
.UKS.
Setelah membersihkan diri dan berganti baju seragam dengan Hoodie yang di berikan Reyhan padanya tadi. Viola di bantu oleh Feli dan beberapa petugas PMR membantu mengobati tubuh Vio yang terkena kuah sop panas itu.
"Tidak perlu malu, Dek. Buka saja!!". Ujar seorang anggota PMR yang di ketahui bernama Suci itu.
" Iya, Kak!!!". Vio akhirnya menurut. Di bukanya kembali baju seragam yang baru di pakainya itu. Nampaklah kulit Vio yang kemerah merahan dan hampir melepuh di bahu sebelah kiri dan lengannya.
"Maaf ya kalau sedikit perih!!!". Suci mulai mengoleskan obat di luka itu.
" Iya, Kak!!!". Vio menahan rasa panas dan perih.
____________________
.Ruang OSIS.
Andi menggiring tiga orang siswi ke ruangannya guna meminta keterangan.
"Mulai dari kamu!!!" Andi menunjuk ke arah siswi berambut pendek.
"Sebutkan nama dan kelasmu!!!". Lanjut Andi.
" Sa saya Maya. Kelas 10 Bahasa 3!!!". Jawabnya sambil menundukan kepala.
"Baik, jelaskan!!!". Andi menatap tajam ke arah Maya.
" Sungguh Kak, saya tidak sengaja. Saya berjalan menuju meja tempat teman teman saya berada sambil membawa nampan dengan sop diatasnya. Tiba tiba saya merasakan ada yang mendorong saya dari belakang!!!". Jawab Maya dengan gemetar. Sedangkan Andi membuat berita acara pada laptop di hadapannya.
"Baik. Silahkan duduk kembali di sebelah sana!!".
" Ekkhem Boss!!!". Rey menyela.
" Kenapa, Rey???". Andi menatap Rey.
"Buka WA dariku, Boss!!!". Bisik Rey di telinga Andi.
" Sebentar. Rey, tolong awasi mereka dan jangan sampai kabur!!!". Andi bangkit dari duduknya dan keluar untuk melihat apa yang di kirimkan Reyhan melalui aplikasi WA padanya.
.
.
.
.
Ternyata Reyhan sudah mendapatkan bukti itu, senyum puas tergambar jelas di wajah Andi setelah melihat sebuah Video yang di kirimkan Andi padanya. Dengan bergegas, Ia kembali ke ruangannya.
"Kamu. Sebutkan nama dan kelas!!!". Andi menunjuk Rani.
"Saya Maharani kelas 10 IPA 3, Saya tidak melihat dengan jelas, namun saya tidak terima bila teman saya di siram oleh dia dengan kuah panas itu!!!". Jawab Rani sambil menunjuk ke arah Maya.
"Baik. Kamu boleh keluar. Jangan lupa tutup pintu!!!". Andi menyuruh Rani keluar.
" Kamu, sebutkan nama dan kelas!!!". Andi menunjuk kearah siswi berkuncir kuda di hadapannya.
"Saya nggak salah. Saya tidak melakukan apapun!!!". Siswi itu membela diri.
" Sebutkan nama dan kelas!!!". Andi menambah volume suaranya.
"Indah. Kelas 10 IPS 5". Jawabnya dengan raut muka gelisah.
" Jelaskan!!!".
"Saya tidak melakukan apapun!!!".
" Rey, Nyalakan LCD proyektor!!!". Andi memberikan intruksi.
__ADS_1
"Baik, Boss!!!". Reyhan kemudian melaksanakan perintah bossnya itu.
.
.
.
.
3
2
1
Di layar itu terlihat jelas, bahwa seorang siswi bernama Indah mendorong Maya, hingga Isi nampan itu jatuh mengenai Vio.
Wajah Indah terlihat sangat ketakutan, hingga butiran keringat dingin jatuh di dahinya.
" Jelaskan!!!". Andi menatap Indah dengan tajam.
"Sa sa ya..... sa ya!!". Indah sangat takut untuk membuka suara.
" Kamu takut kelakuan bejatmu di sebar?? Hingga tidak mau buka suara???".
"Sa ya ehh enggg aaaa!!!!". Indah seperti kehilangan kata katanya.
"Kamu adalah wanita simpanan pria kaya????". Andi mengeluarkan aura intimidasi.
Indah hanya diam dan ketakutan serta malu bahwa aibnya di sebar.
" Jawab!!!!. Siapa yang menyuruhmu???". Andi berteriak.
"Ak aku, tidak tidak ada yang menyuruhku!!!". Jawab Indah dengan gemetar.
Setelah dering ke tiga, panggilan itu terhubung.
"Halo Paman, Lekaslah ke ruanganku. Ada hal penting!!". Andi lalu memutus sambungan telepon itu.
Indah hanya diam, tubuhnya bergetar dan keringan dingin bercucuran.
