Viola

Viola
69


__ADS_3

Matahari pagi memberikan semangatnya untuk Andika yang akan menghadapi ujian kelulusan. Waktu satu minggu yang menentukan apakah Ia bisa layak di sebut peraih peringkat pertama kelulusan dari Roses International atau tidak.


_____


Di Rooftop gedung 1.


Enam pemuda yang sedang menikmati rokok filter, sedang menunggu bel tanda ujian di bunyikan. Dengan santai dan memiliki otak yang memang di atas rata rata, mereka yakin bisa lulus bahkan tanpa belajar semalam suntuk.


"Sayang!!!". Rani menghampiri Rey yang sedang memainkan asap rokok dengan bibirnya.


"Kamu???". Rey mematikan sebatang rokok yang baru saja dia sesap satu kali, kemudian mengacak surai rambut istrinya.


"Ran, Vio mana???". Tanya Andi sambil memainkan asap rokok dari mulutnya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rani.


"Ada, sebentar juga dia nyampai sini!!". Rani menjawab.


Andi menganggukkan kepalanya.


"Nih kartu peserta ujianmu ketinggalan di atas kasur tadi!!". Rani menyerahkan sebuah kartu yang mirip dengan kartu tanda penduduk itu kepada suaminya.


Sontak kelima sahabat Rey tampak terkejut mendengar suara cempreng Rani. Tunggu!!. Kecuali Andi. Dia sangat cuek bahkan tidak peduli sama sekali.


"Gila kamu Rey, sekarang ujian sekolah eh semalam bobok sama pacar!!". Jojo berteriak karena terkejutnya. Sedangkan Rani merutuki kebodohannya.


"Dia istriku!!". Jawab Rey dengan santai sambil memeluk pinggang Rani dengan posesif.


"Hah!!!". Keempat sahabat Rey nampak tambah terkejut.


"Aku dan Rani menikah satu tahun yang lalu. Tanpa ada yang tahu kecuali keluarga dan Gereja". Rey berkata jujur setelah menghela nafas berat.


"Berarti kamu tahu dong, An???". Rio menyenggol Andi yang masih dengan posisi yang sama yaitu memainkan kepulan asap rokok dengan mulutnya.


"Tahu!!". Jawab Andi singkat.


"Gila gila gila... Menang banyak dong kamu, Rey!!!". Dio yang sedari tadi diam kini berkomentar.


"Diam. Jangan sampai ada yang tahu. Hanya kalian yang mengetahui fakta ini!!!". Rey bersuara.


Akhirnya keempat sahabat Rey diam dan tidak bersuara.


Cup!!!.


Andi yang sedang menikmati minuman kaleng, terkejut saat pipi kirinya merasakan sebuah kecupan hangat.


Sontak Andi menolehkan kepalanya ke arah kiri.


"Hehehehehehe!!!". Vio malah cengengesan mendapati wajah Andi yang terkejut.


"Kamu???". Andi mengacak rambut Vio dengan gemas.

__ADS_1


"Kok nggak belajar???,, Malah merokok di sini???". Vio berkata dengan lembut.


"Andi mah nggak perlu belajar, juga nilainya sempurna, Vi!!!". Jojo menyahut.


"Oh ya???". Vio nampak tidak percaya.


Andi menghendikan bahunya.


"Dia pinternya kebangetan, gila. Nilai ujian nasional sekolah menengah pertama saja dia rata rata 10". Dio menjelaskan dengan bangga prestasi Andika.


"Hah????". Vio tambah tidak percaya.


"Kak Andika ini memang otaknya kelainan, Vi!!!. Lain dari yang lain!!!". Rani ikut bersuara.


"Dia nggak perlu belajar, sambil mata terpejam pun dia bisa lulus dengan nila sempurna!!!". Yoga ikutan nimbrung.


"Dia peringkat pertama dalam nilai akademik apapun. Dan nilainya semuanya sempurna!!!". Jojo berkata sambil menunjuk ke arah Andika.


