
Sejak siang hari, Vio tidak keluar dari kamarnya, sedangkan ini sudah akan masuk waktu makan malam. Ana sangat menghawatirkan dimana keberadaan putrinya.
"An, Kemana Vio???". Awan mendekati Ana yang sedang menghawatirkan putrinya.
" Itu dia, Mas. Apakah Vio ikut Shasha pergi???".
"Sepertinya tidak, An!!. Sebab Shasha hanya pergi sendirian dan juga tanpa membawa seorang sopir. Apa jangan jangan Ia ketiduran di kamarnya???".
" Aneh sekali, Vio tidak pernah bisa berdiam diri, Mas!!!". Ana semakin khawatir.
"Mending kamu ke kamarnya sekarang. Letaknya di sebelah kamar Shasha, An!!!". Ana langsung bergegas menaiki anak tangga dan menuju kamar Vio, diikuti suaminya.
Sesampainya di depan pintu kamar Vio....
Tok tok tok tok...
" Vi??????!". Ana memanggil putrinya sambil mengetuk pintu.
"Ibu????". Vio menyahut dari dalam.
" Ayo keluar, Nak!!!. Nggak bosen kamu di dalam kamar terus dari siang????". Kini Awan yang bersuara.
"Ibu, Bisakah Ibu sekarang masuk kedalam???". Vio bersuara lirih menyembulkan kepalanya.
" Memangnya ada apa, Nak????". Awan penasaran.
"Ibu, ku mohon!!!". Vio memelas.
" Mas, lebih baik kamu kembali ke bawah, mungkin ada sesuatu yang membuat Vio merasa tidak nyaman!!!". Ana menyuruh Awan untuk kembali.
"Baiklah baiklah, Cepat turun. Sebentar lagi kita makan malam!!!". Awan bergegas pergi dari tempat itu.
" Masuklah, Bu!!!". Vio membuka pintu sambil bersembunyi di balik pintu.
"Vio??????. Kenapa kamu hanya pakai sehelai handuk???". Ana terkejut melihat putrinya yang belum membersihkan diri dan hanya mengenakan handuk mandi.
" Ibu, sebenarnya, hmmm.... eeee... anu,.... Aku nggak bisa mandi!!!". Vio berkata ragu.
"Haaahhh????". Ana tidak mengetahui maksud dari perkataan putrinya.
" Mari kesini, Bu. Aku akan menunjukan maksudku!!!". Vio menarik Ibunya untuk masuk ke kamar mandi.
"Ada apa, Sayang???". Ana mengikuti langkah putrinya.
" Lihatlah, Bu. Ini aneh sekali!!!. Vio menunjukan isi kamar mandi.
"Yaaa????. Ini adalah kamar mandi, Nak. Tidak ada sesuatu yang aneh disini!!!". Ana melihat isi kamar mandi yang memang tidak ada yang aneh.
" Ibu, Bagaimana aku akan mandi, bila tidak ada gayung disini????. Hanya ada bak mandi besar. Dan ini bagaimana aku akan buang air?????. Wc nya tidak ada!!!". Vio menjelaskan secara detail kepada Ibunya.
"Ck ck ck!!!!. Vio.... Baiklah baiklah, akan Ibu jelaskan satu persatu kegunaan dari perabotan di ruang ini!!!". Ana memposisikan diri.
" Ini adalah bathtub, kamu bisa berendam di sini. Sebelum di gunakan, isi dulu airnya. Yang ini keran air panas dan yang ini adalah keran air dingin. Kemudian tuangkan bath foam!!!. Seperti ini!!!. Lalu kamu sudah bisa berendam". Ana menunjukkan cara penggunaannya.
"Terus bila sudah selesai, kamu tekan tombol pembuangan airnya. Yang sebelah sini!!!". Ana mengajari Vio dengan telaten.
" Dimana gayungnya, Bu???". Vio masih mencari letak penyimpanan gayung.
"Tidak ada gayung di sini, Sayang!!!. Nah, lalu yang sebelah sini adalah shower, caranya cukup kamu putar kerannya seperti ini ... yang ini keran air hangat dan yang ini keran air dingin. Kamu bisa berdiri di sini dan air akan mengguyurmu dari atas!!". Ana menjelaskan.
" Ohhh... Iya iya Bu!!!". Vio mengangguk paham.
"Sudah ya, Kamu mandi dulu. Ibu akan tunggu di luar!!!".
Saat Ana hendak melangkah keluar, tiba tiba.....
" Bu!!!!!. Sebentar!!!". Vio menghentikan langkah Ibunya.
"Iya sayang???". Ibu membalikan badannya dan kembali menghampiri Putrinya.
" Dimana sabun mandinya, Bu??????".
