
Pertemuan mereka hari itu adalah pertemuan yang paling panjang. Sebab mungkin belum ada lagi kesempatan yang akan mereka dapatkan kembali setelah ini.
Hari ini adalah hari Selasa, hari dimana para murid di Sekolah itu sibuk dengan segala aktivitasnya masing masing.
"Hari ini akan di lakukan praktikum Kimia. Silahkan membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa. Setelah itu, salah satu dari anggota kelompok harus mengambil peralatan di ruang penyimpanan. Sedangkan yang lain silahkan ikuti saya ke laboratorium kimia!!!". Guru pengampu mata pelajaran Kimia memberikan intruksinya.
" Baik, Pak!!". Jawab mereka serempak.
Setelah mereka membuat kelompok praktikumnya, Berbondong bondonglah mereka menuju Laboratorium yang terletak di lantai ketiga di gedung itu.
_____________
"Di depan kalian sudah saya sediakan beberapa zat kimia yang akan berbahaya bila kalian tidak melakukan uji coba ini dengan benar, maka dari itu silahkan memakai alat pelindung diri masing masing". Guru tersebut memberikan intruksinya.
....
.....
....
"Silahkan amati satu persatu alat dan bahan yang sudah saya sediakan!!!".
" Ambil tabung reaksi, lalu masukkan gula sebanyak ½ tabung. Lalu masukan 15 mL air, aduk merata. Setelah itu tambahkan 1 mL Asam sulfat pekat lalu aduk. Kemudian.....................".
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa". Terdengar suara teriakan dari salah satu murid di tempat itu.
" Ada apa ini????". Guru tadi menghentikan intruksinya lalu menghampiri siswa yang berteriak tadi.
"Panassssssss!!!!". Salah satu murid itu terkena larutan asam sulfat pekat di salah satu kakinya.
" Siapa yang melakukan ini?????". Teriak Guru itu.
"Violaaa!!!". Feli menghampiri Vio yang sedang berteriak.
" Bawa ke UKS!!!". Guru itu memberikan perintah.
Seketika mereka panik, hingga pelaku penyiraman itu tidak bisa di temukan.
___________________
.Rumah Sakit.
Luka bakar akibat larutan kimia itu terlihat mengerikan. Malangnya nasib Vio hari ini, kaki sebelah kanannya melepuh parah. Pertolongan pertama pada kecelakaan yang tersedia di Sekolah itu tidak bisa menghentikan jeritan Vio yang terdengar menyayat hati.
Awan sangat panik, saat mengetahui putri bungsunya mengalami kecelakaan. Setelah mendapat laporan dari pihak Sekolah, Ia meninggalkan rapat penting perusahaan dan bergegas menuju Rumah Sakit yang di informasikan.
Sesampainya di IGD, Awan menghampiri putrinya yang sedang di tangani oleh para Dokter.
"Sayang, Siapa yang melakukan semua ini????. Katakan pada Ayah!!!". Awan memeluk putrinya itu dengan kasih sayang.
" Ini semua karena kecelakaan, Ayah!!!". Jawab Viola.
"Apakah kamu selalu mendapatkan perlakuan semacam ini, Sayang???". Tanya Ana.
Vio hanya diam saja, Awan menyimpulkan bahwa tidak hanya kali ini putrinya itu mendapatkan perlakuan seperti ini.
" Dokter, lakukan apapun yang penting kaki putri saya bisa pulih kembali!!!". Awan mendekati Dokter yang sedang merawat luka bakar di kaki Vio.
"Baik, Pak. Akan saya usahakan!!". Jawab Dokter dengan mantap.
...
...
...
...
" Sayang, Siapa yang menyebabkan semua ini???. Jangan takut. Ayah akan selesaikan tanpa mereka ketahui. Katakan pada Ayah, Nak!!!". Awan berusaha membuat Vio membuka suaranya.
"Aku tidak tahu, Ayah!!!". Vio berkata jujur.
"Huhhh.. Baiklah. Ayah pasti akan dapatkan mereka!!!". Awan bergegas keluar dari ruang itu.
" Nak, katakan pada Ibu!!!!. Apakah kamu sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan???". Ana mengelus lembut putrinya.
"Tidak, Ibu!!!. Ini semua karena murni kecelakaan saja!!!". Vio menjawab.
" Sayang, bukankah Ibu selalu mengajarkan bila kita tidak boleh berbohong???". Ana menatap manik mata Vio.
"Ibu, ini bukan karena unsur kesengajaan. Aku baik baik saja!!". Vio menenangkan Ibunya.
Saat Ana henda mencium kening putrinya itu, Ia menemukan sesuatu..