"Sudah kalian membualnya????". Andi berkomentar sebab telinganya sudah merasa tidak nyaman untuk mendengar ocehan mereka.


"Benar seperti itu ya, Sayang???". Vio bertanya pada Andi.


"Enggak. Mereka semua itu cuma omong kosong, Sayang!!!. Lebay semua, mana ada nilai ujian rata rata 10????". Andi menyanggah celetuk celetuk nggak jelas dari semua sahabat serta Adik perempuannya.


"Nggak usah merendah gitu kalik, An!!!". Jojo menanggapi.


Andi malah menatap Jojo dengan tajam.


"Sayang, semangat ya ujiannya!!!. Jangan lupa berdoa!!!. Aku mau masuk kelas dulu!!!". Vio berkata dengan lembut lalu melangkah meninggalkan Andika.


Greppp!!.


Andi meraih tangan Vio lalu membawa gadis itu kedalam pelukannya.


"Terimakasih, Sayangku!!!". Andi mengecup puncak kepala Vio dengan lembut.


Vio menganggukan kepalanya singkat.


"Sebentar!!!". Andi menahan Vio di dalam pelukannya tanpa menghiraukan sorakan dari para sahabatnya.


"Sayang, ini jam pertama Matematika. Aku tidak ingin di hukum oleh Guru!!!". Vio berusaha melepaskan pelukan Andi namun Andi malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Aman, semua guru bidang study sedang menghadap Ayahku sekarang. Dan jam pertama adalah jam kosong!!!". Andi berbisik di telinga Vio.


"Disini sama aku ya!!!". Andi melanjutkan perkataannya.


Vio menganggukan kepalanya.


"Sayang, mau minum???". Andi menyodorkan minuman kotak rasa buah kepada Kekasihnya.

__ADS_1


"Mau!!". Vio menerima minuman kotak itu dengan mata berbinar.


"Setelah Ujian kita ke puncak, yuk!!!". Yoga bersuara.


"Boleh!!!".


"Ok!!".


"Ayok!!".


"Oke, tapi Rani ikut ya!!!".


Jawab Jojo, Rio, Dio dan terakhir Reyhan secara bersamaan.


"Kalau kamu gimana, An???". Yoga menunggu jawaban Andika.


"Gimana, Sayang????". Andi malah bertanya pada Vio.


"Kok nanyanya ke aku????". Vio protes.


"Aku ikut kalau Vio mau aku ajak!!!". Andi menatap teduh kearah kekasihnya.


"Loh kok aku???". Vio kembali protes.


"Kamu mau ikut nggak??? Hemm???". Andi membelai pipi kiri kekasihnya.


"Mau!!". Vio menjawab.


"Oke, aku ikut. Asal aku sekamar dengan Vio!!!". Andi berkata dengan enteng.


"Hahh???. Jangan katakan kalau kalian juga sudah menikah???". Jojo terkejut sambil penasaran.


"Belum. Tapi aku maunya sekamar sama Vio. Atau tidak sama sekali!!!". Jawab Andi.


"Jangan jangan kamu dan Vio sudah pernah dan mau....!!!". Jojo menepukkan kedua tangannya menyerupai posisi berhubungan.


"Jangan ngawur kamu!!!". Andi menatap tajam kearah Jojo.


"Oke oke, terserah kamu saja!!!". Akhirnya Jojo mengalah.


"Aku juga akan ajak Shasha!!". Yoga berkata dengan semangat.


"Boleh tapi hanya Shasha, dan jangan boleh Shasha mengajak yang lain!!". Dio kini ikut nimbrung.


"Oke!!". Yoga menjawab.


"Udah ya, Sayang. Aku dan Rani harus kembali ke kelas. Nanti aku kesini lagi!!!". Vio berdiri dari duduknya.


"Sebentar!!!". Andi berdiri lalu mencium hangat kening kekasihnya lalu melepaskannya.

__ADS_1


"Ayo, Ran!!!". Vio menarik tangan Rani dan meninggalkan keenam pemuda yang kembali menikmati rokok filter berwarna putih itu.


__________


__ADS_2