Viola

Viola
25


__ADS_3

Sesampainya di luar UKS,


"Kakak berhubungan dengan Viola??? Bagaimana bisa???". Rani bertanya pada Andi sambil berbisik.


"Iya bisa!!!".


" Jadi selama ini??????".


"Iya, gara gara kamu juga yang menjebak Kakak waktu itu!!".


" Kok gara gara aku???".


"Iya Kamu yang mendesak kakak mengakui perasaan kakak ke Viola!!". Jawab Andi tak kalah berbisik.


" Jadi waktu itu????". Rani baru mengingatnya.


"Kakak menyatakan perasaan kakak padanya, ternyata dia juga punya perasaan yang sama!!!".


" Dan tunggu!!!.. Kenapa kakak nggak bilang???".


"Karena dia tidak ingin hubungan ini di ketahui oleh orang lain!!". Andi menjelaskan.


" Tapi Kak Rey kok bisa tahu???".


"Awalnya Vio nggak setuju, tapi setelah aku jelaskan, dia akhirnya setuju".


"Jadi, selama ini... Kakak selalu ada di sekitar Vio karena kakak memperhatikan dia???. Dan pura pura cuek sama dia?????".


" Iya!!".


"Terus tadi, Kak Rey datang bawa Hoodie hitam. Itu milik Kakak kan????".


" Iya!!".


"Yaaampun Kakak!!. Awas saja bila kakak buat Vio menangis!!".


" Iya!!".


"Kenapa Vio memilih berdandan seperti itu bila ke sekolah??. Padahal dia itu cantik sangat cantik". Andi menanyakan rasa penasaran itu pada Rani.


" Kakak tahu????".


"Iya!!!".


" Lebih baik kakak tanya sendiri pada kekasih kakak itu!!".


"huhhhh!!".


" Besok temenin Kakak ya, Ran!!".


"Kencan??? Iya??". Rani bisa menebak isi kepala Andi.


" Hehehehe.. tapi di rumahmu aja, Papa sama Mama baru ke Prancis kan???".


"Huuuhh... Nggak mau!!". Jawab Rani tanpa berfikir.


" Ayolahh... Aku akan belikan sepatu incaran kamu kemarin!!". Andi merayu Rani.


"Tambah mini dress yang kemarin baru aku mau!!".


" Kamu mau meras kakak?????". Andi protes.


"Meras gimana sih?????". Rani pura pura tidak paham.


" Sepatu itu harganya 15 juta, sedangkan mini dress yang kemarin itu adalah brand luar dengan harga 80 juta!!!". Andi sedikit meninggikan suaranya.


"Oke, kalau kakak nggak mau. Aku juga nggak mau!!". Suara Rani memancing beberapa pasang mata melihat ke arahnya.


" Huhhhh... oke. Iyaa, sebentar!!". Andi mengotak atik ponsel nya.


"Sudah Kakak transfer 100 juta ke rekening kamu!!!". Andi memperlihatkan layar ponselnya yang tertera bukti transfer ke rekening Rani.


" Oke, akan aku siapkan kamar buat kalian bulan madu besok pagi!!!". Rani tersenyum jahil.


"Ngawur kamu!!!!. Kakak ini bermoral dan bukan bajingan, enak saja!!". Andi menjitak dahi Rani.


" Hahahaa kirain kalian.......!!!!!!".


"Ngawur... Kakak itu masih suci tauk, Kakak nggak pernah neko neko, nggak kaya kamu!!!!. Yang hobinya sosor sana sosor sini sampai kakak saja kamu sosor!!!". Andi memancing keributan dengan adiknya itu hingga menjadi pusat perhatian.


" Heehhhh... itu bukan sosor taukkk... itu tandanya aku sayang sama kakak!!!". Rani membela diri.


"Sama aja!!!. Itu namanya kamu suka sosor sosoran!!!".


mmmuaaachhh mmuuaaaccchhh mmmuuaaacchhh


Rani mengecup beberapa bagian wajah Andi depan banyak orang yang menonton adu mulut itu, Sorakan siswi siswi penggemar Andi riuh terdengar.

__ADS_1


" Dasar cewek murahan!!".


"Heiii... najis najis..!!".


" Cewek p************!!".


"Murahaan!!!".


" Apa???. Kalian nggak suka???". Rani melirik ke arah siswi siswi itu.


Dannnnnn.... emmmmmmuuuaaaccchhhhh, Rani menyambar bibir Andi di depan para penggemar Andi.


