
Seperti biasanya, Viola berangkat pagi pagi. Hari ini Ia sudah berangkat sendiri mengendarai sekuter maticnya. Kakinya juga sudah baik, tinggal menunggu kulitnya pulih. Sehingga perban di kakinya sudah di lepas.
Menaiki anak tangga demi anak tangga, Ia bergegas menuju ruang kelasnya. Disaat Ia hendak memasuki ruang kelasnya, tiba tiba...
Bukkkkkk. Seseorang melemparinya dengan sebuat kotak kecil seukuran kotak makan siang. Ia masih dalam posisi berdiri, di bukalah kotak itu dan nampaklah isinya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa". Teriak Vio saat membuka kotak itu.
" Vio???". Feli yang baru datang, kemudian menghampiri Vio yang berteriak sangat kencang.
"Kamu kenapa, Vi????". Feli mendekati Vio yang terduduk di lantai.
" Lihat itu!!!". Vio menunjuk sebuah kotak yang tergeletak dilantai.
"Siapa yang mengirimkan ini???". Feli bertanya pada Vio.
"Aku tidak tahu!!". Vio gemetar mendengar isi surat yang di bacakan oleh Feli.
" Kamu beneran mendekati Kak Andi???". Feli menatap Vio curiga.
Vio tidak menjawab dan hanya menangis sesenggukan.
"Ayo masuk dulu!!". Feli membantu Vio berdiri sambil membereskan kado tidak terduga itu untuk di buang.
" Jangan dibuang, Fel!!!". Vio merebut kotak itu lalu memasukan ke dalam tasnya.
"Kenapa???". Feli menatap Vio curiga.
"Sebentar!!". Vio mengotak atik ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Setelah dering ketiga, panggilan telepon itu terhubung dengan seseorang di seberang sana.
" Halo, sayang???". Suara Andi dari seberang sana.
"Kakak dimana???". Vio berterus terang.
" Aku di rooftop gedung 1. Bersama sahabat sahabatku!!". Jawab Andi.
"Bisa temui aku nggak sekarang, ini penting!!!!". Vio to the point tanpa basa basi.
" Baik, tunggu aku di ruanganku. Aku kesana sekarang!!". Andi memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.
...
"Fel, temani aku ya!!". Vio menarik tangan Feli menuju ruang kesiswaan.
" Kita mau ngelaporin ini ke kesiswaan, Vi???".
"Kamu akan tahu nanti, Fel!!". Vio menunggu kedatangan Andi.
Beberapa menit kemudian, Andi dan Rey datang.
__ADS_1
" Sebentar!!!". Andi membuka pintu yang terkunci itu.
"Baik, silahkan masuk!!". Andi mempersilahkan mereka masuk lalu menutup pintu itu.
" Mmmm... aku ingin menyampaikan ini!!!". Vio mengeluarkan kado itu dan menyerahkannya ke Andi dengan gemetar.
"Tapi saya tidak ulang tahun hari ini!!". Andi menjawab pura pura cuek sebab ada Feli di sana.
" Buka dulu, Kak!!". Kini Feli yang bersuara.
Andi membuka kotak itu dan terkejutlah Ia akan isinya. Sebuah kotak berisi boneka barbie dengan wajah yang di hancurkan dan seperti tertumpah obat merah serta sepucuk surat yang di tulis dengan tinta merah.
" Jauhi Andika, bila wajahmu tidak ingin seperti boneka ini!!". Begitulah isi surat yang di baca oleh Andi.
"Siapa yang mengirimkan ini??". Andi tidak bisa menahan amarahnya.
"Aku tidak tahu, tadi ada yang melemparnya padaku, saat aku hendak memasuki ruang kelasku!!". Vio masih gemetar.
" Sayang, jangan takut. Ada aku disini!!". Andi memeluk Vio di depan Rey dan Feli yang berada di ruangan itu.
Feli terkejut melihat pemandangan di depannya dan Ia hanya menyimak, tidak ingin berkomentar.
"Kita sudahi saja hubungan ini, Kak. Ini sepertinya bukan hanya sekedar ancaman!!!". Vio mengatakannya dengan tubuh gemetar dan air mata yang mengalir.
" Ssstt... jangan bicara seperti itu, aku akan tetap berusaha melindungimu, sayang. Aku berjanji!!!. Jangan takut dengan ancaman itu!!". Andi menghapus air mata Vio.
"Aku takutt!!". Vio menatap Andi.
" Jangan takut, sayang!!!. Aku pasti akan menemukan pelakunya!!". Andi menengangkan Vio yang berada di dalam pelukannya.
" Tidak sayang. Bertahanlah bersamaku!!!". Andi mengecup puncak kepala Vio dengan lembut.
"Kak Andi????? Viooo????. Jelaskan tentang apa yang baru saja aku lihat!!". Feli menatap Andi dan Vio secara bergantian.
Andi hanya diam tidak bersuara, tidak menggubris pertanyaan Feli.
" Kak Rey, sebenarnya apa yang terjadi????". Feli ganti bertanya pada Rey yang berdiri di sampingnya.
"Bukan wewenang aku untuk menjelaskan!!". Rey menjawab singkat.
