasnya.


"Mmm...Viola, Aku mau minta maaf!!". Andi menggenggam tangan Vio.


" Maaf buat apa???". Vio bingung.


"Maaf soal tadi, Aku mmm eee maaf bukannya eee mau main main. Maaf sudah buat kamu nggak nyaman, dan maaf untuk waktu berhargamu hari ini!!!". Andi tidak bisa menyembunyikan kegugupannya di hadapan Vio.


Vio hanya diam.


" Aku disini di hadapan kamu, mengakui bahwa benar aku suka sama kamu. Maaf sudah membuat kamu tidak nyaman. Aku juga tidak mau egois memaksakan kehendakku. Tapi, sudah sejak satu tahun yang lalu. Aku merasa nyaman di dekatmu. Maaf telah menabrak kamu di halaman sekolah Intra waktu itu. Aku selalu menunggumu di setiap pagi hanya untuk melihatmu. Ijinkan aku mengungkapkan perasaanku, Aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku???. Viola???". Andi mengungkapkan perasaannya sambil menggenggam tangan Vio erat.

__ADS_1


Vio menatap wajah Andi, Rasa bahagianya tidak dapat di sembunyikan. Ingin rasanya Ia menjawan 'Ya' namun, sekelebat memori yang menggambarkan kedekatan saudari tirinya dan Andi memang tidak bisa di elakan.


"Kak Andi bahkan sudah punya Kak Shasha. Mengapa Kak Andi tega menghianati kak Shasha???". Vio menatap mata Andi. Hingga sekelebat bayangan Shasha yang begitu manja pada Andi membuat air mata Vio jatuh.


" Tidak. Aku belum pernah mempunyai kekasih. Dan Shasha memang sifatnya seperti itu. Percayalah.... !!!". Andi menghapus air mata Vio dengan tangannya.


"Bahkan seluruh siswa Roses International tahu kak, bahwa Kak Shasha adalah kekasih kakak!!". Vio belum mempercayai Andi.


" Baiklah... Dengan apa aku harus membuktikan????". Andi tidak menyangka bahwa akan seperti ini.


"Percayalah, Vi.. Aku mencintaimu, aku merasakan kenyamanan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Dan Shasha bukan lah kekasihku!!!. Aku hanya ingin kamulah yang akan menemaniku dan menjadi kekasihku!!!". Andi begitu emosional hingga air matanya ikut terjatuh.


" Kakkk???". Vio melihat kesungguhan dan kejujuran di mata Andi.


"Sekarang jawab aku!!!. Bersediakah kamu menjadi kekasihku, Viola????". Andi berjongkok di hadapan Vio.


Dan.... Vio hanya menganggukan kepalanya.


" Terimakasih!!!". Andi mengeluarkan sebuah kalung dari saku bajunya.


"Ini adalah milik Ayahku, dan hari ini aku berikan padamu!!!". Andi memasangkan kalung dengan liontin huruf 'D' di leher Vio.


Dalam posisi seperti ini, tercium aroma Citrus dari tubuh Andi yang memang Vio rindukan.


" Terimakasih, Kak!!". Vio tersenyum manis menatap Andi.


"Sama sama sayang!!".


Degggggg..


Kegugupan yang tadi sempat menghilang, kini kembali Vio rasakan.


*blussshhh... wajah Vio bersemu merah.


" I iya, Kak. Aku baik baik saja!!". Vio menunduk untuk menghindari tatapan mata Andi.


"Aku bahagia, mengetahui bahwa kamu memiliki perasaan yang sama denganku!!!".


" Ti tidakk!!". Vio menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Benarkah???". Andi tersenyum jahil.


Masih dengan posisi yang sama, Vio mengangukan kepalanya.


" Ya sudah, Aku mau telpon Shasha dululah!!!". Andi pura pura memainkan ponselnya.


"Jangan!!!!!!". Vio merampas ponsel Andi.


Namun, Andi memanfaatkan situasi ini untuk menangkap tubuh Vio lalu membawanya kedalam pelukannya.


Nyaman... Damai.... Penuh kasih sayang....


Tanpa adanya nafsu antara seorang laki laki dan perempuan.