"MAHARANI SEPTIA SANDY!!!!. Siapa yang mengajari kamu???". Teriak Andi setelah berhasil melepaskan diri dari ciuman yang mengandung gigitan yang dilakukan Rani.


" Rasa rokok!!. Kakak habis ngerokok ya???".


Pintu UKS terbuka, menampilkan Viola dengan seragam barunya.


" Ada apa Ran, Kok Kak Andi teriak teriak???". Ternyata Vio mendengar teriakan Andi.


"Enggak, aku cuma ngajari dia. Supaya dia bisa cium kekasihnya dengan benar, nggak hanya bisanya cium rambut!!!". Jawab Rani dengan frontal.


" MAHARANI!!!!!!". Andi berteriak dengan keras.


"huuuuuuuuuuuuu!!!". Sorakan para penggemar Andi terdengar riuh.


"Kalian BUBARRR!!!". Andi menatap tajam ke arah kerumunan itu.


Setelah kerumunan itu bubar,


" Kamu jangan dengerin dia, Oke!!".


"Apa sih, Kak???". Vio kebingungan.


" Dia itu sesat, sayang!!". Andi berkata lirih sambil menunjuk ke arah Rani.


"Heiii.. aku itu ngajarin Kakak, biar nggak kaku. Masa punya kekasih kok ciumnya cuma pucuk kepala!!!". Rani membela diri.


" Sudah, Kakak mau ke kelas. Sebentar lagi bel masuk berbunyi!!!". Ujar Andi setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


Vio dan Rani juga menuju ruang kelasnya setelah bel tanda dimulainya aktivitas belajar di sekolah itu di bunyikan.


___________________


.Kantin.


Tidak terasa, sekarang sudah waktunya istirahat. Vio, Rani, Feli dan Bella juga berada di sana untuk menikmati makan siang mereka sambil ngobrol basa basi.


Andi mengotak atik ponselnya untuk mengirimkan Chat pada kekasihnya itu.


πŸ–€LoveπŸ–€


^^^Sayang....^^^


^^^Aku di depanmu!!!!^^^


Iya, sayang!!!


________________


Vio menengok ke arah Andi, dan mendapati kekasihnya itu diam menunduk, memainkan ponselnya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€Citrus πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Sayang....


Aku di depanmu!!!!


^^^Iya, sayang!!!^^^


^^^Kamu kok diem??? Nggak makan????^^^


Aku udah makan, sayang..


Aku di sini karena aku ingin melihatmu.


Aku merindukanmu, sayang!!!πŸ€—πŸ€—


^^^Aku juga sangat merindukanmu!!!^^^


^^^πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—^^^


Besok kita ketemu, sayang!!!


^^^Tapi aku ada janji dengan Rani,^^^


^^^feli dan bella.^^^

__ADS_1


Tenang saja, pasti nggak jadi kok


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


^^^Lohhh kok gitu???? 🀨🀨🀨^^^


Karena Rani pasti memihak aku!!!


☺☺☺☺☺


^^^😏😏😏😏^^^


_____________


Nampak di penglihatan Rani, bahwa Vio hanya mengotak atik ponselnya sambil tersenyum dengan rona merah di wajahnya. Lalu Rani mengedarkan pandangannya, di lihatlah Kakaknya itu sedang duduk tidak jauh dari sana sedang bermain ponsel bersama teman temannya.


"Vi!!!". Rani menyenggol lengan Vio.


" Iya???". Vio menolehkan ke samping.


"Makan... jangan main ponsel!!". Rani menegur Vio. Terjawab sudah rasa penasarannya selama ini, Vio selalu memainkan ponsel lalu tersenyum tidak jelas, bila di tanya selalu menghindar. Dan ternyata di balik itu ada Kakaknya yang selalu berada di sekitarnya


" Iya!!". Vio meletakkan Ponselnya lalu makan makanan yang terletak di depanya.


"Mmm guysss... Maaaf banget, besok aku nggak bisa hangout sama kalian... Aku ada acara sama Kakak sepupuku. Minggu mungkin sepulang aku dari gereja, aku bisa!!!". Rani membatalkan rencana mereka.


" Yaahhhh nggak seru dong kalau cuma bertiga!!!!!". Feli menanggapi.


"Besok minggu sajalah, aku tunggu kalian pulang dari gereja!!!". Bella setuju di hari minggu.


