Viola

Viola
49


__ADS_3

Mobil mewah Andi memasuki gerbang megah sebuah rumah mewah yang sangat megah. Tunggu tunggu, ini adalah rumah yang sangat besar dan megah. Vio baru pertama kali melihat rumah sebesar ini. Bukan sekedar rumah mewah, ini adalah mansion yang terletak di tengah pusat kota.


"Kita sudah sampai. Ini adalah rumah ayahku. Selain itu pula, ada kakek dan nenekku juga tinggal disini!!". Andi memarkirkan mobilnya di depan bangunan megah itu.


"Tunggu sebentar!!!". Andi turun dari mobilnya lalu bergegas membukakan pintu untuk Vio.


"Jangan takut, mereka baik kok!!". Andi menggandeng tangan Vio dengan erat sambil melangkah memasuki pintu utama.


" Selamat malam, Tuan muda!!!". Salah satu pelayan menunduk hormat. Namun Andi hanya berlalu begitu saja.


"Selamat malam, Nona!!!". Ucap pelayan itu saat melihat Vio.


"Selamat malam juga, Mbak!!!". Vio menjawab dengan ramah.


"Dimana Ayah???". Tanya Andi pada pelayan itu.


"Ayah Tuan berada di ruang kerjanya, Tuan!!!". Jawab Pelayan itu seraya menundukan kepala.


"Sayang, kamu duduk dulu aja, dan tunggu sebentar ya. Aku ke atas dulu!!!". Andi meninggalkan Vio bersama seorang pelayan di ruang utama.


" Iya!!!". Vio sambil menganggukan kepala lalu duduk di salah satu sofa yang terkesan mewah itu.


"Ina, temani Vio!!". Andi berkata sambil berlalu.


"Nona, Apa yang anda butuhkan, saya akan sediakan!!!". Pelayan tadi membuyarkan lamunan Vio.


" Loh kok Mbak duduk di bawah!!!". Vio baru menyadarinya.


"Nona, Ada yang bisa saya bantu untuk Anda???". Pelayan itu berkata sambil menundukan kepalanya.


"Jangan seperti itu. Berdirilah, Mbak!!". Vio bangkit dari duduknya lalu memegang tangan pelayan itu agar berdiri.


" Maaf, Nona!!!". Pelayan itu malah melangkahkan kakinya beberapa langkah ke belakang.


"Mbak, nama Mbak siapa???". Vio malah menghampiri pelayan itu.


" Sa sa ya Ina, Nona!!!".


"Baik Mbak Ina, Jangan panggil saya dengan sebutan Nona. Panggil saja saya Viola!!!". Vio menggenggam tangan pelayan itu.


" Tidak Nona, itu sangat tidak sopan. Saya hanya pelayan!!!". Ina menarik kedua tangannya dari genggaman Vio.


"Baik, maukah Mbak Ina berteman denganku???". Vio memasang senyum lebar di wajahnya.


" Ta ta pi, Nona???".


"Ssstttt... Panggil aku Viola!!!".


" Iyy yaa, Viola!!". Ina masih menundukan kepalanya.


___________________


Dilain sisi, di tempat yang berbeda.


Andi melangkah menuju sebuah ruangan yang berada di lantai tiga.


Ceklek!!


Andi membuka pintu ruang kerja Ayahnya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Florentinus Andika, anak kesayanganku. Baru ingat pulang ke rumah hemmmm???". Dev berkata tanpa melihat kearah sumber suara, apalagi beranjak dari kursi kebesarannya.


"Ada Vio di bawah!!!". Andi mengabaikan pertanyaan ayahnya.

__ADS_1


" Calon menantuku ada di sini???". Wajah Dev langsung sumringah.


"Ayah, tadi Paman Awan menghubungiku. Menitipkan Viola kepadaku malam ini karena Ayah dan Ibu Vio sedang menunggu Shasha yang sedang operasi!!". Andi menjelaskan dengan singkat.


Dev tidak menggubris penjelasan Andi, dan malah menuju pintu keluar.


" Ayah akan menemui menantu ayah. Bila keluar jangan lupa kamu tutup pintunya!!!".


"Huhh!!!". Andi terlihat kesal.


_________________


"Viola!!!". Dev menghampiri Vio yang sedang mengobrol dengan Ina.


"Paman!!!". Viola mencium tangan Dev dengan hormat.


" Sayang, aku keluar sebentar!!!". Andi mengacak rambut Vio lalu pergi begitu saja.


"Ina, ambilkan minum buat Vio!!". Dev menatap ke arah Ina yang berdiri dalam diam.


"Iya Tuan!!!". Ina kemudian masuk ke dalam.


"Apa kabar, Nak??". Dev memulai percakapannya.


"Baik, Paman!!!. Bagaimana dengan Paman???".


" Ya beginilah, Nak!!!". Jawab Dev sambil tersenyum.


"Sebentar, Paman akan menghubungi Awan dahulu!!!". Dev mengotak atik ponselnya untuk menghubungi Awan.


-"Halo, Wan???". Dev menyapa seorang di seberang sana saat panggilan itu terhubung.


-" Iya, Dev??".


-"Andika membawa Putriku ke Mansionmu???. Yasudah, syukurlah. Aku titipkan dia sama kamu ya, Dev. Aku dan istriku sekarang baru mengurus Shasha yang sedang operas. Di rumah hanya ada Satpam yang berjaga, biarkan dia di situ dulu. Nanti bila aku sudah pulang aku akan menghubungimu!!!".