"Ohh astaga!!". Ana menepuk jidatnya lalu tersenyum.
"Ini adalah sabunnya!!. Ini namanya adalah sabun cair. Cara pakainya adalah basahi tubuhmu lalu ambil puff lalu tuangkan sabunnya seperti ini. Kemudian gosokan ke tubuhmu. Bila sudah kamu bisa membilasnya di shower itu!!!".
"Lalu dimana letak wc nya, Bu????".
" Di sebelah sini. Ini adalah WC duduk sayang. Caranya kamu buka tutup ini, lalu kamu lepas celana kamu dan lalu duduklah disini. Seperti ini!!!!. Setelah selesai arahkan keran kecil ini untuk membersihkan Saluran pembuanganmu. Seperti ini cara pakainya!!!. Lalu tekan sebelah sini untuk menghilangkan kotorannya. Biasakan bersihkan tempat duduk ini setelah di gunakan. Seperti itu!!!". Ana menjelaskan dengan tenang.
Memang Vio merasa sangat asing dengan alat mandi yang ada disana, sebab bila di rumahnya, Cukup bak mandi hitam yang terbuat dari karet dan gayung mandi serta satu buah keran air yang simpel. Satu lagi Sabun mandi yang biasa di gunakan adalah Sabun batang Lifboi atau Nupo kadang pula Sitra, tergantung di warung adanya apa.
__ADS_1
Berbeda dengan Ana, Ana memang berasal dari keluarga kaya raya. Karena sebuah kejadian dimasa lalu, Ia meninggalkan kehidupan mewahnya dan mengasingkan diri jauh dari Orangtua dan Saudara saudaranya.
____________
Lima belas menit berlalu, Vio keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk. Tubuhnya merasa sangat segar dan wangi. Ana menyambut Vio dan membawanya ke ruang ganti. Di sebuah lemari di ruang itu, tertata pakaian yang bagus bagus serta semua nya baru. Dimulai dari underware, hotpants, shortpants, rok pendek, kaus, blouse, celana katun, Celana jins, kemeja, jaket, dan masih banyak lagi jenisnya. Semuanya Awan yang menyediakan. Ana kemudian mengambilkan underware dan Kaus serta hotpants yang akan di kenakan pada putrinya.
"Ibu, kenapa celananya pendek sekali???". Vio menunjuk celana yang telah dipakainya.
" Ini modelnya memang seperti ini, Sayang!!!".
Vio hanya diam saja menurut pada Ibunya.
"Bila kamu mau tidur, ganti pakaian kamu dengan baju tidur yang letaknya di sini!!!".
Vio mengangguk paham.
"Terakhir letakkan pakaian kotormu di keranjang sebelah sana!!!!". Ana menunjukan letak keranjang pakaian kotor yang terletak di pojok ruangan itu.
" Iya Bu!!!".
"Baik, setelah itu Ibu akan mengajari kamu berias. Ayo ikuti Ibu!!!".
" Iya, Bu!!!".
"Ini adalah alat make up. Cara nya seperti ini!!!". Ana mendandani Vio dan Vio terus memperhatikan.
" Kamu cantik sayang. Natural saja tidak perlu menor!!!". Setelah Ana mengajari Vio merias diri, Ana menunjukan Body lotion dan parfum.
"Pakai ini secukupnya setelah habis mandi, Sayang. Lalu semprotkan parfum seperti ini!!!". Ana sangat telaten mengajari Vio.
" Iya Bu!!!". Vio tersenyum melihat pantulan dirinya yang jauh berbeda.
"Baik sekarang kita keluar dan pakai sandal ini!!!. Ayo kita makan malam dulu!!". Ana keluar dari kamar putrinya.
" Iya, Bu!!!. Vio bergegas menyusul Ibunya.
_______________
.Di Ruang Makan.
"Wahh putri bungsu Ayah cantik sekali!!!". Awan kagum melihat Vio yang sepuluh kali lebih terlihat cantik bila di bandingkan dari biasanya.
"Shasha belum pulang, Mas???". Ana tidak mendapati Shasha di tempat itu.
" Katanya baru di jalan, Sepuluh menit lagi Dia sampai!!!". Awan memang baru saja menghubungi putrinya itu, agar tidak melewatkan makan malam pertama dengan Ibu dan saudara barunya.
"Kita tunggu Shasha aja ya, Mas!!".
" Iya, An!!".
Ternyata benar, tidak sampai waktu sepuluh menit, Shasha telah kembali.
"Malam Ayah, Ibu, Vio!!!". Shasha mencium satu persatu anggota keluarganya.
" Malam, Sayang!!!".
"Malam, Kakak!!!". Sahut mereka bersama sama.
" Sayang, kamu duduk di samping Vio ya. Ibu ambilkan makanan buat kalian!!!". Ana menuntun Shasha agar duduk di dekat Vio.
