Viola

Viola
32


__ADS_3

Hari ini, dengan sebelah kaki yang masih terbalut perban putih, Viola di antar oleh Awan ke sekolah. Berangkat pagi pagi, dengan alasan ingin belajar dahulu di Perpustakaan Sekolah.


"Ayah, aku belajar dulu". Vio berpamitan kepada ayahnya kemudian turun dari mobil itu.


" Iya. Nak!!!". Awan mengacak rambut putrinya lalu melambaikan tangannya.


Mobil Awan berlalu, meninggalkan gerbang sekolah itu.


Viola dengan langkah perlahan, menuju ruang kelasnya.


"Pelan pelan jalannya, sayang!!!". Suara lirih Andi membuat langkah Vio berhenti.


" Kak Andi???". Viola memandang sekitar.


"Aku akan antarkan kamu sampai ke atas!!!". Andi menggandeng tangan Vio. Namun tidak mereka sadari, sepasang mata menatap interaksi mereka dengan raut wajah kebencian.


Sesampainya di ruang kelas,


" Terimakasih, Kak!!". Vio membalas sembari tersenyum.


"Sama sama, Sayang!!!". Cupp. Andi mengecup bibir Vio singkat.


" Kak, nanti ada orang!!!". Vio memprotes.


"Enggak ada, sayang!!!". Andi mengacak rambut kekasihnya itu.


" Udah, Kakak pergi aja sana!!!". Vio berbisik.


"Sayang, kok kamu ngusir aku???". Bukannya pergi, Andi malah mendekatkan wajahnya ke wajah Vio.


" Iiiihh... Jangan seperti itu, nanti ada orang yang lihat!!!". Vio menghindar.


" Mau nggak ada orang lihat???. Hemmm????". Andi menggoda Vio.


"Eng nggakk!!!. Isshh, Udah Kak Andi pergi!!!". Vio mendorong bahu Andi.


" Kalau aku nggak mau pergi, gimana dong sayang???".


"Huuhhh.... Sayang, ini di sekolah. Tolonglah!!". Vio memasang wajah memelasnya.


" Bolehkah aku menciummu sebelum aku pergi???". Andi mendekatkan wajahnya, sangat dekat pada wajah Vio. Hingga Vio bisa merasakan aroma mint keluar dari mulut Andi.


"Tidak!!!. Ini di Sekolah!!!". Vio kembali mendorong Andi menjauh.


"Baiklah.... Aku akan pergi!!!". Andi melangkah keluar dari ruang kelas Vio.


"Kak!!!". Suara Vio menghentikan langkah Andi.


" Iya?????". Andi membalikkan badannya dan menghampiri Vio kembali.


"Selamat belajar. Aku mencintaimu!!!". Ujar Vio lirih.


" Selamat belajar juga, sayang!!!. Aku lebih mencintaimu!!!". Andi mengacak rambut kekasihnya itu lalu pergi keluar.


....


...


...


...


"Viola!!!.... Gimana kakimu???". Feli yang baru datang langsung menghampiri Vio.


" Sudah lebih baik. Tinggal pulihnya kok, Fel!!".


"Syukur deh!!!. Eh tadi aku lihat Kak Andi dari sini. Ada apa???. Tumben!!".


" Kak Andi????. Ohh hehe Kak Andi???. Eeee mmm anu itu tadi eh nyariin Rani. Hehe iya nyariin Rani!!!". Vio gelagapan.


"Vi???". Feli menatap Vio curiga.


" Ehh iya, Fel???".


"Kamu nggak papa kan????".


" Ehhh iya, aku nggak papa kok!!!". Vio tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

__ADS_1


"Kamu suka Kak Andi????". Feli mulai mengintrogasi temannya itu.


" Ehhh hemmm nggak, bukan, tidak tidak!!!". Vio semakin gugup.


