
Ini adalah kali pertama Vio masuk ke Penthouse milik Andi setelah beberapa waktu lalu Ia ke tempat itu bersama Rani saat Andi dalam keadaan kacau. Di sinilah Ia sekarang, duduk manis sendirian sambil melihat kartun di televisi layar datar yang berada di ruang tengah tempat itu.
Satu kata yang ada di otakknya saat ini yaitu bosan.
Di tinggal sendirian dengan pintu terkunci, dan masih dengan seragam sekolah yang melekat di tubuhnya. Ia begitu risih sebab rutinitasnya, setiap pulang sekolah Ia pasti melakukan ritual berendam yang begitu lama. Dengan langkah ragu, Ia masuk ke kamar pribadi Andi. Di bukalah lemari besar yang berada di pojok ruang itu dan di ambillah sebuah kaos berwarna kopi susu milik Andi yang bakal Ia kenakan.
Setelah ritual mandinya selesai, Vio mengenakan kaos Andi sebagai atasan dan rok sekolahnya sebagai bawahannya. Berbaring di ranjang milik Andi dan kemudian memejamkan matanya.
.
.
.
.
.
.
Beberapa saat kemudian,
Ceklek.
Pintu kamar itu di buka dari luar oleh pemiliknya. Begitu Ia masuk, pandangan nya jatuh pada seorang gadis manis yang tengah terlelap dalam tidurnya. Menaruh beberapa paper bag yang Ia bawa di atas tempat tidur itu lalu menghampiri Vio yang sedang berselancar di alam mimpi.
"Kamu begitu manis mengenakan kaosku. Pakailah selimut ini, rok yang kamu kenakan tersingkap, sayang!!!". Andi menarik selimut untuk menutupi tubuh Vio.
"Kamu cantik sayang, namun entah mengapa perasaanku berbeda saat melihatmu tidur seperti ini!!!". Andi mengelus puncak kepala Vio dengan kasih sayang.
"Aku benar benar mencintaimu dan aku yakin bahwa inilah cinta tulus bukan karena atas napsu laki laki kepada perempuan!!!".
"Bila saja aku ini laki laki brengsek, maka akan aku lucuti pakaianmu saat ini. Namun, aku sangat tidak tertarik untuk mengajakmu berbuat dosa!!!".
"Aku cenderung ingin menjagamu, sayang. Bukan ingin memanfaatkan ketidakberdayaanmu saat ini!!!". Andi mengecup kening Vio berulang kali.
"Kamu cantik sayang, kamu tahu??? aku seperti sedang bercermin saat ini. Bila di perhatikan, wajahmu memiliki banyak kemiripan denganku. Apa ini yang dinamakan bila berjodoh memiliki wajah yang mirip???". Andi mengelus wajah Vio yang terlihat damai dengan mata terpejamnya.
"Tidurlah yang nyenyak sayangku, aku akan keluar!!!". Andi mengecup kening Vio lalu mengambil dua botol redwin yang tersimpan di pojok nakasnya.
______________
Disinilah sekarang Andi berada, di sebuah kamar dengan pintu tertutup yang berada tidak jauh dari kamar utama. Menikmati sebotol redwin dan sesekali menyesap sebatang rokok berwarna putih yang di selipkan di jari tangan kanannya.
__ADS_1
Perlu di ingatkan sekali lagi, Andi bukan tipe pemabuk, namun hanya sesekali Ia menegak minuman keras, sebotol dua botol tiga botol baginya bukan apa apa. Ini adalah botol ke dua dan mungkin sekitar rokok ke lima yang sudah Ia nikmati. Dua botol minuman keras itu sudah tandas, namun gejolak dalam dirinya masih ingin menegaknya lagi.
Dengan keadaan yang masih 97 persen sadar, Andi membuka kembali pintu kamar pribadinya guna mengambil mungkin sebotol atau dua botol lagi redwin yang begitu menggiurkan untuk di tegak lagi.
"Sayang????". Vio ternyata telah duduk di atas ranjang Andi.
"Sudah bangun, hemm????". Andi mendekati Vio.
"Kamu minum alkohol, sayang???". Vio mencium aroma redwin yang sangat menyengat dari mulut Andi.
"Sedikit, sayang. Hehehe!!!". Andi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Hemmmmm.... Ayo antar aku pulang!!". Vio turun dari ranjang Andi.
"Ayahmu menghubungi aku tadi, kamu ikut denganku karena rumahmu saat ini kosong. Mbok minah dan anaknya pulang kampung mendadak. Kamu akan aku antarkan pulang besok pagi pagi!!!". Andi menjelaskan pada Vio.
"Kamu nggak bohong kan???". Vio menatap Andi curiga.
Andi menghela nafasnya dengan kasar.
