
De sebuah rumah sakit di kota itu, Awan dan Ana mendampingi Shasha yang tengah menjalani pengobatan akibat di siram oleh Andi pagi tadi.
"An, maaf. Maafkan Shasha yang berbuat tidak baik pada Vio!!!". Awan sangat malu memiliki anak yang memiliki tingkah laku yang tidak baik seperti Shasha.
" Sudahlah Mas, namanya juga masih anak anak. Belum bisa berfikir dewasa. Kita bisa mendidiknya sebelum semua terlambat!!!".
"Yang membuat Vio menderita, di bully dan di teror hingga Ia terpuruk dan menangis sepanjang malam sampai nilainya jatuh sejatuh jatuhnya adalah putriku, Shasha!!!". Awan yang duduk di kursi tunggu ruang rawat Shasha sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Mas, biarkan ini menjadi pelajaran bagi Shasha dan juga bagi Vio. Kita tinggal mengarahkan mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi biar mereka tidak mengulangi dengan langkah yang sama di masa depan!!". Kata Ana.
"Kamu benar, An!!!".
" Terus bagaimana ini, Mas???. Apakah kita akan menempuh jalur hukum atas peristiwa yang dialami oleh Shasha???".
"Tidak. Sebab ini adalah kehendakku!!!". Jawab Awan dengan tegas.
" Apa????". Ana sangat terkejut.
"Yang melukai Shasha adalah Florentinus Andika. Dengan persetujuanku dan ada aku di tempat itu, yang menyaksikan kejadian itu. Aku mengijinkannya untuk memberi pelajaran pada Shasha!!!. Dan apa kamu tahu bahwa Viola terluka hari ini dan itu karena Shasha?????".
" Maksudnya???". Ana masih belum mengerti.
"Ana, Viola di siram sop panas hingga melepuh di bagian bahu kiri!!!. Dan kamu tahu siapa yang melakukannya???". Awan menggantungkan kalimatnya.
" Shasha!!!". Awan menjawab sendiri pertanyaannya.
"Apa????". Ana kaget mendengar kabar tentang putrinya.
" Aku merasa bersalah pada Vio, ternyata Shasha sangat keterlaluan selama ini. Ia memakai tangan orang lain untuk melancarkan aksinya!!".
"Sudahlah, Mas. Yang penting Vio sekarang baik baik saja!!!".
" Iya, dia sekarang baik baik saja. Mungkin saja sudah aman bersama kekasihnya!!!". Sebaris senyum terbit di wajah Awan.
"Siapa maksudmu, Mas???".
"Florentinus Andika!!". Senyum di wajah Awan belum luntur.
"Apa???, Bukankah dia telah membuat Shasha seperti ini???, kenapa kamu ijinkan Vio kembali padanya???". Ana seketika panik mendengar kabar itu.
" Terus apa alasanku untuk melarangnya???, Dia seperti ayahnya. Memiliki kepribadian ganda. Dan yang memberi pelajaran pada Shasha adalah sisi lain dari dalam dirinya!!!".
Deggghh... Ana membeku seketika, bayangannya seperti mengingat suatu hal tentang sebuah fakta di masa lalu.
"Ana???, apa yang kamu pikirkan???". Awan seketika khawatir melihat raut wajah istrinya.
" Ti tidak!!". Ana menjawab dengan ragu.
"Ada apa???, Ceritakan!!!". Awan mendekati istrinya.
" Mas, Maaf aku jadi teringat pada ayah Vio yang juga memiliki kepribadian ganda!!!. Dia pernah menyiksa orang. Menghajar orang tanpa bisa di hentikan". Ana menundukkan kepalanya.
"Yang menghajar orang itu adalah sisi lain dari dalam dirinya. Aku juga mempunyai seorang sahabat, aku mengenalnya saat kami mengenyam pendidikan di Universitas dan kebetulan dia adalah ayah dari Andika. Awalnya aku tidak tahu apa itu kepribadian ganda. Namun suatu kejadian yang membuatnya terpuruk bahkan hampir gila, Sisi lain dari dalam dirinya muncul. Bahkan aku terlalu takut mengingat saat dia mengamuk saat tahu istrinya di bunuh dengan cara sabotase rem mobilnya!!".
"Jadi kamu sudah mengenal Andika sebelumnya???".
__ADS_1
" Tidak. Aku tahu bahwa dia anak dari sahabatku yaitu saat Vio menangis tiada henti dan aku mencari Andika, dan ternyata dia adalah anak tunggal dari sahabatku!!".
________________
#Flasback.
Di suatu sekolah menengah atas yang diyakini sebagai tempat kalangan elit untuk menyekolahkan anak mereka, disinilah sekarang Awan berada. Di sebuah ruang yang biasa para siswa di tempat ini menyebut sebagai ruang ketua OSIS.
Tok tok tok tok..
Saat mendengar suara pintu terketuk dari luar, yang empunya ruangan mempersilakan tamunya untuk masuk.
"Masuk!!". Andi menyahut dari dalam sambil mengoperasikan laptop berlogo buah apel sisa di depannya.
" Florentinus Andika!!!". Awan menyapa seorang remaja yang beranjak dewasa di depannya.
"Paman, silakan duduk!!!". Andika menunduk takut pada pria dewasa di depannya.
" Kamu mengenalku bukan???". Tanya Awan kemudian.
"I iya, Paman!!!". Andi mulai menatap Awan yang sedang duduk persis di hadapannya.
"Tidak perlu gugup seperti itu!!".
" Maaf, Paman!!!". Andi mulai merilekskan dirinya.