" Vi???. Kamu pakai make up???". Feli melihat make up Vio yang luntur karena air mata.
"Sayang, bersihkan dulu wajahmu kemudian jelaskan pada sahabatmu itu!!!". Andi menatap Vio yang menegang.
.......
Beberapa saat kemudian, Vio keluar dari bilik kecil di sudut ruangan itu.
" Viola????". Feli sangat terkejut melihat wajah Vio yang jauh berbeda dari yang biasa Ia lihat.
"Sayang, Aku sudah meminta teman temanku untuk menyelidiki siapa pengirimnya!!". Andi mendekati Vio sambil mengelap wajah kekasihnya itu dengan handuk kecil yang Ia bawa.
__ADS_1
"Kita sudahi dulu saja hubungan ini, Kak!!!". Vio menatap Andi dalam.
"Tidak. Aku tidak akan pernah mengakhiri hubungan kita. Sampai kapanpun!!!". Andi menangkup kedua pipi Vio.
" Ekkhemmm!!!. Viola, jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya bila kamu masih anggap aku sahabatmu!!". Feli tidak tahan dengan pemandangan di depannya.
"Kak Andi adalah kekasihku, Fel. Maaf!!!". Vio menundukan kepalanya.
" Baik baik baik.. oke , aku sudah lihat dengan jelas. Tapi, bagaimana dengan wajahmu????". Feli menatap Vio.
"Aku hanya ingin mencari sahabat dan kekasih yang tulus. Itu saja!!!". Vio menjawab dengan jujur.
" Baik, aku paham!!". Feli menatap Vio dengan tersenyum.
"Tolong rahasiakan ini ya, Fel. Aku mengajakmu kesini karena aku percaya sama kamu!!". Vio menatap Feli.
" Pasti, Vi!!". Feli memeluk Vio dengan hangat.
"Ekkkhemmm!!". Suara Rey menginterupsi.
" Boss, sepertinya ada pihak yang sudah mengetahui hubungan kalian!!!". Rey menyuarakan pendapatnya.
Andi mengangkat wajahnya dan menatap Rey.
"Apa maksudmu???".
" Boss, coba hubungkan kejadian dan peristiwa yang menimpa Viola!!!. Mungkin semua ini berhubungan". Rey mengeluarkan isi pikirannya dan Andi hanya menganggukan kepalanya.
"Sayang, mending kita akhiri saja hubungan kita!!!". Vio mendekati Andi dan menatapnya dalam.
" Tidak, sayang!!!".
"Aku mohon, ini untuk sementara. Kita tetap berteman seperti dulu!!!". Vio menatap Andi dengan air mata di pipinya.
" Baik. Bila itu mau kamu. Tapi, ijinkan aku memelukmu sekarang!!". Andi menangkup kedua pipi Vio lalu memeluk tubuh kekasihnya itu yang mungkin saja sebentar lagi status mereka akan berubah menjadi mantan kekasih.
"Tentu!!". Vio menyambut pelukan Andi dan menghirup aroma citrus yang sangat Ia suka itu. Ini pelukan terakhir mereka, mereka merasakan perasaan yang sakit di hati mereka, dengan air mata yang mengalir deras di pipi mereka.
"Aku mencintaimu, Violaku!!!. Tunggu aku dan jangan kemana mana!!!. Ini untuk sementara, Berjanjilah!!!!". Andi mengecup kening Vio, lalu turun ke hidung kemudian sampai ke bibir Vio yang manis. Dengan air mata yang mengalir deras, Ia meluapkan emosinya dengan mengecup lalu mellllumat serta memperdalam ciuman mereka, menyalurkan rasa cinta di hati mereka, yang sebentar lagi akan selesai. Mereka tidak memperdulikan Feli dan Rey yang berada di tempat yang sama dengan mereka.
"Aku pasti merindukan saat saat bersamamu seperti ini, Sayang!!". Andi mendekap Vio kedalam pelukannya.
" Aku mencintaimu, Viola!!!. Sangat mencintaimu, sejak pertama kita bertemu satu setengah tahun yang lalu!!!". Air mata Andi mengalir deras.
"Berjanjilah padaku untuk kembali padaku. Aku akan menyelidiki pelaku teror ini, dan kita akan segera bersama lagi!!". Andi menggenggam tangan Vio.
" Iya, Kak Andi!!". Vio menahan perih di hatinya, berpisah dengan seorang yang sangat Ia cintai. Padahal baru kemarin Ia berjanji pada Ibunya untuk bertahan.
"Panggil aku dengan sebutan sayang, sebelum kita berpisah sayang!!".
" Iya, Sayang..... aku menunggumu!!!. Sesungguhnya aku pun tidak ingin berpisah denganmu!!!". Vio mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Sudah, Sayang. Bersihkan wajahmu lalu tutup kembali wajah yang hanya milikku itu!!". Andi melepaskan Viola hari ini.
" Rey, aku pergi dulu dan jangan lupa kunci kembali pintu ini!!". Andi dengan perasaan yang tidak karuan, pergi meninggalkan ruangan itu, sejujurnya Ia sangat kecewa pada Viola yang tidak mau Ia ajak untuk bertahan dan melewati ini sama sama.