"Aneh ih kamu!!!!. Tapi aku kasih tahu ya, mending jangan suka sama Kak Andi. Penggemarnya dia itu banyak. Bakalan nggak tenang nanti kamu!!!". Feli berlagak menasehati.


" Iyyy yyyaaa, Fel!!!". Vio menundukkan kepalanya.


"Terus denger denger, Kak Andi itu pacarnya Kak Shasha, 11 IPA 2. Terus si Kak Shasha ini, kejam kalau bully orang. Hmmm mainnya halus gitu!!!". Ujar Feli.


" Dar ri ma na kam mu tahh hu???". Tanya Vio dengan terbata bata.


"Semua orang tahu!!!!!, haaahh sampai anak kelas 12 ajah tahu kok!!!".


Vio hanya diam, namun dalam hati Ia bertanya tanya. Apakah benar saudari tirinya seperti itu??????.


____________________


.Rooftop gedung 1.


Enam orang remaja sedang bersantai di atas gedung itu, menikmati udara pagi diselingi candaan sambil menunggu bel berbunyi. Tidak lupa juga menyesap sebatang rokok dan beberapa minuman kaleng.


"An, Rani itu menarik!!!". Dio berkata di sela sela candaannya.


(Uhhuukkkk hukkk huuukkkkk). Rey seketika tersedak asap rokok yang baru masuk ke paru parunya saat mendengar celetuk Dio.


"Hmmmm". Andi menanggapi dengan malas.


" Cantik, manis, frontal lagi!!!". Dio menyambung ucapannya.


"Terus???". Andi menoleh singkat ke arah Rio.


" Aku pacarin boleh nggak???". Dio menyatakan maksudnya.


(Uhhuukkkk hukkk huuukkkkk). Rey kembali tersedak asap rokok, begitu mendengar maksud Dio.


"Nih minum dulu, Rey!!!". Yoga menyodorkan sekaleng minuman yang baru dibukanya kepada Rey.


Rey menerima sekaleng minunan itu, lalu meminumnya hingga tandas.


" Kamu mau pacarin Rani???". Andi bertanya pada Dio.


"Enggak boleh!!". Andi menjawab singkat.


"Kenapa nggak boleh???". Dio meminta penjelasan pada Andi.


"Huhhh.. Pacar Rani ada di depanmu!!!". Andi lalu pindah tempat duduk.


"Reyyy???". Dio bertanya pada Andi. Sedangkan Andi hanya diam saja.


________________


Di suatu tempat, Seorang gadis berambut panjang sedang merencanakan beberapa hal bersama satu orang siswi lain yang tidak di ketahui namanya.


"Buat agat Viola tidak betah sekolah di sini!!!". Ucap siswi itu.


" Gimana caranya???". Tanya seorang siswi uang lain.


"Buat dia tidak nyaman. Sehingga dia trauma dan tidak akan betah bersekolah disini!!!!".


" Baik, aku mengerti!!!".


"Bagus!!!!!. Siswi berambut panjang itu menyeringai.


" Sekarang apa yang harus aku lakukan????".


Sisiwi berambut panjang itu membisikan beberapa kata kepada seorang siswi yang lain.


"Hahhh???".


" Lakukan saja!!!. Ingat!!!!!. Aku akan membayarmu bila kamu berhasil".


"Iya, Kak!!!".


"Sebenarnya, apa alasan Kakak membuat dia tidak betah sekolah disini???". Siswi itu memberanikan diri untuk bertanya.


"Kamu itu cukup turuti kata kataku, jangan banyak bertanya!!!". Siswi berambut panjang itu menjawab dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Baik, Kak!!!".


_____________________


.Kantin sekolah.


Viola dan ketiga temannya mengisi waktu Istirahat mereka untuk mengisi perutnya. Suasana kantin hari ini sedang ramai, sehingga mereka harus berdesak desakan.


Brukkkk...


Seseorang menabrakan diri ke arah Viola yang sedang duduk itu dengan membawa nampan yang berisi lima gelas jus.


