Viola

Viola
28


__ADS_3

Vi!!". Rani memanggil Viola. Sontak yang punya nama menoleh ke sumber suara.


Andi menatap Vio tanpa berkedip sedikit pun. Ini adalah kali pertamanya Andi melihat wajah Vio yang cantik secara langsung tidak hanya sebatas panggilan Video. Bukan wajah dekil yang selalu Ia perlihatkan setiap harinya.


" Kakak!!!!". Rani mengagetkan Andi.


"Ehh iya???". Andi gelagapan.


" Kedip!!!. Itu Kekasih Kakak ada di situ!!!". Rani nyenggol Andi.


"Kak Andi???". Vio berdiri lalu melihat sosok sempurna di hadapannya. Postur tubuh Atletis tinggi sempai dengan kulit putih bersih dengan wajah tampan serta aroma Citrus yang langsung tercium di indera penciumannya.


" Ehhh!!". Andi salah tingkah mendengar suara Vio.


"Yasudah, Aku mau lanjut tidur. Jangan ganggu aku!!!. Anggap saja rumah sendiri tapi jangan di berantakin. Nanti kasihan Mbak Inah!!!". Rani berlalu ke kamarnya.


Andi mendekati kekasihnya itu lalu menyentuh wajah cantik sempurna itu.


" Inikah wajah aslimu, sayang???". Andi memandang setiap sudut wajah Vio sambil sesekali mengelusnya dengan detail.


Vio hanya terdiam, gugup merasakan hembusan nafas Andi yang tepat mengenai wajahnya.


"Kamu cantikk sekali, sayang!!!. Jauh lebih cantik dari yang selama ini aku lihat melalui sambungan panggilan video!!". Andi berkata jujur.


"Kak??????". Vio menatap manik mata Andi. Yang entah mengapa Ia merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya.


Ini adalah pertemuan kedua mereka secara langsung. Setelah Andi menyatakan perasaannya pada Vio empat bulan yang lalu. Selain di sekolah tentunya.


" Sssttttt!!". Andi menyentuh bibir Vio dengan jari telunjuknya.


"Bolehkah aku menciummu, sayang????". Andi meminta ijin.


Vio hanya diam. Lalu mengangukkan kepalanya.


Hidung mereka bersentuhan sedangkan tatapan mereka beradu. Hembusan nafas membuat jantung mereka berdetak jauh lebih cepat.


Cup!!.


Andi mencium kening Vio dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku bila aku kurangajar!!". Andi melepaskan Vio.


" I iya, Kak!!". Vio menjawab dengan gugup.


"Ssstttt!!!. Kita hanya berdua, berhentilah memanggilku dengan sebutan kakak!!". Andi berkata dengan lembut.


" Mmm eeeehhh maksud aku sayang!!". Vio memalingkan wajahnya.


"Apakah kamu tidak merindukan aku, sayang???". Mendi merengkuh tubuh kekasihnya itu kedalam dekapannya.


" Iya, Aku sangat merindukan kenyamanan ini, sayang!!". Vio menenggelamkan wajahnya ke dada Andi dan sesekali menghirup aroma Citrus yang sangat ia sukai itu.


"Kita akan bersama seharian ini, sayang!!. Melepaskan setiap rindu yang mebelenggu!!!". Andi mengelus rambut panjang Vio sambil sesekali mencium puncak kepalanya.


" Iya, Sayang!!". Vio mengeratkan pelukan itu.


"I Love You. Aku sangat sangat mencintaimu!!!!". Andi mendekap Vio erat.


" Aku juga sangat mencintaimu!!!". Sahut Vio.


Di Sofa ruang keluarga Rani, mereka duduk sambil berpelukan. Sambil melawan rasa gugup yang menguasai mereka.


"Ekkhem... ee sayang, aku mau mengetahui beberapa hal tentang dirimu. Apakah boleh???". Andi memecah keheningan.


"Ceritakan sedikit tentang dirimu, sayang!!. Agar aku bisa lebih tahu tentangmu".


" Aku. Aku lima belas tahun hanya hidup berdua dengan Ibuku. Ayahku tidak mengetahui keberadaanku, karena aku lahir dari jebakan di masa lalu. Aku bejualan lumpia dan kue basah setiap pagi. Sedangkan Ibuku pembantu di rumah keluarga kaya. Namun satu tahun yang lalu, Ibuku menikah dengan majikannya. Ayah Awan namanya. Aku juga mempuyai satu saudari tiri. Beliau mencukupi segala kebutuhanku. Dari uang saku hingga keperluanku. Namun aku tidak enak hati, Aku mengikuti tes beasiswa prestasi saat masuk sekolah di Roses International. Jadi aku tidak membayar sepeserpun dengan catatan seluruh nilai akademik ku harus dengan angka minimal rata rata 9". Vio menjelaskan secara singkat latar belakangnya.