Vio menghirup wangi Citrus yang amat sangat Ia rindukan. Sosok yang tidak sengaja menabraknya hingga Ia jatuh dalam posisi di peluk. Seseorang yang membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang selama satu tahun belakangan ini. Yang membuatnya penasaran akan wajah yang belum sempat ia lihat sekarang sedang memeluk dirinya disini. Dengan wangi yang sama, nyaman dan damai di dalam pelukan. Ia mengeratkan pelukan itu, hingga tidak menghiraukan tatapan orang orang di sekitarnya.


Air mata Vio menetes, Sungguh bahagia. Ini kah cinta yang sesungguhnya???


"Aku merindukannmu!!!". Andi mengelus rambut halus Vio, dan mengirup wangi vanila yang sangat memabukkan.

__ADS_1


Vio hanya menangis di dalam diam.


" Aku sangat mencintaimu, dari pertama kita bertemu!!". Sambil memeluk kekasihnya, Andi mengungkapkan semua di hatinya.


"Pelukanmu membuat hatiku damai, berjanjilah.... Jangan pernah meninggalkan aku, apapun yang terjadi. Kamulah cinta pertamaku, aku ingin kamu jugalah cinta terakhirku!!!".


Vio tidak menjawab. Ia hanya menganggukan kepalanya.


" Sayang???". Andi menangkup wajah kekasihnya.


Wajah Vio yang merona, kini dapat Andi lihat dengan jelas.


"Sayang, Kamu tahu??? Aku bahagia. Ternyata cintaku terbalas. Aku mencintaimu, Sayang!!!" Andi kembali memeluk Vio.


"Hmmm Kak Andi, bolehkah aku minta sesuatu????". Vio menatap Andi.


" Iya sayang, katakanlah. Aku akan berikan apapun yang kamu inginkan!!".


"Tolong sembunyikan hubungan ini. Janga sampai ada yang mengetahui!!!".


" Baiklah. Bila begitu, aku juga punya 2 permintaan!!".


"Apa itu Kak??".


" Yang pertama kamu jangan panggil kekasihmu ini dengan sebutan kakak bila kita hanya berdua seperti ini!!! Lalu yang kedua adalah, Hapus riasanmu bila kita sedang bersama. Sebab wajah aslimu jauh berbeda dengan wajahmu ini!!!".


"Memangnya kakak, pernah lihat wajah asliku???".


" Tadi pagi aku lihat wajah aslimu sayang, Kamu sangat cantik dengan mini dress warna biru langin dan pita putih di rambutmu".


"Darimana Kakak bisa tahu????".


" Bukankah tadi kamu malu sayang, saat aku mengatakan pada Rani bahwa aku suka sama kamu??. Lalu kamu sembunyikan wajah cantik mu di bawah selimut tebal????". Andi tersenyum jahil.


"Kakak tahu?????". Vio terkejut.


" video call, Sayang!!!".


"Jangan jangan, yang di mobil tadi kakak juga masih Video call sama Rani????".


" Karena video call Rani, Aku jadi tahu. Bahwa kamu juga mempunyai perasaan yang sama denganku!!!".


"Kakak kok gitu???".


" Sssttttt!!!.. Tolong di saat kita hanya berdua, jangan panggil aku kakak, sayang!!!". Andi menaruh jari telunjuknya keatas bibir Vio.


"Lalu???". Vio menatap Andi dengan bingung.


" Apapun itu, asalkan jangan Kakak!!!".


"Ssss sa ya ang???". Vio kembali gugup.


" Iya sayang!!!". Andi tersenyum sangat menawan dimata Vio.


"Bolehkah aku memelukmu????". Vio meminta ijin.


" Iya, peluk aku sayang!!". Andi merentangkan kedua tangannya.


"Terimakasih.. Aroma Citrus yang sangat ku rindukan. Aku saat itu tidak sempat melihat wajahmu. Namun Wangi ini yang selalu aku rindukan. Kakak tahu??? Saat kakak menolong ku kemarin, aku ingat dengan wangi ini, tapi aku ragu. Apakah benar kakak adalah orang yang sama dengan waktu itu apa bukan. Kakak tahu???, Saat kakak menegurku di tempat parkir sekolah saat hari pertama masuk itu??? Suara kakak mengingatkan aku pada waktu itu. Kakak, waktu itu aku masih terlalu kecil. Belum tahu apa itu jatuh cinta. Namun, seiring waktu berjalan, aku merindukan kakak, yang tidak pernah ku ketahui wajahnya apalagi namanya!!!". Kini Vio sudah berani mengungkapkan isi hatinya di hadapan kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2