"Iya, Bu!!!." Shasha menurut.
"Halo Vi!!!. Kamu manis banget sihhh!!!". Shasha mencubit gemas pipi Vio.
Vio hanya tersenyum malu malu.
" Ekhem... Vio Sayang, mulai malam ini dan seterusnya, Rumah ini adalah rumahmu juga. Kamu akan tinggal di rumah ini. Bila kamu membutuhkan sesuatu, Ayah akan mencukupinya. Satu hal lagi, kamu jangan sungkan sama Kak Shasha. Dia sekarang adalah Kakakmu!!!". Tegas Awan.
"Iya, Ayah. Terimakasih. Tapi, Bagaimana dengan seragam sekolah Vio???".
" Kamu tenang saja, anak buah Ayah telah mengambil seluruh peralatan Sekolahmu, besok Hari Senin kamu bisa berangkat ke Sekolah seperti biasanya!!!".
"Baik Ayah. Terimakasih!!!".
" Sha, Besok Pagi setelah ibadah kamu jangan keluyuran. Kamu Ayah tugaskan untuk menjadi guide bagi Vio mengenal rumah ini dan seisinya!!".
"Tapi, Ayah???........ Mmmmm baiklah!!!". Hancur sudah acara hangout nya bersama teman temannya.
" Ada masalah, Sayang????". Awan menangkap raut wajah ketidakbersediaan Shasha.
"Sebenarnya besok sepulang ibadah, Shasha mau hangout sama Luna dan Cindy. Tapi ya sudah nggak papa, Shasha bisa lain waktu hangout nya".
__ADS_1
" Sudah sudah, kita makan dulu. Ayah pimpin doa!!!". Ana yang sudah selesai menghidangkan makanan lalu menyela obrolan mereka.
______________
"Ayah, Shasha ke kamar Vio boleh nggak???". Shasha meminta izin pada Ayahnya.
" Tentu boleh dong sayangku, Vio kan adik kamu sekarang. Ingat kamu harus jagain dia. Tegur dia bila salah, Kamu harus jadi kakak yang baik dan bertanggung jawab. Ingat itu!!!". Awan memberikan tanggung jawab untuk Vio.
"Iya Ayah!!!". Shasha memeluk Ayahnya.
_____________
Sesampainya di di depan kamar Vio.....
Tok Tok Tok......
"Vi???".
" Kak Shasha???. Masuk, Kak!!!". Vio membuka pintu kamarnya dan mendapati Kakak tirinya berdiri di balik pintu.
"Halo Vi!!!".
" Ehh.. iya , Halo Kak Shasha!!!".
"Hahahahahahahhaaha.. Kamu menggemaskan banget sih, Vi!!!". Shasha mencubit pipi Vio lagi.
" Kaaaakkk Sakittt!!!". Vio mengaduh kesakitan.
"wkwkwkwkwk iya iya maaff!!!".
Shasha menghampiri ranjang Vio lalu merebahkan diri.
" Vi, kamu kelas berapa sih emangnya???".
"Kelas Sembilan SMP, Kak!!!".
" Ooohhh... SMP mana???".
"SMP Negeri XY, Kak". Vio menjawab dengan singkat.
" Ohhhhh... kirain anak Intra!!".
"Bukan, Kak!!".
" Hmmm Kak Shasha kelas berapa???".
"Kelas Sepuluh Roses Internasional High School!!".
" Wahhh keren, Kakak bersekolah di sana!!!". Vio mengacungkan kedua jempolnya.
"wkwkwkwkk... iya dong, Besok kamu setelah lulus SMP lalu lanjut ke RIHS saja!!".
" Belum tahu lah Kak besok!!!".
.....
....
....
Mereka mengobrol basa basi dan tertawa hingga tidak ingat waktu. Hingga jam menunjukan pukul 11 malam.
Tok tok tok...
"Shasha.... Vio...???????". Ana mengetuk pintu Vio.
" Iya, Bu????". Sahut mereka bersamaan.
"Sudah tertawanya, sekarang tidur!!!. Besok bangun pagi, Ke Gereja!!!!". Ana berteriak dari balik pintu.
" Iya, Bu!!!!!". Sahut anak anak itu bersamaan.
"Di sambung bsok pagi ya, Aku mau balik dulu. Dadahh adik!!!". Shasha mencubit pipi Vio lagi.
" Aaaaaaaa... Sakit Kak !!!!". Refleks Vio berteriak.
"Kenapa sayang???". Kini Awan yang bersuara karena mendengar teriakan Vio.
" Cuma Aku cubit pipinya kok, Yah!!!". Shasha menjawab sambil berlari masuk kedalam kamarnya.
__________________
__ADS_1