
Rani memencet tombol yang ada di sebelah pintu rumah itu kemudian terdengarlah suara bel berbunyi. Asisten rumah tangga yang usianya masih muda membuka pintu utama itu.
"Selamat pagi , Nona. Adakah yang bisa saya bantu???". Sapa Asisten rumah tangga yang di ketahui bernama Ira itu.
" Selamat pagi, Mbak. Saya adalah teman dari Viola. Apakah teman saya ada di rumah????".
"Ada, Nona. Mari silahkan masuk. Saya panggilkan Non Vio nya dulu!!!!!".
" Terima kasih, Mbak!!!".
____
"Ehhh Maharani kan???". Ana yang kebetulan baru sampai, melihat Rani duduk sendirian di ruang tamu rumah itu.
" Ehh Tante!!!. Selamat pagi, Tante!!!". Rani berdiri lalu mencium tangan Ana dengan sopan.
"Loohh Vio nya mana???". Ana tidak melihat keberadaan Putrinya di tempat itu.
" Si Embak tadi baru memanggil Vio, Tante!!!".
"Ohhh ya sudah, tante masuk dulu ya. Atau kamu mau ke kamar Vio aja???".
" Silahkan Tante. Saya tunggu Vio di sini saja!!!". Jawab Rani sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu!!!". Ana masuk kedalam bersamaan dengan Vio yan baru muncul dari dalam.
" Sayang, Temenmu di ajak ke kamarmu saja sana. Biar nanti Ibu antarkan minuman dan beberapa camilan!!!".
"Iya, Bu!!!". Vio menjawab lalu menghampiri Rani.
....
" Rani!!!". Vio mengagetkan Rani yang tengah asyik dengan ponselnya.
"Ck. Ngagetin aja kamu!!!". Protes Rani tanpa menoleh ke arah Vio.
" Ke kamarku aja yuk!!!!". Vio langsung menarik tangan Rani.
"Vio????". Rani terkejut melihat penampilan Vio yang jauh berbeda dari biasanya.
" Yaaaaaa???". Vio menghentikan langkahnya.
"Kamu kok tampak lain???" Rani menatap Vio.
"Sssstttt... ayo ke kamarku ajah!!!". Vio menarik tangan Rani menuju kamarnya.
_____________
" Ayok masuk!!!". Vio membuka pintu kamarnya dan mereka langsung masuk ke dalam. Tidak lupa Vio menutup pintu lalu menguncinya.
"Kamu cantik banget tauk!!!!. Kenapa kamu nggak dandan kaya gini kalau ke sekolah???".
" Hahahaha cantik apanya????. Biasa aja!!!!".
Vio hanya tertawa.
Bagaimana Rani tidak terkejut????. Ini adalah kali pertamanya Ia melihat penampilan Vio yang berbeda dari biasanya. Hari ini Vio cantik dengan mini dresss di atas lutut warna biru langit motif daun kecil dengan variasi brokat di bagian bawahnya. Tidak lupa memakai pita putih di rambut ikal gantungnya yang sengaja Ia urai. Jangan lupakan lupakan bedak tipis di wajah dan lipgloss di bibirnya.
"Sejak kapan kamu pintar dandan???".
" Hmmmmm sejak aku menempati kamar ini. Ibu ku mengajari semua hal tentang merias!!!". Vio berkata apa adanya.
"Haaahhh??? Kenapa kamu ke sekolah tampilanmu berbeda???".
" Karena aku ingin memiliki teman yang mau menerima aku apa adanya. Bukan karena rupa ataupun uang. Aku mengerti posisiku. Aku bukan siapa siapa disini tanpa Ayah Awan. Aku tidak ingin dimanfaatkan oleh siapapun. Begitu pula aku tidak ingin memanfaatkan siapapun!!!".
"Sini, aku tunjukan!!!". Vio mengajak Rani untuk melihat isi lemari dan meja riasnya.
....
" Ini adalah lemari pakaianku. Ayah Awan yang mengisinya untukku".
Rani melihat isi lemari Vio, yang isinya tidak jauh berbeda dari isi lemarinya.
"Ini adalah meja riasku. Ini semua Ibuku yang membelikannya untukku. Dan ini adalah make up dengan warna kusam yang aku pakai bila aku berangkat ke sekolah dan pergi bersama kalian!!". Vio memperlihatkan satu set make up dengan merk ternama.
" Jadi?????".
" Seperti yang aku katakan tadi. Aku ingin memiliki orang orang yang tulus hati yang mau berteman denganku. Aku mohon jangan kamu beritahukan kepada siapa pun!!".
"Baik, aku mengerti". Rani paham dengan maksud Vio.
Tokk tokk.tokkk
" Iya...!!". Sahut Vio dari dalam.
"Buka pintunya, Sayang!!!". Terdengar suara Ana di balik pintu.