"Aku datang ke tempat ini hanya untuk menanyakan beberapa hal, terkait putriku!!!". Awan berbicara tanpa basa basi.
Degghh. Andi seketika membeku dan Awan menyadari itu.
"Maaf, Paman!!!".
" Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku????, Mengapa Ia menangis tiada henti selama dua hari ini???". Awan mulai mengintrogasi Andi.
"Maaf, Paman. Vio mengakhiri hubungan kami secara sepihak. Sebab dia begitu takut saat mendapatkan sebuah teror dari orang tidak dikenal!!!. Selain itu pula, Ia adalah korban bully. Saya sendiri yang akan menemukan pelakunya, Paman!!".
" Jadi dia yang mengakhiri dan dia pula yang menyesal???. Seperti itu???". Awan menatap Andi dengan curiga.
"Yang mengakhiri memang dia, Paman. Namun soal ternyata dia menyesal, saya tidak tahu. Yang jelas saya masih sangat mencintainya!!!". Jawab Andi dengan yakin.
Ponsel Andi berdering. Tanda ada panggilan telepon masuk di ponselnya.
Dengan alasan sopan santun, Andi mengabaikan ponselnya.
" Siapa yang menghubungimu, Nak???. Angkat saja dulu!!!".
"Ayah saya, Paman!!!".
" Angkat dulu saja, tidak masalah!!!". Awan berkata namun seketika dering ponsel Andi berhenti.
"Maaf, Paman!!". Andi lalu menonaktifkan ponselnya.
" Apakah kamu benar benar mencintainya Nak????". Awan menatap mata Andi dan mencari celah kebohongan di sana.
"Sungguh, Paman. Saya mencintainya. Saya masih berusaha melindunginya walau tanpa dia sadari. Saya akan berusaha mencari siapa otak dari teror yang di terima Vio dan juga rentetan pembullyan yang Vio terima bahkan hingga sampai saat ini. Saat hubungan kami telah berakhir!!!". Andi mengungkapkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya.
__ADS_1
Ceklekk... Pintu ruangan itu di buka dari luar, dan menampakan pria dewasa lain yang di ketahui adalah ayah dari Andika dengan Reyhan di belakangnya.
" Ayah telepon berulang kali, malah ponsel di matikan!!!". Mana laporan hasil meeting pagi tadi????". Ayah Andi mengomel sambil membuka pintu ruangan itu.
"Dev???, Jadi Andika adalah anakmu????". Awan terkejut mendengat sahabatnya mengomel.
" Awan???, ngapain kamu kesini????". Dev tidak menjawab pertanyaan dan malah mendekati Awan yang duduk berhadapan dengan Andi.
"Hanya untuk meminta penjelasan darinya, soal putriku yang menangis sepanjang hari???". Awan menunjuk kearah Andi.
" Apa yang anakku lakukan pada putrimu??, Dia kurang ajar atau bahkan sampai menghamili putrimu???, Atau bagaimana???".
"Sembarangan!!!. Tunggu dulu, Jadi dia adalah benar benar anakmu???". Awan bangkit dari duduknya.
" Iya. Ini anakku satu satunya!!!". Dev menepuk pundak Andi.
"Dan apa yang kamu lakukan pada putrinya???". Dev menatap Andi tajam.
" Aku tidak melakukan apapun, Ayah. Vio mengakhiri hubungan kami dengan sepihak. Harusnya aku yang menangis namun malah dia yang menangis!!!". Ujar Andi membela diri.
"Ekkhemm.. emmm Boss, yang menangis sambil mengamuk dua hari yang lalu itu siapa ya???". Reyhan terkekeh saat mendengar perkataan Bossnya.
" Apa??? Hahahahhaa... Kamu mengamuk karena di putus cinta???". Dev mengejek putranya.
"Halaah kayak kamu enggak???". Awan mencibir dan membuat Dev kicep seketika.
" Rey!!!!. Aku tidak pernah mengamuk. Floren yang mengamuk bukan aku!!!". Andi membela diri.
"Siapa Floren???". Andi bertanya pada mereka yang berada di tempat itu.
" Floren adalah sisi lain dari Andika. Dia muncul saat Andika tidak bisa mengontrol emosinya.Terlebih saat Ia marah!!!". Dev menjelaskan.
"Jadi, dia sepertimu???". Awan menatap sahabatnya itu.
"Iya. Sama persis. Seperti Lukas di dalam diriku. Walaupun kini sangat jarang bahkan tidak pernah muncul menguasai diriku!!". Dev menjelaskan.
" Aku mengerti!!". Awan mengangguk paham.
"Nak, Jaga putriku. Aku sangat berharap kalian bersatu lagi. Terlebih kalian saling mencintai. Vio hanya menangis, menyebut namamu di sepanjang doa nya dengan penuh penyesalan!!!". Awan mendekati Andika lalu memeluk remaja laki laki itu.
" Iya, Paman. Aku berjanji!!!". Jawab Andi dengan mantap.
"Jadi, kita bakalan berbesan ini????". Wajah Dev berseri seri.
" Bila Tuhan berkehendak, mengapa tidak???". Jawab Awan.
"Sudah, sekarang mana laporan itu???". Dev melanjutkan tujuannya menghapiri Andi.
" Iya, ayah. Sebentar akan aku kirim!!!". Andi kembali mengotak atik laptop itu.
"Ya sudah, Dev. Aku akan kembali ke ruanganku!!". Awan keluar dari ruangan itu.
#Flasback off.
_________________
__ADS_1
...****************...