" Jadi, saat kita bertemu saat pertama kali itu, kamu masih jualan lumpia, sayang???".


"Iya. Setiap pagi, aku harus menggoreng lumpia dan mengukus adonan kue basah. Sambil membaca buku pelajaran. Setelah semua matang, aku bersiap pergi ke sekolah dengan menenteng satu keranjang di masing masing tanganku. Kantin SMP Intra adalah tujuan pertamaku, sedangkan sisanya akan aku titipkan di SMPN XX". Jelas Vio.


"Jadi, kamu sampai hari ini tidak mengetahui siapa Ayahmu???". Entah mengapa rasa keingintahuan Andi tiba tiba naik.


" Aku tidak tahu. Ibuku berkata, bahwa dulu Beliau adalah sepasang kekasih yang putus karena Ayahku di jodohkan. Lalu, saat acara kampus, mereka di jebak oleh musuh Ayahku. Dan jadilah aku. Padahal Ayahku sudah memiliki satu orang anak. Jadi Ibuku pergi jauh dari kota itu lalu menetap di sini agar tidak ikut terseret lebih jauh dari masalah yang di hadapi Ayahku!!". Vio menceritakan latar belakangnya dengan tenang dan tanpa sebuah emosi.


"Maafkan aku bila terlalu ingin tahu tentang kamu, sayang!!". Andi merasa bersalah karena mengetahui latar belakang kelam Vio.


" Tidak papa, sayang!!!". Vio tersenyum sangat manis.

__ADS_1


"Hmmm maaf, aku ingin tahu alasan kamu menyembunyikan kecantikan wajahmu ini sayang". Andi membelai wajah Vio dengan lembut.


" Aku hanya ingin berteman dan bergaul dengan orang yang tidak memandang wajah dan uang. Aku juga tidak ingin banyak pasang mata yang melecehkan aku, bila aku terlihat cantik!!". Jawab Vio tegas.


"Jadi itu sebabnya kamu ke sekolah dengan seragam longgar dan wajah dekil???".


" Iya... Aku ingin hidup dengan sederhana, tidak berfoya foya. Sebab aku sudah terbiasa hidup pas pasan. Aku juga ingin menjadi diri sendiri tanpa embel embel uang". Vio kembali menjelaskan.


"Sayang, sekarang giliran aku bertanya tentangmu!!". Vio menatap mata Andi.


" Apa yang akan kamu tanyakan, sayang???".


"Hmmm apa kamu perokok, sayang???".


" Iya. Aku memang perokok. Namun, tidak sampai kecanduan!!". Andi menjawab dengan jujur.


" Baiklah, kamu bisa merokok saat kita bersama, jadilah diri sendiri!!". Apa kamu pemabuk??". Vio kembali melontarkan pertanyaannya.


" Tidak. Namun aku sesekali bergabung dengan teman temanku pergi ke klub malam. Aku tidak sampai teler seperti mereka. Sebab, Aku tahu efek samping dari minuman beralkohol yang dulu hampir membuat ayahku gila!!". Andi menjawab dengan lancar dan penuh kejujuran.


"Apakah kamu benar benar tidak tertarik dengan penggemarmu yang mengirimkan pesan setiap hari???. Bahkan baru satu jam aku disini, ponselmu sudah seperti asrama putri!!". Vio melirik kesal ke arah ponsel Andi yang sedari tadi ada notifikasi Chat masuk.


" Silahkan kamu ambil, kamu buka dan kamu baca sayang!!!. Sungguh, aku tidak pernah meladeni mereka!!". Tidak ada kebohongan yang tersirat pada setiap pernyataan Andi.


"Satu lagi, Apa itu belok???".


" Haaaahhh???". Andi terkejut mendengar perkataan Vio.


"Iya. Belok itu apa????. Belok kanan belok kiri gitu?????".


" Siapa yang kamu maksud sayang????". Andi benar benar terkejut mendengar perkataan Vio.


"Kamu!!". Vio menjawab enteng.


" Hahhhhh??? Aku???. Kamu mau buktiin aku belok apa tidak??". Andi malah balik bertanya.


Tanpa di duga, Vio malah menganggukan kepala.


"Tapi kamu jangan menyesal, ya!!!". Andi lalu merengkuh Vio kembali kedalam pelukannya.

__ADS_1


______________________


...****************...


__ADS_2