"Oke. Gini aja, kita taruhan. Bila aku nggak bohong maka kamu harus tidur di sini di kamar ini dan di kasur ini sama aku. Tapi kalau aku bohong, aku langsung antar kamu pulang dan kamu bebas mau ngaduin aku ke ayahmu!!!". Andi yang memang sedikit merasakan pusing akibat minuman keras yang sempat Ia tegak tadi.
Vio berfikir sejenak. Bila di nalar saja, Ini sudah hampir jam lima sore. Otomatis Ayah atau Ibunya pasti cemas dan menghubunginya. Namun ini tidak sama sekali.
"Iya, aku percaya sama kamu!!!".
"Kamu mau minum lagi???". Vio menatap tajam ke arah Andi.
" Cuma sedikit, sayang!!!. Aku tunggu kamu di depan!!!". Andi keluar sambil membawa botol yang masih tersegel itu dan tidak lupa menutup pintu.
___________________
Beberapa menit kemudian, Vio dengan rok pendek model A-line berwarna putih yang di padukan dengan kaos Andi yang sempat Ia gunakan tadi keluar dari kamar Andi.
Andi yang sedang santai sambil menegak isi botol yang di pegangnya terkejut melihat Vio yang sangat berbeda dari biasanya.
"Sayang???". Andi mendekati Vio sambil menyeringai.
" Ya????". Vio menjawab dengan ragu dan mengambil langkah mundur.
"Bagaimana kamu bisa secantik ini???". Andi semakin mendekat, hingga Vio terpojok dan akhirnya terkungkung oleh tangan Andi.
" Hmm Sayang???". Vio sedikit gemetar karena ketakutan, tingkah Andi begitu terlihat menyeramkan dengan seringaian iblis dan aroma alkohol yang sangat menyengat dari mulutnya.
__ADS_1
"Kamu takut denganku, Hemm????". Andi menyingkirkan anak rambut dari wajah Vio dengan sesekali meniupnya.
" Bu buu bu kan seperti itu!!!". Vio benar benar takut sekarang apalagi nafas bau alkohol yang keluar dari mulut Andi tercium sangat jelas oleh Indera penciumannya.
"Lalu apa, hemm???". Andi lalu menempelkan dahinya pada dahi Vio.
" Ssss saaayyy yaang???". Jantung Vio berdetak tidak karuan.
"Hemmm???". Andi masih pada posisi yang sama.
"Kkaa kka kam muu mab buk ssaayy yyaang??". Vio benar benar gemetar mendapat perlakuan seperti ini dari Andi.
"Iya!!!". Andi mulai mengecup bibir Vio dengan lembut.
Vio mendorong pelan kepala Andi dengan sedikit kasar agar menjauh darinya tetapi kini malah tangan Andi bergerak menyentuh pinggang Vio dengan wajah yang terlihat menyeramkan.
" Kka kkaaa kkaak mmaaa uuu nngaap paa inn???". Tangan Vio memukul tangan Andi yang mulai sedikit menyingkap Kaos yang di kenakan Vio.
"Hahhahahahahahahahaahhaahaha.... tidak sayang, aku tidak mabuk. Hahahaha kamu kenapa menggemaskan seperti itu????". Andi seketika tertawa terbahak bahak dan mendapat hadiah berupa tabokan di pinggangnya oleh Vio.
" Kamu gila tau nggak???. Aku takut!!!". Vio mengerucutkan bibirnya.
"Hahahahaha oke oke maaf, sebentar aku mandi dan ganti baju dulu!!!!". Andi lalu masuk ke kamarnya dan memulai ritualnya.
__________________
Beberapa menit kemudian, Andi keluar dengan kaos dengan warna yang senada dengan kaos yang di pakai Vio yang di padukan dengan celana training warna putih.
" Ayok beli makan terus jalan jalan, sayang!!!". Andi menghampiri Vio yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Iya!!!". Vio bangkit berdiri yang menghampiri Andi.
" Sebentar!!". Andi masuk kembali ke kamarnya lalu keluar dengan membawa dua buah paper bag warna hitam.
"Sayang, pakai ini!!!". Paper bag itu di serahkan ke tangan Vio.
"Sling bag dan flatshoes???". Vio mengeluarkan isinya dengan perlahan.
" Iya, aku yang beli tadi, sayang. Buat kamu, di pakai ya!!!".
"Tunggu, terus dari mana kamu tahu ukuran underware aku????". Vio memandang ke arah Andi dengan curiga.
" Ohhh.. hehehe itu, hmmm gini aku cari yang free size, yang bisa untuk segala ukuran!!!". Andi menjawab dengan jujur.
__ADS_1
"Oke, terimakasih ya!!!". Vio tersenyum.
"Sama sama sayangku!!!". Andi mengecup pipi Vio singkat.