_"Memangnya Shasha sakit apa, kok sampai di operasi???".


-"Floren menggores wajah Shasha dengan larutan asam sulfat dan juga menyiram kaki kiri Shasha dengan zat yang sama!!!".


-"Apa???"


-"Andika tidak bisa mengendalikan emosinya dan membalas perbuatan Shasha yang selalu menyakiti Viola. Bukan hanya itu, Shasha yang menyebabkan hubungannya dengan Viola hancur kemarin!!!".


-"Oke, baiklah. Aku mohon maaf atas semua kesalahan Putraku!!!".


-"Tidak, Dev. Aku sendiri yang mengijinkan Floren melakukan itu. Sebab aku ada di tempat itu saat kejadian berlangsung!!!".


Dev menghembuskan nafasnya dengan kasar.


-"Aku titipkan putri bungsuku padamu ya, Dev!!!".


-"Iya, Wan. Aku akan menjaganya. Dia adalah calon menantuku. Hahahahaha!!".


-"Berikan ponselmu pada Putriku, Dev!!!".


-"Iya, sebentar!!!".


"Nak, Ayahmu mau bicara denganmu!!!". Dev menyerahkan ponselnya pada Viola.


-" Halo, ayah???". Vio menyapa Awan.


-"Sayang, Kamu baik baik ya di sana. Ini ayah dan ibumu masih menunggu operasi Kakakmu, sayang. Malah keadaannya sedikit menurun akibat stress!!".

__ADS_1


-"Iya ayah!!".


-"Ayah sudah mengirimkan uang sebesar seratus juta, bila kamu bosan kamu minta tolong Andika buat menemani kamu belanja!!!".


-"Iya ayah, terimakasih. Nanti aku cek m-banking nya.


-"Ya sudah, ayah tutup dulu ya. Kamu baik baik, ingat jangan kebablasan kamu pacaran sama Andika!!!".


-"Iya ayah, tentu!!!".


-"Ya sudah, ayah tutup. I love you putri bungsunya ayah!!!".


-"I love you too Ayahnya Vio!!!". Vio tersenyum sambil menyerahkan ponsel Dev.


"Sayang, kamu nanti tidur di kamar Andi saja. Biarkan dia tidur di kamar lain atau palingan ini sudah balik ke apartemennya!!".


"Iya, Paman!!!". Vio menjawab dengan senyuman di wajahnya.


"Anak itu memang jarang pulang ke rumah ini malah bahkan tidak pernah sama sekali, Nak!!!". Dev menghela nafasnya kasar.


" Maksud Paman???". Vio tidak mengerti arah perkataan Dev.


"Semenjak dia masuk sekolah menengah atas, dan dia mulai membantuku mengurus perusahaan dan sedikit banyaknya dia sudah mendapatkan gaji lalu dia membeli sendiri penthouse itu, dengan uangnya sendiri. Sejak saat itu pula, dia sangat jarang berkunjung ke rumah ini. Sebulan mungkin hanya dua kali". Dev menghela nafas dengan kasar berulang kali.


"Jadi Kak Andi selama ini tinggal sendirian, Paman???".


"Iya, Nak!!!".


Vio hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Nak, Andika memiliki kepribadian ganda. Tenangkan dia saat dia marah. Dia belum bisa mengontrol emosinya!!!".


" Iya, Paman. Aku sudah dua kali melihat dengan mataku sendiri Kak Andi berubah menjadi menyeramkan!!!".


"Tenangkan dia, saat dia marah, Nak!!!".


"Iya, Paman!!!".


"Mohon maaf Tuan, Nona. Ini minumannya!!!". Ina menaruh secangkir teh hangat untuk Dev beserta Segelas jus jeruk untuk Viola.


" Terimakasih, Mbak!!!". Vio tersenyum ke arah Ina.


"Sama sama, Nona. Mohon maaf, saya permisi!!!". Ina kemudian pergi.


"Ayo diminum, Nak!!!". Dev mengangkat secangkir teh dan langsung menyeruputnya.


" Iya, Paman!!". Vio kemudian meminum sedikit jus jeruk yang ada di hadapannya.


Mereka berdua mengobrol banyak hal,


Hingga Andi kembali,


"Sayang, ini udah malam. Kamu tidur ya, ini pakaian ganti buatmu!!!". Andi yang baru kembali, langsung menyerahkan tiga buah paper bag yang di bawanya kepada Vio.


"Iya, Nak. Sana istirahat dulu di kamar Andika. Dan kamu Andika, jangan macam macam. Kamu tidur di kamar kosong di samping kamarmu saja!!!". Dev tersenyum ke arah Vio lalu menatap tajam ke arah Andika.


"Iya Ayah, aku paham. Palingan kalau tidur sekamar, aku juga cuma berani peluk peluk dan cium cium. Ng!!!". Andi menjawab dengan enteng.


"Andika!!!". Dev menatap tajam Andi.


"Enggak Ayah!!!". Andi menjawab dengan malas.


"Yasudah, kalian tidur. Ayah akan melanjutkan pekerjaan Ayah!!!". Dev berlalu menuju Ruang kerjanya kembali.

__ADS_1


____________________


__ADS_2