__ADS_1
" Sayang, dari mana kamu mendapatkan ini???". Ana memegang liontin yang sedikit usang yang tergantung di leher Vio.
"Ohhh... itu aku menemukannya di kursi taman kota!!". Jawab Vio berbohong.
" Kamu tidak berbohong kan???". Ana mencari celah kebohongan di mata Vio.
"Tidak Ibu, Liontin ini aku dapatkan saat aku dan temanku berkunjung di taman kota. Liontin ini terlihat cantik. Aku ambil lalu aku bersihkan dan sekarang aku pakai!!". Seratus persen jawaban dari Vio adalah kebohongan.
" Hmmm baiklah!!". Ana menghembuskan nafas lega.
"Memangnya ada apa, Bu????". Kini gantian Vio menatap ibunya dengan curiga.
" Tidak, mungkin hanya mirip, Sayang!!". Ana menjawab singkat.
____________________
.Taman belakang sekolah.
Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda.
"Bagus!!!. Ini bayaran untukmu!!!". Seorang siswi berambut panjang memberikan 10 lembar pecahan seratus ribuan pada salah seorang siswi lain di Sekolah itu.
" Terimakasih, Kak!!". Siswi tadi langsung menyimpan uang itu di saku roknya.
"Aku akan memberikan bayaran lebih mahal, bila kamu tadi bisa menyiram wajahnya. Tapi, ya sudahlah. Awas, bila ini bocor... Aku akan buat kamu menderita!!!". Ujar siswi berambut panjang itu.
" I iya, Kak. Terimakasih banyak!!!".
"Sudah, pergi sana!!!".
.....
" Rasakan kamu, itulah akibatnya bila kamu berani menggoda Andi!!!". Siswi berambut panjang itu tersenyum puas.
___________________
.rooftop.
Rani tergesa gesa mencari keberadaan Kakaknya, namun Ia tidak menemukannya dimana mana. Ponselnya pun tidak bisa di hubungi. Hingga Ia mencari ke Ruang kelasnya dan mendapat informasi bahwa Andi berada di rooftop gedung 1.
"Kakak!!!". Teriak Rani saat mendapati kakaknya sedang menikmati sepuntung rokok bersama teman temannya.
" Apa???". Andi membuang sepuntung rokok yang baru saja di hisapnya itu saat mendapati adiknya menuju ke arahnya.
"Ehhh Maharani!!!". Rio menghampiri Rani.
" Huuhhh... Ada apa, Dek???". Andi mendekati Rani yang melangkah maju ke arahnya.
"Kekasihmu kecelakaan, pagi tadi!!!". Seru Rani di telinga Andi.
" Sekarang dimana????". Andi terlihat panik saat mendengar berita itu.
"Sekarang di bawa ke Rumah Sakit Sehat!!". Jawab Rani,
Andi lalu berlari meninggalkan Rani tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Masih di tempat itu,
" Kak Rey, Ayo ikuti Kak Andi!!!". Rani menarik tangan Reyhan.
Kemudian, mereka berdua berlari mengikuti langkah Andi. Keempat teman Andi yang lain hanya terbengong melihat kedua temannya berlari meninggalkan mereka.
______________
.Rumah Sakit.
Vio terbaring dengan salah satu kakinya terbalut perban berwarna putih, dengan Ana yang menemaninya.
"Apakah masih terasa panas, sayang???". Ana menyentuh kaki Vio.
" Sedikit, Bu!!!". Vio menjawab dengan singkat.
"Apa kamu mempunyai masalah dengan orang lain, sayang???". Ana bertanya dengan lembut.
" Aku merasa tidak mempunyai masalah dengan siapapun, Ibu. Ini murni kecelakaan saat aku melakukan praktikum Kimia di Laboratorium pagi tadi!!!".
tok tok tok tok..
Pintu rawat Vio ada yang mengetuk dari luar. Ana kemudian membukakan pintu untuk tamu yang datang.
"Siang Tante!!". Andi mencium tangan Ana dengan hormat dan di ikuti oleh dua orang di belakangnya.
" Ini teman teman Vio, ya?????. Mari masuk, Nak!!!". Ana menyapa ketiga orang di hadapannya lalu mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
"Iya, Tante!!". Jawab Andi.
"Ini Maharani, kan???". Ana mengenali Rani yang berada di belakang Andi.
" Iya, Tante. Saya mau menjenguk Viola, Tante!!!". Jawab Rani.
" Yasudah, Tante tinggal dulu sebentar ya, Nak!!!".
"Iya, Tante!!". Jawab mereka bertiga bersamaan. Lalu Ana keluar sambil menutup pintu.