" Aduhh.. maaf!!". Seru seorang siswi.


"Iya...". Jawab Viola.


Viola basah kuyup terkena siraman air jus kental berwarna warni itu.


Rani yang melihat bahwa itu sebuah hal yang di sengaja, menghampiri siswi itu dan tidak membiarkannya pergi begitu saja.


" Apa apaan sih kamu???". Rani mendorong bahu siswa tadi.


"Kamu yang apa apaan???". Siswi tadi tidak terima saat Rani mendorongnya.


" Maksud kamu apa, menyiram Vio seperti itu???".


"Aku nggak sengaja!!!. Aku juga sudah minta maaf!!!. Lalu masalahmu apa???". Ujar siswi tadi dengan berani.


" Kamu pikir mata aku buta???. Aku lihat dengan jelas bahwa kamu menabrakkan nampan itu ke arah Viola lalu kamu tumpahkan isinya ke baju Viola!!.?". Rani terlihat begitu emosi.


_______________


Kedua teman Vio yang lain, yakni Bella dan Felicia membawa Vio ke Toilet untuk membersihkan diri.


"Aku belikan seragam yang baru dulu ya, Vi!!".


" Iya, Fel. Makasih, ya!!!".


"Sama sama!!". Feli bergegas menuju koperasi sekolah.


Di sisi lain, Rani yang masih terlibat adu mulut, kini menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Sekarang jelasin!!!!".


"Apa yang harus aku jelaskan???. Aku itu nggak sengaja. Lalu udah minta maaf. Dia juga udah maafin kan???".


"Bohong!!!. Jelas jelas tadi kamu melakukan itu dengan sengaja!!!". Rani menaikan volume suaranya.


"Aku itu nggak sengaja!!!". Suara siswi itu tidak kalah keras.


" Ada apa ini???". Andi yang mendapat laporan bahwa ada keributan, segera datang untuk menyelesaikannya.


"Dia nuduh akun macam macam, Kak!!". Siswi itu mengadu.


" Kalian berdua, ikut saya!!!". Andi menghiring mereka berdua ke ruang kesiswaan.


"Tapi aku nggak salah, Kak. Dia yang udah nuduh aku macam macam!!!". Siswi itu masih membela diri.


" Udah jelas aku lihat kamu sengaja melakukan itu!!!". Rani menuding siswi tadi


" Baik. Kalian berdua, ikuti saya. Atau saya akan langsung melaporkan kalian ke badan konseling sekolah????". Andi mengancam, kemudian Rani dan siswi itu mau tidak mau harus mengikuti langkah Andi.


__________________


.Ruang OSIS.


"Sekarang kamu, jelaskan apa yang terjadi!!!". Andi memberikan kesempatan pada siswi itu.


" Dia menuduhku menabrak seorang siswi lain. Padahal saat itu aku nggak sengaja. Suasana Kantin sedang ramai. Jadi aku yang sedang membawa beberapa minuman, tidak sengaja menumpahkan ke bajunya!!". Siswi itu menjelaskan kronologinya menurut versinya. Andi hanya menganggukan kepalanya sambil mencatat apa yang perlu di catat.


"Sekarang giliran kamu!!!". Andi menatap adiknya itu. Sebenarnya Ia juga heran, mengapa Adiknya sampai membuat keributan di Kantin saat itu.


" Saya melihat dengan mata saya. Bahwa dia, sengaja menabrak teman saya lalu menumpahkan beberapa gelas jus ke bajunya. Dan itu di sengaja!!!". Rani menuding ke arah siswi itu.


"Baik. Lalu teman kamu yang dia tabrak, bagaimana kondisinya???". Andi bertanya pada Rani.


"Dia di bawa oleh Felicia dan Bella untuk membersihkan seragamnya!!!". Jawab Rani enteng.

__ADS_1


Deggggg. Muncul nama Viola di pikiran Andi.


__ADS_2