" Iya Bu!!!". Vio membuka pintu dan terlihatlah Ana beserta Mbak Ira yang membawa minuman dingin dan satu plastik kresek besar berwarna putih berisi beberapa camilan berukuran besar.
"Ini sayang, beberapa camilan, nanti sampahnya jangan di buang sembarangan!!!". Ana memberikan kresek besar berisi camilan itu pada putrinya.
" Iya, bu!!!. Terimakasih!!!". Ana hanya menganggukan kepala langsung keluar dari sana dan di ikuti Mbak Ira.
Vio pun kembali menutup pintu kamarnya, Sedangkan Rani mengobrak abrik isi Plastik kresek itu.
"Kakak mu kemana, Vi??". Rani bertanya sambil mengunyah makanan.
" Hangout sama temen temennya, pulangnya palingan sore!!!".
__ADS_1
derrrrttt .... deeerrrtt..... deerrttt .... deerrrrttt
Ponsel Vio berbunyi, tandanya ada panggilan masuk ke nomor telponnya.
" Siapa, Vi???".
Saat Vio melihat layar ponselnya, tertera dengan jelas nama 'Kak Andi' tertulis di sana.
"Kak Andi????". Rani terkejut setelah mengetahui bahwa Sepupunya menghubungi sahabatnya.
" Iya..." . Vio menjawab dengan ragu.
"Angkat aja nggak papa!!. Aku akan diam dan tidak akan mengganggu!!!". Rani mengetahui keraguan Vio.
-" Halo!!!"- Vio mengangkat panggilan telepon dari Andi.
-"Halo, Dek. Ganggu nggak nih???"- Suara dari seberang sana
-"Tidak, Kak!!"-
-"Sedang apa kamu???"-
-"Mmmm nggak ngapa ngapain!!"-
-"Berarti nggak sibuk ya ini???"-
-"Tidak"-
-"Mmm gimana kakimu???"-
-"Sudah baik, Kak. Sudah kering, tinggal tunggu pulihnya!!!". Vio menjawab apa adanya.
-"Ohh.. Syukur deh!!!"-
-"Hehe iya, Kak!!!"-
-"Ada acara nggak ini kamu hari ini???"-
-"Mau main sama Rani, Kak!!!"-
-"Yaudah deh"- Suara Andi yang kecewa terdengar sangat jelas.
-"Hmm maaf Kak, telepon nya udah dulu ya, di sambung lain waktu lagi!!!"- Vio merasa tidak enak pada Rani.
-"Jadi mau nih aku telepon lagi lain waktu???"-
-"Hmmmm I ya!!"- Jawab Vio ragu.
-"Oke aku tutup ya, Love you!!!!"- Suara Andi di seberang sana.
blusssshhh... pipi Vio semerah cabai busuk.
-"Sampai jumpa lagi maksudku!!!". Andi meralat kata katanya.
-"Oke, see you too!!!"- Dan panggilan telepon pun sudah berakhir.
.....
"Cieee Vio!!!".
" Apaan sih???".
"Love you!!! Love you!!!"
"Maksudnya itu See you bukan Love you!!!. Kamu nya yang salah dengar!!!". Pipi Vio semakin merah saja.
" Hehhh!!!. Kalau kamu tuli, maka telinga aku itu masih normal!!!!". Rani memperjelas.
Derrrttt derrtttt derrrtt derrtt dertttt...
"Ehhh bentar deh!!". Sebelum Vio meladeni ucapan Rani, ponsel Rani bergetar tanda ada panggilan masuk.
" Kak Andi???". Rani membaca nama si penelpon di layar ponselnya.
-"Halo!!"- Suara Andi terdengar di seberang sana.
-"Iya, Kak. Kenapa??"-
-"Kamu hari ini ada acara nggak????"-
-"Eehhh ada. Iya ada!!!"-
-"Sama Vio???"-
-"Ehhhh kok Kakak bisa tahu???"- Rani pura puta tidak tahu.
-"Ahh lupain"-
-"Gak jelas banget sih kak, jadi orang!!!"-
-"Aduh gimana ya???"- Andi kebingungan di sebrang sana.
-"Apanya yang gimana???"- Jawab Rani dengan nada jahilnya.
-"Ehhh... eee ahhh sudahhlah nggak jadi!!!"-
-"Yaudah. Terus ini maksudnya ada perlu apa Kakak telpon aku????. Ganggu aja tau nggak???"-
-"Memangnya kamu mau pergi kemana????"-
__ADS_1
-"Mmmmmmmm ke toko buku. Iya toko buku"- Rani menjawab spontan
-"Aku ikut dong, sekalian nebeng. Aku juga mau beli buku. Bawa mobilmu aja. Aku kesitu sekarang!!!"-
-"Apa apaan sihh???? Aku nggak di rumah sekarang!!!. Bilang aja kamu mau ketemu Vio kan???"-
-"Apaan sih???"- Andi menyangkal.