" Iya udah, aku juga setuju. Gimana kalu Vio???". Feli melihat ke arah Vio yang sedang menikmati makanannya.


"Iya, ikut aja aku!!!". Vio setuju.


Tiba tiba.......


" Ohhh.. Kamu yang tadi pagi buat kehebohan di depan UKS itu?????". Nampak Shasha dan kedua temannya menghampiri Rani.


"Kalau iya, Kenapa????". Rani mengakui dengan berani.


Byurrrrr...


Tiga gelas es teh manis di guyurkan ke kepala Rani.


" Apa apan sih???? kampungan!!". Rani berteriak hingga membuat seluruh pasang mata yang ada di tempat itu menoleh ke arahnya.


"Apa apaan katamu???? Kamu sudah mencium kekasihku!!!". Teriak Shasha tanpa mengetahui bahwa Andi juga masih berada di tempat itu.


" Hahahahahahahhaa apaa???? kekasihmu??? Siapaaa????". Rani malah tertawa terbahak bahak.


"Andi!!". Shasha berteriak dengan yakin.


" Hahhh????? hahahahahahahahahahhaaaa!!!". Rani malah tambah tertawa mendengar lelucon Shasha.


"Berani beraninya kamu mencium kekasihku di depan banyak orang!!!". Shasha mengambil satu gelas berisi es teh manis dari meja Rani, kemudian mengguyur Rani lagi.


" Hahaahhaa... Apa salahnya aku menciumnya??? Aku sudah terbiasa menciumnya bahkan tidur satu kasur juga sudah terbiasa!!!".


"Dasar p***********!!!". Shasha sudah sangat terbakar emosi.


" Apa salahnya??????". Rani masih santai. Sebab Ia tahu bahwa Kakaknya sedang tersenyum ke arahnya.


"Salahhh.... karena dia itu kekasihku!!!". Shasha mengucapkan itu dengan lantang tanpa urat malu sedikitpun.


" Ohh yaaa???? Aku Tahu Kakakku mempunyai seorang kekasih, tapi sayangnya bukan kamu!!!". Jawab Rani dengan santai.


"Apa maksudmu????". Shasha menurunkan suaranya.


" DIA, FLORENTINUS ANDIKA ADALAH SATU SATUNYA KAKAK SEPUPU KU!!!!!!". Rani berteriak sembari menunjuk ke arah Andi yang sedang duduk manis sambil tersenyum mengejek ke arah Shasha. Dan alangkah terkejutnya Shasha saat mengetahui bahwa Andi berada di sana.


"Apa katamu????". Shasha menajamkan pendengarannya.


" APA KAMU TULI??? DIA, ADALAH KAKAK SATU DARAH DENGANKU!!! AYAHNYA ADALAH KAKAK KANDUNG PAPAKU. DAN MAMAKU ADALAH IBU SUSU NYA!!!!!". Rani kembali menunjuk ke arah Andi.


"Baik, aku minta maaf!!". Shasha terlihat sangat malu.


" MAAF KATAMU???. YANG SUDAH MENGAKUI KAKAKKU SEBAGAI KEKASIHMU???? DAN MENGATAI AKU P****** SERTA MENYIRAM AKU DENGAN AIR ES?????". Rani bangkit dari tempat duduknya, Rani terlihat sangat emosi.


"Dek, Ayo ke UKS. Nanti Kakak belikan seragam baru di koperasi!!!". Andi mendekati adiknya itu lalu melepaskan baju seragamnya untuk menutupi atasan Rani yang menjiplak.


" Kalian, ikut saya!!!. Biar makanan kalian Rey yang urus!!!". Andi menunjuk ke arah Vio dan teman temannya.


"Kak, aku harus beri dia pelajaran!!". Rani enggan di bawa kakaknya pergi.


" Dek, kenapa kamu nggak nurut sama kakak???". Andi memeluk adiknya itu dengan kasih sayang.


"Andi, aku aku minta maaf!!!". Ucah Shasha pada Andi. Namun Andi tidak menanggapi sama sekali.

__ADS_1


" Kakak akan turuti semua kemauan kamu, Tapi, Kakak mohon... ganti baju dulu ya, Lihatlah banyak serigala lapar yang memandangmu!!!". Andi masih berusaha melindungi adiknya itu dari banyak pasang mata laki laki yang memandang lapar ke arah Rani.


Akhirnya Rani mau menuruti perkataan Andi.


__ADS_2