"Apakah kamu kehabisan uang karena orang yang kamu sebut Daddy itu pergi???". Perkataan Andi sukses mengagetkan Indah.
" Benar?????, Hemmmm????". Andi mengeluarkan senyum iblisnya.
"Ti ti tidak!!!". Indah masih tetap menutup mulutnya.
Tok tok tok tok.. Pintu ruangan itu di ketuk dari luar.
" Rey, buka pintunya!!!". Andi berseru kepada Reyhan.
"Baik, Boss!!!". Rey bergegas membukakan pintu.
" Andika, ada apa kamu memanggilku kesini???". Awan memasuki ruangan itu dan mendapati dua siswi dengan wajah pucat dan Andi dengan wajah mengintimidasi di ruangan itu.
"Aku akan menunjukan sesuatu!!!". Andi memutar kembali video yang terjadi di kantin beberapa saat lalu di layar proyektor.
" Dimana Viola sekarang????". Awan terlihat khawatir saat mengetahui Vio tersiram sop panas itu.
"Rey, panggil Viola kemari!!!". Andi kembali memberikan perintah.
" Kamu sudah mencelakai putri saya?????". Kilat amarah terlihat jelas di wajah Awan sambil mendekati Maya yang sedari tadi ketakutan.
"Amati kembali, Paman. Dia hanyalah sebuah tongkat. Bukan tangan apalagi otaknya!!!". Andi malah membuat teka teki.
" Ulangi dengan slow motion !!!". Awan kembali memperhatikan video di belakangnya.
__ADS_1
Indah tambah ketakutan, saat video itu memperlihatkan dengan jelas dia mendorong bahu kanan Maya yang tepat di belakangnya.
"Kamu????". Awan memandang Indah dengan wajah penuh amarahnya.
" Maaaaf, Tuan. Sa sa aayaa hannnya di suurrr ruh!!". Indah akhirnya mengaku.
"Jawab!!!!..Siapa yang menyuruhmu?????". Awan menatap Indah tajam.
Indah kembali diam.
Pintu terbuka, menampilkan Viola dengan sebuah Hoodie hitam di badannya dan temani oleh ketiga sahabatnya.
" Sayang!!". Awan memeluk putrinya.
"Sakit, Ayah!!!". Vio mengeluh sakit saat tangan Awan tidak sengaja menyentuh luka itu.
" Maaf, sayang. Mana yang sakit!!!". Awan tampak khawatir dengan kondisi putrinya itu.
"Bahu serta lengan sebelah kiri, Ayah!!!". Jawab Vio.
" Paman, ajak putri paman untuk pergi kedalam. Tunggulah disana!!". Andi menunjukan sebuah ruang santai tertutup tirai yang terletak tepat di belakang meja kerja Andi.
" Baik, Rey panggil satu orang lagi!!!". Andi memberikan perintahnya kembali pada Rey.
Rey yang sudah paham pun langsung keluar.
"Maya, Rani dan dua orang teman Rani. Silahkan tinggalkan tempat ini!!!". Perintah Andi tegas.
Aura membunuh sangat terasa di tempat itu. Andi dengan raut wajah iblisnya kembali mengintrogasi Indah.
" Katakan siapa yang menyuruhmu????".
...
"Di bayar berapa kamu???".
...
" Tidak mau buka mulut???".
...
"Katakan!!!!!".
Indah hanya menunduk ketakutan, tidak berani membuka mulutnya.
" Masuk ke dalam bersama Tuan Awan. Jangan keluar bila saya tidak menyuruh kamu keluar. Satu lagi, letakkan ponselmu di meja ini!!!". Andi memberi perintah, kemudian Indah menuruti perkataan Andi.
__________________
Beberapa saat kemudian, Pintu ruangan itu terbuka, Seorang gadis dengan genitnya langsung menghampiri Andi dan di susul oleh Reyhan di belakangnya.
"Andi, sayangku...... kamu kan punya nomor ponselku, kenapa harus Rey yang memanggilku???". Shasha dengan tidak tahu malunya bergelendot di lengan Andi. Sedangkan Andi hanya diam.
" Aku seneng banget taukk, akhirnya kamu melirikku. Aku bersedia kok jadi pacarmu!!!. Langsung menikah juga nggak papa!!!". Shasha dengan kurang ajarnya naik di pangkuan Andi.
"Turun!!!". Bentak Andi.
" Ihhh.... apaan sih calon suamiku???".
"Shasha!!!. Turun!!!".
" Enggak mauuuuuu!!". Shasha malah mengalungkan tangannya di leher Andi.
"Kamu menjijikan!!".
" Nggak boleh gitu, kamu harus terbiasa!!!". Shasha semakin menjadi.
__ADS_1
"Shasha!!!". Suara Awan mengagetkan Shasha dan refleks turun dari pangkuan Andi.