" Sayang, Kamu nggak papa????". Andi mendekati Vio yang terbaring di brankar Rumah Sakit.
"Aku nggak papa!!". Jawab Vio sambil tersenyum.
" Maaf aku baru tahu bahwa kamu mengalami kecelakaan, Sayang!!". Andi mendekap Vio kemudian mencium keningnya
Vio hanya menganggukkan kepalanya.
" Ceritakan apa yang terjadi, Sayang!!!". Vio masih berada di pelukan Andi.
"Aku tersiram larutan Asam sulfat pekat saat praktikum Kimia di Laboratorium Sekolah pagi tadi!!". Penjelasan Vio membuat ketiga siswa di depannya kaget.
" Bagaimana bisa???. Bukankah kamu mengenakan pakaian pelindung???". Andi yang juga termasuk siswa Kelas IPA, mengetahui prosedur melakukan praktikum.
"Entahlah, tiba tiba kakiku rasanya seperti terbakar".
" Apakah kamu tahu, siapa yang melakukan ini???. Sebab ini tidak masuk logika sayang".
"Aku tidak tahu. Tidak baik bila menuduh orang sembarangan!!!". Perkataan Vio membuat Andi menghentikan asumsinya.
"Sayang, aku pasti akan mencari tahu pelakunya!!!". Ucap Andi sambil sesekali mengecup puncak kepala Vio yang masih berada di dekapannya.
Ceklekk...
Pintu terbuka tiba tiba, Awan tiba tiba masuk ke ruang rawat putrinya itu. Sedangkan Vio yang masih berada di dalam pelukan Andi tampak gelagapan.
" Ekkkhem!". Awan mendekati mereka.
"Maaf, Om!!". Andi yang kaget lalu menguraikan pelukannya kemudian hanya menundukan kepalanya.
" Kamu pacar putri saya???". Awan menatap Andi.
"Eeemmm Iiiiiyyyy yaaaa, Om!!". Andi menunduk ketakutan, sedangkan Rani dan Rey tertawa dalam hati.
" Jangan menunduk!!. Saya tidak akan memakanmu!!!". Awan menatap geli ke arah Andi yang gugup.
"Iiiyyy yyya, Om. Saya minta maaf!!". Andi memberanikan diri menatap Awan.
" Florentinus Andika???". Awan mendekati Andi yang berdiri di samping Vio yang sedang terbaring. Sambil membaca Name tag yang terpasang pada baju seragam Andi.
"Iiyyyy yyaaa, Om!!!". Jawab Andi gugup.
" Kamu yang mentransfer uang 20 juta ke rekening putri saya beberapa bulan yang lalu???". Awan mengingat ingat nama itu.
"Iyyya Om!!!. Saya mau bertanggung jawab atas sekuter matic Vio yang tidak sengaja saya serempet, Om!!!".
"Hemmmmm!!!!. Sudah berapa lama kalian berhubungan???". Awan mulai mengintrogasi.
"Lima bulan, Om!!!". Andi kembali menundukan kepalanya.
" Hmmmm....!!".
"Maaf, Om. Bukannya saya mau berniat kurang ajar!!!". Andi masih menundukan kepalanya.
" Hmmmmm... Boleh kamu berhubungan dengan putri saya. Asalkan jangan sampai kelewat batas!!!!!". Awan lalu mendekati putrinya sedangkan Andi hanya mengangguk.
"Putrinya Ayah sudah punya pacar????. Kenapa tidak di bawa ke rumah???? Hemmm???". Awan mengelus kening Vio.
" Maaaf Ayah!!!". Vio menunduk takut.
"Ada apa ini???? Kok suasananya seperti sidang pembunuhan???". Ana yang baru masuk melihat situasi yang menurutnya canggung.
" An, kenalan dulu sama calon mantu!!!". Awan menarik tangan Ana sambil tersenyum jahil ke arah Vio.
"Apa maksudnya, Mas????". Ana tidak paham dengan keadaan di depannya.
" Ini adalah calon menantu kita!!". Awan menyentuh bahu Andi.
"Hahhh???". Ana menatap Awan bingung.
" Saya pacar Viola, Tante!!!". Andi terlihat gugup hingga mengeluarkan keringat dingin.
"Ohhh... Iya. Nggak papa!!!". Ana tersenyum kearah mereka.
__ADS_1
" Yaudah, terusin lagi acara peluk pelukannya!!!". Awan tersenyum jahil ke arah Andi, yang membuat Andi dan Vio menjadi canggung.
"Apaan sih Ayah!!!". Wajah Vio bersemu merah.