-"Yaudah, eh bentar deh. Vio nggak jadi ikut. Aku ke otw ke Rumah kakak sekarang ya!!!"- Rani punya ide untuk lebih menjahili Andi.
-"Hahh???"- Terdengar suara Andi yang terkejut.
-"Gimana??? Nih aku lagi siap siap mau ke situ!!!"-
-"Ehh ternyata belum edar di pasaran, buku yang mau aku beli!!!"- Alasan Andi membuat Rani tertawa.
-"hahahahhahaahahaa bilang aja kakak suka Vio!!!"- Pernyataan Rani membuat Andi salah tingkah.
-"Enggak kok!!!"- Andi menyangkal.
-"Apanya yang enggak???"- Rani melirik Vio yang mendengar obrolan tidak bermutu itu.
-"Iya Enggak!!?"-
-"Coba bilang, 'Aku nggak suka Viola'. Cepet!!!"- Rani masih menjahili sepupunya itu.
-"Eeeeeee hmmm eeee apa tadi???"- Di dengar dari suaranya saja sudah kelihatan bila Ia salah tingkah.
-"Banyak alasan!!!!. Cepet bilang 'Aku nggak suka Viola'. Ayokkk?!!". Rani mendesak Andi.
-"Eeeeee duuhhh aku eee aku hmmmm!!"- Andi semakin salah tingkah sedangkan wajah Vio sudah semakin memerah.
-"Kakak suka Vio kan???"-
-"Ehhh.. Sebenarnya hmm iya!!"- Jawaban Andi membuat Vio ingin berteriak.
-"Nahhh gitu!!!"- Rani tersenyum jahil ke arah Vio yang sudah menutup wajahnya dengan selimut tebal.
-"Sebenarnya aku sekarang baru bersama Vio. Ini Aku berada di kamarnya. Aku berkunjung ke rumahnya!!!"- Rani berkata dengan enteng.
Deggggggg..
Jantung Andi seperti sedang kelainan.
-"A apa???"- Andi semakin salah tingkah.
-"Nggak percaya????. Sebentar. Vioooooo!!!!!!"- Rani berteriak memanggil nama Vio.
Namun Vio hanya diam saja.
-"Sebentar....."- Rani mengubah panggilan telepon menjadi video call.
dan langsung terhubung.
Rani mengubah fokus kamera depannya menjadi kamera belakang. Dan terlihatlah gambar Vio yang sedang menutup wajahnya dengan selimut tebal di layar ponsel Andi. Rani bisa melihat dengan jelas wajah Andi yang memerah dan terlihat salah tingkah.
-"Ada yang mau di sampaikan???"- Rani tersenyum jahil.
-"Rani, kamu gila!!!!!"- Andi berteriak frustasi
- "Oke aku tutup ya, Love you, maksudku sampai jumpa lagi"- Rani menyindir Andi yang membuat Andi salah tingkah.
" Sudah, Ran!!!. Kamu tadi yang salah dengar!!". Vio membuka selimut yang menutup wajahnya tanpa tahu bahwa Rani mengalihkan panggilan teleponnya menjadi panggilan video. Dan Ia juga tidak tahu bahwa Rani memfokuskan kameranya ke arahnya.
Deggggg
Jantung Andi seperti berhenti tidak wajar.
Rani tidak berbohong. Rani benar benar bersama Vio. Dan apa ini???? Vio sangat cantik. Sama persis seperti saat dirinya melakukan video call kemarin.
-"Rani!!!!"- Andi berteriak di seberang sana.
-"Aku tidak berbohong kan kakak sepupuku sayang????. Hemmmmm?????"- Rani memasang wajah menyebalkan saat mengetahui ekspresi Andi.
-"Sudah, aku matikan sekarang teleponnya!!!"- Andi memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak.
_______________
"Ran... kasihan Kak Andi!!!". Vio bersuara setelah Rani meletakkan ponselnya.
" Hahahha biarin ajah. Aku nggak peduli. Dasar manusia sok dingin menyebalkan!!!".
"Hahahaha memangnya dia itu dingin???. Dia cerewet loh padahal. Dia mengobati luka ku, dia berulang kali menanyakan keadaanku dan juga chatingan sama aku lohh. Kalau dingin itu berarti dia harusnya kaku!!!".
" Karena dia suka sama kamu, Viola!!!". Rani sangat gemas pada Vio yang polosnya tidak kira kira itu.
tokk.tokk tokkkk tokkk...
Pintu kamar Vio di ketuk dari luar.
"Iya!!!". Vio menyahut sambil menuju ke arah pintu dan lalu membukanya.
" Makan dulu, Sayang. Rani diajak!!!".
"Iya, Bu!!!. Duluan saja!!!".
" Ya sudah, cepat!!!".
"Iya... !!".
__ADS_1